18 research outputs found

    Analisis Politik Identitas Dalam Pemilhan Kepala Desa: di Desa Wederok Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka

    No full text
    Abstract After the 1998 reformation, Indonesia experienced significant political system changes, including the party system, the electoral system, and the relationship between the central government and regional governments. The purpose of this study is to analyze the Politics of Identity in the Election of Village Heads. The method in this research is descriptive qualitative. The focus of his research is the level of local political interest (ethnicity), the level of intensity of ethnicity issues and the level of production of ethnicity issues in the campaign process. The analysis technique in this study is the Interactive Milles and Habermans model. The results showed that in the village head election there were local political interests. Seen from the intervention and direction of the masses to choose a particular partner. The intensity of ethnicity issues in the election of Wederok Village Head is related to two things namely the nature of adat and the landlord. Ethnicity product products come from interest groups. Researchers suggest the need for political education for the community, the revitalization of Adat in accordance with ancestral habits and reconciliation between members of the Ikumuan Tribe.  Abstrak Pasca reformasi 1998, Indonesia mengalami perubahan sistem politik yang signifikan, diantaranya adalah sistem kepartaian, sistem pemilihan umum, dan hubungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Politik Identitas dalam Pemilihan Kepala Desa. Metode dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Fokus penelitiannya adalah Tingkat kepentingan politik Lokal (etnisitas),Tingkat Intensitas isu Etnisitas dan Tingkat produksi isu etnisitas dalam proses kampanye. Teknik analisis  dalam penelitian ini adalah model Interaktif Milles dan Habermans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemilihan kepala desa ada kepentingan politik lokal. Terlihat dari intervensi dan pengarahan massa untuk memilih pasangan tertentu. Tingkat intensitas isu etnisitas dalam pemilihan Kepala Desa Wederok berkaitan dengan dua hal yakni hakekat adat dan tuan tanah. Produk Isu Etnisitas berasal dari kelompok-kelompok kepentingan. Peneliti menyarankan Perlunya pendidikan politik bagi masyarakat, revitalisasi Adat sesuai dengan kebiasaan nenek moyang dan rekonsiliasi antara anggota Suku Ikumuan.   &nbsp

    PAKTA WARSAWA : LATAR BELAKANG, SEJARAH, DAN HEGEMONI UNI SOVIET

    No full text
    National security is an ability to protect the country\u27s essential values against threats from outside and from within the country. The concept of a country\u27s national security is influenced by the country\u27s historical background. For realists, security is about the survival of the state. For the majority of countries that are unable to guarantee the security of their own country with their military power, the balance of powerfor maintaining security stability in international relations. Protection of domestic security conditions requires the country to ensure the integrity of its territory. After the formation of NATO in 1949, The Soviet Union initiated a defense organization together with its neighbors. That meeting giveresult in the Pact of Mutual Assistance and Unified Command (PMAUC) or better known as the Warsaw Pact and consisted of Eastern Bloc countries or East European communists. This defense pact was formed to counter the power of NATO and protect the security of the Soviet Union and its member states from outside attacks. In particular, the formation of this defense alliance was triggered by the inclusion of West Germany in NATO membershi

    PUAH MANUS TFE MANU SU’IF SEBAGAI AWAL TUTUR BAGI MASYARAKAT ATOIN METO DALAM PENYELESAIAN KONFLIK SENGKETA TANAH (BATAS TANAH) DI DESA ATMEN, KECAMATAN INSANA BARAT, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

    No full text
    Puah manus (Sirih pinang) merupakan salah satu sumber pedoman belajar masyarakat suku Timor, Nusa Tenggara Timur. Puah manus yang berarti sirih dan pinang seakan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan masyarakat suku Timor dawan. Dalam budaya Suku Atoin Meto tradisi mengunyah sirih pinang disebut “mamat”. Peranan sirih pinang sebagai simbol budaya sangat mendasar dalam kehidupan masyarakat adat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan puah manus tfe manu su’if sebagai awal tutur bagi masyarakat atoin meto  dalam penyelesaian konflik sengketa tanah (batas tanah). Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan naturalistik atau kualitatif.  Adapun yang menjadi sumber informasi dari penelitian ini adalah  kepala suku ,tokoh adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observas,wawancara, dokumentasi dan teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data,penyajian data, verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pah manus tfe manu su’if sebagai awal tutur bagi masyarakat atoin meto dalam peneyelesaian konflik sengketa tanah (batas tanah) memiliki tiga indikator yaitu yang pertama adalah puah manus sebagai simbol persaudaraan. Yang kedua adalah puah manus sebagai media perdamian. Yang ketiga adalah puah manus sebagai relasi sosial dalam masyarakat suku atoin meto

    KOMUNIKASI EFEKTIF PEMERINTAH DAERAH DENGAN DPRD DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

    No full text
    Dasar dari komunikasi efektif adalah adanya komunikasi timbal balik yang dilakukan oleh komunikator dengan komunikan dalam pengiriman pesan, dengan memperhatikan isi pesan yang disampaikan baik melalui media komunikasi maupun melalui pesan secara langsung. Pola hubungan Pemerintah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah diperlukan komunikasi yang efektif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah guna mencapai tujuan kegiatan pambangunan yang dilaksanakan. Komunikasi antara Pemerintah Daerah dengan DPRD yang kurang baik berdampak pada kinerja kedua lembaga tersebut. Produk kebijakan public yang mereka hasilkan bersama menjadi kurang efektif karena dalam proses pembahasannya bisa terganjal hal-hal yang bersifat non teknis. Persoalan komunikasi yang timbul biasanya disebabkan antara lain oleh permasalahan legitimasi, ego sektoral lembaga, pemahaman terhadap tugas dan fungsi yang keliru, konflik politik karena ego sektoral yang masih melekat pada Esekutif dan Legislatif. Peneliti menyimpulan bahwa komunikasi efektif guna membangun pola hubungan sejajar antara Pemerintah Daerah dengan DPRD di Kabupaten Timor Tengah Utara selama ini  dapat berjalan dengan baik. Walaupun dalam komunikasi efektif tersebut terdapat muatan kepentingan politik partai yang cukup kental dari masing-masing lembaga

    POLITICAL IDENTITY OF THE IKATAN SARJANA MELAYU INDONESIA LANGKAT REGENCY (ISMI) IN LANGKAT ELECTION YEAR 2018

    No full text
    Political identity refers to the political mechanisms of organizing identity, both as a political identity as well as a social identity and also as a resource and political means. The view of scholars is a study that can be used as a basis for society to make political choices. Indonesian-Malay Scholar Association Langkat is a scholar as part of the ethnic Malay with the population of the highest number two ethnic identity in the district of Langkat but the winner of the regional head election of 2018 is derived from the Karo ethnic the third largest population in the area. The design of the research uses a qualitative approach based on the phenomenology and Constructivism paradigm in developing science. Research is done on a natural object that develops as is, researchers do not manipulate and researchers are also not affected by the dynamics of the object. The result shows the strength of the alignments of the Malay ethnic group in Langkat Regency in the election of Langkat Regency which makes it one of the victory factor of the Bupati election and vice regent of Langkat Regency in 2018 but not the main factor of victory

    Upaya Pengembangan Pasar Tradisional Melalui Pembangunan Sarana Prasarana

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan upaya pengembangan pasar tradisional melalui pembangunan sarana prasarana yang dilihat oleh indikator upaya pengembangan, pembangunan, sarana prasarana, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasar Tradisional yang terletak di Kelurahan Benpasi memiliki permasalahan demikian masih kurang stabil karena fasilitas, sarana dan prasarananya kurang memadai, sehingga pasar terlihat tidak teratur, upaya pengembangan pasar masih sangat minim. Sehingga pembangunan belum cukup Nampak. Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis dapat menyimpulkan pokok permasalahannya yaitu Kurangnya perhatian penuh dari pihak Pemerintah Daerah terhadap pembangunan sarana prasarana pasar Tradisonal, Bagaimana Upaya Pengembangan Pasar Tradisional Melalui Pembangunan Sarana Prasarana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di pasar baru kelurahan benpasi kecamatan kota kefamenanu kabupaten timor tengah utara Kendala yang dihadapi para pedagang adalah ketidaknyamanan lingkungan, toilet yang kurang memadai akibat banyak yang rusak, area parkir kendaraan yang belum disediakan akibat minimnya luas tanah, tempat penampung sampah belum ada. Oleh karena itu dibutuhkan dinas perindag hendaknya meningkatkan pengawasan dan segera menindaklanjuti keluhan dan saran dari para pengguna pasar baru

    STRATEGI PAKET DESA SEJAHTERA DALAM MEMENANGKAN PILKADA DI KABUPATEN TTU TAHUN 2020

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pemenangan yang dilakukan calon Kepala Daerah Paket DESA SEJAHTERA dalam memenangkan Pilkada 2020 Di  Kabupaten TTU. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan data primer yang berupa hasil wawancara dengan informan penelitian  dan melakukan observasi di lapangan. Hasil dari penelitian ini membahas bahwa strategi Paket Desa Sejahtera dengan berdasarkan empat elemen bauran marketing menurut Firmanzah(2008:203), dalam proses 4p yaitu produk politik, promosi, pricce dan place. Product yang dipaparkan oleh paket Desa Sejahtera berupa visi dan misi, berdasarkan keinginan dan kebutuhan rakyat, tagline Paket Desa Sejahtera yaitu membangun dari desa dengan mengandalkan program pertanian dan peternakan. Paket Desa Sejahtera melalukan promosi kampanye dengan menemui masyarakat di setiap desa kelurahan yang ada di Kab.TTU, Place berdasarkan faktor lingkungan basis yaitu, wilayah TTU ada tiga soap raja yaitu Biboki, Insana dan Miomafo. Biaya yang digunakan Paket Desa Sejahtera cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye Paket Desa Sejahtera, sebesar Rp.847.285.000
    corecore