1,720,970 research outputs found

    Analisis Kualitas Air Di Parit Besar Sungai Jawi Kota Pontianak

    Full text link
    Penelitian kualitas air telah dilakukan di Parit Sungai Jawi Pontianak Kalimantan Barat yang bertujuan untuk mengetahui nilai pH, temperatur, warna, bau serta padatan terlarut dan kandungan logam di parit Sungai Jawi Pontianak. Lokasi Penelitian terdiri atas 4 titik pengamatan berdasarkan sumber pencemarannya yaitu lokasi rumah sakit, lokasi pasar, lokasi rumah tangga dan lokasi agen semen/bengkel. Pengujian dilakukan  pada setiap lokasi dilakukan pengukuran sampel berupa pH, warna, bau, TDS, TSS, temperatur, dan kandungan logam. Hasil pengamatan diidentifikasi berbau.  Nilai TDS tercatat  92 s.d. 146 mg/l, nilai suhu tercatat 28,2 °C s.d. 30 0C, nilai warna yang tercatat 136 s.d. 177 TCU, nilai pH yang tercatat 6,99 s.d. 7,20, nilai kandungan besi (Fe) yang tercatat 1,59 s.d. 3,46 mg/l, kandungan timbal (Pb) yang tercatat 0,003 s.d. 0,037 mg/l, kandungan logam seng (Zn) yang tercatat 0,009 s.d. 0,36 mg/l, dan kandungan tembaga (Cu) 0,002 mg/l. Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010, nilai parameter Fisika dan Kimia pada air parit besar Sungai Jawi Kota Pontianak tidak memenuhi syarat yang dianjurkan sebagai air minum maupun air bersih.   Kata kunci : Parameter Fisika, Parameter Kimia, Kulitas Air, Sungai Jaw

    Analisis Tingkat Kekeringan Menggunakan Parameter Cuaca di Kota Pontianak dan Sekitarnya

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang analisis tingkat kekeringan di Kota Pontianak dan sekitarnya menggunakan parameter cuaca yaitu curah hujan dan suhu udara maksimum harian selama 3 tahun (2006, 2007, dan 2008). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Keetch-Byram Dryness Index (KBDI). Berdasarkan perhitungan, tingkat KBDI dipengaruhi oleh peningkatan dan penurunan jumlah curah hujan. Penurunan jumlah curah hujan dapat memicu terjadinya hotspot. Dari 3 tahun pengamatan koefisien korelasi antara KBDI dengan hotspot yang tertinggi terdapat pada tahun 2006 yakni sebesar 0,87. Besarnya koefisien korelasi ini karena pada tahun 2006 terjadi fenomena El-Nino. Sebagian besar hotspot yang terjadi pada tahun 2006 disebabkan karena pengaruh alam. Korelasi KBDI terhadap hotspot pada tahun 2007 dan 2008 sangat rendah (0,31 dan 0,35). Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh alam pada pembentukan hotspot sangat kecil. Kata kunci : KBDI, curah hujan, suhu udara, hotspo

    PERBANDINGAN KECEPATAN ARUS PASANG SURUT DIBEBERAPA LOKASI DI PANTAI BARAT KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan kecepatan arus pasang surut (pasut) pada beberapa lokasi di Perairan Pantai Barat Kalimantan Barat (Kalbar). Data yang digunakan adalah nilai elevasi pasut dan kecepatan arus  diperoleh dari  software Tidal Model Driver (TMD) selama 15 hari dengan interval waktu 1 jam.  Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa tipe pasut di Perairan Pulau Lemukutan adalah campuran condong ke harian ganda, sementara di Perairan Sungai Duri memiliki tipe campuran condong ke harian tunggal, sedangkan di Perairan Jungkat, Kubu Raya, dan Selat Karimata bertipe harian  tunggal. Dari kelima lokasi penelitian didapatkan bahwa kecepatan arus pasut maksimum terjadi di Perairan Pulau Lemukutan sebesar 0,84 m/s yang terjadi pada kondisi surut terendah menuju pasang.Kata Kunci: Pasang surut, arus pasut, Pulau Lemukutan, Sungai Duri, Selat Karimata

    Pengaruh Dipole Mode dan El Nino Southern Oscillation Terhadap Awal Tanam dan Masa Tanam di Kabupaten Mempawah

    Full text link
    Dampak dari fenomena Dipole Mode(DM) danEl Nino Southern Oscillation(ENSO) mempengaruhi tingkat curah hujan sehingga dapat mempengaruhiawal tanam dan masa tanam. Penelitian ini mengkaji dampak DM dan ENSO terhadap awal tanam dan masa tanam berdasarkan variabilitas curah hujan Kabupaten Mempawah. Analisis data curah hujan dilakukan berdasarkan tahun-tahun kejadian DM(+), DM(-), El Nino dan La Nina,dari tahun 1983 s.d. 1999 menggunakan metode Ranking. Hasil analisis menunjukkan bahwa awal tanam dan masa tanam pertama (Gardu) cenderung mengalami pergeseran lebih awal satu bulan atau tiga bulan dari patokan masa tanam Gardu.Sedangkan awal tanam dan masa tanam kedua (Bendengan) tidak mengalami pergeseran.   Kata Kunci: Awal Tanam, Masa Tanam, Curah Hujan, Dipole Mode, ENS

    Analisis Karakteristik Fisik Sedimen Pesisir Pantai Sebala Kabupaten Natuna

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fisik sedimen pesisir pantai Sebala yang dihubungkan dengan parameter oseanografi dan hutan mangrove di Pantai Sebala. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ukuran butir sedimen pada pantai  bermangrove dengan sedimen pada pantai yang tidak bermangrove. Parameter oseanografi yang dikaji berupa arus laut dan gelombang laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus laut maksimum pada 0,81 m/s  dan kecepatan arus laut minimum pada 0,02 m/s. Tinggi gelombang laut maksimum pada 8,35 cm dan minimum pada         1,59 cm. Material sedimen daerah pantai Sebala terdiri dari beberapa ukuran yaitu: ukuran >1,70 mm (krikil); ukuran 0,09 mm s.d 1,70 mm (pasir); dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume 4% s.d 10% dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume          11% s.d 16% dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume 6% s.d 10% dan ukuran 1,70 mm memiliki persentase volume 4% s.d 6% dan ukuran <0,09 mm memiliki ukuran persentase volume 28% s.d 31%. Kata kunci : sedimen, ukuran butir, Pantai Sebala

    Prakiraan Kejadian Hujan di Kota Pontianak dengan Metode JST-Logika Fuzzy

    Full text link
    Hujan merupakan unsur iklim yang penting bagi kelangsungan kehidupan di bumi. Penelitian ini memprakirakan kejadian hujan di Kota Pontianak dengan metode JST-Logika Fuzzy. Parameter yang digunakan sebagai basis prakiraan adalah suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin bulanan periode 1996 s.d 2016. Ketiga parameter tersebut diprediksi menggunakan JST dan selanjutnya hasilnya digunakan sebagai variabel masukan pada sistem Fuzzy untuk memprakirakan kejadian hujan. Validasi tingkat keakuratan kejadian hujan sistem JST-Logika Fuzzy untuk Kota Pontianak yaitu 92%. Karakteristik pola curah hujan di Kota Pontianak berdasarkan sistem JST-Logika Fuzzy menunjukkan pola ekuatorial. Kata Kunci : Prakiraan Hujan, JST, Logika Fuzz

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore