1,721,029 research outputs found

    Fluktuasi Kualitas Air dan Tingkat Pencemaran Danau Ebony, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

    No full text
    Danau Ebony merupakan perairan yang dibuat mengelilingi kawasan perumahan (cluster Ebony) dengan fungsi yaitu sebagai pengatur hidrodinamika dan pengendali banjir serta bagian dari landscape yang menjadi daya tarik keindahan perumahan. Letak dan fungsi Danau Ebony menyebabkan perairan banyak menerima limpasan air yang dapat mempengaruhi kualitas air dan menyebabkan pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fluktuasi kualitas air dan tingkat pencemaran Danau Ebony. Contoh air pada penelitian ini diambil berdasarkan hasil pemantauan setiap bulan dari bulan Juli 2015 hingga Juni 2016 dan dilakukan pada lima stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 parameter kualitas air yang melewati baku mutu dan menyebabkan tingginya tingkat pencemaran Danau Ebony, yaitu TSS, DO, BOD5, COD, nitrit, amonia total, fosfat total, dan hidrogen sulfida. Tingkat pencemaran Danau Ebony hasil analisis Indeks Pencemaran menunjukkan status perairan tercemar sedang dan hasil analisis Indeks Kualitas Air CCME menunjukkan status perairan sangat buruk

    Studi Perbandingan Karakter Morfometrik Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus von Martens, 1868) di Perairan Bogor, Jawa Barat

    No full text
    Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) saat ini banyak tersebar di Indonesia. Lokasi yang berbeda diduga dapat menyebabkan variasi karakter morfometrik dari lobster. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter morfometrik dari lobster air tawar yang berasal dari Situ Salabenda, Situ Burung, dan Situ Cilala, Bogor Jawa Barat. Karakter morfometrik diukur menggunakan metode baku dan truss morphometrics. Hasil analisis diskriminan menunjukkan adanya perbedaan karakter morfometrik. Karakter morfometrik hasil pengukuran dengan metode baku terdapat tiga karakter yang berbeda serta dengan menggunakan metode truss morphometrics terdapat empat karakter yang berbeda. Hasil analisis kluster memperlihatkan C. quadricarinatus yang berasal dari Situ Salabenda dan Situ Burung berada pada kelompok yang sama

    Pemanfaatan rotifera jenis brachionusplicatilis sebagai biofarma untuk mengontrol hormon ghrelin yang memicu penyakit hipertensi

    Get PDF
    It has been known that Brachionus plicatilis contain unsaturated fatty acid, so it could be used as hypocholesterolemia and hypolipidemia agents. A study about the effect Brachionus plicatilis to cholesterole and lipid blood concentration high feeding cholesterol and lipid diet white rat, has been carried out. In this observation, 15 male white rats with 150 to 200 g of weight and 8 months of age were used and divided into five groups randomly. The first group was as a normal control, the second group was given high cholesterol 1 g/day as a treatment control. For the third and the fourth groups, each of them was given with high cholesterol and lipid diet in the different quantity 1 g/day and 2 g/day. After two weeks of treatment, the blood rats was taken out from the tail and then total cholesterol and total lipid concentration were measured. The results showed that all of dosages of rotifers has lowering cholesterol and lipid effects.Dikt

    Uji resistensi osmotik dan elastisitas kulit ikan sidat (Anguila sp.) sebagai bahan transplantasi terhadap baju selam

    Get PDF
    Ikan sidat (Anguilla sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup potensial untuk komersial untuk mengingat jenis ini dapat digunakan sebagai makanan dan nilai komersial yang cukup tinggi untuk menjual baik lokal maupun ekspor. Ikan ini memiliki sistem kekebalan tubuh dan morfologi kulit yang baik. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui karakteristik kulit ikan sidat. Hasil yang didapatkan beberapa parameter yaitu kerapatan kulit, kadar air, daya tarik dan elastisitas merupakan parameter uji yang biasa dilakukan untuk mengetahui kualitas fisik dari kulit ikan sidat. Karakteristik fisik kulit ikan sidat yaitu kerapatan kulit berkisar 0,5623 – 1,1552 g/ml, nilai kadar air berkisar 50,28 – 67,95 %, nilai elongasi berkisar 66 – 84 mm, dan nilai elastisitas berkisar 10,86 – 20,23 Kg f. Nilai elastisitas kulit ikan sidat murni lebih tinggi dari karet mentah sedangkan dengan bahan sintetis memang masih cukup rendah. Karakteristik fisik kulit ikan sidat dapat lebih tinggi dibandingkan dengan bahan sintesis yang digunakan dalam pembuatan baju selam dengan syarat kulit ikan sidat tersebut harus melalui tahapan penyamakan yang sesuai sehingga ketahanan dan kekuatan kulitnya dapat berlipat berganda dari kondisi awal.Dikt

    Mikroplastik Pada Kolom Air di Sungai Cimandiri, Sukabumi, Jawa Barat.

    No full text
    Sungai Cimandiri merupakan salah satu sungai yang bermuara ke Teluk Palabuhanratu. Adanya aktivitas masyarakat di sepanjang aliran sungai dapat menyebabkan Sungai Cimandiri mengalami pencemaran sampah khususnya tipe plastik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengkuantifikasi mikroplastik pada kolom air di Sungai Cimandiri ruas Cikundul dan muara Sungai Cimandiri Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pengambilan contoh dilakukan pada bulan September hingga Desember 2018. Pengambilan contoh dilakukan menggunakan plankton net. Kelimpahan mikroplastik berkisar 60-782 partikel/m3. Kelimpahan mikropastik tertinggi di dua stasiun terdapat pada bulan September dan Oktober. Film merupakan tipe mikroplastik yang paling banyak ditemukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan rata-rata mikroplastik lebih tinggi terdapat di daerah muara

    Uji Toksisitas Akut Limbah Pengeboran Minyak Bumi (Cutting) Terhadap Biota Uji Brine Shrimp (Artemia Salina).

    No full text
    Kegiatan pengeboran minyak bumi menghasilkan limbah berupa lumpur bor (used mud), serbuk bor (cuttings), air panas dan bahan lain yang bersifat toksik terhadap perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai toksisitas akut limbah pengeboran minyak berupa serbuk bor (cutting) terhadap Brine shrimp (Artemia salina) serta pengaruhnya terhadap morfologi Artemia salina. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium riset plankton IPB pada bulan Februari hingga Maret 2016. Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan nilai LC50 limbah cutting pada 10 ekor Artemia salina terhadap 10 mL media uji di setiap konsentrasi percobaan. Estimasi konsentrasi akut limbah cutting adalah 34260 ppm. Berdasarkan Peraturan Menteri Energi Dan Sumberdaya Mineral No 45 tahun 2006 tentang Pengelolaan lumpur bor dan serbuk bor pada kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi, diketahui bahwa limbah yang diamati dapat dibuang langsung ke laut. Hal ini karena konsentrasi akut (LC50) limbah yang diamati lebih besar dari batas ambang konsentrasi akut limbah yang boleh dibuang langsung ke laut. Biota uji Artemia salina memberikan respon terhadap paparan limbah cutting, berupa perubahan pada posisi berenang, keaktifan biota uji, tingkat stres serta kerusakan pada morfologi dan anatomi tubuh biota uji

    Variasi Komunitas Makroavertebrata Di Hulu Sungai Cisadane Berdasarkan River Continuum Concept.

    No full text
    Pendekatan River Continuum Concept ialah pendekatan yang menggambarkan dinamika perubahan yang terjadi pada sistem sungai, perubahan yang terjadi yaitu kondisi fisik (orde sungai, penutupan kanopi vegetasi, dan tata guna lahan) dan struktur komunitas yang ada didalamnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghubungkan struktur komunitas makroavertebratadengan kondisi lingkungan bagian hulu sungai. Penelitian dilakukan di bagian hulu Sungai Cisadane. Salah satu bagian hulu sungai ini diantaranya yaitu berada di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Lokasi stasiun pengamatan terbagi menjadi dua area, yaitu di dalam kawasan TNGHS dan luar kawasan TNGHS. Makroavertebrata yang ditemukan di hulu Sungai Cisadane ialah 65 genus, 38 famili dan 11 ordo. Keragaman makroavertebrata diketahui lebih tinggi signifikan (p<0.05) pada stasiun-stasiun yang berada di dalam taman nasional (stasiun 1, 2,3, dan 4) dibandingkan dengan yang diluar taman nasional (stasiun 5 dan 6). Sedangkan kepadatan sebaliknya, yaitu lebih rendah pada stasiun-stasiun yang berada didalam kawasan taman nasional dibandingkan dengan yang di luar taman nasional (p<0.05). BerdasarkanLincoln Quality Index (LQI), Family Biotic Index (FBI), dan Stream Invertebrate Grade Number Average Level 2 (SIGNAL 2), sungai yang berada di dalam kawasan TNGHS memiliki status ekologi yang lebih baik dibandingkan sungai yang berada di luar kawasan TNGHS. Selain itu analisis Functional Feeding Group (FFG) juga dilakukan, yaitu shredders dan predators memiliki komposisi tinggi pada sungai yang berada di dalam kawasan TNGHS dibandingkan dengan sungai yang berada di luar kawasan TNGHS. Sedangkan scrappers dan collectors sebaliknya yaitu komposisinya lebih tinggi pada sungai yang berada diluar kawasan TNGHS. Perubahan komposisi makroavertebrata inimenunjukkan kesesuaian dengan river continuum concept. Pengukuran atribut-atribut penting ekosistem sungai (P/R, CPOM/FPOM, TFPOM/BFPOM, dan stabilitas substrat dasar sungai) dilakukan dengan menggunakan rasio FFG. Keenam stasiun pengamatan memiliki nilai P/R<0.75, sehingga dikarakterisasikan sebagai ekosistem perairan heterotrof. Nilai rasio CPOM/FPOM menunjukkan bahwa hubungan organisme shredders dengan vegetasi riparian kuat pada stasiun-stasiun yang berada di dalam kawasan TNGHS dan lemah pada stasiun-stasiun yang berada di luar kawasan TNGHS. Nilai Rasio TFPOM/BFPOM pada seluruh stasiun pengamatan,berada dibawah nilai ambang batas normal. Rasio FFG untuk stabilitas substrat dasar sungaimenggambarkan hanya satu stasiun yang nilainya berada di bawah nilai ambang batas yaitu stasiun 1. Sementara itu untuk stasiun pengamatan lainnya stabilitas substrat dasar sungai cukup baik

    Keragaman Morfometrik Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus von Martens, 1868) dari Beberapa Situ di Jawa Barat

    No full text
    Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) sebagai spesies introduksi yang sudah banyak berkembang di luar habitat aslinya, mampu beradaptasi pada habitat yang baru melalui keragaman karakter morfometrik. Keragaman morfometrik ini dapat disebabkan adanya perbedaan kondisi ekosistem perairan. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan karakter morfometrik populasi lobster air tawar (C. quadricarinatus) yang berasal dari beberapa ekosistem perairan situ di Jawa Barat dengan menggunakan metode baku dan truss morphometric. Lokasi pengambilan contoh berada di Situ Tonjong, Situ Gede, dan Situ Lengkong. Pengukuran karakter morfometrik menggunakan dua metode, yaitu metode baku dan truss morphometric. Hasil analisis Kruskal Wallis menunjukkan terdapat perbedaan karakter morfometrik yang signifikan pada 21 karakter pada pengukuran truss morphometric dan 12 karakter pada pengukuran baku. Analisis kluster memperlihatkan C. quadricarinatus yang berasal dari Situ Gede dan Situ Tonjong membentuk kelompok yang sama. Analisis diskriminan menunjukkan terdapat tiga populasi C. quadricarinatus, yaitu populasi di Situ Tonjong, Situ Gede, dan Situ Lengkong

    Analisis morfometrik rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) di perairan utara Jawa dan selatan Madura

    No full text
    Karakter morfometrik merupakan karakter yang dapat digunakan untuk mengetahui perubahan bentuk morfologi suatu organisme pada beberapa wilayah perairan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan populasi rajungan di perairan utara Jawa dan selatan Madura berdasarkan karakter morfometrik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga November 2016. Pola pertumbuhan rajungan jantan cenderung allometrik positif dan betina cenderung isometrik. Terdapat sebelas karakter morfometrik pembeda antara rajungan jantan dari Pulau Lancang, Rembang, dan Pamekasan. Sementara itu, terdapat lima karakter pembeda pada rajungan betina. Perbedaan karakter morfometrik diduga disebabkan oleh adanya perbedaan lingkungan perairan. Berdasarkan analisis diskriminan, terdapat perbedaan antara rajungan jantan dan betina di setiap lokasi. Berdasarkan analisis cluster, rajungan jantan di Pulau Lancang dengan Rembang serta rajungan betina di Rembang dengan Pamekasan membentuk kluster yang sama. Rajungan jantan dan betina di Pulau Lancang, Rembang, dan Pamekasan merupakan populasi yang berbeda berdasarkan karakter morfometrik

    Dinamika Komunitas Larva Chironomid pada Substrat Buatan di Kedalaman Berbeda

    No full text
    Larva chironomid merupakan serangga air yang paling banyak ditemukan pada ekosistem perairan tawar. Keberadaan larva chironomid sangat bergantung terhadap kondisi perairan dan substrat sebagai habitatnya. Kedalaman merupakan faktor yang mempengaruhi parameter kualitas air lainnya. Terjadinya perbedaan kedalaman memberikan pengaruh berbeda pula terhadap parameter kualitas air yang pada akhirnya berpengaruh terhadap penyebaran dan proses kolonisasilarva chironomid pada suatu habitat perairan. Seringkali penggunaan alat konvensional dirasakan kurang efisien dan efektif dalam upaya mengkaji larva chironomid oleh sebab itu substrat buatan digunakan untuk melihat proses kolonisasi dan suksesi pada larva chironomid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika jenis dan kelimpahan komunitas larva chironomid.Larva chironomid yang diamati adalah larva chironomid yang berada pada substrat buatan yang diletakkan pada kedalaman berbeda. Pengamatan larva chironomid menggunakan substrat buatan pada kedalaman 2m dan 3,5m di stasiun KJA dan non-KJA yang dilakukan selama dua bulan, terbagi menjadi empat kali pengamatan. Hasil penelitian yang didapat selama pengamatan meliputi keberadaan jenis larva chironomid yang ditinjau dari kelimpahan larva chironomid, distribusi frekuensi panjanglarva chironomid, dan stage larva chironomid. Kondisi perairan ditinjau dari beberapa parameter fisika dan kimia, yaitu suhu, kecerahan, kekeruhan, padatan terlarut, padatan tersuspensi, pH, BOD, COD, dan oksigen terlarut yang terdapat dalam perairan
    corecore