1,721,064 research outputs found

    Penerapan Shuudan Shugi Yang Tergambar Dalam Drama Mondai No Aru Restaurant Karya Namiki Michiko Dan Kato Yusuke.

    Get PDF
    Sebagai negara yang dikenal akan hasil industri hiburannya baik anime, manga dan film dan dramanya, Jepang juga dikenal akan masyarakatnya yang masih mewariskan budaya leluhurnya hingga saat ini. Salah satu budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Jepang adalah paham kehidupan berkelompok atau yang dikenal dengan shuudan shugi. Shuudan shugi sendiri muncul karena adanya sebuah paham dalam masyarakat Jepang zaman dahulu bahwa untuk mempercepat sebuah tujuan harus dilakukan secara bersama-sama agar tujuan tersebut mandapatkan hasil yang dapat dinikmati oleh semua orang. Shuudan Shugi yang menjadi ciri khas orang Jepang ini sering menjadi tema dalam berbagai hasil industri hiburan Jepang salah satunya tergambar dalam drama berjudul Mondai No Aru Restaurant karya Namiki Michiko dan Kato Yusuke. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori sosiologi milik Georg Simmel dengan sosiologi mikro nya yang menjelaskan tentang enam pokok pemikiran tentang kelompok kecil (mikro). Selain itu, penulis juga menggunakan teori mise-en-scene, tokoh penokohan dan sinematografi sebagai teori pendukung. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dimana metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Hasil analisis dari data yang ditemukan penulis menunjukkan bahwa dalam drama Mondai No Aru Restaurant terdapat dua belas gambaran Shuudan Shugi yang terbagi dalam tiga data termasuk Shuudan Shikou, lima data termasuk Shuudan Seikatsu dan empat data termasuk Shuudan Ishiki. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa seperti dalam kehidupan masyarakat di Jepang, Shuudan Shugi banyak tergambar dalam drama Mondai No Aru Restaurant

    Upaya Tokoh Tanaka Tamako Dalam Memperjuangkan Haknya Sebagai Perempuan Pada Drama Mondai no Aru Resutoran Karya Sutradara Namiki Michiko dan Kato Yusuke.

    Get PDF
    Mondai no Aru Resutoran adalah drama yang disutradai oleh Namiki Michiko dan Kato Yusuke yang tayang pada tahun 2015. Drama ini bercerita tentang tokoh Tanaka Tamako berjuang untuk mendapatkan haknya atas ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan oleh laki-laki agar setara dengan para laki-laki. Tindakan Tanaka Tamako termasuk kedalam kajian teori feminisme radikal, yang menginginkan kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki dan menolak segala kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki termasuk pelecehan. Oleh karena itu, penulis berpendapat bahwa upaya yang dilakukan oleh Tanaka Tamako adalah bentuk dari tindakan feminisme radikal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya tokoh Tanaka Tamako dalam memperjuangkan haknya atas ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan oleh laki-laki. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori feminisme radikal sebagai teori utama. Selain itu, penulis juga menggunakan teori tokoh penokohan dan teori mise-en-scene sebagai teori pendukung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan adanya gerakan feminisme radikal yang dilakukan oleh Tanaka Tamako yang berjuang untuk mendapatkan haknya atas ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan oleh laki-laki, bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk teman-temannya. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Tanaka Tamako untuk dirinya sendiri adalah keluar dari Symphonic Omotesandou dan membalaskan dendamnya kepada laki-laki yang telah melecehkannya dengan cara membangun restoran miliknya sendiri. Sedangkan upaya yang dilakukan Tanaka Tamako untuk orang lain salah satunya adalah menyiram laki-laki yang ada di Symphonic Omotesandou menggunakan air es

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Andreev束縛状態と渦糸(不均一超伝導超流動状態と量子物理,研究会報告)

    Get PDF
    この論文は国立情報学研究所の電子図書館事業により電子化されました
    corecore