498 research outputs found

    PERAN TERAPI HORMONAL PADA KANKER PAYUDARA

    Get PDF
    PERAN TERAPI HORMONAL PADA KANKER PAYUDAR

    PERAN TERAPI HORMONAL PADA KANKER PAYUDARA

    Get PDF
    PERAN TERAPI HORMONAL PADA KANKER PAYUDAR

    Kanker Primer Multipel Metakronus pada Berbagai Organ: Kasus Serial

    Get PDF
    Multiple primary cancer (MPC) is multiple tumors with synchronous or metachronous occurrence in the same individual. Metachronous tumors are defined as those that occur more than six months after the first tumor is diagnosed. It has been reported two serial cases with metachronous multiple primary cancers. One of the cases was triple metachronous, a combination that has never been previously reported. First case: A 58-year-old woman presented with a lump in her right breast and axilla. Histopathology found an invasive micropapillary carcinoma with many lymph node metastases. Two years later, the patient got a rectal mass biopsy with an adenocarcinoma diagnosis. In one month, the patient got a nodule on the right toe, and the result revealed squamous cell carcinoma with moderate to poorly differentiated. Second case: A 76-year-old woman presented a lump on her left cheek with keratinizing squamous cell carcinoma. The patient had a left breast nodule eight months later, and the diagnosis was invasive carcinoma of no special type. Both patients died within 1 year of the last diagnosis. We revealed two cases of primary cancers with different locations and histopathology. The causes of MPCs are unclear, but they may be related to various factors. Multiple primary cancer patients should be closely followed up for possible growth of other cancers. Interdisciplinary collaboration can guarantee the best possible diagnosis and treatment for the patient. Keywords:  metachronous, multiple, primary cance

    Analisis Survival Pasien Kanker Payudara Usia Muda di RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2008-2017

    Get PDF
    semua wanita yang didiagnosa kanker payudara. KPD usia muda berhubungan dengan progresifitas yang tinggi, kecenderungan untuk rekurensi dan prognosis yang lebih buruk dibandingkan KPD usia tua. Penelitian ini bertujuan untuk menilai outcome dari pasien KPD usia muda yang mendapatkan pengobatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari tahun 2008-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan analisis data menggunakan Kaplan Meier dengan Log Rank, pada 71 pasien yang telah didiagnosis KPD secara histopatologi dan mendapatkan terapi (bedah, kemoterapi, radioterapi, hormonal terapi ataupun targetting terapi). Hasil penelitian menunjukkan insiden KPD terbanyak pada range usia 35-40 tahun, dengan ukuran tumor T3, diferensiasi derajat sedang, histopatologi tipe duktal karsinoma dengan Triple Negative Breast Cancer (TNBC) sebagai subtipe yang terbanyak. Disease Free Survival (DFS) didapatkan rata-rata 87.48 bulan dan Overall Survival (OS) sebesar 79.13 bulan. Ukuran tumor didapatkan sebagai faktor yang berhubungan terhadap DFS (p = 0.00)

    Dialectal position of Daan Tibetan spoken in the Naxi cultural area

    Get PDF
    チベット語が分布する地域の南東端を占める中国雲南省迪慶藏族自治州のさ らに南に位置する麗江市において,いくつかチベット族の村落が点在する。永 勝県大安納西族彝族郷はその1 つであり,今なお同地のチベット族はチベット 語を話していることが筆者の調査によって判明した。しかしながら長期にわた るナシ語や漢語の影響を受け,現在では漢語への移行が進み,すでにその話者 数は激減している。 本稿の目的は大安郷のチベット語Daan 方言のカムチベット語における方言所 属を明らかにすることである。この議論は主に方言間の比較によって成立する。 地理的環境や民間伝承を考慮して,比較対象として最も近くに分布する迪慶州 の諸方言を射程に収める。具体的に比較する言語現象は2 点あり,1 つはチベッ ト文語形式と口語形式との対応関係の分析で,もう1 つは語形式の分析である。 これらの作業を通して,Daan 方言の方言所属を考察する。 本稿の具体的な構成は,まずDaan 方言のチベット文語形式と口語形式との対 応関係を明らかにし,それによって得られた特徴と迪慶州のチベット語方言の 特徴を比較する。そしてDaan 方言に見られる特徴的な語形式を迪慶州のチベッ ト語方言の例と比較し,考察を加える。考察の結果,Daan 方言はSems-kyi-nyila 方言群全般の特徴と近似し,特に破擦音/摩擦音の発展過程において同方言群の Melung 下位方言群の特徴と一致することが判明した。There are several villages populated by Tibetans in Lijiang Municipal Region, the southeastern neighbourhood of Diqing Tibetan Autonomous Prefecture, where the Tibetan language is mainly spoken. The author has found that the Tibetan inhabitants still use Tibetan in Daan village, Yongsheng County in Lijiang, but this dialect is close to extinction because of the strong influence of Naxi and Chinese. This paper aims to clarify the dialectal position of the Daan dialect of Khams Tibetan using a comparative method involving both comparison of using a sound correspondences between spoken forms and Written Tibetan (WrT) in multiple Tibetan dialects, and also word forms. In consideration of the geographical situation and the folklore of the Daan Tibetans, the scope of the dialectal comparison covers the dialects spoken in Diqing Prefecture, which can be divided into three main groups: Sems-kyi-nyila, nJol and gTorwa. Of those, the dialects of the Sems-kyi-nyila and nJol groups are compared with the Daan dialect. The main matter consists of three parts: sound correspondences between WrT and the Daan dialect, comparison of the latter with multiple dialects of Diqing, and comparison of several characteristic word forms. The paper concludes that the Daan dialect is genetically close to the Sems-kyi-nyila dialect group, especially to its Melung subgroup, based on the sound development of the affricate / fricative series.Articledepartmental bulletin pape

    Lepas Drain Dini Terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Pasca Operasi Modified Radical Mastectomy (MRM)

    Get PDF
    Pemasangan drain setelah operasi Modified Radical Mastectomy (MRM) bertujuan untuk mengurangi pembentukan seroma, namun di sisi lain dapat menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan serta mempengaruhi kualitas hidup pasien. Belum ada penelitian di Indonesia mengenai kapan sebaiknya drain dilepas dan bagaimana hubungannya dengan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan lepas drain dini dengan kualitas hidup pasien pasca operasi MRM; Penelitian ini merupakan penelitian nested cohort pada 40 pasien kanker payudara yang menjalani operasi MRM. Pasien dibagi atas 2 kelompok; lepas drain hari I dan hari III pasca operasi. Semua pasien dipulangkan pada hari III. Dilakukan penilaian kualitas hidup pasien 7 hari setelah pasien dipulangkan menggunakan Kuesioner EORTC QLQ-C30 meliputi skala gejala, skala fungsi dan skala kesehatan secara umum. Skor skala gejala kelompok pasien lepas drain hari I lebih rendah dan berbeda bermakna daripada hari III (7,75±3,19 vs 11,25±3,58) (p 0,002) namun tidak berbeda bermakna pada skala fungsional (86,50±3,03 vs 86,35±2,86) (p 0,869) dan kualitas hidup secara umum (72,92±10,06 vs 71,67±8,29) (p 0,671). Terdapat hubungan bermakna lepas drain dini dengan kualitas hidup pasien dalam skala gejala. Kualitas hidup pasien lepas drain hari I lebih baik daripada lepas drain hari III. &nbsp

    Hubungan Usia dengan Gambaran Klinikopatologi Kanker Hubungan Usia dengan Gambaran Klinikopatologi Kanker Hubungan Usia dengan Gambaran Klinikopatologi Kanker Hubungan Usia dengan Gambaran Klinikopatologi Kanker Hubungan Usia dengan Gambaran Klinikopatolo

    No full text
    AbstrakKanker payudara merupakan kanker yang paling sering mengenai perempuan dan menjadi penyebab kematian terbanyak akibat kanker pada perempuan. Angka kejadian kanker payudara bervariasi secara global dimana terjadi peningkatan insiden di negara berkembang tetapi cenderung menurun di negara maju. Gambaran klinikopatologi kanker payudara dapat bervariasi sesuai kelompok usia dan memiliki peran penting dalam faktor prognostik penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dengan gambaran klinikopatologi kanker payudara. Gambaran klinikopatologi meliputi stadium klinis, subtipe histologi, dan gradasi histologi. Penelitian ini adalah penelitian analitik menggunakan metode cross sectional dengan teknik total sampling. Sampel penelitian yaitu data pasien kanker payudara primer di bagian bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2012 – Desember 2012. Dari 112 penderita kanker payudara primer hanya 46 yang memenuhi kriteria. Sampel penelitian dianalisis dengan uji chi square (p ≤ 0,05). Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar penderita berusia ≥ 40 tahun (78,3%) dan &lt;50 tahun (67,4%), datang pada stadium lanjut (69,6%) dengan tipe invasive ductal carcinoma (87%) dan bergradasi rendah (78,3%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan gambaran klinikopatologi kanker payudara.Kata kunci: kanker payudara, gambaran klinikopatologi, stadium klinis, subtipe histologi, gradasi histologi AbstractBreast cancer is now become the most common cancer diagnosed in women and the leading cause of deaths from cancer among women. The incidences of the disease vary globally, it has been reported to be increasing in developing countries while slightly down in developed countries. The clinicopathologic features of breast cancer may vary from each age groups and it has an important role as a prognostic factors. The objective of this study was to determine the relationship between age of the breast cancer patients and their clinicopathologic features. The clinicopathologic features i.e. staging, histologic subtypes, and histologic grades. This was an analythical study by using cross sectional method with total sampling technique. Samples were patients with primary breast cancer in Dr. M. Djamil General Hospital period January 2012 – December 2012. From 112 patients with primary breast cancer there were only 46 who fulfilled the criteria. The samples were analyzed by chi square test (p ≤ 0.05). The result of this study has revealed that most of the patients ≥ 40 years of age (78.3%) and &lt; 50 years of age (67.4%), diagnosed in late stage (69.6%) with invasive ductal carcinoma (87%) and low histologic grade (78.3%). Bivariat analyze found that there is no significant relation between age and clinicopathologic features of breast cancer.Keywords: breast cancer, clinicopathologic features, staging, histologic subtypes, histologic grades</p

    Hubungan Daerah Tempat Tinggal dengan Gambaran Histopatologi Karsinoma Tiroid pada Masyarakat Sumatera Barat

    No full text
    Karsinoma tiroid dapat dibagi berdasarkan gambaran histopatologi menjadi tipe papiler, folikuler, meduler dan anaplastik. Salah satu faktor yang mempengaruhi gambaran histopatologi karsinoma tiroid adalah keadaan geografis, dimana karsinoma tipe folikuler dan anaplastik akan lebih sering ditemukan pada daerah beresiko defisiensi yodium dibandingkan daerah tidak beresiko defisiensi yodium. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara daerah tempat tinggal dan gambaran histopatologi karsinoma tiroid. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan mengumpulkan data sekunder di Laboratorium Patologi Anatomi FK Unand dan rekam medik RSUP M. Djamil periode Januari 2010 sampai Desember 2011. Hasil penelitian ini ditemukan 102 kasus karsinoma tiroid, dimana 32 kasus bertempat tinggal di daerah beresiko defisiensi yodium dan 70 kasus bertempat tinggal di daerah tidak beresiko defisiensi yodium. Pada daerah beresiko defisiensi yodium, 34,4% merupakan karsinoma folikuler dan anaplastik, dan 65,5% merupakan karsinoma selain folikuler dan anaplastik. Pada daerah tidak beresiko defisiensi yodium, 22,9% merupakan karsinoma folikuler dan anaplastik, dan 77,1% merupakan karsinoma selain folikuler dan anaplastik. Analisis statistik hubungan antara daerah beresiko defisiensi yodium dan kejadian karsinoma folikuler dan anaplastik berdasarkan uji chi-square didapatkan nilai p =0,33. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan bermakna antara daerah tempat tinggal dengan gambaran histopatologi karsinoma tiroid pada masyarakat Sumatera Barat pada periode Januari 2010 sampai Desember 2011

    HUBUNGAN EKSPRESI Ki-67 DENGAN KARAKTERISTIK HISTOPATOLOGIK PADA KANKER PAYUDARA TRIPEL NEGATIF

    Get PDF
    AbstrakKanker payudara triple negative mempunyai prognosis paling buruk. Ki-67, derajat diferensiasi dan invasi limfovaskular (LVI) adalah parameter prognostik patomolekuler, dimana Ki-67 juga dipakai sebagai prediktor respon terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat diferensiasi dan LVI dengan ekspresi Ki-67 pada kanker payudara tripel negatif. Sembilan belas kasus kanker payudara tripel negatif dikumpulkan dan direview ulang derajat diferensiasi dan LVI. Hasil pemeriksaan Ki-67 dikelompokkan dimana ≤10 % sampai 29 % ekspresi rendah-sedang; dan &gt;30% ekspresi tinggi. Hubungan antara ekspresi Ki-67 dengan derajat diferensiasi dan invasi limfovaskular dianalisis menggunakan Chi Square. Dari 19 kasus kanker payudara tripel negatif, 52,6 % kasus mempunyai derajat diferensiasi tinggi dan sisanya derajat diferensiasi rendah. Invasi limfovaskular ditemukan positif pada 68,4% kasus. Ekspresi Ki-67 yang tinggi hanya ditemukan pada 1 kasus. Uji statistik antara ekspresi Ki-67 dengan derajat diferensiasi maupun dengan invasi limfovaskular tidak ditemukan hubungan yang bermakna. Tidak ditemukan korelasi antara ekspresi Ki-67 dengan derajat diferensiasi dan invasi limfovaskular pada kanker payudara tripel negatif.AbstractTriple negative breast cancer is one of the breast cancer with poorest prognosis. Ki- 67, grade and lymphovascular invasion are the prognostic pathomolecular parameter, and also used as a predictor of response to therapy. The objective of this study was to identify the relationship between Ki-67 expression with grade and lymphovascular invasion in triple negative breast cancer. We found 19 cases of triple negative breast cancer,and performed slide review for grade and lymphovascular invasion. The results of Ki-67 expression were classifiy as low – intermediate (&lt; 10 % - 29%) and high (&gt; 30%). We use Chi Square test to assest the relationship between variables. Of 19 triple negative breast cancer cases, 52,6 % of cases were found to have high histopathological grade. Positive lymphovascular invasion was seen in 68,4% cases. Only one case was found with high expression of Ki-67. There were no correlation between Ki-67 expression with histopathological grade and lymphovascular invasion on triple negative breast cancer. There were no significant relationship between Ki-67 expression with grade and lymphovascular invasion on triple negative breast cancer.</jats:p
    corecore