398 research outputs found

    KMIECIK GRA NA WESOLEGO (KMIECIK EN GAIETE) / F. KMIECIK et son orchestre

    No full text
    Comprend : ZA LAKAMI, ZA LASAMI (Au delà des forêts) marche / STANY HULANICKA, ST. RATAJSKI - W OKIENKU SIEDZIALA : valse / Folklore -arrgt : ST. RATAJSKI - ZAWSZE ZYWO : polka / DUDKIEWICZ, RATAJSKI - TAMARA : tango / J. VALDIER - Z NASZYCH STRON : polka / Folklore arrgt : ST RATAJSKI - POWROT ZOLNIERZA : valse / C. MODRAK, ST RATAJSKI - TYLKO WE DWOJE (Rien qu'à deux) / J. DUDA, ST RATAJSKI - HANIS, MOJA HANIS : valse / Folklore arrgt : ST RATAJSKI - STAROPOLSKI SZTAJEREK / folklore arrgtST. RATAJSKI - WERONIKA : polka / ST. RATAJSKIBnF-Partenariats, Collection sonore - BelieveContient une table des matière

    Animation of reanalysis model for preceding and following the 14 December 1867 atmospheric river.

    No full text
    Data are output from the NOAA-CIRES-DOE 20th Century Reanalysis (V3) as described in the Methods main text. The animation is also available online, created using HAniS (HTML5 AnimationS, https://www.ssec.wisc.edu/hanis/). https://pages.uoregon.edu/bartlein/20CRv3/20CRv3_186712/20CRv3_186712.html. (GIF)</p

    Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Oksigen Udara Ruang terhadap Laju Respirasi Jamur Merang (Volvariella volvacea) selama Penyimpanan

    No full text
    Mushrooms have a short shelf life. Therefore, an effort is needed to maintain the quality of mushroom by lowering the temperature and oxygen concentration of the storage room air. This study used a completely randomized design with temperature variations of 5 ° C, 15 ° C, and 28 ° C and variations in oxygen concentration of 3%, 12%, and 21%. Respiration rate measurement using a closed system. Respiration rate is calculated using the Michaelis-Menten equation. The interaction between temperature and oxygen concentration affects the respiration rate of O2 and RQ. The best treatment in this study is storage at 15 ° C with storage of 3% oxygen concentration

    Development of knowledge in records management by using bibliometric analysis on records management journal / Kamarul Azwan Azman, Mohd Nizam Yunus and Hanis Diyana Kamarudin

    No full text
    A bibliometric analysis of 235 articles published in Records Management Journal's 15 years of publication, ranging from 1994-2009 was carried out. The range of articles published per volume is between 9 and 17. Most papers (80%) are single authored or 187 authors out of a total of 235 authors. Elizabeth Shepherd, the most prolific author contributed 7 papers. 174 (59.2%) of the authors are geographically affiliated to United Kingdom. The most productive institution/organization is University of Northumbria, United Kingdom with 24 out of 187 authors. Subject analysis indicates that "Systems Design and Implementation" outnumbered other subjects with 15.8% (37) out of total of 235 articles. Most of the cited publications (97.7%) are in English Language. The majority of articles are research papers contributing 78 articles (33.2%)

    MONITORING GREENHOUSE BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) MENGGUNAKAN ESP32-CAM PADA TANAMAN CABAI HIDROPONIK DUTCH BUCKET

    No full text
    Pemeliharaan dan monitoring tanaman di dalam greenhouse merupakan kegiatan yang sangat rutin untuk mengetahui sejauh mana perkembangan tanaman di dalam greenhouse. Hal ini penting dilakukan agar petani mengetahui tumbuh kembang tanaman yang nantinya akan mempengaruhi hasil pertanian ketika panen.&nbsp; Proses monitoring secara manual mengakibatkan penggunaan waktu yang lama dan kurang efisien. Penelitian ini dilakukan dengan merancang sistem monitoring tanaman cabai menggunakan kamera ESP32 yang diintegrasikan dengan aplikasi Blynk melalui perangkat smartphone. Aplikasi Blynk dapat didownload dengan mudah di playstore. Dengan aplikasi ini petani dapat melihat kondisi tanaman secara realtime tanpa harus melakukan pengamatan langsung ke dalam greenhouse. Program monitoring tanaman cabai menggunakan kamera ESP32 berjalan dengan baik. Konektifitas jaringan internet sangat penting dalam menunjang kinerja monitoring berbasis Internet of Things (IoT) ini. Pengiriman data dari kamera ESP32 menuju aplikasi Blynk mempunyai nilai delay 1- 3 detik

    POLA PERPINDAHAN MASSA CHIPS SINGKONG DALAM PROSES FERMENTASI MOCAF (Modified Cassava Flour)

    No full text
    Singkong merupakan tanaman pangan yang dapat diolah menjadi Modified Cassava Flour (MOCAF). Ketebalan irisan chips singkong dan lama fermentasi berpengaruh terhadap kualitas sifat fisik kimia tepung MOCAF yang dihasilkan. Hal tersebut yang mendasari dilakukan penelitian mengenai pola perpindahan massa dalam proses fermentasi MOCAF untuk memperoleh MOCAF yang terbaik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola perpindahan massa chips singkong dalam fermentasi MOCAF selama 48 jam serta kemampuan maksimal chips dalam proses penyerapan bakteri asam laktat. Penelitian dilaksanakan di Desa Tamansari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas mulai dari bulan Mei sampai bulan Juni 2022. Penelitian ini menggunakan perlakuan waktu 24 jam dan 48 jam dengan 3 kali pengulangan. Irisan chips singkong menggunakan ketebalan 1 cm dengan diamerer 4 cm dengan kapasitas bakteri 10 ml. &nbsp;Perpindahan massa pada penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan. Perpindahan massa pada menit ke 0 sampai 120&nbsp; sebesar 7 g.&nbsp; Pada menit ke 150 sampai 240 tidak terdapat perbedaan. Pada menit ke 270 sampai 360 8 g. Pada menit ke 390 sampai 600 sebesar 8 g dan 9 g. Pada menit ke 630 sampai 930 sebesar 7 g dan 9 g. Pada&nbsp; menit ke 960 sampai 1590 sebesar 7 g dan 9 g. Pada menit ke 1620 sampai 2880 sebesar 7 g dan 9,5 g. Kemampuan maksimal chips dalam menyerap bakteri adalah pada rentan waktu 1620 sampai 2880 tepatnya pada menit ke 1260 sebesar 9,5 g. Data Hasil penelitian menunjukan bahwa lama waktu fermentasi chips singkong pada menit ke 2640 (44 jam) sampai 2880 (48 jam) menunjukan massa optimal pada proses fermentasi

    Perancangan Kontrol Air Nutrisi pada Tanaman Selada Keriting Merah (Lactuca sativa var. acephala) pada Sistem Aeroponik Berbasis Internet of Things (IoT)

    No full text
    Sistem kontrol otomatis berbasis IoT pada instalasi aeroponik&nbsp; tanaman selada keriting merah (Lactuca sativa var. acephala) merupakan pengontrol air pada aeroponik. Penyemprotan air nutrisi dilakukan secara otomatis. Tujuan merancang membuat teknologi sistem kontrol otomatis berbasis IoT instalasi aeroponik, menguji teknologi tersebut. Metode penelitian persiapan bahan alat, membuat alat sistem kontrol otomatis berbasis IoT, dan melakukan data analisis menggunakan analysis of varians (ANOVA) melakukan uji beda menggunakan SPSS 26. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati pertumbuhan panjang dan lebar daun selada keriting merah dengan pengontrolan secara otomatis berbasis IoT pada instalasi aeroponik untuk mengetahui efisiensi penggunaan air nutrisi dengan penyemprotan menggunakan mikro jet sprayer. Pengukurannya melalui debit air, tinggi penyemprotan, dan jumlah penyemprotan selama penelitian berlangsung.Hasil perhitungan uji ANOVA panjang daun dan lebar daun didapat nilai signifikan (sig.) 0,801 untuk panjang dan lebar daun 0,872. Dimana kedua hasil tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga kesimpulan yang dihasilkan tidak berbeda nyata. Dari 3 blok model penyemprotan pengukuran panjang dan lebar daun yang mendapatkan nilai rata-rata terbesar pada blok 70% dengan rata-rata panjang daun sebesar 7,2 cm dan lebar daun sebesar 5,3 cm. Pada blok perlakuan 70% dengan jumlah penyemprotan sebanyak 74 kali selama 35 hari, dengan debit air sebesar 196 ml/s dan tinggi penyemprotan sebesar 8 cm, dengan rata-rata jumlah Total Dissolved Solids (TDS) yang terdapat dalam larutan adalah sebesar 719, dan suhu air yang digunakan dalam penyemprotan mencapai 29°C, dan pH air sebesar 6,4

    ANALISIS PERUBAHAN KUALITAS BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) SEGAR DALAM LEMARI PENDINGIN

    No full text
    Strawberry merupakan buah yang mudah rusak (perishable). Jika dipetik dalam kondisi matang dan disimpan dalam suhu ruang hanya bertahan 3-4 hari. Buah setelah dipanen dan tidak langsung ditangani akan cepat mengalami pembusukan. Kerusakan buah dapat menyebabkan penurunan kualitas dan nilai ekonomi pada buah. Oleh karena itu diperlukan penanganan yang tepat selama pascapanen untuk menghambat penurunan komoditas ini. Teknik penanganan sangat menentukan dalam proses menjaga kualitas buah agar terhindar dari berbagai jenis kerusakan, khususnya kerusakan mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stroberi vakum dan tanpa vakum terhadap umur simpan stroberi segar dalam lemari pendingin dan juga untuk menganalisis perbedaan hasil perlakuan stroberi vakum dan tanpa vakum terhadap umur simpan stroberi segar dalam lemari pendingin. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) karena memiliki keheterogenan yaitu percobaan yang dilakukan pada hari yang berbeda (pengulangan) dengan 2 perlakuan kemasan vakum dan tanpa vakum dengan 4 parameter penelitian dan dengan variabel kontrol yang sama. Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada stroberi dengan kemasan vakum dan tanpa vakum dalam lemari pendingin. Stroberi yang dikemas vakum dapat mempertahankan warna L*a*b* dan kadar air. Sedangkan pada kemasan tanpa vakum dapat mempertahankan pH dan susut bobot buah stroberi

    Pengaruh Penambahan Sekam Padi Terhadap Kualitas Biobriket dari Limbah Ampas Kopi

    No full text
    Ampas kopi dan sekam padi merupakan limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai biomassa. Salah satu cara pemanfaatan limbah ampas kopi dan sekam padi adalah memanfaatkannya menjadi biobriket. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan sekam padi terhadap kualitas biobriket dari limbah ampas kopi. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh kualitas biobriket yang terbaik dari pengaruh penambahan sekam &nbsp;padi terhadap kualitas biobriket dari limbah ampas kopi. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan acak Lengkap (RAL) dengan tiga komposisi perlakuan berbeda, yaitu komposisi (A) 100% ampas kopi, komposisi (B) 75% ampas kopi dan 25% sekam padi, dan komposisi (C) 50% ampas kopi dan 50% sekam padi. Terdapat perbedaan yang sangat besar pada setiap perbandingan komposisi bahan baku briket ampas kopi dan sekam padi. Dimana perlakuan komposisi 50% ampas kopi dan 50% sekam padi(C) menunjukkan kualitas paling baik dibandingkan dengan komposisi 100% ampas kopi (A) dan komposisi 75% ampas kopi dan 25% sekam padi (B)
    corecore