1,720,998 research outputs found

    EFEKTIVITAS E-LEARNING BERBASIS EDMONDO DAN SCHOOLOGY TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASIWA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN FIP UNJ PADA MATA KULIAH PROFESI PENDIDIKAN

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa meliputi kemampuan dalam berpikir tingkat tinggi yang tujuannya untuk mengkaji sebuah situasi, fenomena, pertanyaan, atau masalah untuk mendapatkan sebuah hipotesis atau kesimpulan sebagai proses pengambilan keputusan secara rasional atas apa yang diyakini dan dikerjakan melalui aspek memberikan penjelasan dasar, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, membuat penjelasan lebih lanjut, strategi dan taktik pada mata kuliah Profesi Pendidikan.Metode yang digunakan adalah Quasi Eksperimen, dengan desain Nonequivalent (Pretest and Posttest) Control Group Design, yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen yang melakukan perkuliahan e-learning berbasis Edmodo dan kelas kontrol melakukan perkuliahan e-learning berbasis Schoology. Dalam penelitian ini obyek penelitiannya adalah kemampuan berfikir kritis sedangkan unit analisisnya adalah Mahasiswa S1 program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.Hasil penelitian membuktikan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritisnya, namun kelas eksprimen (e-learning Edmodo) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (e-learning Schoology). Pada perkuliahan yang menggunakan e-learning (baik Edmodo maupun Schoology) mahasiswa berpacu untuk menjadi seseorang yang menemukan suatu ide dalam memecahkan suatu masalah serta mampu mempertahankan pendapatnya kepada mahasiswa lain. Mahasiswa dibiasakan menguasai kemampuan berpikir kritis dari segi penafsiran, analisis, evaluasi, memilih, serta penjelasan. Mahasiswa didorong untuk menguasai kemampuan berpikir kritis sehingga pengetahuan yang telah dibangun mampu dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

    No full text

    A Bibliometric Review of E-Mentoring for Professional Development: a Scopus Database Study

    Full text link
    This research provides a bibliometric review of e-mentoring for professional development, using the Scopus database to analyze publication trends from 2005 to 2024. The aim of this study was to identify key trends, influential authors, and emerging themes in this field. A total of 335 documents were analyzed using advanced bibliometric methods, including author collaboration analysis, descriptive analysis, keyword occurrence analysis, and citation analysis. The main results showed a significant increase in the number of publications after 2012, highlighting the increasingly recognized important role of e-mentoring in professional development. The analysis also found important peaks in research activity related to global events and technological developments. This study emphasizes the importance of cross disciplinary collaboration and further research into the effectiveness and scalability of e-mentoring. The findings provide valuable insights for educators, policymakers and researchers, and contribute to the development of educational strategies that integrate digital mentoring environment

    Determination and Comparison Pedagogical Content Knowledge of Pre-Service and In-Service Elementary School Teachers in Mathematics

    Full text link
    The research investigates and compares pedagogical content knowledge of pre-service and in-service elementary school teachers in mathematics. The study used a quantitative method design, and the participants were 96 pre-service teachers and 80 in-service elementary school teachers. The data collected by questionnaires using 5-point Likers scala consists of content knowledge, pedagogical knowledge, and pedagogical content knowledge. The data is analyzed using a one-way ANOVA and MANOVA. The results showed that pre-service and in-service teachers showed higher levels of pedagogical content knowledge. Teachers in services scored higher in pedagogical content knowledge than pre-service teachers significantly. In-service teachers have higher scores in each of the components. Pre-service teachers have higher scores in pedagogical knowledge and pedagogical content knowledge except for content knowledge. Teacher educators need to pay attention to increased pre-service content knowledge and activating preservice teachers in elementary school as co-teacher. In-service teachers can improve their skills through educational seminars and webinars online that do not interfere with teaching time

    Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Elektronik bagi Guru di Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Literasi Digital

    Full text link
    Pelaksanaan pembelajaran daring yang dinilai mendadak akibat pandemi yang melanda hampir di lebih dari 200 negara, memaksa guru untuk beralih menggunakan internet sebagai media pembelajaran bagi siswa. Minimnya panduan penggunaan teknologi dalam pembelajaran memberikan dampak terhadap proses pembelajaran khususnya di Sekolah Dasar (SD). Guru di wilayah Kecamatan Makasar, Jakarta Timur belum memiliki kesiapan dalam pembelajaran daring. Sekolah dan dinas pendidikan belum memberikan banyak pelatihan tentang penggunaan aplikasi pendukung pembelajaran daring. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan keterampilan guru SD dalam menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran dibutuhkan pelatihan pendampingan pembuatan bahan ajar elektronik. Kegiatan ini dapat meningkatkan literasi digital bagi guru SD di masa pandemi Covid-19. Kontribusi mendasar pada khalayak sasaran yaitu membekali  guru-guru SD dengan pengetahuan dan keterampilan dalam perancangan, pengembangan, pemanfaatan, serta penilaian terhadap pembelajaran daring. Adapun manfaat yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah mengaplikasikan hasil penelitian yang dilakukan di perguruan tinggi kepada masyarakat secara langsung dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SD

    Ekowisata melalui Community Empowerment sebagai Upaya Menuju Desa Wisata

    Full text link
    Desa Puteran Kecamatan Pagerageung yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat memiliki beragam potensi wisata seperti wisata alam, wisata sejarah, dan wisata kuliner. Oleh sebab itu, wisata di desa Puteran menawarkan ekowisata yang dapat menunjang pemandangan pegunungan dan perbukitan, hingga bumi perkemahan yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata bagi para wisatawan yang berkunjung. Namun demikian terdapat permasalahan terkait kesadaran ekowisata pada masyarakat desa Puteran.  Berdasarkan informasi yang diperoleh dari komunitas Rumah Sampah Berbasis Sekolah tidak sedikit masyarakat yang belum sadar akan pengelolaan sampah dengan baik. Selain itu, minimnya penguasaan keterampilan masyarakat dalam mengelola hasil alam, menjadikan produk olahan tidak menarik dan daya jualnya rendah. Rendahnya kemampuan  packaging pada   hasil  produk menjadikan hasil produk  tidak bertahan lama.  Solusi yang ditawarkan dari kegiatan pengabdian ini adalah Community Empowerment sebagai Upaya Penerapan Ekowisata di Desa Puteran. Community Empowerment ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas organisasi kemasyarakatan yang dapat membangun kelembagaan ekonomi lokal yang mandiri dan produktif. Selain itu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah untuk mewujudkan ekowisata yang dapat menjadikan desa Puteran menuju desa wisata.  Metode yang digunakan adalah penerapan Enviromental Scanning (ES), Sharing Session (SS), implementasi Training Within Industri (TWI), dan   membangun system Zielobjective Oriented Project Planning (ZOPP). Hasil pengabdian ini menunjukkan respon positif dari masyarakat dengan ikut serta dalam melakukan kegiatan kerja bakti bersama dengan seluruh warga di Desa Puteran melalui community empowerment. Setelah itu, perwakilan organisasi warga melakukan kegiatan sharing session dengan pemerintahan desa sebagai bentuk interaksi dinamis dalam upata menuju desa wisata yang menerapkan ekowisata
    corecore