135 research outputs found
PENGGUNAAN METODE AN NAHDLIYAH UNTUK MENGENALKAN HURUF HIJAIYAH PADA ANAK USIA DINI DI TPQ HIDAYATUL MUBTADI'IEN IV GESIKAN PAKEL TULUNGAGUNG
Khusna Muslimatus Safi'ah. NIM 12206193128. Penggunaan Metode An-Nahdliyah
Untuk Mengenalkan Huruf Hijaiyah Pada Anak Usia Dini di TPQ Hidayatul
Mubtadi'ien IV Gesikan Pakel Tulungagung. Skripsi. Pendidikan Islam Anak Usia
Dini. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing: Ikfi Khoulita, M.Pd.I
Kata Kunci : Metode An-Nahdliyah, Pengenalan Huruf Hijaiyah, Anak Usia Dini.
Penelitian ini dilatarbelakangi mengenai pentingnya pengenalan huruf hijaiyah
bagi anak usia dini untuk mengetahui huruf huruf hijaiyah dan dalam perkembangan
anak. Dalam hal ini peneliti menghubungkannya dengan pemilihan metode pengenalan
huruf hijaiyah yang disesuaikan dengan anak usia dini di TPQ Hidayatul Mubtadi'ien
IV Gesikan Pakel Tulungagung.
Fokus pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah 1) Bagaimana
perencanaan penggunaan metode An-Nahdliyah untuk mengenalkan huruf hijaiyah
pada anak usia dini di TPQ Hidayatul Mubtadi'ien IV Gesikan Pakel Tulungagung?, 2)
Bagaimana penggunaan metode An-Nahdliyah untuk mengenalkan huruf hijaiyah pada
anak usia dini di TPQ Hidayatul Mubtadi'ien IV Gesikan Pakel Tulungagung?, 3)
Bagaimana evaluasi penggunaan metode An-Nahdliyah untuk mengenalkan huruf
hijaiyah pada anak usia dini di TPQ Hidayatul Mubtadi'ien IV Gesikan Pakel
Tulungagung?
Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di
TPQ Hidayatul Mubtadi'ien IV Gesikan Pakel Tulungagung. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan
data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan, triangulasi,
teknik sumber dan waktu.
Hasil penelitian skripsi ini adalah 1) Perencanaan yang disusun metode
pembelajaran Al-Qur'an, menyusun rencana pembelajaran, jadwal pembelajaran,
bentuk penilaian serta menyiapkan media pembelajaran dan bahan ajar. 2) pelaksanaan
a) anak berdo'a bersama, mengulas materi, menulis huruf hijaiyah. b) menggunakan
metode penyampaian yaitu metode demonstrasi, ustadz memberikan contoh pelafalan
huruf hijaiyah. metode drill, anak didik berlatih melafalkan huruf hijaiyah sebagaimana
yang dicontohkan ustadzah. metode tanya jawab, memberikan pertanyaan kepada anak
didik ataupun sebaliknya. metode ceramah, yaitu ustadz/ustadzah memberikan
penjelasan kembali mengenal huruf hijaiyah. c) Guru menyimak anak sorogan jilid
yaitu anak membaca satu halaman jilidnya menggunakan ketukan, guru
memperingatkan jika ada kesalahan bika anak keliru maka guru akan berkata "ulangi"
dan memberikan waktu anak untuk berfikir dan jika belum tau maka guru aku
membantu. 3) Evaluasi yang diberikan yaitu evaluasi harian yang dilakukan setiap kali pertemuan dengan memberikan nilai sesuai perkembangan anak dan ada lembar
prestasi sendiri untuk menilai, seperti jika anak pada saat sorogan bisa melafalkan huruf
hijaiyah dengan baik diberi nilai A dan jika ada satu kesalahan dalam pelafalan diberi
nilai B. Setelah itu evaluasi akhir jilid, evaluasi ini dilakukan setiap akhir jilid, dimana
TPQ Hidayatul Mubtadi'ien IV melakukan evaluasi secara individu saat akhir jilid 1-
5, sedangkan jilid 6 dilakukan evaluasi di kecamatan setempat
VARIASI KETERAMPILAN GURU DALAM MENGAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI MI HIDAYATUL MUBTADIIN WATES SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi. “Variasi Keterampilan Guru dalam Mengajar pada Pembelajaran
Tematik di MI Hidayatul Mubtadiin Wates Sumbergempol Tulungagung” ini
ditulis oleh Ilma Karismatul Khusna, NIM. 17205163101 , Jurusan Pendidikan
Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
(FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Pembimbing Dr. Hj.
Nurul Hidayah, M.Ag.
Kata Kunci: Keterampilan Guru, Variasi Mengajar, Pembelajaran Tematik
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa beberapa guru
belum sepenuhnya menerapkan keterampilan variasi mengajar khususnya dalam
gaya mengajar, kendala yang menghambat guru dalam menerapkan variasi gaya
mengajar sehingga sebagian guru tidak sepenuhnya menerapkan keterampilan
variasi dalam gaya mengajar. Maka dari itu, diperlukan kegiatan variasi mengajar
untuk dapat mengetahui implementasi, hambatan, dan upaya mengatasi hambatan
variasi gaya mengajar guru pada pembelajaran tematik.
Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana
implementasi variasi keterampilan guru dalam gaya mengajar pada pembelajaran
tematik di MI Hidayatul Mubtadiin Wates Sumbergempol Tulungagung Tahun
Ajaran 2019/2020? (2) Bagaimana hambatan variasi keterampilan guru dalam
gaya mengajar pada pembelajaran tematik di MI Hidayatul Mubtadiin Wates
Sumbergempol Tulungagung Tahun Ajaran 2019/2020? (3) Bagaimana upaya
mengatasi hambatan variasi keterampilan guru dalam gaya mengajar pada
pembelajaran tematik di MI Hidayatul Mubtadiin Wates Sumbergempol
Tulungagung Tahun Ajaran 2019/2020?. Tujuan dalam penulisan skripsi ini untuk
mendeskripsikan implementasi, hambatan, dan upaya mengatasi hambatan variasi
keterampilan guru dalam gaya mengajar pada pembelajaran tematik di MI
Hidayatul Mubtadiin Wates Sumbergempol Tulungagung Tahun Ajaran
2019/2020.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
reduksi data, penyajian, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan
dengan pengujian credibility, transferability, dependability, dan confirmability.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Variasi gaya mengajar yang
diterapkan yaitu variasi suara, kesenyapan, pemusatan perhatian, variasi gerak
badan atau mimik, mengadakan kontak pandang, dan pergantian posisi guru di
kelas. (2) Hambatan variasi gaya mengajar yaitu kurangnya penguasaan guru
terhadap materi dan bahan ajar, sarana prasarana yang kurang mendukung, siswa
kurang bisa menerima variasi gaya mengajar yang diterapkan guru. (3) Upaya
mengatasi hambatan variasi gaya mengajar yaitu guru melakukan upaya perbaikan
dalam penguasaan materi, mempersiapkan sarana prasarana, mencari referensi
dari berbagai sumber mengenai penerapan variasi gaya mengajar, ikut serta diklat
dan pelatihan, dan melakukan evaluasi
KREATIVITAS GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MI HIDAYATUL MUBTADI’IN SUKORAME GANDUSARI TRENGGALEK
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Kreativitas Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika di MI Hidayatul Mubtadi’in Sukorame Gandusari Trenggalek” ini ditulis oleh Nila Badingatul Khusna, NIM. 12205183274, dibimbing oleh Bapak Abdul Aziz Faradi,M.Hum.
Kata Kunci: Kreativitas Guru, Motivasi Belajar, Pembelajaran Matematika.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kreativitas guru dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika yang dianggap sulit bagi mayoritas siswa. Matematika dianggap pelajaran yang menakutkan sehingga siswa menjadi tidak tertarik pada pembelajaran matematika. Dengan demikian guru dituntut untuk menyajikan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Bentuk kreativitas yang bisa dilakukan oleh guru yaitu dengan mengembangkan metode pembelajaran, media pembelajaran dan sumber belajar yang baik. Dengan kreativitas guru tersebut maka proses pembelajaran akan menarik dan menyenangkan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimana kreativitas guru dalam mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa pada pembelajaran matematika di MI Hidayatul Mubtadi’in
Sukorame?, (2) Bagaimana kreativitas guru dalam mengembangkan media
pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika di MI Hidayatul Mubtadi’in Sukorame?, (3) Bagaimana kreativitas guru dalam mengembangkan sumber belajar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika di MI Hidayatul Mubtadi’in Sukorame?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitiannya di MI Hidayatul Mubtadi’in Sukorame Gandusari Trenggalek. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitiannya yaitu wakil kepala sekolah, guru matematika kelas III dan kelas V, serta beberapa siswa kelas V.
Hasil penelitian: (1) Kreativitas guru dalam mengembangkan metode
pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar matematika yaitu menggunakan metode yang bervariasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa, diantaranya yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode bermain peran, metode talking stik, dan metode latihan. Metode pembelajaran yang tepat dapat memberikan berbagai manfaat. (2) Kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran pada pembelajaran matematika yaitu menggunakan media konkret sederhana seperti papan tulis, kertas, penggaris, botol minuman, meteran roll. Media visual berupa potongan kertas, miniatur bangun ruang, gambar, smart books pada bangun datar. Penggunaan media disesuaikan dengan materi dan kebutuhan siswa. Ada beberapa kendala serta manfaat dalam mengembangkan media pembelajaran. (3) Kreativitas guru dalam mengembangkan sumber belajar pada pembelajaran matematika yaitu dengan menggunakan sumber belajar bervariasi berupa buku LKS, buku paket, internet, perpustakaan, lingkungan sekitar, dan ensiklopedia zero to hero. Sumber belajar yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Penggunaan sumber belajar yang tepat dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
PRAKTEK KAWIN HAMIL PADA PERNIKAHAN DINI (Studi Kasus Kantor Urusan Agama Kecamatan Trenggalek)
Alda Hidayatul Khusna, NIM 126102202142, Praktek Kawin Hamil Pada Pernikahan Dini (Studi Kasus Kantor urusan Agama Kecamatan Trenggalek), Program Studi Hukum Keluarga Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing: Ladin, S.H.I.,M.H
Kata Kunci : Kawin Hamil, Pernikahan Dini, Kantor Urusan Agama
Di Kecamatan Trenggalek fenomena perkawinan pada wanita hamil yang terjadi pada pernikahan dini adalah masalah yang begitu kompleks. Sehingga Kawin hamil seperti hal biasa dilaksanakan seperti dijadikan jalan keluar setelah melaksanakan zina. Maka perlu dianalisis kawin hamil ini sudahkah sesuai dengan pedoman sahnya sebuah perkawinan sesuai dengan Undang-undang dan Kompilasi Hukum Islam.
Fokus penelitian pada penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Praktek Kawin Hamil Pada Pernikahan Dini di Kantor Urusan Agama Kecamatan Trenggalek. 2) Bagaimana Peran Kantor Urusan Agama Kecamatan Trenggalek terhadap praktek
kawin hamil pada pernikahan dini. 3) Bagaimana Praktek kawin hamil pada pernikahan dini yang terjadi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Trenggalek dalam prespektif Hukum Islam dan Dan Hukum positif.
Jenis metode penelitian yang diguankan oleh peneliti adalah Jenis penelitian yuridis empiris. Penelitian ini dilakukan melalui cara studi lapangan (Empiric Research) dengan lokasi penelitian di Kecamatan Trenggalek. Memperoleh data-data yang dimaksud dengan cara teknik obeservasi, wawancara,
dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Praktek kawin hamil pada pernikahan dini di Kantor Urusan Agama Kecamatan Trenggalek adalah persoalan yang kompleks dan prosedur yang kompleks, dimana masih adanya perkawinan dibawah usia yang ditetapkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 yakni 19 Tahun yang disebabkan hamil duluan. 2) Peran Kantor Urusan Agama sebagai lembaga pencatatan perkawinan setiap ada pengajuan kawin hamil maka prosdur nya tidaklah mudah. karena prosedur ini dirancang untuk memastikan pernikahan yang akan dilakukan sesuai ketentuan hukum dan melindungi hak-hak perempuandan anak. 3) Pernikahan dini di Indonesia diperbolehkan dalam hukum Islam dengan syarat tertentu, sementara hukum positif melalui UU No. 16 Tahun 2019
menetapkan batas usia 19 tahun dengan dispensasi dengan Kantor Urusan Agama berperan dalam kepatuhan hukum dan perlindungan hak anak
Multivariate CUSUM control chart based on the residuals of multioutput least squares SVR for monitoring water quality
Monitoring serially dependent processes using conventional control charts
yields a high false alarm rate. Multioutput Least Squares Support Vector Regression (MLS-SVR)
has the capability to encompass the cross-relatedness between output variables by learning
multivariate output variables simultaneously. This research aims to develop a Multivariate
Cumulative Sum (MCUSUM) control chart based on the residual obtained from the MLS-SVR
model for monitoring autocorrelated data. The inputs of the MLS-SVR are selected using the
significant lag of a partial autocorrelation function. The proposed control chart is applied to monitor
water quality data and it can detect the assignable causes in those data caused by a broken pipeline
PERAN GURU DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG KONDUSIF DI MI PLUS AL ISTIGHOTSAH PANGGUNGREJO TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Peran Guru Dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Kondusif Di MI Plus Al-Istighotsah Panggungrejo Tulungagung”, yang ditulis oleh Arina Hidayatul Khusna, NIM. 12205193086, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dosen Pembimbing: Hafidz Rosyidiana, M.Pd.
Kata Kunci: Fasilitator, Kondusif, Lingkungan Belajar, Motivator, Pendidik, Peran Guru
Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di MI Plus Al-Istighotsah Panggungrejo Tulungagung menunjukkan lingkungan belajar di MI tersebut belum dapat dikatakan kondusif karena tempat atau kelas yang digunakan untuk belajar masih kurang, sehingga pembelajaran dilakukan di serambi masjid dan ada juga yang berada di teras pondok. Sehingga pada saat pembelajaran berlangsung masih banyak anak-anak yang keluar kelas, tidak adanya dekorasi sebagai pemanis di lingkungan kelas karena belum menggunakan kelas yang memadai.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di MI Plus Al-Istighotsah Panggungrejo Tulungagung. 2) Untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di MI Plus Al-Istighotsah Panggungrejo Tulungagung. 3) Untuk mendeskripsikan peran guru sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di MI Plus Al-Istighotsah Panggungrejo Tulungagung.
Pendekatan penelitian ini dengan menggunakan penelitian kualitatif jenis fenomemologi dan naturalistik. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, data display, dan kesimpulan/Verifikasi. Instrumen yang digunakan adalah wawancara dengan kepala sekolah, Guru kelas 5 MI Plus Al-Istighotsah, dan siswa siswi kelas 5 MI Plus Al-Istighotsah.
Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Guru kelas 5 di MI Plus Al-Istighotsah Panggungrejo Tulungagung telah berhasil berperan sebagai pendidik dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dengan melaksanakan tiga peran utama, yaitu Peran Teladan (Ing Ngarsa Sung Tuladha), Peran Motivator (Ing Madya Mangun Karsa), dan Peran Pembimbing (Tut Wuri Handayani), (2) Guru kelas 5 di MI Plus Al-Istighotsah Panggungrejo berhasil menjalankan peran utama sebagai motivator melalui berbagai strategi dan inovasi. Guru mempersiapkan materi dan media pembelajaran sebelumnya, terlibat aktif dalam proses pembelajaran, menjelaskan ulang materi yang sulit dipahami, dan memberikan dukungan emosional untuk mendorong semangat belajar siswa. Guru memberikan umpan balik positif dan reward sebagai pengakuan terhadap prestasi siswa, (3) Guru kelas 5 di MI Plus Al-Istighotsah Panggungrejo berhasil menjalankan peran sebagai fasilitator dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, memanfaatkan sumber belajar, memberikan bimbingan, menganalisis masalah siswa, dan menggunakan rubrik penilaian yang valid. Upaya ini telah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa
KREATIFITAS GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR FIQIH DI MAN KUNIR WONODADI BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Kreatifitas Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Fiqih Di MAN Kunir Wonodadi Blitar” ini ditulis oleh Novi Hidayatul Khusna, NIM. 2811123177, pembimbing Dr. Hj. Sulistiyorini, M. Ag.
Kata kunci : Kretifitas Guru, Motivasi Belajar Siswa MAN Kunir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kreatifitas guru dalam pembelajaran mampu menumbuhkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Jadi Kreatifitas Guru mata pelajaran Fiqih yaitu kemampuan untuk mengekspresikan dan mengkombinasikan sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih menarik. Seorang guru harus mampu memilih metode yang tepat, media yang varitif, dan juga pengelolaan kelas yang dapat memberikan kenyamanan saat pelajaran berlangsung. Guru yang dikehendaki saat ini diharapkan mampu menampilkan sosok guru yang tidak lebih dari orang yang hanya menyampaikan materi pelajaran, akan tetapi guru dituntut untuk dapat menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan kreatifitas mengajar. Dalam proses pembelajaran motivasi adalah aspek yang sangat penting, dengan adanya motivasi pembelajaran akan lebih maksimal dan siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Tujuan penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahui proses guru dalam mengembangkan metode belajar mengajar untuk meningkatkan motivasi belajar Fiqih di MAN Kunir Wonodadi Blitar, yang kedua untuk mengetahui bagaimana guru memilih media pembelajaran Fiqih untuk meningkatkan motivasi belajar di MAN Kunir Wonodadi Blitar, dan yang ketiga untuk mengetahui guru Fiqih dalam mengelola kelas untuk meningkatkan motivasi belajar di MAN Kunir Wonodadi Blitar.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif-induktif; teknik pengumpulan data: observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sumber data: sumber data primer dan sumber data sekunder; teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data: triangulasi, penggalian data melalui referensi yang memadai dan pemeriksaan sejawat.
Hasil Penelitian tentang kreatifitas menunjukkan bahwa:1) dalam mengembangkan metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi siswa guru menggunakan metode yang bervariasi dan mengkombinasikan antara metode satu dengan yang lainnya, 2) dalam memilih media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi siswa guru menyesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, kondisi siswa, dan juga tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, 3) pengelolaan kelas yang dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi siswa yaitu: menciptakan suasana belajar yang menyenangkan seperti memberikan pertanyaan-pertanyaan kecil di awal pembelajaran untuk membangkitkan motivasi atau perhatian siswa terhadap materi pelajaran, menjaga kebersihan dan kesegaran kelas, selain itu guru dalam pengelolaan tempat duduk guru memberikan kebebasan kepada siswa
Implementation of Adab Hamalatul Qur'an in the Book of At-Tibyan by Imam An- Nawawi in Ponpes Hidayatul Mubtadi-en Sampangan Pekalongan
In this millennial era, ethics education is needed, Morals Pondok Pesantren Institution is one of
the right institutions to plant this education. Hidayatul Mubtadien Islamic Boarding School is a
pesantren institution based on the Qur'an and the book. With the study of the book of At-Tibyan
every Saturday at the Hidayatul Mubatadien Islamic Boarding School, it became one of the
teacher media to convey the contents of the book of At-Tibyan. In Pondok Pesantren Hidayatul
Mubtadien has applied the content of the book of At-Tibyan, namely the teacher's scientific
sanad, which indicates that the teacher has been competent when he wants to go to his teacher,
the student is in a neat state, in a holy state, has been on guard but some students who have not
been alerted due to his Personal reasons
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PENGEMBANGAN UKHUWAH ISLAMIYAH DI DESA MARGA MULYA KECAMATAN TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH
ABSTRAK
Komunikasi Antar budaya adalah proses pembagian
informasi, gagasan atau perasaan diantara mereka yang berbeda latar
belakang budayanya. Komunikasi antarbudaya yang dimaksud dalam
penelitian ini ialah komunikasi antar budaya dalam pengembangan
ukhuwah islamiyah pada masyarakat islam di desa marga mulya
kecamatan terbanggi besar lampung tengah. Penulis ingin
menegaskan bahwa komunikasi antarbudaya yang dimaksud adalah
dimana perbedaan disuatu daerah terjadi dan dengan adanya
perbedaan maka suatu masyarakat itu bisa komunikasi lebih baik lagi
dan saling menghargai perbedaan dimana suatu kelompok
berinteraksi didalam satu pengembangan ukhuwah Islamiyah.
Adapun rumusan masalah yaitu, bagaimana upaya masyarakat dan
Bagaimana Komunikasi Antar Budaya dalam pengembangan
Ukhuwah Islamiyah di Desa Marga Mulya Kecamatan Terbanggi
Besar Lampung Tengah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk
mengetahui bagaimana upaya masyarakat dan Mendeskripsikan
bentuk komunikasi antarbudaya dalam Pengembangan ukhuwah
Islamiyah antarbudaya dalam pengembangan ukhuwah Islamiyah di
Desa Marga Mulya Kecamatan Terbanggi Besar Lampung Tengah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research
dengan sifat penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini
yaitu, Masyarakat desa marga mulya kecamatan terbanggi besar
lampung tengah. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu bentuk
komunikasi antarbudaya dalam menjalin ukhuwah islamiyah di
masyarakat khususnya di desa Marga Mulya Kecamatan Terbanggi
Besar Kabupaten Lampung Tengah terbagi menjadi dua macam
yakni, Komunikasi personal dan Komunikasi Kelompok.
Kata Kunci : Komunikasi, Budaya, Ukhuwah Islamiyah
v
ABSTRACT
Intercultural communication is the process of exchanging
knowledge, concepts, or emotions between people from various
cultural backgrounds. Intercultural interaction is referred to in this
study as the process by which Islamic ukhuwah is developed among
Islamic communities in Marga Mulya, Banggi Besar subdistrict,
Central Lampung. The author wants to make it clear that the issue of
intercultural communication arises when differences in a particular
area exist. When differences exist, a community can communicate
more effectively and respect one another's differences in settings
where people interact to develop ukhuwah Islamiyah. How are local
efforts and intercultural communication affecting the growth of
Ukhuwah Islamiyah in Marga Mulya Village, Terbanggi Besar
District, Central Lampung? is how the issue is formulated. The goal
of this study is to understand how the community functions and to
define methods of cross-cultural interaction in the growth of
intercultural ukhuwah Islamiyah in Marga Mulya Village, Terbanggi
Besar District, Central Lampung. This study employed a type of field
research known as qualitative descriptive field research. The
community of Marga Mulya village, Banggi Besar sub-district,
Lampung Tengah, served as the subject of this study. The findings of
this study helped to establish Islamic ukhuwah in society, particularly
in Marga Mulya village, through various intercultural communication
methods. The two methods of communication in Terbanggi Besar
District, Central Lampung Regency are personal communication and
group communication.
Keywords : Communication, Culture, Ukhuwah Islamiya
Analisis Penerapan Akuntansi Pada Yayasan Hidayatul Munawaroh
ANALYSIS OF ACCOUNTING IMPLEMENTATION IN THE HIDAYATUL MUNAWAROH FOUNDATION DWI AULELIA DIANATU S. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the suitability of the application of accounting applied by the Hidayatul Munawaroh Foundation with the Acceptable General Accounting Principles. The types of data collected in this study are primary data and secondary data, data collection techniques through direct interview techniques and documentation, while the sources of data in this study come from notes and written documents that have been given by the Hidayatul Foundation. The results of the research put forward by the author are that the Hidayatul Munawaroh Foundation in the accounting process is that the foundation does not make adjusting journals, has not depreciated its fixed assets in the form of equipment and buildings, so that the value of fixed assets does not show actual value. While in presenting financial statements the foundation does not compile cash flows and notes to financial statements. Based on the research that the authors did, it can be concluded that the application of accounting to the Hidayatul Munawaroh Foundation was not in accordance with the Acceptable General Accounting Principles
- …
