88 research outputs found

    Evaluasi Fungsi Hati dan Ginjal Tikus Betina (Rattus norvegicus) Galur Sprague-Dawley pada Pemberian Jamu Galohgor dengan Dosis Bertingkat

    No full text
    Galohgor is a traditional Sundanese herbal medicine containing of 56 plants. It is consumed by postpartum women in Bogor to increase milk production for breastfeeding and fastened the uterine involution after giving birth. The aim of the study was to determine the toxic effect of Galohgor on liver and renal functions in rats. Twenty female rats were divided into four groups, one control group, and the other groups were given three different dosages (0.74 g/kgBW; 1.48 g/kgBW; and 2.22 g/kgBW) for 14 days continuously. The rats were fed and given water ad libitum. Liver and renal function tests were conducted by measuring SGPT, SGOT, total of protein serum, urea and creatinin from blood sample, and protein from urine sample as well. The renal function tests showed that Galohgor increased blood urea and creatinine (p<0.05), but still within normal range. There was no protein detected in the urine, indicating that there was a normal renal function without renal leakage. The liver function tests showed that Galohgor increased SGPT and SGOT (p<0.05) and decreased total protein serum (p<0.05), but the values were still within normal limits. It is concluded that in the dossages tested, Galohgor herbs did not have toxic effect to renal and liver functions.Galohgor merupakan jamu yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Sunda selama masa nifas (dua hingga 40 hari setelah melahirkan). Manfaat jamu Galohgor yang dirasakan oleh ibu yang mengkonsumsi jamu ini antara lain peningkatan produksi air susu ibu (ASI). Jamu ini terbuat dari 56 jenis tanaman, terdiri atas 38 jenis daun, akar, atau batang, 5 jenis rempah-rempah, 6 jenis temu-temuan, dan 7 jenis biji-bijian (Pajar 2001 dan Roosita 2003). Penelitian di Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa secara empirik jamu Galohgor memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi susu, mempercepat penyembuhan rahim dan meningkatkan stamina pada ibu selama masa nifas (Roosita et al. 2008; Dahlianti, Nasoetion dan Roosita 2005). Penggunaan obat tradisional yang berasal dari tanaman seperti jamu Galohgor, menurut keputusan Menteri Kesehatan RI harus memiliki syarat-syarat tertentu antara lain dapat dibuktikan khasiat dan keamanannya (DEPKES 2000). Uji toksisitas pada hewan coba digunakan untuk menilai bahan-bahan kimia, termasuk obat, bahan pangan tambahan, dan bahan-bahan lainnya yang dikonsumsi manusia karena bahan-bahan tersebut berpotensi menyebabkan kelainan fisiologis, kanker, kelainan pada janin, dan dampak buruk lainnya bagi kesehatan. (The National Academy of Sciences 2007). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari efek pemberian Jamu Galohgor terhadap fungsi hati dan ginjal, dan menentukan dosis yang aman dikonsumsi. Tujuan khususnya adalah: (1) mempelajari efek pemberian jamu Galohgor terhadap fungsi hati tikus dengan biomarker SGPT, SGOT, dan total protein serum; (2) mengetahui efek pemberian jamu Galohgor terhadap fungsi ginjal tikus dengan biomarker ureum, kreatinin, dan protein urin; dan (3) memperkirakakan dosis jamu yang memberikan efek toksik akut pada fungsi hati dan ginjal tikus

    Efek Intervensi Minuman dan Cookies Galohgor terhadap Fungsi Hati dan Ginjal Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.

    No full text
    Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel dan atau resistensi insulin (ADA 2016). Kontrol glukosa darah yang tidak terkendali akan menyebabkan berbagai gangguan fungsi organ hingga berakhir pada komplikasi DM. Salah satu organ yang memiliki risiko komplikasi DM adalah hati dan ginjal. Galohgor merupakan nutrasetikal masyarakat suku Sunda yang telah diteliti memiliki manfaat kesehatan untuk menanggulangi penyakit DM. Galohgor mengandung berbagai zat gizi dan senyawa bioaktif yang berperan sebagai antidiabetik, antioksidan dan antiinflamasi. Galohgor telah dikembangkan menjadi produk minuman serbuk dan cookies sehingga dapat meningkatkan asupan antioksidan dan membantu mencegah komplikasi DM (Setyaningsih et al. 2017). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian minuman dan cookies Galohgor terhadap fungsi hati dengan menggunakan biomarker kadar Aspartate Aminotransferase (AST) dan Alanine Aminotransferase (ALT) dan fungsi ginjal dengan menggunakan biomarker kadar Blood Urea Nitrogen (BUN) dan kadar kreatinin plasma penderita DM tipe 2. Penelitian ini merupakan single blind Randomized Control Trial (RCT) dengan desain cross-over pada 11 subjek DM tipe 2 yang dilakukan di desa Cikarawang, Babakan dan Balumbang Jaya, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Produk intervensi yang diberikan kepada subjek berupa minuman dan cookies yang mengandung ekstrak Galohgor sebesar 2 gram/hari (1 gram ekstrak Galohgor dalam bentuk 8 gram minuman serbuk dan 1 gram ekstrak Galohgor dalam bentuk 24 gram cookies) dan minuman serbuk dan cookies tanpa ekstrak Galohgor (kontrol) selama 38 hari dengan periode wash-out antar perlakuan selama 4 bulan. Produk intervensi disiapkan oleh Roosita et.al. (2016). Biomarker fungsi hati yang digunakan adalah kadar AST dan kadar ALT. Biomarker fungsi ginjal yang digunakan adalah kadar BUN dan kreatinin plasma. Biomarker ini dikumpulkan dari sampel plasma darah pada sebelum dan setelah intervensi. Data karakteristik subjek, status gizi, tekanan darah, konsumsi pangan (lauk hewani, lauk nabati, sayuran, buah-buahan, dan air), asupan gizi dan tingkat kecukupan gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat), kepatuhan konsumsi produk intervensi dan biomarker darah fungsi hati dan ginjal disajikan secara deskriptif. Uji beda antar kelompok menggunakan independent t-test dan uji beda sebelum dan sesudah intervensi menggunakan paired t-test. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang pria (27.3%) dan 8 orang wanita (72.7%) dengan rata-rata usia 55.8±4.7 tahun. Sebagian besar subjek (54.5%) tidak v bekerja dengan rata-rata lama sekolah 3.9±2.7 tahun. Sekitar 18.2% subjek yang memiliki riwayat keluarga DM. Rata-rata lama DM subjek adalah 3.8±3.2 tahun. Sebagian besar subjek mendapatkan terapi obat Glibenclamid. Sebanyak 54.55% subjek memiliki status gizi normal dengan rata-rata IMT 23.20±4.00 kg/m2 sebelum intervensi. Rata-rata tekanan darah sistolik subjek sebelum intervensi adalah 140.73±22.70 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 85.00±14.33 mmHg. Konsumsi pangan jenis lauk hewani, lauk nabati, buah, dan cairan tidak berbeda antar kelompok baik sebelum dan setelah intervensi (p>0.05) sedangkan konsumsi sayuran berbeda signifikan antar kelompok baik sebelum dan selama intervensi (p<0.05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada asupan dan tingkat kecukupan zat gizi (energi, protein, karbohidrat, dan lemak) antar kelompok baik sebelum dan selama intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar AST setelah intervensi pada kelompok Galohgor turun sebesar -1.4±3.1 U/L dan kelompok kontrol yaitu sebesar -0.6±2.7 U/L (p>0.05) yang termasuk dalam kategori normal. Rata-rata kadar ALT setelah intervensi pada kelompok Galohgor turun yaitu -3.0±6.8 U/L dan kelompok kontrol yaitu -1.3±5.3 U/L (p>0.05) yang masih dalam kategori normal. Rata-rata selisih kadar BUN setelah intervensi pada kelompok Galohgor turun yaitu -4.9±11.2 mg/dL dan kelompok kontrol yaitu -9.6±12.5 mg/dL (p>0.05) yang termasuk dalam kategori normal. Kadar kreatinin setelah intervensi pada kelompok Galohgor turun yaitu -0.1±0.2 mg/dL dan kelompok kontrol yaitu - 0.1±0.2 mg/dL (p>0.05) yang termasuk dalam kategori normal. Oleh karena itu, pemberian minuman dan cookies yang mengandung ekstrak Galohgor 2 gram/hari dapat mempertahankan fungsi normal hati dan ginjal penderita DM tipe 2

    Keterkaitan Screen Time, Aktivitas Fisik, Asupan Zat Gizi Dengan Status Gizi Dan Tingkat Kecukupan Energi Pada Siswa Sd Gadog 03 Bogor

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis screen times, aktivitas fisik, asupan zat gizi dan hubungannya terhadap status gizi dan kecukupan energi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode wawancara dan pengisian kuesioner secara mandiri yang dilakukan di Sekolah Dasar (SD) 03 Gadog Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Bulan Agustus sampai September 2015. Contoh pada penelitian ini sebanyak 56 anak kelas empat di SD 03 Gadog. Asupan zat gizi dan aktivitas fisik berkorelasi signifikan (p<0.05) dengan Tingkat Kecukupan Energi (TKE). Screen time, aktivitas fisik, dan asupan zat gizi yang baik berpengaruh signifikan (p<0.05) dengan TKE yang baik. Aktivitas fisik dan asupan zat gizi yang baik berpengaruh signifikan (p<0.05) terhadap status gizi (IMT/U) yang baik. Sementara itu TKE yang kurang berpengaruh signifikan (IMT/U) terhadap status gizi yang baik

    Formulasi, Uji Daya Terima dan Analisis Kandungan Gizi Cookies Galohgor Berkhasiat untuk Meningkatkan Produksi ASI

    No full text
    Galohgor is one of nutraceutical made of the 56 kinds of plants herbs. Empirically, galohgor has benefits, that‟s to increase the production of breast milk. The aim of this study was to create formula have acceptability and analyze it‟s nutrient contents of galohgor cookies. The study was conducted by completely randomized design with four concentration of galohgor extract i.e 0%, 2.5%, 5% and 7.5%. Determination of selected cookies was based on acceptability of panelist acceptability. Cookies with 2.5% of galohgor extract was the selected formula that was determined by highest percentage of acceptability (81%). It was contained 3.58% of water, 1.57% of ash, 30.56% of fat, 4.21 of protein and 63.65% of carbohydrat each serving size (40 g) cookies galohgor contained 1,2 g of galohgor extract, 219 Calory of energy, 12.2 g of fat, 1.68 g of protein, and 25.5 g of carbohydrat

    Keterkaitan Kecukupan Vitamin A Ibu, Praktek Pemberian Air Susu Ibu dan Kelengkapan Imunisasi Dasar dengan Morbiditas Bayi

    No full text
    Vitamin A has an important role for health to keep normal function of immune system. Therefore, insufficiency of vitamin A on lactating women is associated with infant morbidity. The study was aimed to analyze correlation of maternal sufficiency of vitamin A, exclusive breastfeeding practices and immunization completeness with infant morbidity. This cross sectional study was conducted in four village at Gurah Subdistrict, Kediri District with 31 samples were included. The data of maternal’s food consumption, exclusive breastfeeding practices, immunization completeness and infant morbidity were collected by interview and data of nutritional status was collected by measurement of body weight and lenght. Maternal sufficiency of vitamin A were 58% sufficient and 42% insufficient. There was 68% of infants suffered of diseases, i.e. respiratory disease, fever, diarrhea. Higher maternal vitamin A sufficiency tend to corellate with shorter period of infant’s illnesses. Meanwhiele, exclusive breastfeeding practices tend corellate with with shorter period and lower frequency of illnesses of infant

    Kandungan Gizi, Daya Terima, dan Aktivitas Antioksidan Sup Krim Instan Galohgor.

    No full text
    Galohgor adalah nutrasetikal yang terbuat dari 56 jenis tanaman yang terdiri atas kacang-kacangan, daun-daunan dan rimpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula, menilai daya terima, menganalisis kandungan gizi, dan aktivitas antioksidan serbuk sup krim instan galohgor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga taraf penambahan serbuk galohgor yaitu F0 (0 gram), F1 (4 gram), dan F2 (8 gram). Hasil analisis zat gizi pada sup krim instan galohgor terpilih (F1) adalah kadar air 2.5% (bb), kadar abu 2.8% (bk), kadar lemak 12.4% (bk), kadar protein 13.6% (bk), kadar karbohidrat 68.7% (bk) dan kadar serat pangan 44.5% (bk). Aktivitas antioksidan dari serbuk sup krim instan galohgor terpilih (F1) adalah 31.4% yang setara dengan 23.5 mgAA/100 gram produk. Takaran saji serbuk sup krim instan galohgor adalah 16 gram dengan kandungan energi sebesar 62 kkal, protein 2 gram, lemak 2 gram, karbohidrat 11 gram dan serat pangan 7 gram. Serbuk sup krim instan galohgor terpilih memiliki klaim gizi “tinggi serat” dengan kadar serat 44.5 gram/100 gram produk

    Kandungan Gizi dan Daya Terima Cokelat Batang-Galohgor.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula, menilai daya terima, dan menganalisis kandungan gizi cokelat batang-Galohgor sebagai camilan yang enak, sehat, dan bergizi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga taraf konsentrasi serbuk galohgor, yaitu 0% (F0), 10% (F1), dan 15% (F2). Cokelat batang-Galohgor terpilih (F1) memiliki nilai kesukaan sebesar 4.50 (agak suka). Kandungan gizi cokelat batang-Galohgor formula terpilih (F1) adalah kadar air 2.43% (b/k), kadar abu 2.22% (b/k), kadar lemak 43.43% (b/k), protein 25.81% (b/k), karbohidrat 27.80% (b/k), dan serat pangan 6.45% (b/k). Cokelat batang-Galohgor terpilih (F1) dengan takaran saji sebesar 40 gram memiliki kandungan energi per takaran saji sebesar 237 kkal, protein 6.29 g, lemak 10.59 g, karbohidrat 6.97 g, dan serat pangan 1.57 g. Kontribusi gizi cokelat batang-Galohgor terpilih (F1) pertakaran saji terhadap Acuan Label Gizi (ALG) adalah sebagai berikut energi 11.04 %, protein 10.48%, lemak 15.81%, karbohidrat 2.14%, dan serat pangan 6.28%

    Analisis Sistem Penyelenggaraan Makanan, Ketersediaan Energi Dan Zat Gizi Serta Daya Terima Menu Asrama Sekolah Smart Ekselensia Indonesia, Parung, Bogor

    No full text
    Adolescence is the second fastest growing period after the childhood. Energy & nutrients requirement tends to increase sharply in late adolescence. The purpose of this research is to examine foodservice management, energy and nutrients availability level, and menu acceptance. The research is conducted in Smart Ekselensia Indonesia schools (Senior High School), Bogor, West Java. The cross-sectional design was apllied and 56 sample was selected based on inclusion criteria i.e. fourth or fifth grade, male, and age 16—18 years old. The result show that foodservice system of SEI school is fairly good, but the menu planning of this school was not based on student’s nutrients requirement. Application of food service hygiene and sanitation guidance from Ministry of Healthy Regulation 1096/MENKES/PER/VI/2011 in SEI school was 71% while application of foodhandlers personal hygiene was 94.6%. The availibility level of Vitamin A and Iron has met (100%) its requirement. Meanwhile, the availibility level of energy and nutrients are as follows: energy 92,4%, protein 98,8%, vitamin B 72.6%, vitamin C 62.7%, calsium 81.2%, and phosphorus 97%. The avaibility level of carbohydrate and fat were repectively 53.3% and 23.8% compare to recommendation. Regarding colour, shape, aroma, taste, and consistency aspect of menu, the menu acceptability of responden was concominant with left over of food that can be used as indicator of acceptability of a menu

    “Gravity (grahita do healthy activity)” program peningkatan praktik perilaku hidup bersih dan sehat bagi anak tuna grahita

    No full text
    Anak tunagrahita merupakan anak-anak yang memiliki kemampuan kognitif dibawah rata-rata, akan tetapi mereka berhak memperoleh kemampuan yang mampu meningkatkan rasa percaya diri dan kreatifitas mereka. Program pelatihan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi satu kesetaraan agar semakin banyak kalangan masyarakat yang paham akan pentingnya hidup sehat dari hal-hal sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih, mengonsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, dan tidak merokok. Anak tunagrahita yang memiliki tingkat kemampuan berfikir rendah dan relatif sulit mencerna hal-hal yang baru dipelajari akan dimudahkan dengan adanya program pelatihan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang dirancang oleh kelompok kami. Program ini akan membantu anak tunagrahita untuk lebih mengenal PHBS dengan cara yang mudah dan menyenangkan serta melatih kreativitas mereka sehingga mereka dapat menerapkannya dikehidupan sehari-hari. selain itu, softskill mereka juga dilatih dengan adanya outbond dan lomba membuat poster. Target peserta dalam program ini adalah sebanyak 20 orang yang nantinya akan dibagi menjadi 4-5 kelompok. Setiap minggunya, anak-anak akan mendapatkan pelatihan mengenai teknik memasak untuk setiap waktu makan (makan pagi, selingan, makan siang, dan makan malam). Pelatihan pembuatan selingan akan diberikan juga pembekalan mengenai program perilaku hidup bersih dan sehat secara sederhana dan aplikatif. Selain itu, diakhir program ini akan diadakan kegiatan olahraga bersama untuk meningkatkan kebugaran anak dan lomba kreativitas memasak sebagai bentuk evaluasi pembelajaran yang telah dilakukan.DIKT
    corecore