1,720,995 research outputs found

    Mekanisme Gerak Translasi Bolak-Balik dengan Ulir Silang

    No full text
    It is very important to study mechanism in a machine design in order to get an effective and precise movement. There are many ways to convert rotation into reciprocating motion. Each way has unique characteristics. However usually not for long stroke and they have dynamics problem. This problem can be overcome by the cross-screw mechanism without alternating rotation input. Reciprocating motion is produce due to the changing of the screw angle from positive to negative gradually at the end of the screw. Dynamics effect can also be minimised by designing this changing parabolically in maximum rotation angle interval. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi tentang mekanisme adalah hal yang sangat penting dalam merencanakan suatu mesin agar menghasilkan gerakan yang efektif dan tepat.Untuk mengubah gerak berputar menjadi gerak translasi bolak-balik pada dasarnya dapat dilakukan dengan beberapa cara. Masing-masing memiliki keunkan tersendiri. Akan tetapi biasanya tidak untuk langkah yang panjang dan memiliki efek dinamik yang besar. Problem tersebut dapat diatasi dengan mekanisme ulir silang sebagaimana power screw tanpa mengubah arah putaran masukannya. Gerak balik terjadi karena adanya peubahan sudut ulir dari poositif menjadi negatif dibagian ujung screw secara gradual. Dengan peubahan sudut ulir yang parabolik ( funsi kwadrat) pada interval sudut putar screw yang maksimum maka efek dinamik karena peubahan kecepatan tersebut dapat diminimalkan Kata kunci : mekanisme gerak bolak-bali

    Pengaruh Parameter Potong dan Geometri Pahat Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Proses Bubut

    No full text
    High quality products are obtained from good machining process. Surface roughness is a result of cutting conditions. Experiment is performed to analyze the effect of nose radius, feed rate and cutting speed on surface and is based on experimental design and regression analysis. The feed rate gives the greatest effect and cutting speed gives the smallest effect on surface roughness. Abstract in Bahasa Indonesia : Produk berkualitas diperoleh dari adanya proses pemesinan yang baik. Kekasaran permukaan adalah salah satu penyimpangan yang disebabkan oleh kondisi pemotongan dari proses pemesinan. Untuk itu perlu dilakukan percobaan untuk menganalisa pengaruh radius pahat, gerak pemakanan dan kecepatan potong terhadap kekasaran permukaan. Percobaan dilakukan berdasarkan disain eksperimen dan analisis regresi. Gerak pemakanan memberikan pengaruh paling besar dan kecepatan potong memberikan pengaruh paling kecil terhadap kekasaran permukaan. Kata kunci : Gerak pemakanan, kecepatan potong, nose radius, kekasaran permukaa

    Pengaruh Parameter Potong dan Geometri Pahat Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Proses Bubut

    No full text
    High quality products are obtained from good machining process. Surface roughness is a result of cutting conditions. Experiment is performed to analyze the effect of nose radius, feed rate and cutting speed on surface and is based on experimental design and regression analysis. The feed rate gives the greatest effect and cutting speed gives the smallest effect on surface roughness. Abstract in Bahasa Indonesia : Produk berkualitas diperoleh dari adanya proses pemesinan yang baik. Kekasaran permukaan adalah salah satu penyimpangan yang disebabkan oleh kondisi pemotongan dari proses pemesinan. Untuk itu perlu dilakukan percobaan untuk menganalisa pengaruh radius pahat, gerak pemakanan dan kecepatan potong terhadap kekasaran permukaan. Percobaan dilakukan berdasarkan disain eksperimen dan analisis regresi. Gerak pemakanan memberikan pengaruh paling besar dan kecepatan potong memberikan pengaruh paling kecil terhadap kekasaran permukaan. Kata kunci : Gerak pemakanan, kecepatan potong, nose radius, kekasaran permukaa

    Mekanisme Gerak Translasi Bolak-Balik dengan Ulir Silang

    No full text
    It is very important to study mechanism in a machine design in order to get an effective and precise movement. There are many ways to convert rotation into reciprocating motion. Each way has unique characteristics. However usually not for long stroke and they have dynamics problem. This problem can be overcome by the cross-screw mechanism without alternating rotation input. Reciprocating motion is produce due to the changing of the screw angle from positive to negative gradually at the end of the screw. Dynamics effect can also be minimised by designing this changing parabolically in maximum rotation angle interval. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi tentang mekanisme adalah hal yang sangat penting dalam merencanakan suatu mesin agar menghasilkan gerakan yang efektif dan tepat.Untuk mengubah gerak berputar menjadi gerak translasi bolak-balik pada dasarnya dapat dilakukan dengan beberapa cara. Masing-masing memiliki keunkan tersendiri. Akan tetapi biasanya tidak untuk langkah yang panjang dan memiliki efek dinamik yang besar. Problem tersebut dapat diatasi dengan mekanisme ulir silang sebagaimana power screw tanpa mengubah arah putaran masukannya. Gerak balik terjadi karena adanya peubahan sudut ulir dari poositif menjadi negatif dibagian ujung screw secara gradual. Dengan peubahan sudut ulir yang parabolik ( funsi kwadrat) pada interval sudut putar screw yang maksimum maka efek dinamik karena peubahan kecepatan tersebut dapat diminimalkan Kata kunci : mekanisme gerak bolak-bali

    Transformasi Mesin Pengelolaan Sampah Organik Di Desa Mojotrisno Untuk Mendukung Ketahanan Pangan

    Full text link
    Pengelolaan sampah mencakup berbagai tugas, termasuk pengumpulan bahan sampah, transportasi, pemrosesan, dan daur ulang. Pengelolaan sampah di desa Mojotrisno berubah menjadi program Berseri (Bersih and Lestari) dengan tujuan meningkatkan keberlanjutan dan kapasitas desa untuk pengelolaan sampah, adaptasi perubahan, dan mitigasi. Dalam upaya meningkatkan efisensi dan efektivitas pengelolaan sampah tersebut Tim Abdimas Universitas Kristen Petra bekerja sama dengan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya melakukan serangkaian kegiatan mulai dari diskusi, workshop dan implementasi pemrosesan bahan sampah organik sehingga pemberdayaan masyarakat di desa Mojotrisno melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui program pengelolaan sampah organik maupun non organik, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. Pemerintah Desa Mojotrisno sendiri telah bertransformasi dan menunjukkan upaya desa dalam mengembangkan kapasitas dalam pengelolaan sampah, adaptasi, dan mitigasi perubahan melalui aktivitas kegiatan di TPS 3R. Beberapa transformasi yang telah dilakukan, antara lain dengan melakukan peremajaan mesin pencacah dan pengadaan mesin pengayak bahan sampah organik serta perbaikan proses dekomposter sehingga komposisi pupuk kompos memenuhi standar yang diharapkan, selain itu Pemerintah desa Mojotrisno terus berkolaborasi dengan institusi pendidikan serta bersinergi dengan pihak ketiga yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam pengelolaan sampah yang dapat membantu dalam penguatan pengelolaan sampah secara professional sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengatasi melonjaknya harga pupuk kimia serta mengantisipasi kurangnya pasokan ketersediaan pupuk bagi tanaman pertanian di desa Mojotrisno

    Pemanfaatan Rumah Kompos sebagai Sarana Upgrading Keterampilan Pembuatan Pupuk Kompos

    Full text link
    Uncontrolled population growth and urban displacement will continue to be the causes of the rise in garbage. Waste that accumulates for too long and becomes dense and scattered will cause pollution, i.e., the spread of pests and unwanted odors. The Abdimas team sees the role of compost houses as an optimal solution to provide knowledge or education while growing public interest and awareness of the importance of garbage control and reusing it to increase the economic value of partners and communities. The purpose of this activity is for the community to be able to have a positive impact on the establishment of other composite houses around it. The activities were conducted in the form of training and supporting workshops at the PCU Composite House, and follow-up of the implementation results was conducted through the visit of the Abdimas team at the location of the partner as a post-execution evaluation of the activities. Implementation of this activity is divided into three stages, namely: preparation of training, implementation of the training, and non-continued application of training results at the partner site. The training event is packed with the topic Organic Composite Making Skills Upgrading Training. Based on the observations of the visits carried out by the Abdimas team, one of the partners is currently working on the construction of a new composite house, while the other partner site has already implemented fertilizer production activity for the fulfillment of the element of charity for the partners crops. The construction of compost houses and garbage banks has proven to help in controlling household trash while providing economic value for partners

    FLUIDSIM PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER MODULE UNTUK RANCANGAN MESIN PRESS HIDROLIK BOTOL PLASTIK

    Full text link
    Sampah plastik memiliki dampak buruk terhadap ekosistem lingkungan hidup. Dampak yang ditimbulkan akibat pengelolaan sampah plastik yang tidak benar antara lain terjadinya penyumbatan saluran air dan tanggul yang menyebabkan terjadinya banjir dan rusaknya turbin waduk. Pengendalian sampah plastik perlu disiapkan karena berdasarkan penelitian bahwa sampah plastik membutuhkan waktu hingga 1000 tahun agar dapat terurai sendirinya dengan tanah, bilamana sampah plastik tersebut dibakar justru akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan apalagi bila terhirup manusia dapat memicu penyakit kanker, hepatitis, gangguan sistem saraf dan bahkan depresi. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan ini mencoba menjembatani dengan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara merancang mekanisme prototype mesin press hidrolik untuk botol plastik yang bentuk dan berukuran sama 0.2 m x ø 0.06 m. Bak penampung botol plastik dalam ruang mesin press dirancang berukuran 0.8 m x 0.8 m x 3 m. Perancangan ini mampu memadatkan sekitar 4000 botol dengan buckling load experiment berkisar 2.5 ton hingga ketebalannya pressingnya menjadi 1/6 dari ukuran sebelumnya. PLC (Programmable Logic Controller) Fluidsim yang dibangun dalam hal ini memanfaatkan gerbang logika controller dengan mengkombinasikannya di dalam logic modulenya sehingga PLC tersebut dapat mengendalikan prosesnya dengan baik sesuai mekanisme rancangan yang diinginkan. Pompa hidrolik yang dipilih pada perancangan ini menggunakan type axial piston fixed pump Rexroth Bosch tipe 355 dengan kapasitas aliran 469liter/menit

    Perancangan dan Pembuatan Mesin Penyemprot Desinfektan Otomatis

    No full text
    Pandemi virus COVID-19, merupakan permasalahan yang cukup besar dan terasa dampaknya secara global. Virus yang menyebar melalui kontak fisik maupun droplets di udara ini menyebabkan banyak aktivitas menjadi terganggu. Untuk mencegah penyebaran dari virus yang mematikan ini, berbagai cara dilakukan, salah satunya adalah penggunaan cairan disinfektan untuk melakukan disinfeksi pada permukaan benda yang terkontaminasi. Pengaplikasian cairan disinfektan secara manual tentu merepotkan dan tidak efisien. Oleh karena itu, rancangan sebuah mesin yang dapat membantu pengaplikasian cairan disinfektan pada benda mati sangat berguna untuk membantu aktivitas masyarakat, khususnya pada lingkup rumah tangga. Perancangan mesin disinfektan otomatis ini memerlukan sebuah sistem konveyor yang dapat melakukan item handling dari satu titik ke titik lainnya, melewati sebuah area penyemprotan. Untuk mendapatkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat mesin disinfektan otomatis ini, diperlukan perhitungan menggunakan ilmu statika struktur untuk menghitung kebutuhan torsi, serta ilmu otomasi untuk membantu pengendalian mesin disinfektan otomatis menggunakan Arduino

    Pemanfaatan Roller dan Belt Conveyor pada Pembuatan Prototipe Mesin untuk Proses Sortasi Telur

    Full text link
    Produsen telur umumnya masih melakukan kegiatan penyortiran telur berdasarkan bobot- nya secara tradisional. Proses pemisahan ini mengakibatkan kesalahan jumlahnya dalam proses pemisahan telur selain itu juga membutuhkan waktu yang lebih lama. Selain itu, proses ini memiliki permasalahan lainnya dimana ayam petelur menjadi stres karena keberadaan peternak di lokasi yang dapat menurunkan kualitas hingga kuantitas produk telur yang dihasilkan ayam petelur. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dimanfaatkanlah dua mekanisme conveyor. Conveyor pertama adalah roller conveyor digunakan untuk mengangkut telur dari kandang ke lokasi lainnya yang sudah ditentukan sekaligus berfungsi sebagai pengumpan telur yang masuk dan keluar sekaligus memindahkannya secara otomatis ke prototipe mesin sortasi. Mesin terdiri dari microcontroller yang berfungsi sebagai pusat kendali timbangan dan mekanisme separator. Telur yang keluar dari conveyor kedua adalah belt conveyor dimana telur masuk ke timbangan, dan diberhentikan oleh servo stopper. Setelah selesai ditimbang, servo stopper membuka gate dan telur diarahkan ke sekat pemisah yang terhubung dengan sensor berat kemudian membuka sekat yang akan membuat telur akan masuk pada jalur yang telah ditentukan sesuai dengan bobotnya melalui servo selector. Berdasarkan hasil pengujian prototipe yang telah dilakukan mekanisme ini memerlukan waktu berkisar 10-11 detik untuk mengumpulkan dan memisahkan telur melalui tiga jalur kategorial yang telah ditetapkan sebagaimana pada perencanaan awal
    corecore