34 research outputs found

    PENDEKATAN HUMAN RELATIONS DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI

    No full text
    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Majalengka, sebagai organisasi perangkat Daerah yang memiliki tugas pembantuan pada bidang kependudukan dan pencatatan sipil yang meliputi bidang pendaftaran penduduk, bidang pencatatan sipil dan bidang data dan informasi kependudukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan human relations dalam upaya mencapai efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Memperhatikan uraian tentang penerapan prinsip-prnsip Human relations, maka dapat diketahui bahwa pendekatan Human relations yang dilaksanakan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan  prinsip-prnsip Human relations mempunyai hubungan kausalitas (sebab akibat) terhadap tingkat pencapaian efektivitas kerja pegawai Hal ini terlihat dari hasil wawancara dengan beberapa informan diperoleh informasi  efektivitas kerja pegawai baru mencapai cukup baik, sehingga perlu ada upaya penerapan human relations secara optimal

    Pelaksanaan Motivasi Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka

    No full text
    Penelitian yang telah penulis lakukan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka. menunjukkan bahwa prestasi kerja pegawai belum optimal, hal ini terlihat diantaranya lambatnya penanganan  dan penyelesaian surat izin usaha  angkutan barang   mapun surat izin bongkar barang,  hal ini berdampak bagi usaha masyarakat   pengguna jasa  Dinas tersebut sehingga menimbulkan keluhan dan  kekecawaan, Indikator masalah tersebut diduga disebabkan dorongan atau semangat kerja pegawai  pada Dinas tersebut belum maksimal. Untuk itu penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dengan mengambil judul : “Pelaksanaan Motivasi Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka”.  Adapun yang dijadikan populasi maupun sampel dalam penelitian penulis adalah pegawai pada Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka dari popuasi berjumlah 60 orang. diambil sampel sebanyak 30 orang, dengan menggunakan teknik sampel yaitu Purposive sampling. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah Metode Deskriptif Analisis, yaitu suatu metode penelitian yang menguraikan atau menjelaskan kejadian yang timbul pada saat penelitian sedang berlangsung dan sifatnya aktual, kemudian data yang dikumpulkan disusun, dianalisa yang pada akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :bahwa Kepala Dinas dalam pelaksanaan pengawasan belum sepenuhnya berdasarkan prinsip-prinsip pengawasan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil rekapitulasi secara keseluruhan baru mendapatkan nilai 65,33% dengan predikat “Cukup Baik”..Kondisi demikian jelas akan berpengaruh terhadap rendahnya perstasi kerja pegawai pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten  Majalengka,dimana secara keseluruhan berdasarkan rekapitulasi hasil tanggapan responden tentang pencapaian prestasi kerja pegawainya baru sebesar 61,28% dengan predikat “Cukup Baik

    PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT TALAGA KABUPATEN MAJALENGKA

    No full text
    Laporan Hasil Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang telah penyusun lakukan pada Kantor Camat Talaga Kabupaten Majalengka.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa prestasi kerja pegawai pada kantor Camat Talaga masih rendah, hal ini terlihat dari indikator diantaranya,masih ada pegawai yang kurang atau belum memiliki kecakapan atau kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya, sehingga masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan sesuai target yang telah ditentukan.Masih ditemukan beberapa pegawai yang lamban dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Permasalahan tersebut di atas diduga karena kepemimpinan Camat Talaga  belum dilakukan secara optimal, hali ini terlihat dari gejala masalah Jarangnya memberikan Solusi terhadap masalah pekerjaan pegawai, sehingga  masalah tidak bisa dipecahkan.Penyusun menduga, masalah tersebut disebabkan kepemimpinan Camat belum dilaksanakan secara optimal.Adapun yang dijadikan populasi maupun sampel dalam penelitian penyusun adalah pegawai pada Kantor Camat Talaga berjumlah 16 orang.Metode penelitian yang penyusun gunakan adalah Metode Deskriptif Analisis. Sedangkan Teknik Pengumpulan Datanya yang penyusun gunakan, yaitu; studi kepustakaan ,Observasi, Wawancra dan Angket.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :bahwa Camat dalam pelaksanaan Kepemimpinannya belum sepenuhnya berdasarkan teknik-teknik kepemimpinan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil rekapitulasi secara keseluruhan baru mencapai nilai 64,06% dengan predikat “Cukup Baikâ€.Kondisi demikian jelas akan berpengaruh terhadap rendahnya prestasi kerja pegawai pada Kantor Camat Talaga Kabupaten Majalengka,dimana secara keseluruhan berdasarkan rekapitulasi hasil tanggapan responden tentang pencapaian prestasi kerja pegawai sebesar 66,83 %.dengan predikat “Cukup Baikâ€Dari uraian tersebut maka Kepemimpinan dengan Prestasi kerja Pegawai terdapat hubungan sebab akibat, hal ini berarti hipotesis yang penyusun rumuskan, yaitu “Jika Kepemimpinan Camat Dilaksanakan Berdasarkan Pada Teknik-teknik Kepemimpinan, Maka Prestasi kerja Pegawai Pada Kantor  Camat Talaga Kabupaten Majalengka Meningkatâ€.dapat diterima  kebenaranny

    PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENINGKATKANPRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT BANJARAN KABUPATEN MAJALENGKA

    Full text link
    Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Majalengka, Kecamatan adalah merupakan perangkat daerah kabupaten sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dipimpin oleh seorang Camat yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.Berkaitan dengan penyusunan laporan hasil penelitian yang diberi judul,†Pelaksanaan Kepemimpinan Oleh Camat Dalam Upaya Meningkatkan Presatasi Kerja pegawai pada Kantor Camat Banjaran  Kabupaten Majalengka “,  penyusun melaksanakan penelitian untuk mengetahui sejauhmana hubungan Kepemimpinan Camat dengan prestasi   kerja pegawai pada   Kantor Camat Banjaran   Kabupaten Majalengka yang merupakan salah satu indikator yang dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan dari pelaksanaan tugas dan fungsi Camat .Berdasarkan pengamatan penyusun selama  penelitian pada Kantor Camat Banjaran  Kabupaten Majalengka, ternyata masih ditemui beberapa indikasi masalah yang menunjukan bahwa prestasi kerja pegawai   pada Kantor Camat Banjaran   masih rendah. Setelah mengolah data jawaban responden, ternyata :1.    Pelaksanaan kepemimpinan oleh Camat Banjaran , khususnya dalam penerapan teknik-teknik kepemimpinan baru mencapai 66 %, dan prestasi kerja pegawai pada Kantor Camat Banjaran  baru mencapai 66,70 %.2.    Terdapat hubungan antara penerapan teknik-teknik kepemimpinan dengan pencapaian  prerstasi kerja pegawai . Penerapan teknik kepemimpinan yang belum optimal berpengaruh pula terhadap prestasi kerja pegawai  yang juga belum optimal.Dalam penerapan teknik-teknik kepemimpinan oleh Camat Banjaran terdapat hambatan dan terdapat pula upaya yang dilakukan oleh Camat mengatasi hambatan tersebut

    PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA

    Full text link
    Penelitian ini merupakan studi tentang penerapan kepemimpinan oleh Camat dalam upaya mencapai efektivitas karyawan di Kantor Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka. Adapun responden dalam penelitian penulis adalah karyawan di Kantor Kecamatan Panyingkiran yang berjumlah 17 orang, dengan menggunakan teknik sampling adalah sampel yang jenuh. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Analisis Deskriptif, yaitu metode penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan peristiwa-peristiwa yang muncul ketika penelitian sedang berlangsung dan sifatnya yang sebenarnya, kemudian data yang dikumpulkan disusun, dianalisis dan akhirnya kesimpulan dapat ditarik. Sedangkan Teknik Pengumpulan Data yang penulis gunakan, yaitu; studi literatur, Observasi, Wawancara dan Kuisioner. Selanjutnya, untuk menguji variabel kepemimpinan, penulis menggunakan parameter / pengukuran teknik kepemimpinan yang dikemukakan oleh Pamudji dalam buku "Kepemimpinan Pemerintahan di Indonesia". Sementara itu, untuk menguji variabel efektivitas kerja seperti yang diusulkan oleh Gibson et al. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut: bahwa Camat dalam pelaksanaan kepemimpinan belum sepenuhnya didasarkan pada teknik kepemimpinan. Ini bisa dilihat berdasarkan hasil rekapitulasi keseluruhan hanya mendapat nilai rata-rata 72,55% dengan judul "Cukup Bagus". Kondisi seperti itu jelas akan mempengaruhi rendahnya efektivitas kerja karyawan di Kantor Kecamatan Panyingkiran, di mana secara keseluruhan berdasarkan rekapitulasi hasil tanggapan responden tentang efektivitas karyawan, skor rata-rata 70,59% dengan judul "Cukup Baik". Dari uraian kepemimpinan ini dengan efektivitas kerja Karyawan terdapat hubungan sebab akibat, ini berarti hipotesis yang penulis usulkan, yaitu "Jika penerapan oleh Camat didasarkan pada teknik kepemimpinan, maka efektivitas kerja Karyawan di Panyingkiran Kantor Kecamatan Mencapai. " Kebenaran yang dapat diterima dan terbukti

    PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL OLEH CAMAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT ARGAPURA KABUPATEN MAJALENGKA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepemimpinan transformasional, kinerja pegawai dan meneliti pelaksanaan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Argapura Kabupaten Majalengka           Dalam teknik pengumpulan data menggunakan cara yaitu , studi kepustakaan, observasi langsung, wawancara, dan angket. Dalam teknik wawancara diperoleh data dari Camat dan dalam teknik angket diperoleh data dengan penyebaran angket kepada seluruh pegawai kecamatan yang berjumlah 18 orang dan semuanya dijadikan sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik modus, yaitu suatu cara analisis dengan mengambil jawaban yang paling banyak.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional berada pada kategori baik dan kinerja pegawai pada kategori cukup baik. Dan juga bahwa kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai

    KUALITAS PELAYANAN DI KANTOR KEPALA DESA TALAGA WETAN KECAMATAN TALAGA KABUPATEN MAJALENGKA BERBASIS TEORI PHILIP KOTLER

    No full text
    AbstrakTata pemerintahan yang baik (Good Governance) dapat diukur dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan di Kantor Kepala Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka berdasarkan konsep kualitas pelayanan Philip Kotler yang mencakup lima dimensi: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis kualitas pelayanan di Kantor Kepala Desa Talaga Wetaan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka. Waktu penelitian dilakukan selama tiga bulan, dari September hingga November 2024. Data dikumpulkan melalui survei dengan teknik wawancara mendalam terhadap 50 responden yang terdiri dari masyarakat setempat yang pernah berinteraksi dengan pelayanan desa. Selain itu, wawancara juga dilakukan dengan Kepala Desa untuk memperoleh perspektif dari penyelenggara layanan. Hasil penelitian terhadap lima dimensi kualitas pelayanan di Kantor Kepala Desa Talagawetan, bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa Kepala Desa secara konsisten memberikan arahan dalam setiap dimensi pelayanan. Dimensi Empathy memperoleh persentase tertinggi dalam kategori selalu (66%), menunjukkan bahwa perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi aspek yang paling dominan. Dimensi Assurance (60%) dan Tangible (62%) juga menunjukkan kecenderungan tinggi dalam memberikan rasa aman, kepercayaan, serta menjaga fasilitas fisik dan media komunikasi yang baik. Sementara itu, dimensi Reliability (56%) dan Responsiveness (58%) mengindikasikan bahwa masih terdapat perangkat desa yang belum sepenuhnya menerapkan arahan secara optimal.Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Philip Kotler, Good Governance, Desa Talaga Wetan

    PELAKSANAAN MOTIVASI OLEH KEPALA UPTD DALAM UPAYA MENCAPAI KUALITAS PELAYANAN PESERTA PENERIMA BANTUAN IURAN( PBI ) PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL ( JKN ) PADA UPTD PUSKESMAS ARGAPURA KABUPATEN MAJALENGKA

    Full text link
    Kesehatan merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat.Untuk itu seluruh masyarakat membutuhkan pelayanan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.Puskesmas merupakan pihak terdepan dalam pelayanan kesehatan yang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang diharapkanoleh masyarakat, terutama pelayanan untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bersifat wajib bagi seluruh masyarakat.Berdasarkan observasi ternyata kualitas pelayanan JKN masih belum memenuhi kriteria, yang terlihat pada indikator sebagai berikut : Masih ada keluhan dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) terkait pelayanan;Data base kepesertaan PBI (Penerima Bantuan Iuran) kurang akurat;sehingga upaya petugas dalam memberikan tanggungjawab dalam pelakasanaan program Jaminan Kesehatan Nasional relatif kurang; Kurangnya informasi dan fasilitas yang memadai. Masalah-masalah tersebut dikarenakan pelaksanaan motivasi oleh Kepala UPTD belum berdasarkan asas-asas motivasi secara maksimal.Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Argapura Kabupaten Majalengka dengan populasi sebanyak 44 orang dan sampel sebanyak 22 orang yang merupakan pegawai/petugas kesehatan UPTD Puskesmas Argapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, data diperoleh melalui hasil observasi langsung, wawancara terstruktur dan angket.Dalam melaksanakan penelitian penulis menggunakan landasan teori tentang motivasi dengan parameter asas-asas motivasi yang dikemukakan oleh Melayu S.P Hasibuan dan untuk pengukuran kualitas pelayanan menggunakan dimensi kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh Zeithaml.Hasil dari penelitian yang penulis lakukan, mengenai pelaksanaan motivasi oleh Kepala UPTD presentasinya mencapai nilai rata-rata 67 %, dengan predikat “Cukup Baikâ€.Sedangkan variabel terikatnya yaitu kualitas pelayanan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) presentasinya sebanyak 72 % dengan predikat “Cukup Baikâ€

    PENGARUH PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN RETRIBUSI PERSAMPAHAN DI KABUPATEN MAJALENGKA

    Full text link
    This research aims to analyze management functions including planning, organizing, implementation and supervision of its effect on service effectiveness. This research uses quantitative methods by testing hypotheses from the functions of planning, organizing, implementing and monitoring the effectiveness of services both simultaneously and partially. The sample in this study was employees involved in waste management at the Environment Agency which amounted to 142 using a random sampling system. The results of the study proved that planning, organizing, implementation and supervision have a positive influence on the effectiveness of services both simultaneously and partiallyThis research aims to analyze management functions including planning, organizing, implementation and supervision of its effect on service effectiveness. This research uses quantitative methods by testing hypotheses from the functions of planning, organizing, implementing and monitoring the effectiveness of services both simultaneously and partially. The sample in this study was employees involved in waste management at the Environment Agency which amounted to 142 using a random sampling system. The results of the study proved that planning, organizing, implementation and supervision have a positive influence on the effectiveness of services both simultaneously and partiall

    Sosialisasi Smart Saving Finance Bagi Para Pelaku UMKM di Desa Babakan Anyar

    No full text
    Kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya ditentukan oleh besarnya omzet penjualan, tetapi juga oleh kemampuan dalam mengelola keuangan, khususnya dalam menyisihkan laba untuk tabungan atau dana darurat. Sebagian besar pelaku UMKM di Desa Babakan Anyar masih mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha, sehingga kesulitan dalam memantau perkembangan usaha dan merencanakan keuangan jangka panjang. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM mengenai pentingnya pemisahan keuangan dan strategi menabung yang cerdas (smart saving). Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui ceramah, diskusi interaktif, studi kasus, dan pendampingan sederhana dalam menyusun anggaran. Hasil evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 65%. Peserta menjadi menyadari pentingnya memisahkan keuangan usaha dan pribadi serta mulai menerapkan cara menabung yang lebih terstruktur. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelaku UMKM membutuhkan pendampingan berkelanjutan untuk membangun kebiasaan keuangan yang sehat guna mendukung sutainability usaha mereka
    corecore