149 research outputs found
TBM di PKBM: Model dan Strategi Pengembangannya
Buku ini ditulis oleh mereka yang sejak awal tidak punya citacita
menjadi penggerak literasi. Hanya karena resah terhadap
buruknya kualitas sumber daya manusia di sekitar tempat tinggalnya,
mereka, dengan segala keterbatasan yang dimiliki, menginisiasi
gerakan pemberdayaan masyarakat yang pintu masuknya adalah
gerakan literasi. Kongkretnya, mereka adalah para pegiat Taman
iv
Muhsin Kalida, dkk.
Bacaan Masyarakat (TBM), salah satu program unggulan di Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Berangkat dari kegelisahan yang sama, di sepanjang bulan November
dan Desember 2014, mereka diorganisir oleh Muhsin Kalida
(Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat DIY dan sekaligus
Pengasuh TBM Cakruk Pintar), untuk bersama-sama saling belajar,
berbagi cerita, semangat dan inspirasi, membangun kesadaran
kolektif bahwa gerakan literasi melalui TBM perlu disemarakkan
lebih intensif di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). TBM,
seperti dikemukakan dalam tulisan Heni Wardatur Rohmah berjudul
Mengaktifkan TBM di PKBM, harus dipahami tidak hanya sebagai
program pelengkap PKBM, namun mesti ditempatkan sebagai ruh
dalam setiap kegiatan PKBM.
Dari hasil kumpul-kumpul inilah kemudian tercetus ide untuk
menulis buku. Sebuah buku yang mengupas tentang pengalaman
mereka mengembangkan TBM di PKBM; sebuah pengalaman yang
inspiratif, yang dilaluinya dengan ceria dan riang gembira untuk
mewujudkan generasi masyarakat yang dahsyat. Walhasil, terbitlah
buku yang sedang Anda pegang ini: TBM di PKBM: Model dan Strategi
Pengembangannya. Begitulah, biarpun isi buku yang hendak ditulis
tersebut tidaklah muluk-muluk, namun jangan salah, seperti akan
Anda lihat nanti, banyak cerita dan pelajaran berharga yang dapat
kita pungut sebagi inspirasi menjadi “Duta Gerakan Literasi” di
sekitar rumah kita.
Buku ini tidak akan terbit tanpa sokongan dari berbagai pihak,
yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,
Bapak Ahmad Fauzy (Ketua Yayasan Yasuka Indonesia), Muhsin
Kalida (Ketua FTBM DIY), Rumi Astuti (Ketua TBM Cakruk
Pintar), Heni W. Rohmah (Pemateri), Moh. Mursyid (Pemateri),
Ahmad Said Hasan Basri (Pemateri), dan para pengelola TBM se-
Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi peserta sekaligus
kontributor buku ini: Bigi Pangestuti, Erna Yuliat Puspawati, Sri
v
Suhartini, Gandung Sunarto, Dyah Nurhayati, Suprihatin, Rahman
Afriyanto, Christanti Widyaningsih, Sudarmaji, Nanang Sujatmiko,
RM. Sudarsono, Mujiyanti, Suprihatin, Priyono, Arifah Rosinati.
Tak ada gading yang tak retak. Semoga buku ini bermanfaat
bagi masyarakat terutama bagi pengelola TBM di PKBM di seluruh
Indonesia
KONTEKSTUAL PANCASILA DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Buku ini berjudul Kontekstual Pancasila dalam Pendidikan Islam, yang ditulis oleh Zaini Fasya dan Muhsin Kalida ini banyak hal yang dikaji secara mendalam diantaranya adalah Pancasila sebagai sistem etika, pancasila sebagai sistem nilai, sistem moral, Pancasila dalam konteks ketatanegaraan, Pancasila di era globalisasi, aktualisasi Pancasila dalam kehidupan bangsa dan negara, toleransi beragama, Pancasila dalam budaya kampus, karakter pelajar Pancasila dalam sekolah merdeka, Pancasila dan tri dharma perguruan tinggi dan Pancasila dan Ki Hadjar Dewantara.
Relasi utama dalam kontekstual pancasila selalu berkorelasi dengan hakikat kehidupan berbangsa dan kehidupan bernegara. Aktualisasi pancasila yang termaktub dalam batang tubuh pancasila menjadi hakikat dari paradigma kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila harus mendorong perubahan fundamental yang sesuai dengan dasar negara yang sesungguhnya. Internalisasi nilai–nilai Pancasila dalam pendidikan Islam merupakan proses mengimplementasikan serta membiasakan nilai–nilai Pancasila dalam kehidupan sehari–hari
Penguatan Lembaga Perpustakaan
Buku ini berjudul ‘Capacity Building Perpustakaan’,
berangkat dari berbagai kegelisahan para pegiat literasi,
baik pustakawan maupun pengelola lembaga perpustakaan.
Diantara kegelisahan tersebut adalah terkait ketergantungan
perpustakaan terhadap institusi pemerintah, seakan sulit
atau bahkan terasa tertutup peluang untuk melakukan
berbagai kerjasama kepada institusi non-pemerintah,
misalnya perusahaan, media, perguruan tinggi dan lainnya.
Akibat dari kenyamanan hidup dalam ketergantungan,
mengakibatkan kemandegan dalam berkreasi untuk
melakukan pengembangan diri secara kelembagaan,
terutama di bidang kemiteraan (networking) dan fundraising,
yaitu penggalangan dukungan, baik dana operasional
maupun sumberdaya non-dana. Karena, jika perpustakaan
tidak memiliki jaringan kemiteraan, dan tidak membangun
funding untuk keberlanjutan lembaga, tentu akan berakibat
fatal, alias mati. Jika perpustakaan berhenti bernafas, yang
akan terjadi adalah lost generation, generasi lemah, terutama
dalam pengembangan dan gerakan budaya baca masyarakat
(reading society).
Kegelisahan berikutnya, perpustakaan besar, memiliki
fasilitas yang cukup, buku yang lengkap, SDM yang
memadai, lokasi yang strategis, tetapi pengunjung saban
hari tidak lebih dari hitungan jari. Pengelola bekerja
hanya di bidang administrasi, tanpa mendapat kecakapan
yang lain, social skill pustakawan, psikologi pengunjung,
meningkatkan produktivitas karya tulis, maka perpustakaan
akan dijauhi oleh pemustaka. Ada anggapan sepinya
pengunjung di perpustakaan, bukan tupoksi pustakawan,
karena pustakawan tugasnya mengolah katalog buku.
Padahal seharusnya bukan begitu, karena jika pustakawan
Muhsin Kalida
memiliki pemikiran parsial semacam ini, yang terjadi
adalah perpustakaan sepi, tidak ada kegiatan kreatif yang
merangsang masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaa
STRATEGI NETWORKING TBM
Ada sebagian orang mengatakan pendidikan sangat
mahal, meskipun berbagai cara, baik pemerintah
maupun swasta berusaha meringankan beban biaya
pendidikan masyarakat, bahkan yang sering sampai ke
telinga kita adalah pendidikan gratis.Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau perpustakaan masyarakat, adalah suatu sarana yang melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai ilmu pengetahuan dalam bentuk bahan bacaan dan bahan pustaka lainnya.Sarana ini merupakan lembaga pendidikan nonformal yang terdiri lebih dari 5.000 unit di seluruh Indonesia. Artinya ini merupakat aset pendidikan yang harus kita dukung, karena disamping kampanye peningkatan minat baca masyarakat,juga rata-rata TBM dikelola secara mandiri dari, oleh dan untuk kepentingan pendidikan masyarakat itu sendiri
CAPACITY BUILDING PERPUSTAKAAN
Buku yang berjudul ‘Capacity Building Perpustakaan’, yang
penulis terbitkan ini, berangkat dari berbagai kegelisahan para pegiat literasi, baik pustakawan maupun pengelola lembaga perpustakaan.Diantara kegelisahan tersebut adalah terkait ketergantungan perpustakaan terhadap institusi pemerintah, seakan menutup peluang untuk melakukan berbagai kerjasama kepada institusi nonpemerintah,misalnya perusahaan, media, perguruan tinggi dan lainnya
MODEL PEMBELAJARAN KREATIF DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA ANAK DI LUAR SEKOLAH
Tulisan ini mengulas pentingnya sebuah pembelajaran kreatif, baik di sekolah maupun luar sekolah, dalam rangka meningkatkan minat membaca anak-anak. Pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang menekankan kepada bagaimana guru atau tutor memfasilitasi kegiatan belajar, sehingga suasana belajar menjadi kondusif dan nyaman, hal ini menuntut pendidik mengemas bahan pembelajaran, sehingga anak-anak dapat terangsang untuk melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan menyenangkan, terutama membaca. Oleh karena itu dalam proses belajar dan pembelajaran, perlu adanya rekayasa sistem lingkungan yang mendukung, artinya menyiapkan kondisi lingkungan yang kondusif, termasuk diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yang baik, tepat dan mencukupi. Penulisan karya ini didukung aktivitas penulis dan dengan hasil observasi (observation), wawancara (interview), dokumentasi (documentation) dan focus group discussion (FGD), baik di dalam maupun luar negeri. Adapun model-model pembelajaran kreatif yang terkait dengan meningkatkan minat membaca anak, yang dilaksanakan oleh lembaga di luar sekolah diantaranya program parenting, sekolah menulis, praktek buku, melestarikan permainan tradisional, mengenal reptil, menulis mimpi dan teater anak
- …
