1,721,023 research outputs found
Strategi Bisnis PT Seroja Galasindo Investama dalam Berinvestasi di Sektor Riil dan Keuangan,
RINGKASAN
RAJIB ZEIN RATANG. 195040100111153. Strategi Bisnis PT Seroja Galasindo Investama dalam Berinvestasi di Sektor Riil dan Keuangan, di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi., MS. sebagai Pembimbing Utama dan
Dr. Mofit Jamroni, S.Pt. M.Si.sebagai Pembimbing Pendamping.
PT Seroja Galasindo Investama adalah perusahaan Holding Company yang terdepan dalam mengeskalasi bisnis para mahasiswa dan UMKM secara berkelanjutan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan pemangku kepentingan. Hal ini mencerminkan komitmen kuat Perseroan dalam mendukung UMKM dan mahasiswa wirausaha sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melalui entitas anak, Perseroan juga berinvestasi pada sektor keuangan, khususnya pada saham-saham perusahaan publik (emiten) yang listing di Bursa Efek Indonesia. Saat ini, Seroja Galasindo Group telah memiliki 5 perusahaan investee yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung, antara lain, Seroja Boga Nusantara (sub-holding di sektor riil), Mokukombucha (teh kombucha), Showiper (pembersih sepatu instant), PT DEVRA Berdaya Kapital (sub-holding di sektor keuangan), dan DEVRA Technology (sub-holding di bidang teknologi). Perseroan memiliki perusahaan afiliasi, yakni PT DEVRA Creative Management yang bergerak di bidang Social Media & Digital Marketing Agency.
Seroja Galasindo Group, melalui PT Seroja Galasindo Investama, membedakan inovasinya dari perusahaan pendanaan lainnya dengan fokus pada pendanaan berbasis ekuitas, mentoring aktif, dan integrasi ekosistem bisnis. Berbeda dengan perusahaan pendanaan tradisional dan fintech yang menggunakan skema utang, Seroja Galasindo Group memberikan pembiayaan berbasis kepemilikan saham, mengurangi beban pembayaran bulanan. Mereka juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk nasihat keuangan dan aksi korporasi. Selain itu, Seroja Galasindo Group memiliki keunggulan dalam integrasi ekosistem bisnis, dengan beragam perusahaan investee di sektor FMCG, teknologi, dan pemasaran digital. Dalam konteks agribisnis, investasinya melalui Seroja Boga Nusantara mencakup unit usaha mahasiswa yang menghasilkan produk turunan pertanian seperti roti dan donat. Terlepas dari beberapa tantangan, Perseroan tetap fokus pada sektor riil, dengan DEVRA Technology berencana berkolaborasi dengan petani bunga lokal.
Meskipun menghadapi penurunan nilai investasi pada sektor riil, Perseroan mencatat kinerja positif pada sektor keuangan, terutama melalui DEVRA Kapital. Dalam menghadapi risiko, Perseroan memiliki manajemen risiko yang efektif. Meski demikian, evaluasi terhadap kerugian investasi di sektor riil dilakukan, dan Perseroan tetap optimis terhadap pertumbuhan sektor riil melalui DEVRA Technology. Pada aspek keuangan, Perseroan mencatat saldo laba positif dan tingkat profitabilitas yang baik pada 10M2023, meskipun perlu perbaikan kinerja investasi pada sektor riil
Analisis Modal Sosial Petani Pisang Kemitraan dengan PT Nusantara Segar Abadi dalam Meningkatkan Produktivitas Pisang (Studi di Desa Ampelgading Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar).
RINGKASAN
Shelly Kusdayanti. 195040100113017. Analisis Modal Sosial Petani Pisang Kemitraan dengan PT Nusantara Segar Abadi dalam Meningkatkan Produktivitas Pisang (Studi di Desa Ampelgading Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar). Dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, MS, dan Jedda Ayu Inggrida.,SP, M.Si.
Desa Ampelgading kini menjadi penghasil pisang yang bermitra dengan PT Nusantara Segar Abadi (NSA). Kemitraan ini sudah berjalan 2 tahun yang dimulai pada tahun 2020. Jenis pisang yang diproduksi adalah pisang Mas Kirana dan pisang Cavendish. Pisang dari petani akan di jual ke koperasi lalu diolah oleh koperasi dan dibeli oleh PT NSA dengan tujuan ekspor. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis peranan modal sosial petani pisang mitra PT NSA dalam meningkatkan produktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah metode interaktif milik Miles dan Huberman serta metode skoring.
Hasil penelitian menunjukkan pola kemitraan pisang PT NSA adalah pola kemitraan kontrak pemasaran, di mana petani dan koperasi diharuskan memproduksi pisang untuk memenuhi kebutuhan industri. Perusahaan juga diharuskan memenuhi sarana produksi serta memberikan bimbingan teknik untuk memperoleh standar yang diinginkan. Modal sosial petani pisang kemitraan dengan PT NSA adalah Kepercayaan, Norma dan jaringan berada ditingkatkan tinggi. Petani percaya dengan apa yang disampaikan oleh perusahaan dan koperasi, petani selalu berprasangka baik pada perusahaan dan koperasi, beberapa petani meminta solusi budidaya pada perusahaan maupun pihak koperasi, serta petani percaya dengan kinerja koperasi dalam membantu proses budidaya. Norma petani mitra tinggi yang diukur dari petani mengerti, menaati dan menerapkan peraturan, sanksi, serta evaluasi yang diberikan oleh pihak koperasi maupun perusahaan. Tingkat jaringan petani tinggi dengan adanya kerja sama dengan lembaga atau kelompok lain yakni PT NSA, petani mendapat dukungan yakni dari pemerintah, serta petani sangat terbantu dengan bergabungnya dalam koperasi. Adapun modal sosial bonding cenderung rendah dan bridging cenderung sedang. Modal sosial bonding serta bridging diukur dengan menggunakan dimensi interaksi petani diantaranya berbagi informasi, belajar bersama, serta bekerja sama. Modal sosial bonding rendah dikarenakan dalam suatu kelompok tani hanya sedikit petani yang tergabung dalam kemitraan pisang, sehingga interaksi petani dalam kelompok sangat sedikit. Adapun modal sosial bridging cenderung sedang di karena kan petani berinteraksi dengan petani dari kelompok lain hanya sebatas ketika terdapat sosialisasi atau sekolah lapang yang diselenggarakan oleh pihak perusahaan maupun koperasi.
Modal sosial berperan dalam meningkatkan produktivitas pisang dalam pola kemitraan PT NSA di desa Ampelgading. Modal sosial kepercayaan dan jaringan berperan dalam meningkatkan produktivitas dengan peningkatan partisipasi petani karena adanya jaringan dan kepercayaan, sehingga menjadi modal sosial tersebut menjadi hal utama dalam pembentukan awal pola kemitraan. Adapun norma, bonding dan bridging menjadi modal sosial yang mengarahkan petani dalam meningkatkan produktivitas melalui peningkatan keterampilan
Analisis Peran Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga dalam Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) di Sungai Tapah Estate, PT Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Barat
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia, yang mencakup luas lebih dari 14 juta
hektar, merupakan sektor ekonomi yang penting dengan kontribusi besar terhadap
perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja tinggi. Dalam industri ini, perempuan
juga memainkan peran penting dengan keterlibatan aktif dalam berbagai aspek budidaya,
panen, pengolahan, dan pemasaran produk kelapa sawit, yang sejalan dengan peningkatan
kesadaran akan inklusi gender dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan. Peran
ganda perempuan di perkebunan kelapa sawit, baik dalam peran domestik maupun peran
publik, berkontribusi pada perubahan sosial dan ekonomi, serta meningkatkan pendapatan
rumah tangga, dengan perusahaan-perusahaan seperti PT Bumitama Gunajaya Agro yang
memiliki kebun kelapa sawit yang luas, seperti Sungai Tapah Estate, sebagai contoh di
Kalimantan Barat, di mana penelitian lebih lanjut mengenai peran perempuan dalam
mendukung pendapatan rumah tangga di sektor ini menjadi penting. Penelitian ini
bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi peran perempuan pada perkebunan kelapa sawit di
Sungai Tapah Estate, PT Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Barat, (2) Menganalisis
kontribusi pekerja perempuan terhadap pendapatan rumah tangga di Sungai Tapah Estate,
PT Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Barat dan (3) Mendeskripsikan pengaruh
kebudayaan etnik Dayak dalam aktivitas kebun kelapa sawit di Sungai Tapah Estate, PT
Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Barat.
Penelitan dilakukan di Sungai Tapah Estate, PT. Bumitama Gunajaya Agro,
Kalimantan Barat dan dilaksanakan selama 2 bulan. Penelitian ini menggunakan 34
responden diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus Slovin dan 2 informan dari
Etnik Dayak. Pengumpulan data preimer menggunakan metode observasi, wawancara, dan
kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif, analisis
harvard, analisis curahan waktu kerja, dan analisis kontribusi pendapatan rumah tangga.
Hasil penelitian ini menunjukkan perempuan dan laki-laki di Sungai Tapah Estate
memiliki peran yang berbeda dalam pekerjaan kebun kelapa sawit, dengan sejumlah
aktivitas yang lebih dominan dilakukan oleh perempuan. Perempuan berkontribusi 48,3%
dan laki-laki berkontribusi 51,7% dalam pendapatan rumah tangga. Meskipun kontribusi
pendapatan perempuan tergolong rendah, namun mereka berperan penting dalam ekonomi
rumah tangga. Selain itu, kebudayaan etnik Dayak memainkan peran yang signifikan dalam
Alfa Rizki Ferdiansyah. 195040101111120. Analisis Peran Perempuan Terhadap
Pendapatan Rumah Tangga dalam Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) di Sungai
Tapah Estate, PT Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Barat. Dibawah bimbingan Ibu
Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, MS sebagai Pemimbing Utama dan Dr. Setiyo Yuli Handono,
S.P., M.P., MBA sebagai Pembimbing Pendamping.viii
aktivitas kebun kelapa sawit di daerah tersebut, mencerminkan nilai-nilai keharmonisan
dengan alam, gotong royong, dan solidaritas. Pengaruh budaya ini membantu menjaga
identitas budaya, keberlanjutan lingkungan, dan menciptakan lingkungan kerja yang
inklusif dan harmonis di perkebunan kelapa sawit.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat menyarankan untuk meningkatkan
partisipasi perempuan dan mengurangi stereotip gender di kebun kelapa sawit, perlu
dilakukan program pelatihan dan kesadaran gender serta memastikan kesetaraan akses dan
keterlibatan antara perempuan dan laki-laki. Manajemen perkebunan juga harus
menciptakan lingkungan kerja inklusif, mendukung peran ganda perempuan, dan
memastikan kondisi kerja yang adil dan layak. Selain itu, perlu diberikan dukungan untuk
pelestarian budaya etnik Dayak di kebun kelapa sawit dengan menghormati acara adat dan
menghargai keberagaman budaya di tempat kerja. Penting juga untuk fokus pada
penghapusan diskriminasi gender di tempat kerja dan rumah tangg
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
KAJIAN STRUKTUR SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DI EKOSISTEM PESISIR
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan sosial masyarakat dan dinamika kapasitas ruang dan titik kritis struktur sosial dalam ekosistem pesisir. Penyebab utama perubahan struktur adalah masuknya unsur-unsur pembentuk struktur dari luar (individu, sistem), atau karena meningkatnya akses masyarakat terhadap perubahan di lingkungan lokal, maupun di lingkungan sosial luarnya. Dinamika kapasitas ruang struktur sosial di ekosistem pesisir Karanggongso selama masa pengamatan dapat dijelaskan melalui dua indikator penting, obyektif dan subyektif. Titik kritis ada yang berlaku secara umum, dan ada yang berlaku secara khusus. Penelitian ini menjelaskan bahwa teori evolusi berpeluang besar untuk disintesakan dengan teori-teori lain seperti teori konflik, ekuilibrium, dan teori timbul –tenggelam. Proses sistesa ini merupakan langkah opearasional pemetaan teori skematis yang dilakukan oleh Appelbaum. Dinamika struktur sosial sangat penting diketahui oleh pemeritah dan LSM, yang mana mereka memiliki perencanaan pembangunan dalam masyarakat nelayan. Kata kunci: struktur sosial, evolusi, kapasitas ruang, titik kritis ABSTRACT Research aim is to analyse any social changes and dynamic of space capacity and critical point of social structure in coastal ecosystem. The main factor of structural change is external factor of structural formation (individu , system), or increase of community access to the change of local social environment, and external social environment. Dynamics of space capacity of social structure in coastal ecosystem of Karanggongso during periode of research can be explained through the two indicators, objective and subjective. There are a general critical point and a special critical point. This results explain that a evolution theory suggest a high possibility to be synthesized with any other theories, e.g. a conflict theory, an equilibrium theory, and a “timbul-tenggelam” theory. The synthesis process is an operational stage in a schematic mapping of theories by Appelbaum. Dynamics of social structure must be known bt any goverment and NGO, which have any development plans in the fisherman community. Keywords: social change, space capacity, critical point, coastal ecosystem.</p
The Role of Communication in Mount Kelud Eruption Disaster Management Program (Case Study in Ngantru Village, Ngantang District, Malang)
- …
