2 research outputs found
Pengaruh Kecerdasan Emosional Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Karakter Disiplin Siswa di MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus Tahun 2020
Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya karakter disiplin yang dimilki siswa, baik secara pemahaman maupun pengaplikasian perilaku karakter disiplin dalam diri siswa. Sehingga perlu upanya dari guru untuk selalu memberi arahan, bimbingan dan teladan dalam meningkatkan karakter disiplin siswa. Upanya tersebut dapat menggunakan kecerdasan emosional yang dimiliki guru.
Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui kecerdasan emosional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus tahun 2020, 2) untuk mengetahui karakter disiplin siswa di MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus tahun 2020, 3) untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan karakter disiplin siswa di MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus tahun 2020.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan jumlah populasi 126 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 96 responden, yaitu kelas IX MTs NU Hasyim Asy’ari Kudus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskrptif dan analisis asosiatif dengan bantuan program SPSS versi 21.
Hasil penenlitian menunjukan bahwa 1) kecerdasan emosional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus tahun 2020 dalam kategori baik, yaitu 48,66 dengan skala interval 47-53, 2) karakter disiplin siswa di MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus tahun 2020 dalam kategori baik, yaitu 49,74 dengan skala interval 47-53, 3) terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan karakter disiplin siswa di MTs NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus tahun 2020 dengan persamaan regresi Y = 17,496+0,633X. dan dapat memberi kontribusi dalam meningkatkan karakter disiplin siswa sebesar 45,1%
Pengaruh Apersepsi Pada Pelajaran Fikih dalam Membangun Kelas Humanis Religius Siswa
Apperception constitutes the initial stage of learning process, but is often missed in the implementation of learning activities. Apperception can help students understand instructional materials. The relation of the learning process to fiqh material is often seen as monotonous and rigid. When fiqh is taught as something doctrinaire, the output will also be droctilary. By contrast, when fiqh is delivered through something that highlights the potential and characteristics of students, these students will be able to relate what they have learned to their real-life activities, leading to humanist and religious classes. The purpose of this study was to determine the relationship between apperception on fiqh instructional materials and the development of humanist classes. This research is a quantitative descriptive study. The population was 40 students. Data were collected through a questionnaire with a random sampling method, and analysed through the product moment correlation. The results showed that apperception in fiqh subjects had an average (19,275) which means it was included in the medium category, building a religious humanist class had an average (18,075) which meant it was included in the medium category. Then the conclusion apperception in fiqh lessons have an influence in building students' religious humanist classes at MTs Miftahul Ulum Kudus
