1,720,971 research outputs found
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Bakteri Patogen dari Susu Segar
Efek antibakteri pada tanaman sirih (Piper betle L) telah lama diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L) terhadap bakteri patogen yang berasal dari susu segar. Bakteri patogen yang diteliti terdiri dari 3 jenis bakteri yaitu Streptococcus dysgalactiae, Staphylococcus epidermidis dan Coliform. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram untuk menguji zona hambat dengan menggunakan 5 taraf perlakuan yaitu 50%, 25%, 12.5% dan 6.25% serta kontrol positif menggukan antibakteri. Data dianalisis menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dan dilanjutkan dengan uji banding menggunakan Tukey test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dapat digunakan sebagai antibakteri pada konsentrasi 50%, 25% dan 12.5% untuk bakteri Streptococcus dysgalactiae sedangkan pada bakteri Staphylococcus epidermidis dan Coliform dapat digunakan pada semua konsentrasi yang diujikan
Pengaruh Masa Kosong (Days Open) terhadap Indikator Kesuburan Ternak Perah di BBPT-HPT Baturraden
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masa kosong terhadap indikator
kesuburan yaiu sifat reproduksi (umur beranak pertama, selang beranak dan
service per conception) dan sifat produksi (masa laktasi, produksi susu harian, dan
masa kering) sapi FH di BBPTU-HPT Baturraden untuk mendapatkan cara
pemeliharaan yang lebih efisien. Total sapi FH yang digunakan adalah 60 ekor
selama empat periode laktasi. Data pengamatan masa kosong dan indikator
kesuburan (sifat reproduksi dan sifat produksi) diolah kedalam analisis deskriptif
menggunakan MINITAB 17®. Hasil rataan masa kosong diuji korelasinya dengan
rataan pada indikator kesuburan. Hubungan korelasi tersebut menggambarkan
nyata atau tidak antara masa kosong dan indikator kesuburan (sifat reproduksi dan
sifat produksi).
Masa kosong pada ternak sapi perah FH di BBPT-HPT Baturraden memiliki
pengaruh yang nyata dengan S/C, selang beranak, dan masa laktasi pada nilai
korelasinya. Masa kosong tidak memiliki pengaruh nyata dengan umur beranak
pertama, produksi susu harian dan masa kering, namun pengaruh yang nyata
dengan masa laktasi akan berdampak pada produksi susu harian yang menurun
dan meningkatnya masa kering
Hubungan reproduksi dengan produksi susu di Peternakan Sentul, Jawa Barat
Produktivitas sapi perah tidak hanya ditunjukkan produksi susu, namun juga
performa reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan performa
reproduksi terhadap produksi susu setara dewasa (SD) 305 hari. Data penelitian
berupa catatan mingguan produksi susu dari 17 ekor sapi friesian holstein (FH) di
Peternakan Sentul Jawa Barat. Data dianalisis dengan menghitung koefisien
korelasi. Paramater reproduksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahun
beranak, interval kawin pertama setelah beranak, service per conception, masa
kosong, lama bunting, kering kandang, dan selang beranak. Berdasarkan hasil
penelitian didapat bahwa tahun beranak dan kering kandang. Parameter
reproduksi tahun beranak memiliki hubungan kuat negatif dengan produksi susu.
Efisiensi reproduksi di Peternakan Sentul tergolong kurang baik ditunjukkan
dengan rataan servive per conception tahun-1 yang mencapai 3.4±1.37 (2015) dan
3.4±2.33 (2016). Nilai service per conception yang tinggi menyebabkan performa
reproduksi seperti interval kawin pertama setelah beranak, masa kosong, dan
selang beranak menjadi sangat panjang. Genetik dan lingkungan merupakan 2
faktor yang dapat mempengaruhi perubahan produksi susu selama masa laktasi.
Manajemen yang kurang baik dan kurangnya seleksi indukan menjadi penyebab
dari menurunnya performa sapi FH
Respon Superovulasi pada Sapi Simental dengan Metode Sinkronisasi Gelombang Folikel Berbeda.
Sinkronisasi gelombang folikel penting dilakukan dalam penentuan waktu
yang tepat untuk memulai superovulasi pada sapi donor. Penelitian ini bertujuan
untuk mengkaji respon superovulasi dengan metode sinkronisasi gelombang
folikel berbeda pada sapi simental dengan metode ovsynch dan pemasangan
implan progesteron (cue-mate). Hasil penelitian menunjukkan persentase sapi
respon pada perlakuan ovsynch sebesar 83.33% dengan corpus luteum (CL)
14.83±10.59 dan sapi respon 100% dengan CL 13.00±9.16 pada perlakun cuemate.
Total embrio terkoleksi dan embrio layak transfer pada perlakuan ovsynch
(9.33±7.53 dan 2.08±2.02) tidak berbeda nyata (P > 0.05) dengan perlakuan cuemate
(10.66±9.97 dan 1.92±2.94). Persentase embrio tidak layak transfer pada
kedua perlakuan (ovsynch = 77.68%; cue-mate = 83.03%) lebih tinggi
dibandingkan dengan embrio layak transfer (ovsynch = 22.32%; cue-mate =
17.97%). Disimpulkan bahwa sinkronisasi gelombang folikel dengan
menggunakan metode ovsynch dan cue-mate memiliki efek yang tidak berbeda
nyata terhadap respon superovulasi pada sapi simental
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Chlorella sp. dan Spirulina sp. terhadap Bakteri Patogen Susu Segar
Chlorella sp. dan Spirulina sp. adalah mikroalga yang hidup di air tawar, air garam, atau air payau. Mikroalga memiliki senyawa bioaktif yang dapat digunakan untuk kehidupan manusia salah satunya adalah antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk menguji antibakteri ekstrak Chlorella sp. dan Spirulina sp. terhadap daya bunuh Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Staphylococcus epidermidis yang didapatkan dari susu yang terkontaminasi penyakit mastitis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode difusi kertas cakram uji sensitivitas zona hambat dengan penambahan ekstrak dengan konsentrasi 50%, 25%, dan 12.25% secara in vitro. Data diolah secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Semakin besar konsentrasi ekstrak Chlorella sp. dan Spirulina sp. dihasilkan diameter zona hambat semakin tinggi. Berdasarkan hasil penelitian Spirulina sp. lebih baik dibandingkan dengan Chlorella sp., terlihat dengan diameter zona hambat Spirulina sp. lebih besar daripada Chlorella sp. Spirulina sp. dan Chlorella sp. dapat digunakan untuk pencegahan mastitis subklinis dan Spirulina sp. dapat digunakan untuk pengobatan mastitis subklinis
Performa Produktivitas Induk Hasil Seleksi pada Persilangan Ayam Pelung Ras Pedaging Sentul Kampung.
Keragaman ayam lokal masih sangat tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan di masa depan. Persilangan ayam lokal dengan ayam ras pedaging selain untuk memperbaiki mutu genetik juga dapat menjadi solusi penyediaan DOC. Tujuan penelitian ini mengkaji performa produktivitas induk hasil seleksi pada persilangan ayam pelung (P) ras pedaging (B) sentul (S) kampung (K). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Pemuliaan dan Genetika Ternak Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Ayam yang digunakan berjumlah 64 ekor. Terdiri dari 1♂:4♀ (BKPS), 9♂:26♀ (PBSK), 2♂:3♀ (PSBK), 6♂:8♀ (PSKB), 2♂:3♀ (SKPB). Pakan yang diberikan sebanyak 100 g ekor-1 hari-1. Peubah yang diamati adalah bobot telur, indeks telur, produksi telur, fertilitas, daya tetas, mortalitas embrio dan rasio bobot DOC dengan bobot telur tetas. Uji T dilakukan untuk mengetahui perbedaan produktivitas antar jenis ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam SKPB memiliki produksi telur paling tinggi yaitu 41.51% dan ayam PSBK memiliki fertilitas dan daya tetas paling tinggi yaitu 95.95% dan 60.88%. Performa produksi ayam SKPB lebih baik dan performa reproduksi PSBK lebih baik dibandingkan dengan ayam persilangan yang lainnya
Analisis Tataniaga Susu Sapi Kelompok Tani Ternak Sapi Perah Mandiri Sejahtera Kabupaten Bogor.
Kelompok Ternak Mandiri Sejahtera adalah salah satu kelompok ternak dengan komoditi sapi perah di Kabupaten Bogor yang telah berdiri dari tahun 2011. Produksi susu dari kelompok ternak ini memiliki kualitas yang baik dibuktikan dari uji kualitas susu dan TPC. Kualitas susu yang baik ini tidak serta-merta membuat harga yang didapatkan peternak menjadi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tataniaga susu sapi KTMS dengan menggunakan pendekatan SCP (Structure, Conduct, Performance). Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat 4 saluran yang menjadi pilihan peternak dalam memasarkan susu yang dihasilkan. Setiap saluran memiliki fungsi yang berbeda-beda terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Nilai farmer’s share tertinggi terdapat pada jalur tataniaga terpendek, peternak menjual langsung susu yang dihasilkan kepada konsumen. Nilai farmer’s share terendah didapat pada saluran 3 yaitu susu melewati jalur dari peternak, kelompok, kelompok wanita ternak, dan konsumen. Nilai marjin tataniaga berbanding terbalik dengan nilai farmer’s share
Pengaruh Mendengarkan Murottal terhadap Respon Fisiologis dan Lama Istirahat Sapi Peranakan Friesian Holstein di Bogor
Faktor utama yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas susu adalah faktor lingkungan dan faktor fisiologis dari ternak tersebut. Pemberian musikalisasi pada laju tertentu termasuk murottal dapat memberikan kenyamanan sehingga denyut jantung dan laju respirasi menjadi lebih stabil serta memperbanyak lamanya istirahat sapi. Hal ini dapat mengurangi stres pada sapi sehingga produksi susunya meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon fisiologis sapi FH berupa denyut jantung, laju pernafasan, suhu rektal dan lama istirahat sapi FH pada siang hari selama sapi mendengarkan murottal. Respon fisiologis dan lama istirahat 4 ekor sapi perah diukur selama 30 hari yaitu 15 hari kontrol dan 15 hari berikutnya diberikan perlakuan. Ditinjau dari uji statistic bahwa rataan suhu rektal, laju respirasi, dan denyut jantung berbeda nyata dengan sesudah pemberian murottal P<0.05. Rataan suhu rektal, laju pernafasan, dan denyut jantung sapi perah FH yang yang diperdengarkan murottal lebih rendah dibandingkan dengan sapi perah yang tidak diperdengarkan murottal. Total lama istirahat sapi perah FH yang diperdengarkan murottal lebih tinggi daripada kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa sapi perah lebih tenang dan nyaman setelah diberikan perlakuan
Performa Reproduksi pada Participated Cow (PC) dalam Uji Zuriat Periode IIB di Jawa Barat.
Uji zuriat adalah metode yang digunakan untuk mengetahui mutu genetik
calon pejantan berdasarkan produksi susu anak betinanya. Penelitian memiliki
tujuan mengkaji performa reproduksi pada Participated Cow (PC) dalam uji zuriat
periode IIB di Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan di 5 lokasi yaitu KPBS
Pangalengan, KPSBU Lembang, KPGS Cikajang, KUD Gemah Ripah dan UPTD
BPPTSP Cikole. Penelitian menggunakan data sekunder realisasi kegiatan IB pada
PC uji zuriat periode IIB tahun 2011-2015. Data dikumpulkan melalui survey dan
wawancara dengan tim teknis dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan
Provinsi Jawa Barat pada bulan Maret-Juli 2017. Sampel yang diteliti terdiri dari
725 PC, 3 pejantan unggul dan 191 pedet yang dianalisis menggunakan metode
statistik deskriptif. Hasil penelitian meliputi nilai S/C, CR dan persentase kelahiran
pedet. Nilai S/C dan CR pada PC uji zuriat periode IIB di Jawa Barat termasuk
dalam kategori baik dengan nilai S/C sebesar 1.7 dan CR sebesar 57.8%. Nilai S/C
per lokasi berada dalam kisaran antara 1.2-2, sementara nilai CR per lokasi berada
dalam kisaran 50%-87%. Persentase kelahiran pedet pada PC uji zuriat periode IIB
di Jawa Barat berdasarkan jenis kelamin memiliki rasio yang sama antara jantan
dan betina yaitu 49.7% dan 50.3%. Pejantan Goldsy memiliki nilai S/C dan CR
lebih baik dibandingkan pejantan Fortuner dan Ferventfil
Keberhasilan Inseminasi Buatan Participated Cow Periode IIC pada Uji Zuriat.
Uji zuriat merupakan upaya untuk menghasilkan ternak yang mampu beradaptasi dengan agroklimat Indonesia, dengan menggunakan metode inseminasi buatan (IB). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) dan persentasi kelahiran uji zuriat (Progeny Test) pada Participated Cow (PC) periode IIC. Penelitian ini dilakukan menggunakan data sekunder uji zuriat Participated Cow (PC) periode IIC sebanyak 385 ekor dari pencatatan, KPSBU Bandung Barat, KPGS Cikajang Garut, KUD Bayongbong, GKSI Gemaripah, UPTD IBTSP Bunikasih, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Data yang diperoleh kemudian dihitung Service per Conception (S/C), persentase kelahiran, selanjutnya data diproses dengan analisis deskriptif. Service per Conception (S/C) yang didapatkan yaitu pada GKSI Gemaripah sebesar 1.2, KPGS Cikajang Garut sebesar 1.3, UPTD IBTSP Bunikasih Cianjur sebesar 1.5, KUD Bayongbong sebesar 1.7, dan KPBSU Bandung Barat sebesar 1.8. Persentase kelahiran yang didapatkan yaitu GKSI Gemaripah sebesar 100%, KPBSU Bandung Barat sebesar 93%, KPGS Cikajang Garut sebesar 74%, UPTD IBTSP Bunikasih Cianjur sebesar 69%, dan KUD Bayongbong sebesar 64%. Uji zuriat di Provinsi Jawa Barat memiliki S/C dan persentase kelahiran yang baik, dengan nilai S/C sebersar 1.4±0.3 dan persentase kelahiran 80%
- …
