1,720,975 research outputs found

    Pemanfaatan Media Sosial dan E-Commerce Sebagai Upaya Pemasaran Bakmi Jawa di Desa Piyaman

    Get PDF
    Adanya pandemi Covid-19 memberikan dampak ekonomi meningkatnya pengangguran dan perubahan metode pemasaran produk dari offline menjadi online. Berdasarkan data sekunder yang dikumpulkan diketahui bahwa sebagian besar penduduk Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul merupakan pedagang bakmi Jawa. Meskipun demikian persentase pengangguran di Desa Piyaman cukup tinggi. Maka dari itu untuk meningkatkan penjualan bakmi Jawa dan membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk perlu dilakukan pengembangan potensi bakmi Jawa Desa Piyaman. Metode promosi dan pemasaran bakmi Jawa perlu dilakukan secara digital menggunakan media sosial Instagram dan Tokopedia yang merupakan media paling berkembang di Indonesia. Program pengabdian ini dilakukan dengan memperkenalkan penggunaan Instagram dan Tokopedia untuk promosi dan pemasaran digital (e-commerce) bakmi Jawa kepada konsumen yang lebih luas. Selain itu, diperkenalkan juga diversifikasi bakmi frozen untuk menjawab kebutuhan pemasaran bakmi Jawa kepada konsumen di berbagai daerah. Metode pengabdian dilakukan secara kualitatif dengan menganalisa data sekunder. Program dilaksanakan dalam bentuk pembuatan e-book dan video mengenai metode e-commerce dan diversifikasi bakmi frozen

    Pengembangan Potensi Desa dan Pemanfaatan Daun Pohon Jati di Desa Gari

    Get PDF
    Potensi desa adalah hal penting yang harus terus dikembangkan oleh suatu desa. Pengelolaan bertujuan untuk menunjang kualitas sebuah desa serta meningkatkan ekonomi desa tersebut. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk menganalisis potensi-potensi yang dapat dikembangkan. Program ini bertujuan untuk menganalisis potensi yang dimiliki Desa Gari, Wonosari, Gunung Kidul serta mencari cara pengembangannya. Mengingat adanya pandemic Covid-19, program dilakukan secara online, dimana seluruh informasi didapat dari data sekunder. Persiapan dan pelaksanaan program dilakukan seminggu sekali secara daring. Survey seperti analisis geografi desa dilakukan menggunakan bantuan Google Maps. Data statistik masyarakat, seperti usia, pekerjaan, status perkawinan, dan agama diambil langsung dari website resmi Desa Gari. Hasil analisis data sekunder menunjukan bahwa potensi yang dimiliki oleh Desa Gari yaitu pohon jati, jambu mete, batu kapur, dan tempat pengolahan gamping (tobong gamping). Keempat potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi produk-produk inovatif berupa tinta, pupuk, pakan ternak dan makanan keripik untuk daun pohon jati. Produk-produk kesehatan untuk batu kapur dan jambu mete, serta tempat wisata edukasi untuk tobong gamping. Dengan penyampaian bentuk-bentuk pengembangan potensi dalam bentuk e-book dan video, diharapkan penduduk desa dapat termotivasi untuk merealisasikan pengembangan potensi Desa Gari

    Strategi Pengelolaan Paket Wisata Desa Karangtengah

    Get PDF
    Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul merupakan desa agraris namun memiliki sumber daya alam goa yang telah dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Adanya pandemi Covid-19 menurunkan jumlah wisatawan dan menyebabkan terbengkalainya lokasi wisata desa. Untuk membantu pemerintah dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata dan menjawab kebutuhan fisiolgis rekreasi masyarakat, maka program pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk mengembangkan potensi wisata desa. Program dijalankan dengan mencari data sekunder dan mengolahnya menjadi upaya yang dapat diterapkan di Desa Karangtengah. Upaya pengembangan obyek wisata dilakukan dengan membuat paket wisata yang memasukan beberapa obyek wisata di desa dan dilengkapi dengan fasilitas kendaraan wisata terbuka serta area penjualan souvenir khas desa. Paket wisata memberikan keuntungan bagi wisatawan untuk mendapatkan rekomendasi obyek wisata Desa Karangtengah, fasilitas transport nyaman yang menghubungkan antar obyek wisata, jadwal perjalanan yang teratur dan pembelian tiket yang mudah. Selain itu juga memberikan peningkatan secara ekonomis bagi penduduk desa di kondisi pandemi. Meskipun demikian pelaksanaan upaya ini harus direncanakan dengan matang dan mendapat dukungan dari dari berbagai pihak baik aparat desa, penduduk desa dan dinas pariwisata daerah

    Pemanfaatan Hutan Pinus Menjadi Tempat Wisata dan Pembuatan Embung Untuk Membantu Pertanian di Desa Wiladeg

    Get PDF
    Wilayah Desa Wiladeg, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta sebagian besar merupakan area pertanian dengan lahan kosongnya berupa hutan pinus. Area pertanian Desa Wiladeg merupakan area yang kering dikarenakan sumber air yang sedikit. Program pengabdian masyarakat “Pemanfaatan Hutan Pinus Menjadi Taman Wisata Alam” bertujuan agar penduduk Desa Wiladeg dapat mengelola hutan pinus sebagai potensi desa secara lebih luas lagi. Untuk program pengabdian masyarakat yang kedua yaitu “Pembuatan Embung Untuk Membantu Pertanian di Desa Wiladeg” bertujuan untuk memberi pengetahuan dan pemahaman bagi warga Desa Wiladeg terhadap embung sebagai pasokan air untuk lahan pertanian. Kedua program ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan memandaatkan data sekunder. Luaran kedua program pengabdian masing-masing berupa ebook dan video yang dapat diakses oleh masyarakat lewat internet. Melalui program pengabdian masyarakat ini, diharapkan warga Desa Wiladeg dapat memanfaatkan potensi desa yang dimiliki untuk pertumbuhan perekonomian desa, serta mampu mencari solusi atas permasalahan desa seperti permasalahan persediaan air

    Pengembangan Potensi Desa Wonosari Gunungkidul dengan Menerapkan Sistem Bank Sampah dan Pengenalan SOP Banjir

    Get PDF
    Bencana banjir kerap kali melanda Desa Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab, salah satunya adalah sampah yang tidak dikelola dengan baik di desa. Melalui analisa data sekunder dan studi pustaka dipilih sistem bank sampah untuk mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk. Selain itu, bank sampah bisa menjadi pemasukan tambahan berupa uang untuk masyarakat dengan cara menyetorkan sampah yang telah dipilah ke bank sampah. Walapun sampah telah dikelola dengan baik, hal tersebut tidak menjadi jaminan bahwa banjir tidak akan terjadi mengingat faktor alam juga berpengaruh besar. Dengan pengetahuan dan aplikasi Standar Operasional Prosedur (SOP) bencana banjir yang benar, dampak bencana bagi nyawa dan harta penduduk dapat diminimalisir. Program pengabdian masyarakat ini menyampaikan kepada penduduk Desa Wonosari tentang cara mengaplikasikan bank sampah di desa, serta penerapan SOP bencana banjir yang tepat dalam bentuk buku elektronik dan video

    Morphological change of vesicle and cell membranes by interaction with domain-swapped cytochrome c oligomers

    Get PDF
    奈良先端科学技術大学院大学博士(理学)doctoral thesi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore