1,720,959 research outputs found

    PERBANDINGAN ANTARA KOMPRES HANGAT DAN BREASTFEEDING TERHADAP RESPON NYERI PADA BAYI YANG DILAKUKAN PROSEDUR IMUNISASI PENTAVALEN I DI KLINIK PRATAMA

    Get PDF
    Penatalaksanaan nyeri non-farmakologi pada saat bayi dilakukan prosedur penyuntikan imunisasi khususnya imunisasi pentavalen I yaitu kompres hangat dan breastfeeding. Kompres hangat salah satu cara yang dapat menurunkan rasa nyeri dan memberikan rasa nyaman serta meningkatkan relaksasi otot. Sedangkan breastfeeding kegiatan yang dilakukan seorang ibu dalam memberi makanan kepada bayinya dalam bentuk ASI dari payudara ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara kompres hangat dan breastfeeding terhadap respon nyeri pada bayi yang dilakukan prosedur imunisasi pentavalen I di Klinik Pratama. Desain penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 responden, 22 responden kelompok intervensi kompres hangat dan 22 responden kelompok intervensi breastfeeding. Analisis perbedaan rata-rata respon nyeri bayi menggunakan Independent Sampel t-Test. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata skor respon nyeri pada bayi kelompok intervensi kompres hangat adalah 3,95 sedangkan pada kelompok intervensi breastfeeding adalah 3,00. Hasil uji statistik menunjukan bahwa rata-rata skor respon nyeri pada bayi pada kelompok intervensi breastfeeding lebih efektif dibandingkan dengan bayi pada kelompok intervensi kompres hangat. Peneliti menyimpulkan bahwa pemberian breastfeeding dapat menurunkan respon nyeri pada bayi yang dilakukan prosedur imunisasi pentavalen I dibandingkan kelompok intervensi kompres hangat. Kata kunci : Kompres Hangat, Breastfeeding, Respon Nyeri Bayi, Imunisasi Pentavalen

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN DI RUMAH SAKIT

    Get PDF
    Infeksi nosokomial merupakan masalah utama bagi keselamatan pasien dan dampaknya mengakibatkan rawat inap menjadi lama, cacat permanen, meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap agen antimikroba menambah beban untuk biaya kesehatan, dan resiko meningkatnya kematian. Pengetahuan perawat tentang nosokomial sangat berpengaruh bagi perilaku mencuci tangan saat perawat sedang melakukan tindakan keperawatan dalam upaya peningkatan pencegahan infeski nosokomial. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan perilaku cuci tangan. Desain dalam penelitian ini adalah studi kolerasi dengan menggunakan metode pendekatan cros sectional. Sampel yang diambil berjumlah 60 perawat. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data menggunakan Uji Statistic Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki pengetahuan tentang infeksi nosokomial cukup (60,5%). Dan sebagian besar responden memiliki perilaku cuci tangan perawat dalam kategori cukup (53,3%). Hasil Rank Spearman menunjukan terdapat hubungan yang positif dan siginifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang infeksi nosokomial semakin baik maka perilaku cuci tangan perawat semakin baik, begitupun sebaliknya. Kata Kunci : Pengetahuan, infeksi nosokomial, perilaku cucitanga

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN KARIES (KAVITASI) GIGI PADA ANAK USIA SEKO

    Get PDF
    Salah satu masalah di Indonesia yang perlu diperhatikan adalah masalah tentang kesehatan gigi dan mulut. Perilaku hidup bersih dan sehat yang tidak baik pada anak usia sekolah dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit salah satunya yaitu karies gigi. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan karies gigi yaitu dari frekuensi menyikat gigi yang kurang baik, kurangnya pengetahuan orang tua dan dari faktor makanan jajanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian karies (Kavitasi) gigi pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan Deskriptif Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 123 anak usia sekolah dasar dengan menggunakan teknik sampling stratified random sampling, analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi secara langsung untuk melihat tingkat keparahan karies gigi responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian karies (kavitasi) gigi dengan arah hubungan negative. Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat dengan kejadian karies (kavitasi) gigi pada anak usia sekolah. Peran serta dari guru, orang tua, dan pihak puskesmas sangatlah diperlukan dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang ada di sekolah dasar terutama pada kesehatan gigi dan mulut. Kata Kunci : PHBS, Makanan Jajanan, Anak Usia Sekolah, Karies Gig

    PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT (LYCOPERSICUM COMMUNE) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI LANSIA

    Get PDF
    Prevalensi penyakit hipertensi di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahun dan secara epidemiologis menempati posisi tertinggi sebagai penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat berusia lanjut (45 tahun ke atas) sehingga memerlukan penanganan serius antara lain melalui terapi DASH dengan mengonsumsi tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian jus tomat (Lycopersicum Commune) terhadap perubahan tekanan darah (sistolik dan diastolik) pada penderita hipertensi lansia. Desain penelitian adalah pre experimental dengan pendekatan pre and post design terhadap 32 penderita hipertensi lansia yang dipilih dengan teknik total sampling dengan kriteria berusia 60 tahun ke atas dan tidak sedang diterapi farmakologis. Instrumen penelitian adalah lembar observasi pengukuran tekanan darah dan kuesioner tentang karakteristik responden. Data penelitian dianalisa menggunakan statistik univariat dan bivariat, dan untuk menguji hipotesis digunakan uji t sampel berpasangan (paired sample t test) setelah data diuji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata pre dan post yang signifikan pada tekanan darah sistolik maupun diastolik penderita hipertensi lansia. Sehingga pengaruh pemberian jus tomat (Lycopersicum Commune) terhadap perubahan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia. Maka, penggunaan terapi jus tomat dapat secara terprogram digunakan oleh perawat dalam menangani pasien hipertensi maupun sebagai terapi komplementer pada terapi farmakologis hipertensi. Kata Kunci : Pemberian jus tomat, hipertensi, lansi

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    POLA ASUH OTORITER TERHADAP TINGKAT KEDISIPLINAN BELAJAR PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Pola asuh Orang tua merupakan serangkaian sikap yang di terapkan kepada anak dan sebagai cara untuk mendisiplinkan sehingga pola asuh yang di berikan orang tua kepada anaknya sangat mempengaruhi kepribadian dan perilaku anak. Orang tua yang berpola asuh otoriter menekankan adanya kepatuhan seorang anak terhadap peraturan yang mereka buat ,tanpa penjelasan kepada anaknya mengenai sebab dan tujuan diberlakukannya peraturan tersebut, cenderung menghukum anaknya yang melanggar peraturan atau menyalahi norma yang berlaku. Oleh karna itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan pola asuh otoriter terhadap tingkat kedisiplinan belajar pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar. Sampel dalam penelititan ini berjumlah 36 responden dengan metode pendekatan cross sectional dengan uji statistic menggunakan rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar orang tua masuk kedalam kategori otoriter 30 orang tua(83,3%) dan Kedisiplinan belajar pada anak usia sekolah sebagian besar 18 orang masuk kedalam kategori rendah (50%), selain itu bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan pola asuh orang tua otoriter dengan Tingkat Kedisiplinan Belajar pada anak usia sekolah.Dengan demikian dapat disimpulkan pola asuh otoriter semakin diterapkan maka kedisiplinan belajar akan meningkat. Peneliti menyarankan orang tua menerapkan pola asuh otoriter terhadap anaknya agar kedisiplinan anak meningkat. Kata kunci : Pola otoriter, anak usia sekolah, Kedisiplinan belaja

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI DI DESA PATROLSARI

    Get PDF
    Cakupan imunisasi campak di Jawa Barat tahun 2017 sudah memenuhi target pemerintah yaitu 95,2 % atau lebih 0,2% dari target pemerintah yaitu 95% meski begitu cakupan imunisasi campak di Jawa Barat belum 100%. Di Kabupaten Bandung cakupan imunisasi pada tahun 2017 yaitu sekitar 87,14 atau kurang dari target kabupaten bandung 90% atau mengalami penurunan dari cakupan imunisasi campak tahun 2016 yaitu sekitar 89,78%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Pengetahuan dan dukungan keluarga dengan Motivasi ibu dalam pemberian imunisasi campak pada bayi. Desain penelitian ini adalah Analitik korelasional dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini bayi sebanyak 190 orang. Dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan uji statistik yang digunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan motivasi dan memiliki hubungan yang kuat. Hasil penelitian motivasi, hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi memiliki tingkat hubungan kuat Saran dari penelitian ini adalah Tenaga kesehatan, kader,dan perangkat setempat diharapkan menjalin komunikasi yang baik tidak hanya kepada ibu yang memiliki bayi/balita, namun juga kepada anggota keluarga yang lain. Terlebih kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap program yang telah di rencanakan oleh pihak tenaga kesehatan agar cakupan imunisasi dapat terlaksana menyeluruh. Kata Kunci : Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Motivasi, Imunisas
    corecore