186,492 research outputs found
INDUKSI KALUS EMBRIOGENIK TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.)
Embriogenesis somatik sangat dipertimbangkan untuk perbanyakan tanaman secara in-vitro karena beberapa keuntungannya. Embriogenesis somatik
terbagi menjadi dua jalur yaitu secara langsung dan tidak langsung. Embriogensis somatik secara tidak langsung memiliki presentase hasil yang lebih
tinggi dan sangat dipengaruhi keberhasilannya oleh pembentukan kalus embriogenik. Zat pengatur tumbuh (ZPT) merupakan faktor yang paling
mempengaruhi perkembangan kalus embriogenik menjadi embrio somatik. Auksin mempunyai peran penting untuk menginduksi kalus dimana 2,4-D
merupakan auksin yang paling banyak digunakan dalam perbanyakan tanaman secara in-vitro. Tujuan dari penellitian ini adalah untuk menemukan
metode mikropropagasi yang cepat untuk tebu varietas unggul NXI 1-3 melalui embriogenesis somatik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Divisi
Biologi Molekuler dan Bioteknologi, CDAST Universitas Jember dari September 2014 hingga Februari 2015. Gulungan daun diisolasi dari tanaman
tebu yang sehat dan berumur 6 bulan yang berasal dari lapang kemudian ditumbuhkan pada media MS (IK1, IK2, IK3) yang mengandung 2,4-D (0,3,
dan 4 ppm) dengan Casein Hydrolisate (300 ppm) untuk menginduksi kalus embriogenik. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
satu faktor (perbedaan level zat pengatur tumbuh) dilanjutkan dengan uji berjarak Duncan (DMRT) level 5%. Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa
perlakuan terbaik terhadap respon induksi kalus embriogenik didapatkan dari perlakuan media IK3 yang mengandung 2,4-D 4 ppm dan Casein
Hydrolisate 300 ppm
Structural and functional brain changes in schizophrenic disorders. Indications of early neuronal developmental disturbances?
The neurodevelopmental hypothesis of schizophrenia, which was established 30 years ago and discussed controversially for a long time, postulates that pre- and perinatally acting cerebral noxae cause disturbances of corticogenesis in the developing neuronal fibre systems which are essential for later onset of the disease. During recent years the cerebral alterations of schizophrenic patients could be further characterized as area-, layer-, and cell type-specific changes in temporolimbic and frontal regions leading to specific abnormalities of intrinsic and extrinsic connectivity. Animal models allowed for realistic imitations of these structural lesions and for elucidating their functional consequences concerning transmitter systems and behaviour. With modern neuroimaging techniques microstructural changes and alterations in cerebral activation can be exactly demonstrated and related to the specific psychopathologic features of schizophrenia
Michael Broome, A Handbook of Islamic Coins.
Kalus L. Michael Broome, A Handbook of Islamic Coins.. In: Revue numismatique, 6e série - Tome 28, année 1986 p. 222
Jonathan Bloom. — Minaret, Symbol of Islam, 1989 (" Oxford Stud. in Islamic Art ")
Kalus Ludvik. Jonathan Bloom. — Minaret, Symbol of Islam, 1989 (" Oxford Stud. in Islamic Art "). In: Cahiers de civilisation médiévale, 36e année (n°141), Janvier-mars 1993. p. 73
Numismatique et diplomatique islamiques
Kalus Ludvik. Numismatique et diplomatique islamiques. In: École pratique des hautes études. 4e section, sciences historiques et philologiques. Livret 12. 1996-1997. 1998. p. 46
Numismatique et diplomatique islamiques
Kalus Ludvik. Numismatique et diplomatique islamiques. In: École pratique des hautes études. 4e section, sciences historiques et philologiques. Livret 12. 1996-1997. 1998. p. 46
KANDUNGAN EURYCOMANONE DAUN DAN KALUS PASAK BUMI (Eurycoma spp.) DENGAN TEKNIK HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY
KANDUNGAN EURYCOMANONE DAUN DAN KALUS PASAK BUMI (Eurycoma spp.) DENGAN TEKNIK HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY
Nandayu Ulya P (11582202441)
Di bawah bimbingan Rosmaina dan Yusmar Mahmud
INTISARI
Pasak bumi merupakan salah satu tanaman obat potensial yang mengandung banyak senyawa bioaktif, salah satunya adalah eurycomanone. Senyawa eurycomanone berfungsi sebagai antimalaria, anti kanker, antipiretik, afrodisiak, dan aktivitas sitotoksik. Senyawa eurycomanone dapat diekstrak di hampir semua bagian tanaman, namun sangat sedikit yang melaporkan hasil ekstrak dari bagian daun dan kalus. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kandungan eurycomanone dari daun dan kalus pasak bumi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dimana perlakuan adalah sumber bahan ekstraksi yaitu perlakuan 1 daun E. longifolia, perlakuan 2 daun E. apiculata, dan perlakuan 3 kalus E. longifolia. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter pengamatan meliputi rendemen ekstraksi, waktu retensi dan kandungan eurycomanone. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen ekstrak daun pasak bumi berkisar 3,50%-10,21% dimana masing-masing 10,21% (E. longifolia), 6,84% (E. apiculata), dan 3,50% (kalus E. longifolia). Konsentrasi eurycomanone pada daun berbeda signifikan dengan kalus dimana kandungan eurycomanone pada daun lebih tinggi yaitu 7,28 mg/g pada daun E. longifolia dan 6,84 mg/g pada daun E. apiculata sedangkan pada kalus hanya terdapat 2,52 mg/g. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kandungan eurycomanone yang diperoleh pada daun lebih tinggi (6,84-7,48 mg/g) dan berbeda signifikan dengan kandungan eurycomanone dari kalus yaitu rata-rata 2,52-7,48 mg/g.
Kata kunci: ekstrak daun, eurycomanone, HPLC, kalus, pasak bum
Jonathan Bloom. — Minaret, Symbol of Islam, 1989 (" Oxford Stud. in Islamic Art ")
Kalus Ludvik. Jonathan Bloom. — Minaret, Symbol of Islam, 1989 (" Oxford Stud. in Islamic Art "). In: Cahiers de civilisation médiévale, 36e année (n°141), Janvier-mars 1993. p. 73
Numismatique islamique
Kalus Ludvik. Numismatique islamique. In: École pratique des hautes études. 4e section, sciences historiques et philologiques. Livret 5. Rapports sur les conférences des années 1987-1988 & 1988-1989. 1994. p. 21
Initiation à la numismatique islamique
Kalus Ludvik. Initiation à la numismatique islamique. In: École pratique des hautes études. 4e section, sciences historiques et philologiques. Livret 3. Rapports sur les conférences des années 1983-1984 et 1984-1985. 1987. p. 32
- …
