1,721,014 research outputs found

    Minyak Atsiri Temu Putih (Curcuma Zedoaria Rosc., Zingiberaceae) Menurunkan Ekspresi CD4+ Pada Gingiva Terpapar A. Actinomycetemcomitans

    Full text link
    Aggregatibacter actinomycetemcomitans (A. actinomycetemcomitans)merupakan bakteri Gram-negatif yang dikaitkan dengan penyakit periodontal. Ekspresi positif CD4+ tampak pada keadaan gingivitis(inflamasi gingiva) maupun periodontitis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek minyak atsiri temu putih (Curcuma zedoaria Rosc.) terhadap ekspresi CD4+ pada gingiva terpapar A.actinomycetemcomitans. Penelitian dilakukan pada tikus Wistar jantan umur 3 bulan yang diberi paparan bakteri A.actinomycetemcomitanspada gingiva anterior mandibula. Kelompok perlakuan sebanyak 5 ekor tikus diberikan minum minyak atsiri temu putih dosis 30,6μl/ml selama 14 hari dan kontrol diberikan aquades. Bakteri diaplikasikan sebanyak100 μl hari ke-7 sampai ke-14 lalu hari ke-15 dilakukan pengorbanantikus teranestesi. Gingiva anterior mandibula tikus diambil untuk pembuatan preparat histologis selanjutnya dilakukan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE) dan imunohistokimia. Antibodi CD4+ (Santa Cruz Biotechnology, USA) digunakan pada pewarnaan imunohistokimia.Pengamatan preparat histologis menggunakan mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi CD4+ positif kuat di lamina propria dan stratum basale pada kelompok kontrol sedangkan ekspresi positif lemah di area lamina propria tampak pada kelompok perlakuan. Disimpulkanbahwa induksi minyak atsiri temu putih dapat menurunkan inflamasi gingiva ditandai dengan penurunan ekspresi CD4+.  Reducing CD4+ Expression at Gingiva Exposed A.Actinomycetemcomitans using Curcuma Zedoaria Rosc., Zingiberaceae. Aggregatibacter actinomycetemcomitans (A. actinomycetemcomitans) is a gram-negative bacteria associated withperiodontal disease. Positive expression of CD4+ is shown in gingivitis and periodontitis. The aim of this study was to determine the effect of curcuma zedoaria Rosc., volatile oil against CD4+ expression on gingiva exposed A. actinomycetemcomitans. The study was conducted on male Wistar rats aged 3 months that were exposed bacteria A. Actinomycetemcomitans. Treatment group as many as 5 rats were administered orally with curcuma zedoaria Rosc. volatile oil at dose of 30.6 μl/ml for 14 days and distilled water in control. A 100 μl bacteria were applied on the 7th to 14th day on the gingiva anterior mandibular. At the 15th day, rat was anesthetized then sacrificed. The mandibular gingiva anterior of the rat was taken as histological preparations for HE and immuno-histo chemical staining. CD4+ antibody (Santa Cruz Biotechnology, USA) was used for immune staining. Histological preparations were observed under a light microscope.The results showed a strong positive CD4+ expression in the lamina propria and stratum basale of control group while a weak positive expression in lamina propria area of treatment group. From the experiment, it is concluded that theinduction of curcuma zedoaria Rosc. volatile oil may reduce gingivitis, indicated by the decrease in CD4+ expression

    INDUKSI EPIGALLOCATECHIN GALLATE EKSTRAK TEH TERHADAPAKTIVITAS FAGOSITOSIS SEL MONONUKLEAR TIKUS WISTAR: PHAGOCYTIC ACTIVITY OF THE MONONUCLEAR CELLS INDUCED BY EPIGALLOCATECHIN GALLATE TEA EXTRACT

    Full text link
    Epigallocatechin gallate (EGCG) merupakan salah satu komponen polifenol dalam ekstrak teh (Camellia sinensis).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fagositosis sel mononuklear tikus Wistar setelah diinduksi denganEGCG. Subjek penelitian terdiri atas 20 ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi 2 kelompok (perlakuan dan kontrol),masing-masing kelompok terdiri atas 10 ekor. Kelompok perlakuan diberi minum EGCG konsentrasi 0,1% dankelompok kontrol diberi aquabides selama 14 hari. Sampel berupa sel mononuklear yang diisolasi dari darah tikuskemudian diuji aktivitas fagositosisnya menggunakan metode uji fagositosis sel mononuklear. Hasil penelitianmenggunakan uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna indeks fagositosis kelompok perlakuan dibandingkontrol (p<0,05). Disimpulkan bahwa EGCG konsentrasi dapat meningkatkan aktivitas fagositosis sel mononuklear

    DAYA ANTI INFLAMASI EKSTRAK DAUN TEH SEGAR (Camellia sinensis varietas Thea viridis) : KAJIAN UJI FAGOSITOSIS LEKOSIT SECARA IN VITRO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya anti inflamasi ekstrak daun teh segar (Camellia sinensis varietas Thea viridis) melalui kajian uji fagositosis lekosit. Sampel berupa sel lekosit hidup yang diisolasi dari darah manusia sehat, diuji aktivitas fagositoisnya dengan menggunakan metode uji fagositosis lekosit menurut Wagner. Hasil penelitian menunjukkan persentase aktivitas fagositosis menurun secara bermakna (p<0,05) dari 55,46% sampai 30,91% pada konsentrasi ekstrak daun teh segar 5, 25 dan 50%. Disimpulkan bahwa ekstrak daun teh segar mempunyai efek imunosupresif terhadap aktivitas fagositosis lekosit

    PENGGUNAAN PASTAGIGI EKSTRAK ETANOLIKTEH (Camellia sinensis) DAN PASTAGIGI EPIGALLOCATECHIN GALLATEEKSTRAKTEHTERHADAP KADAR slgA SALIVA PASIENPENDERITA GINGIVITIS

    Full text link
    ABSTRAK Keadaan gingivitis dapat meningkatkan immunoglobulin A sekretori (slgA) saliva. Teh (Camellia sinensis) dengan kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) memiliki efek antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pasta gigi ekstrak etanolik teh dan EGCG terhadap kadar slgA saliva penderita gingivitis. Sebanyak 30 anak perempuan usia 8-10 tahun sebagai subyek penelitian sesuai persetujuan Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Subyek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 15 anak dengan kriteria gingivitis sedang (Loe dan Sillness, 1963) sebagai Kelompok I dan 15 anak bebas karies dan bebas gingivitis atau sehat (Kelompok II). Masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi 3 sub kelompok yaitu diberi pasta gigi ekstrak etanolik daun the konsentrasi 2%, pasta gigi EGCG konsentrasi 0,1% dan bahan dasar pasta gigi (tanpa teh dan EGCG), masing-masing sub kelompok terdiri dari 5 subyek. Selanjutnya subyek diinstruksikan untuk menggosok gigi sehari 2 kali dengan pasta gigi yang telah ditentukan selama 21 hari. Pengukuran indeks gingiva dan pengambilan sampel saliva dilakukan pada sebelum perlakuan, hari ke-7, hari ke-14 dan hari ke-21 setelah menggunakan pasta gigi. Pengukuran slgA total saliva menggunakan Anti-human slgA ELISA kit (Salimetrics, LLC, California USA). Data dianalisis menggunakan ANAVAdan LSD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar slgA saliva yang bermakna pada subyek penderita gingivitis setelah 7 hari menggunakan pasta gigi ekstrak etanolik dauh teh segar 2%, pasta gigi E~CG 0,1% dan kontrol. Disimpulkan bahwa pasta gigi ekstrak etanolik daun teh segar dan pasta gigi EGCG dapat menurunkan kadar slgA secara bermakna yang ditandai penurunan keparahan gingivitis. Maj Ked GiJuni 200916(1): 25-3

    Efek Antimikroba Pasta Gigi Kandungan Ekstrak Daun Teh 2% (Camellia sinensis) terhadap A. Actinomycetemcomitans

    Full text link
    Latar Belakang: Kandungan polifenol (catechin) dalam daun teh diketahui memiliki efek antimikroba terhadap beberapa bakteri. Derajat fermentasi terhadap daun teh akan mempengaruhi daya antimikrobanya. Pasta gigi dengan kandungan ekstrak daun teh segar 2% (Camellia sinensis) diharapkan memiliki efek antimikroba. Tujuan: pengetahuan ini bertujuan untuk mengetahui daya antimikroba pasta gigi kandungan ekstrak teh segar 2% terhadap bekteri A. actinomycetemcomitans. Metode Penelitian: bakteri A. actinomycetemcomitans diperololeh dari laboratorium MikrobiologiFakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pengenceran pasta gigi dengan kandungan teh 2% diencerkan menjadi 0,875%; 1,75%; 2,5%; 5%; 10%; dan 100% (kontrol positif). Metode difusi dilakukan pada 15 petri dengan cara masing-masing konsentrasi diambil 100 ul lalu diteteskan dalam setiap sumuran pada media BHI agar yang telah mengandung A. Actinomycetemcomitans kemudian petri dieramkan dalam inkubator selama 24 jam pada suhu 370 C. Pengukuran diameter zone hambatan disekitar sumuran menggunakan jangka sorong, dibantu dngan mikroskop, selanjutnya data dianalisis menggunakan AVANA dan LSD. Hasil menunjukkan daya anti bakteri pasta gigi kandungan ekstrak teh 2% terhadap bakteri A. Actinomycetemcomitans dimulai pada konsentrasi 5% dan terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,01) pengaruh konsentrasi terhadap zone hambatan yang dihasilkan. Disimpulkan peningkatan konsentrasi pasta gigikandungan ekstrak teh akan meningkatkan daya antimikroba terhadap bakteri A. Actinomycetemcomitans.    Background: Polyphenols (catechins) in tea leaves are known to have antimicrobial effects against some bacteria. Degree of fermentation tea leaves will affect the antimicrobial. Toothpaste containing 2% tea leaves ectract (Camellia sinensis) is expected to have antimicrobial effects. Aim: this study was aimed to determine the antimicrobial effect of tootthpastes contain 2% tea extract on the bacteria A. Actinomycetemcomitans. Method: Aggregatibacter actinomycetemcomitans bacteria from Microbiology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Gadjah Mada University Yogyakarta. Tea extract-containing dentrifice was dilluted into 0,875%; 1,75%; 2,5%; 5%; 10%; dan 100% (as positive control). Diffusion method was used on 15 disks. Every concentration of tea extract-containing dentrifice was placed in bottomless cylinder in BHI agar disks that have been heavily seeded with A. Actinomycetemcomitans , then incubated for 24 hours at 370. The diameter of the clear zone of inhibition was measured using sliding caliper and microscope then data were analyzed using AVANA and LSD. The result showed that the antimicrobial effect of  tea extract-containing dentrifice was started at 5% and there were significantly difference (p<0,01) effect concentration of  tea extract-containing dentrifice on zone of inhibition. In conclusion, increasing concentration of  tea extract-containing dentrifice could increase the antimicrobial effect against A. Actinomycetemcomitans

    PENGARUH POLIFENOL EKSTRAK DAUN TEH (Camellia sinensis) TERHADAP KADAR sIgA PADA SALIVA PENDERITA GINGIVITIS

    No full text
    Peningkatan respons imun humoral (sIgA) dapat disebabkan oleh keadaan gingivitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas polifenol ekstrak daun teh (Camellia sinensis) terhadap kadar sIgA saliva penderita gingivitis. Subyek penelitian sebanyak 20 orang (usia 18-30 tahun) dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 10 orang gingivitis ringan sebagai kelompok I dan II, 5 orang gingivitis sedang sebagai kelompok III serta 5 orang dengan gingiva normal sebagai kelompok IV. Kriteria kesehatan gingiva berdasarkan PBI (Papilla Bleeding Index) menurut Rateitschak dkk. (1985 cit Roeslan dan Sadono, 1997). Bahan kumur yang digunakan adalah ekstrak daun teh konsentrasi 0,25% dan 0,5%, Polifenol ekstrak teh hijau (epigallocatechin gallate/EGCG dari Sigma) konsentrasi 0,01% serta aquabides. Kelompok I diberikan bahan kumur ekstrak teh 0,25%, kelompok II dengan polifenol, kelompok III dengan ekstrak teh 0,5% dan kelompok IV dengan Aquabides. Tindakan kumur dilakukan pada malam hari sebelum tidur dan pagi hari selama lima hari. Pada hari ke-1 dan hari ke-5 diukur PBI dan pengambilan sampel saliva masing-masing subyek sebanyak &#6161

    EFEK PASTA GIGI EKSTRAK ETANOLIK TEH SEGAR 2% DAN EPIGALLOCATECHIN GALLATE EKSTRAK TEH 0,1% TERHADAP INDEKS PLAK GIGI: EFFECT OF 2% TEA LEAF ETHANOL EXTRACT AND 1% EPIGALLOCATECHHIN GALLATE TEA LEAF TOOTH PASTE TO DENTAL PLAQUE INDEX

    Full text link
    Green tea (Camellia sinensis) has been widely known as a healthy beverage for years and the most polyphenolcomponents (catechin) of tea is Epigallocatechin gallate (EGCG). The aim of this study was to evaluate the effectivenessof tea leaf ethanolic extract toothpaste and EGCG toothpaste on dental plaque index. The subjects were 45 girls, 10-12yeras old, under ethical clearance from Ethic Comittee Medical Faculty of Gadjah Mada University, YogyakartaIndonesia. The subjecs were divided into 3 groups based on caries status (Group I), gingivitis status (Group II) andhealthy status (Group III). Each group consisted of 15 subjects, and divided into 3 sub groups based on toothpaste (tea leafethanolic extract toothpaste, EGCG toothpaste, and base material toothpaste as control). The subjects were instructed tobrush their teeth during 21 consecutive days in the morning and at night. Clinical evaluation was done by PHP Index.Data were taken before treatment in the 7th, 14th and 21st day. Then, they were analyzed using ANOVA and LSD tests.The results showed that the index of PHP was significant difference in each group after using leaf ethanolic extracttoothpaste, EGCG toothpaste, and base material toothpaste. This study suggested that the leaf ethanolic extract toothpasteand EGCG toothpaste could have effected to decrease the PHP Index. As conclusion, the leaf ethanolic extract toothpasteis more effective than the EGCG toothpaste to decrease the PHP Index

    EFEK OPSONISASI SERUM TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS SEL MAKROFAG YANG TERPAPAR AGREGAT BAKTERI ACTINOMYCETEMCOMITANS SETELAH PEMBERIAN MINYAK ATSIRI TEMU PUTIH: EFFECT OF SERUM OPSONIZATION ON THE ACTIVITY OF MACROPHAGE CELL PHAGOCYTOSIS EXPOSED TO ACTINOMYCETEMCOMITANS AFTER ADMINISTRATION OF CURCUMA ZEDORIA VOLATILLE OIL

    Full text link
    Makrofag sebagai sel fagosit mononuklear berperan dalam respons imun innate dan adaptif. Ekstrak polisakarida temu putih (Curcuma zedoaria Rosc.) secara in vitro diketahui dapat meningkatkan aktivitas fagositosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek opsonisasi serum terhadap aktivitas fagositosis sel makrofag yang telah diinduksi minyak atsiri temu putih. Subjek penelitian adalah 10 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 2 kelompok (perlakuan dan kontrol), masing-masing kelompok terdiri atas 5 ekor. Kelompok perlakuan diberi minum minyak atsiri temu putih dosis 30,6 μl/ml dan kelompok kontrol diberi akuabides selama 14 hari pada hari ke-7. Gingiva anterior rahang bawah tikus diolesi A. actinomycetemcomitans sebanyak 100 μl dalam CMC 2% setelah pemberian minum. Pada hari ke-15, tikus pada masing-masing kelompok dianestesi lalu diambil darahnya dari plexus retroorbitalis untuk pembuatan serum. Latex beads diinkubasi dalam serum tikus selama 1 jam. Uji fagositosis makrofag peritoneal dilakukan terhadap latex beads teropsonisasi. Pewarnaan menggunakan Giemsa 20% lalu dilakukan pengamatan aktivitas fagositosis dengan menghitung indeks dan prosentase fagositosis di bawah mikroskop cahaya. Data dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna efek opsonisasi serum terhadap aktivitas fagositosis sel makrofag yang telah diinduksi minyak atsiri temu putih (p&lt; 0,05). Sebagai kesimpulan, opsonisasi serum mampu meningkatkan aktivitas fagositosis sel makrofag yang telah diinduksi minyak atsiri temu putih

    MinyakAtsiriTemu Putih (Curcuma zedoaria Rose., Zingiberaeeae) Meningkatkan Aktivitas Fagositosis Neutrofil TerpaparA. actinomycetemcomitans

    No full text
    Neutrofil dikenal sebagai sel fagosit profesional yang paling efisien sehingga perannya efektif dalam membunuh mikroorganisme. Ekstraktemuputih (CurcumazedoariaRose.) diketahui dapat meningkatkan aktivitas fagositosismakrofag in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek minyak atsiri temu putih terhadap aktivitas fagositosis neutrofilterpaparA.actinomycetemcomitans. Sepuluhe kor tikus Wistarjantan umur 3 bulan dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dan kontrol, masing-masing kelompok 5 tikus. Kelompok perlakuan diberikan minyak atsiri temu putih pada dosis30, 61&micr

    RELATIONSHIP GINGIVA STATUS AND slgA LEVEL ON GINGIVITIS PATIENTS AFTER USING TEA LEAF ETHANOLIC EXTRACT (Camellia sinensis) TOOTHPASTE

    No full text
    Gingivitis is an inflammation of the gingiva caused by dental plaque bacteria. Increased humoral immune response (slgA) may occur due to circumstances gingivitis. The main content of tea leaves (Camellia sinensis) is Epigallocatechin gallate (EGCG).Tea leaves extract has antibacterial effect to bacteria of dental plaque. The aim of this study was determine the correlation of gingiva status and the levels of slgA after using ethanolic tea extract toothpaste on patients with gingivitis Subjects were 15 girls with suffering from gingivitis, aged 8-10 years, according to Ethic Comittee approval of the Medical Faculty of Gadjah Mada University, Yogyakarta Indonesia. Subjects were divided into 3 groups based on toothpaste. Group I was toothpaste tea leaves ethanolic extract 2%, 0.1% EGCGtoothpastes as Group II and the last was toothpaste ingredients (without the tea and EGCG).Subjects were instructed to brush their teeth 2 times a day during 21 consecutive days. Measurement of gingival index and slgA level was done before treatment, 7, 14 and 21 days after using the toothpaste. Data were analyzed using non-parametric Kendall correlation test. The results showed significantly decrease of GI score and the levels of slgA, it has a strong correlation between GI score and the levels of slgA (r = +0.889). It was concluded that the decrease in GI scores will be followed by decreased levels of slgA after using 2% ethanolic extract of fresh tea leavestoothpaste and 0.1% EGCGtoothpaste.</p
    corecore