485 research outputs found
ANALISIS KELAYAKAN PADA USAHATANI KOPI RAKYAT DI KABUPATEN JEMBER
Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang memiliki produksi kopi tinggi di Provinsi Jawa Timur. Usahatani kopi banyak diusahakan oleh
negara, swasta dan rakyat. Usahatani kopi rakyat dicirikan dengan penggunaan teknologi yang masih tradisional perlu dilakukan analisis kelayakan finansial
untuk melihat usahatani kopi rakyat yang dilakukan layak secara finansial. Besarnya biaya dipengaruhi kegiatan-kegiatan yang ada pada usahatani kopi rakyat,
oleh karena itu perlu dilihat adanya kelayakan teknis. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember di Desa Sidomulyo dan Desa Kemiri menggunakan metode
pruposive methode dana penentuan sampel yaitu Kelompok Tani Sidomulyo I dan LMDH Taman Putri Delima menggunakan pruposive sampling dan
dilanjutkan dengan menggunakan metode total sampling, sampel yang digunakan 45 petani. Analisis yang digunakan adalah deskriptif dan analitik, yang
menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan nilai ARR melebihi discount rate berlaku yaitu sebesar 187,35%. Usahatani kopi
rakyat di Kabupaten Jember memiliki nilai NPV sebesar Rp 12.177.566,27 yang nilainya lebih dari nol. Nilai untuk IRR dari usahatani kopi rakyat di
Kabupaten Jember sebesar 13,54% nilai tersebut masih lebih besar dari suku bunga yang berlaku pada masa penelitian. Usahatani kopi rakyat di Kabupaten
Jember memiliki nilai net B/C sebesar 1,24 dan gross B/C sebesar 1,17 nilai- nilai tersebut lebih dari satu. Payback period dari usahatani kopi rakyat di
Kabupaten Jember jika menggunakan nilai NPV yaitu selama 11 tahun 1 bulan 8 hari dan jika menggunakan nilai net benefit yaitu selama 7 tahun 5 bulan 2
hari , masa ini lebih cepat dibandingkan masa produktif dari tanaman kopi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dikatakan usahatani kopi rakyat di Kabupaten
Jember layak secara finansial. Aspek teknis terkait penentuan lokasi, luasan produksi, penggunaan teknologi dan layout produksi serta kegiatn on-farm kegiatan
usahatani kopi rakyat di Kabupaten Jember dalam prakteknya rata-rata sudah memenuhi standar minimal dari kegiatan usahatani kopi rakyat
MANAJEMEN BAHAN BAKU DAN PROSPEK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TAHU
Kedelai sebagai hasil pertanian digunakan sebagai bahan baku utama dalam kegiatan produksi pada agroindustri tahu. Produksi kedelai yang tidak berimbang
dengan permintaan kedelai menyebabkan kelangkaan dari kedelai dipasaran sehingga harga kedelai menjadi tidak stabil. Adanya ketidakstabilan harga bahan
baku kedelai ini menyebabkan ketersediaan kedelai di pasaran juga berkurang. Ketersediaan bahan baku kedelai sangat mempengaruhi keberlangsungan dari
agroindustri tahu di Desa Karanganyar karena kedelai merupakan bahan baku pokok dari pembuatan tahu. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui
elastisitas pendapatan, elastisitas harga bahan baku, dan elastisitas produksi tahu pada agroindustri tahu di Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu; (2)
mengetahui tingkat pemesanan bahan baku (EOQ) dan tingkat pemesanan kembali (ROP) agroindustri tahu di Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu; (3)
mengetahui prospek pengembangan usaha agroindustri tahu di Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu. Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara
sengaja (purposive method). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan analitik. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel
yang diambil dengan menggunakan metode Total Sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis elastisitas pendapatan dan harga bahan baku
serta fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis Tingkat Pemesanan Bahan Baku (EOQ) dan Tingkat Pemesanan Kembali (ROP), serta analisis SWOT. Hasil
analisis menunjukkan bahwa : (1) Nilai elastisitas pendapatan pada agroindustri tahu di Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu adalah 0,49, sehingga kedelai
merupakan barang primer dan kebutuhan pokok bagi agroindustri tahu. Nilai elastisitas harga pada agroindustri tahu di Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu
adalah sebesar 1,063, sehingga dikatakan elastis. Elastisitas produksi berdasarkan nilai Return To Scale dikatakan Decreasing Return To Scale; (2) Tingkat
pemesanan ekonomis (EOQ) bahan baku kedelai pada agroindustri tahu skala rumah tangga sebesar 36,69 kg dan tingkat pemesanan ekonomis (EOQ) bahan
baku kedelai pada agroindustri tahu skala kecil sebesar 130,05 kg. Nilai ROP bahan baku kedelai pada agroindustri tahu skala rumah tangga dan skala kecil di
Desa Karanganyar Kecamatan Ambulu dikatakan tidak mengalami kekurangan persediaan kedelai sebagai bahan baku; (3) Agroindustri tahu memiliki peluang
pasar yang prospektif karena usaha agrondustri pada analisis matriks posisi kompetitif relatif pada posisi white area
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM
Marketing mix (bauran pemasaran) merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel dapat
dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
variabel bauran pemasaran di antara produk, harga, saluran distribusi dan promosi terhadap persepsi konsumen rokok. Pengaruh persepsi
terhadap keputusan pembelian rokok dan pengaruh bauran pemasaran dengan indikator produk, harga, saluran distribusi dan promosi baik
secara langsung terhadap keputusan konsumen dalam pembelian rokok di Fakultas Pertanian Universitas Jember. Penentuan lokasi peneliti
secara purposive area,di lakukan di lingkungan kampus fakultas pertanian universitas jember dengan pengambilan sampel dengan metode
convience sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) dengan pendekatan regresional. Hasil
analisis adalah sebagai berikut : (1) Variabel produk, harga, promosi dan tempat berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel
persepsi konsumen rokok. (2) Variabel produk, harga, promosi, tempat dan persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel
keputusan pembelian rokok. (3) Variabel produk, harga, promosi dan tempat berpengaruh positif secara langsung terhadap keputusan
pembelian rokok, serta (4) Variabel produk, harga, promosi dan tempat berpengaruh positif secara tidak langsung terhadap keputusan
pembelian rokok melalui variabel persepsi
PROSPEK PEMASARAN JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) PADA PAGUYUBAN
Keberadaan jamur sebagai salah satu jenis bahan pangan telah cukup lama dikenal oleh masyarakat di Indonesia, yakni sebagai salah satu bahan pangan yang
memiliki manfaat baik untuk kesehatan. Paguyuban Kaola Mandiri merupakan paguyuban yang membudidayakan dan memasarkan jamur merang.
Karakteristik jamur merang yang cepat rusak, menyebabkan petani harus memasarkannya dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui saluran
pemasaran jamur merang; (2) mengetahui efisiensi dan margin pemasaran jamur merang; (3) mengetahui prospek pemasaran jamur merang. Metode dalam
penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik. Metode pengambilan contoh dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, simple random
sampling, dan snowball sampling. Analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis efisiensi pemasaran, analisis margin pemasaran dan analisis SWOT. Hasil
analisis menunjukkan (1) Saluran pemasaran jamur merang pada Paguyuban Kaola Mandiri Kabupaten Jember sebagai berikut: (a) Petani – Konsumen, (b)
Petani – Paguyuban Kaola Mandiri – Konsumen, (c) Petani – Paguyuban Kaola Mandiri – Pedagang Besar – Konsumen, (d) Petani – Paguyuban Kaola Mandiri
– Pedagang Besar – Pedagang Pengecer – Konsumen (2) Saluran pemasaran jamur merang yang paling efisien pada Paguyuban Kaola Mandiri adalah saluran
pemasaran 1 tingkat (petani – Paguyuban Kaola Mandiri – konsumen) dengan nilai efisiensi sebesar 1,73% dengan nilai margin sebesar Rp. 1.000/kg . Semakin
pendek saluran pemasaran, maka saluran pemasaran semakin efisien. (3) Hasil analisis SWOT dari pemasaran jamur merang pada Paguyuban Kaola Mandiri
Kabupaten Jember adalah total nilai IFAS sebesar 2,59 dan total nilai EFAS sebesar 2,79. Pada matrik kompetitif relatif, pamasaran jamur merang pada
Paguyuban Kaola Mandiri Kabupaten Jember berada pada posisi White Area yang berarti bahwa pemasaran tersebut memiliki prospek untuk dikembangkan,
pada matrik internal eksternal terletak pada daerah V Pertumbuhan/stabilitas dengan menggunakan strategi agresif
EVALUASI KEMITRAAN USAHA AYAM RAS PEDAGING
Desa Sidomulyo merupakan daerah yang memiliki berbagai potensi peternakan. Salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan
produsen pertanian adalah dengan menerapkan manajemen usaha dengan pola kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
manajemen teknis dan non teknis usaha peternakan ayam ras pedaging, performa usaha dan pendapatan peternak, intensitas dan efektifitas
kemitraan antara perusahaan mitra dengan peternak ayam ras pedaging, hubungan intensitas dengan efektifitas kemitraan dan efektifitas
kemitraan dengan laba per ekor ayam ras pedaging.
Metode yang digunakan adalah deskriptif, analitik dan korelasional. Metode pengambilan sampel secara Total Sampling. Alat analisa data yang digunakan
adalah analisis indeks performan, analisis pendapatan peternakan, skala likert, dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)
kepadatan brooder milik peternak ayam ras pedaging di Desa Sidomulyo kurang memenuhi syarat. Pada periode finisher, sistem alas kandang setengah sekam
cukup memenuhi syarat. Terdapat 3 perusahaan inti yang melakukan kerjasama kemitraan dengan peternak ayam ras pedaging di Desa Sidomulyo, yaitu PT
Malindo Feedmill, PT Prospek Mitra Lestari dan PT Mitra Gemuk Bersama dengan pola kemitraan inti plasma, (2) usaha peternakan ayam ras pedaging
berhasil/ tergolong baik dan telah menerapkan sistem manajemen yang cukup efisien dan efektif. Pendapatan rata-rata setiap satu kali pemeliharaan ayam ras
pedaging adalah menguntungkan dengan laba sebesar Rp 26.157.511,50, (3) intensitas dan efektifitas kemitraan ayam ras pedaging di Desa Sidomulyo masuk
dalam kategori sedang dengan nilai rataan 61,96 % dan 63,42 %, (4) hubungan antara intensitas kemitraan dengan efektifitas kemitraan adalah positif dan tidak
terdapat hubungan antara efektifitas kemitraan dengan laba per ekor ayam ras pedaging
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI PENGOLAH DAN NON PENGOLAH
Ubikayu merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan dari Kabupaten Bondowoso. Desa Jambewungu merupakan desa yang memiliki agroindustri
terbanyak di Kabupaten Bondowoso. Usahatani ubikayu ini bukan merupakan usahatani utama yang dilakukan oleh petani yang ada di Desa Jambe Wungu,
melainkan sebagian besar petani di desa tersebut melakukan sistem tumpang sari dengan tanaman pangan lainnya seperti padi dan jagung. Petani ubikayu di Desa
Jambe Wungu Kecamatan Wringin sebagian besar tidak langsung menjual hasil panen ubikayu tersebut, namun mengolahnya terlebih dahulu menjadi tape untuk
memperoleh tambahan pendapatan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mendasari keputusan petani di Desa Jambe
Wungu Kecamatan Wringin untuk mengolah ubikayu menjadi tape, (2) untuk mengetahui perbedaan pendapatan total usahatani dan perbedaan pendapatan
usahatani ubikayu antara petani pengolah dengan non pengolah ubikayu menjadi tape, (3) untuk mengetahui kontribusi pendapatan usahatani ubikayu terhadap
pendapatan total dalam usahatani, pendapatan usahatani serta pendapatan tape terhadap pendapatan total keluarga. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) faktor
yang berpengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan petani untuk mengolah ubi kayu menjadi tape pada taraf kepercayaan 90% adalah pendapatan (nilai
signifikansi 0.098 < 0,1), (2) tidak terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan total usahatani petani pengolah dengan petani non pengolah serta tidak ada
perbedaan yang nyata pendapatan usahatani ubikayu antara petani pengolah dengan non pengolah (pada taraf kepercayaan 95%), (3) kontribusi pendapatan
usahatani ubikayu terhadap pendapatan total usahatani tumpangsari adalah sebesar 49,63% termasuk dalam kriteria sedang, kontribusi pendapatan usahatani
ubikayu terhadap pendapatan total keluarga petani pengolah adalah sebesar 32,35% termasuk dalam kategori rendah dan kontribusi pendapatan tape terhadap
pendapatan total keluarga adalah 67,65% tergolong dalam kategori sedang. Kontribusi pendapatan usahatani terhadap pendapatan total keluarga petani non
pengolah adalah sebesar 77,85% termasuk dalam kategori ting
ANALISIS PERWILAYAHAN KOMODITAS DAN KONTRIBUSI SUBSEKTOR
Kopi merupakan salah satu tanaman perkebunan yang menjadi andalan ekspor Indonesia. Penghasil kopi terbesar di Indonesia terdiri atas sepuluh provinsi,
termasuk Jawa Timur. Pada tahun 2012, sentra kopi robusta rakyat di Jawa Timur terbesar berada di Kabupaten Malang dengan luas 11.690 hektar, disusul oleh
Kabupaten Jember seluas 5.608 hektar. Produksi kopi di Kabupaten Jember didominasi oleh jenis robusta dan diusahakan oleh rakyat. Hampir seluruh
kecamatan di Kabupaten Jember mengusahakan kopi robusta sebagai salah satu komoditas perkebunannya. Dari 31 kecamatan di Kabupaten Jember, hanya
empat kecamatan saja yang tidak memproduksi kopi rakyat. Tiap-tiap wilayah yang memproduksi kopi rakyat memiliki jumlah produksi yang berbeda.
Perbedaan produksi ini memberikan gambaran bahwa potensi komoditas kopi di masing-masing daerah berbeda. Oleh karena itu, diperlukan suatu pemetaan
wilayah untuk menentukan persebaran wilayah komoditas kopi rakyat. Pengusahaan komoditas kopi yang tersebar di berbagai wilayah ini juga berkaitan dengan
peranan perkebunan kopi rakyat dalam menggeser atau mengubah struktur perekonomian serta kontribusinya terhadap perekonomian Kabupaten Jember.
Pentingnya diketahui peranan kopi rakyat terhadap perekonomian Kabupaten Jember adalah untuk menentukan kebijakan lebih lanjut terkait dengan
pengembangan kopi rakyat sebagai komoditas unggulan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui wilayah basis kopi rakyat berdasarkan indikator
produksi di Kabupaten Jember, (2) mengetahui karakteristik penyebaran komoditas kopi rakyat di Kabupaten Jember, (3) mengetahui perubahan dan pergeseran
nilai PDRB dari perkebunan kopi rakyat di Kabupaten Jember, dan (4) mengetahui kontribusi perkebunan kopi rakyat terhadap perekonomian Kabupaten
Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitik. Analisis data yang digunakan diantaranya analisis location quotient (LQ),
koefisien lokalita dan spesialisasi, analisis shift share, model demometrik, dan kontribusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) wilayah basis kopi rakyat
berdasarkan indikator produksi di Kabupaten Jember terdiri dari Kecamatan Silo, Kecamatan Panti, Kecamatan Tanggul, Kecamatan Sumberbaru, Kecamatan
Sukorambi, Kecamatan Sumberjambe, Kecamatan Bangsalsari, Kecamatan Jelbuk, dan Kecamatan Ledokombo, (2) karakteristik penyebaran kopi rakyat di
Kabupaten Jember tidak terkonsentrasi pada suatu wilayah namun memiliki kekhasan pada wilayah basis komoditas kopi, (3) perubahan dan pergeseran nilai
PDRB dari kopi rakyat bernilai positif, dan (4) kontribusi komoditas kopi rakyat terhadap perekonomian Kabupaten Jember rendah
Evaluasi Dan Optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA I) Sungai Sengkuang Pdam Tirta Pancur Aji Kota Sanggau
Kualitas air produksi yang masih berwarna kemerah-merahan menjadi masalah yang dihadapi di IPA I Sungai Sengkuang PDAM Tirta Pancur Aji Kota Sanggau khususnya bila pada musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengevaluasi kinerja unit operasi dan proses IPA I Sungai Sengkuang PDAM Tirta Pancur Aji Kota Sanggau, dan memberikan rekomendasi optimalisasi berdasarkan hasil evaluasi IPA I Sungai Sengkuang PDAM Tirta Pancur Aji untuk memenuhi kebutuhan air minum di wilayah Kota Sanggau.Tahapan penelitian ini meliputi analisa kualitas air baku, evaluasi kondisi eksisting instalasi dan optimalisasi kinerja unit operasi dan proses pengolahan instalasi, analisa kualitas air produksi, dan hasil optimalisasi unit instalasi. Kualitas air baku yang tidak sesuai dengan mutu air kelas I PP RI Nomor 82 Tahun 2001 yaitu Colliform 240/100 ml, kekeruhan 66 NTU, warna 321 Pt.Co, dan besi 0,89 mg/L. Kualitas air minum yang tidak sesuai dengan Kepmenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 yaitu warna 23 Pt.Co, DO 4,8 mg/L, dan pH 4,82. Upaya optimalisai IPA I Sungai Sengkuang PDAM Tirta Pancur Aji Kota Sanggau yaitu, dilakukan perencanaan bak pengumpul air baku dengan dimensi yaitu P=1,75 m, L=1,4 m, dan T=1 m. Mendesain ulang bak koagulasi dengan dimensi yaitu P=1 m, L=1 m, dan T=1 m, mengganti sistem pembubuhan koagulan dengan dozing proporzional, serta mengganti bak pembubuh koagulan dengan kapasitas 500 Liter. Pada unit flokulasi yaitu dengan mengatur bukaan pintu air untuk memperkecil headloss atau tinggi muka air di kompartemen I dan kompartemen II masing-masing menjadi 0,003 m. Mendesain ulang bak sedimentasi dengan P=6 m, dan L=2 m, mengganti pipa settler yang sudah korosi, menambah 2 pipa outlate, dan menambah tube settler. Merancang ulang media filter menjadi dual media filter, dengan ketebalan antrhasit=0,75 m, pasir silika=0,75 m, dan kerikil=0,5 m, dan menambah satu unit bak filtrasi dengan dimensi yaitu P=1,25 m, L=1,15 m, dan T=6 m
Analisis Rantai Pasokan Benur Udang Vannamei di PT. Kawan Kita Kultur Persada Desa Banyuglugur Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo)
Food and Agriculture Organization (FAO) pada bulan Maret 2015 merilis
data produksi perikanan budidaya dunia dari tahun 2004-2013 dimana Indonesia
berada pada posisi kedua di bawah Cina dengan nilai produksi sebesar 13.147.297
ton. Udang vannamei yang merupakan komoditas unggulan di Indonesia salah
satunya banyak dibudidayakan di provinsi Jawa Timur salah satunya di
Kabupaten Situbondo dengan menempati produksi kedua pada tahun 2015 dengan
share produksi11,40%. Meskipun produksi lebih rendah, tetapi kualitas yang
dihasilkan lebih bagus karena perairan di pantai utara lebih tenang
Rantai Nilai dan Manajemen Risiko Kopi Arabika Java Argopuro Durjo Casim Coffee Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi
Agroindustri Java Argopuro Durjo Casim Coffe adalah salah satu
agroindustri pengolahan kopi di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi
Kabupaten Jember. Pengolahan kopi arabika di agroindustri Java Argopuro Durjo
Casim Coffee menghasilkan tiga produk yaitu arabika greeenbean, parchement
coffee, dan kopi bubuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) rantai
nilai kopi arabika Java Argopuro Durjo Casim Coffee Desa Karangpring
Kecamatan Sukorambi, (2) nilai tambah produk kopi arabika Java Argopuro
Durjo Casim Coffee Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi, (3) manajemen
risiko pada Java Argopuro Durjo Casim Coffee Desa Karangpring Kecamatan
Sukorambi. Analisis data yang digunakan menggunakan metode deskriptif
analitik meliputi analisis rantai nilai Porter, analisis nilai tambah metode Hayami,
dan analisis risiko dengan pendekatan likelihood risiko
- …
