740 research outputs found
FAST-EDI
# Fast Event-based Double Integral for Real-time Robotics (Academic Use Only)
## [Paper](https://arxiv.org/abs/2305.05925) | [Video: Youtube](https://www.youtube.com/watch?v=xzrHNA97wls) | [Video: Bilibili](https://www.bilibili.com/video/BV1qL411X7hc/?share_source=copy_web&vd_source=2483c9488f1bd3f3478cf69bfca4d49e)
Motion deblurring is a critical ill-posed problem that is important in many vision-based robotics applications. The recently proposed event-based double integral (EDI) provides a theoretical framework for solving the deblurring problem with the event camera and generating clear images at high frame-rate. However, the original EDI is mainly designed for offline computation and does not support real-time requirement in many robotics applications. In this paper, we propose the fast EDI, an efficient implementation of EDI that can achieve real-time online computation on single-core CPU devices, which is common for physical robotic platforms used in practice. In experiments, our method can handle event rates at as high as 13 million event per second in a wide variety of challenging lighting conditions. Its benefit has been demonstrated on multiple downstream real-time applications, including localization, visual tag detection, and feature matching.
## Understanding the hardware bias of event camera
[Tutorial of the bias](https://gitlab.com/inivation/inivation-docs/blob/master/Advanced configurations/User_guide_-_Biasing.md)
## Checking the hardware bias using the jAER
One can use the jAER project to get a roughly estimated contrast from the bias currents that are estimated to be generated by the on-chip bias generator bias current ratios:[jAER homepage](https://github.com/SensorsINI/jaer)
Discussion regarding the bias estimation:[discussion](https://groups.google.com/g/davis-users/c/68gp0zxTMUk/m/SpweyJKrDgAJ)
and the physical model that build to estimate the threshold:[Paper](https://ieeexplore.ieee.org/document/7962235/)
## Usage
Test env:
```
ubuntu 18.04
dv-runtime 1.6.1
dv-gui 1.6.0
```
1. download the DV and install it following the tutorial [DV install guide](https://inivation.gitlab.io/dv/dv-docs/docs/getting-started.html)
2. download the fast EDI code
```
git clone https://github.com/eleboss/fast_EDI
```
3. compile the fast EDI module
```
cd ./dv-module/fast-edi
cmake ./
make
```
then you will see the `fedi_FEDI.so`, this is the file you need to add to the dv-gui.
4. configure the DV-GUI search path
```
dv-gui
```
find the `structure - add modules - modify module search path - add path` (this path leads to `fedi_FEDI.so`, for me is `/home/eleboss/Documents/fast_EDI/dv-module/fast-edi`). Then you can add the fast edi modules to the dv-gui and wires it in this way:

5. download the test data [dataset](www.google.com), and play it.
Performance tips: You can tune the contrast or use the jAER to estimate, or use EDI to optimize an accurate contrast.
## Citation
```
@article{lin2023fast,
title={Fast Event-based Double Integral for Real-time Robotics},
author={Lin, Shijie and Zhang, Yingqiang and Huang, Dongyue and Zhou, Bin and Luo, Xiaowei and Pan, Jia},
booktitle={international conference on robotics and automation (ICRA)},
year={2023},
organization={IEEE}
}
```
</p
Pengembangan Instrumen Penilaian Numerasi Peserta Didik di Sekolah Dasar.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen numerasi fase c, sehingga perlu ditemukan: (1) konstruk instrumen numerasi, (2) analisis kualitas instrumen numerasi, (3) kemampuan numerasi peserta didik pada fase c, dan (4) efektivitas instrumen numerasi.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada pengembangan instrumen Edi Istiyono. Langkah pengembangan meliputi tahap pengembangan tes, uji coba, dan pengukuran. Subjek uji coba meliputi 932 peserta didik kelas V di Kota Yogyakarta yang ditentukan menggunakan metode stratified random sampling berdasarkan perolehan hasil ASPD Numerasi. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi, tes numerasi fase c, dan angket. Teknik analisis data meliputi a) validitas isi yang dibuktikan melalui expert judgement dan dikuantifikasikan menggunakan formula V Aiken; b) validitas konstruk dibuktikan melalui Confirmatory Factor Analysis; c) reliabilitas diestimasi menggunakan Alfa Cronbach; dan d) analisis butir IRT data campuran menggunakan model 2PL dan GPCM.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Konstruksi instrumen numerasi fase c terdiri atas domain bilangan, aljabar, geometri, dan pengukuran, serta data dan ketidakpastian mencakup konten sosial budaya, personal, dan saintifik. Instrumen numerasi tersaji dalam bentuk pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. (2) Kualitas instrumen ditinjau dari a) validitas isi dengan nilai V Aiken dinyatakan valid; b) reliabilitas instrumen menggunakan Alfa Cronbach dalam kategori tinggi; c) tingkat kesulitan butir dikotomus pada rentang -1,613 sampai 2,916; tingkat kesulitan butir politomus yang ditentukan dengan item location berada pada rentang -3,301 sampai 1,234; d) daya beda butir pada rentang 0,292 sampai 1,915; e) hasil perpotongan TIF dan SEM secara keseluruhan pada -5,75 sampai 4,37. (f) Keempat paket soal memiliki kesetaraan melalui kalibrasi bersama. (3) Hasil estimasi kemampuan numerasi peserta didik fase c masuk dalam kategori mahir (0,21%), cakap (41,74%), dasar (57,62%), dan perlu intervensi khusus (0,43%). (4) Instrumen numerasi dinilai efektif dalam mengukur kemampuan numerasi peserta didi
The analysis of senior high school students’ physics HOTS in Bantul District measured using PhysReMChoTHOTS
Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menghasilkan produk berupa instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis (IPKBK) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan tema kondisi geografis wilayah Indonesia sebagai negara maritim dan agraris serta mengidentifikasi kekayaan alam di Sekolah Dasar, (2) menentukan kualitas instrumen penilaian yang dapat mengukur keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPAS, (3) menemukan profil keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPAS, dan (4) menentukan kepraktisan penggunaan IPKBK dalam pembelajaran IPAS.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model prosedural untuk menghasilkan produk berupa IPKBK pada tema kondisi geografis wilayah Indonesia bagi peserta didik Sekolah Dasar kelas tinggi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas tinggi Sekolah Dasar sebanyak 952 yangterdiri dari 361 peserta didik untuk uji coba dan 591 peserta didik untuk uji tes utama. Sumber data diperoleh dari data primer yaitu hasil tes ketrampilan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan instrumen penelitian berupa butir soal. Teknik analisis data menggunakan analisis Item Response Theory (IRT) dan uji validitas konstruk menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Model mengadaptasi prosedur pengembangan Edi Istiyono, dengan 3 (tiga) tahapan: (1) perancangan tes untuk menetapkan spesifikasi tes dengan 9 langkah; (2) uji coba tes dengan 5 langkah; dan (3) pengukuran dengan 5 langkah. Pengembangan produk diawali dengan melakukan analisis kebutuhan (need assessment) melalui jaring pendapat terhadap 50 Guru SD di Kota Salatiga Propinsi Jawa Tengah dan mengkaji bentuk-bentuk IPKBK yang telah dikembangkan.
Hasil dari analisis kebutuhan menunjukkan 90% dari 50 responden menyatakan pentingnya IPKBK dikembangkan dan hasil kajian pustaka memilih instrumen berupa tes pilihan ganda. Penelitian ini: (1) menghasilkan produk awal (Produk I IPKBK) berupa instrumen berjumlah 28 butir, dengan konstruk yang terdiri dari focus, reason, inference, situation, clarity, overview; kemudian divalidasi oleh expert judgment menggunakan teknik Delphi dengan melibatkan 2 ahli psikometri, 2 ahli ke SD an dan 3 ahli IPAS dan diperoleh 28 butir tes (Produk II IPKBK); (2) mengukur keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPAS melalui uji validasi empiris terhadap 361 peserta didik diperoleh 26 butir soal cocok (fit) dengan model IRT 3 PL(Produk III IPKBK) dan 2 butir soal tidak cocok (misfit) dengan model IRT 3 PL; (3) produk III IPKBK ini diuji fisibilitasnya terhadap 591 peserta didik, diperoleh data pola jawaban yang dapat dikategorikan dalam 3 (tiga) tingkat berpikir kritis, yaitu berpikir kritis tingkat tinggi, sedang dan rendah dan guru-guru SD tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan IPKBK; (4) IPKBK dalam pembelajaran IPAS SD, sangat praktis digunakan
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS MINDSCAPING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF PESERTA DIDIK KELAS X SMA THE DEVELOPMENT OF STUDENTS WORKSHEET (LKPD) BASED ON MINDSCAPING TO IMPROVE CRITICAL AND CREATIVE THINGKING SKILLS IN GRADE X STUDENTS OF SENIOR HIGH SCHOOL
Dwitami Hediati, Edi Istiyono ([email protected]) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan produk LKPD berbasis mindscaping yang layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif peserta didik kelas X SMA pada materi impuls dan momentum linear, dan (2) mengetahui pengaruh penggunaan LKPD berbasis mindscaping dalam proses pembelajaran terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kreatif peserta didik kelas X SMA pada materi impuls dan momentum linear.Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan 4-D model yang dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Desain uji produk lapangan adalah randomized control group pretest-posttest design. Data yang diamati adalah respon peserta didik, penilaian LKPD hasil pekerjaan peserta didik, aktivitas peserta didik, dan penilaian mindscaping.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk LKPD berbasis mindscaping yang diujicobakan pada peserta didik kelas X MIPA 1 (1) layak digunakan dalam proses pembelajaran berdasarkan penilaian dari dosen fisika dan guru fisika pada aspek penilaian didaktif, konstruksi, dan teknis yang memiliki kategori sangat baik, dengan proses pembelajaran sesuai dengan total waktu yang dibutuhkan, serta respon positif peserta didik terhadap LKPD berbasis mindscaping, dan (2) terdapat pengaruh dalam penggunaan LKPD berbasis mindscaping. Hasil posttest pada t-test menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan kreatif masing-masing bernilai sama yaitu 0,000 0,05. Artinya terdapat pengaruh dari penggunaan LKPD berbasis mindscaping dengan LKPD konvensional, serta secara signifikan ketercapaian peserta didik dalam keterampilan berpikir kritis dan kreatif secara rata-rata dalam penggunaan LKPD berbasis mindscaping berdasarkan gain skor mengalami peningkatan sebesar 39,7% dan 41,7%, sedangkan pada LKPD konvensional mengalami peningkatan sebesar 32,1% dan 35,1%. Kata kunci: LKPD, mindscaping, keterampilan berpikir kritis dan kreatif ABSTRACT The objectives of this research are: (1) to produce LKPD based on mindscaping product which is feasible to be used in learning process to improve critical thinking and creative skills of grade X of senior high school on impulses and linear momentum, and (2) to know the effect of LKPD based on mindscaping in process learning on improving critical and creative thinking skills grade X of senior high school students on impulse material and linear momentum. This type of research is a developmental study using 4-D model implemented in 4 stages: Define, Design, Develop, and Disseminate. Product field test design is randomized control group pretest-posttest design. The observed data indicate that LKPD based on mindscaping product tested on the students of X MIPA 1 class (1) is feasible to be used in the learning process based on the appraisal of physics and physics teacher lecturers on the aspects of active, construction, and technical assessments that have very good categories, with learning process in accordance with the total time required, and positive response of learners to LKPD based on mindscaping, and (2) there is influence in the use of LKPD based on mindscaping. The posttest result on the t-test shows that critical and creative thinking skills are each valued at 0,000 0,05. This means that there is influence from the use of LKPD based on mindscaping with conventional LKPD, as well as significantly achievement of learners in critical thinking and creative thinking on average in the use of mindset based LKPD based on gain score increased by 39,7% and 41,7%, while in the conventional LKPD increased by 32,1% and 35,1%. Keywords: LKPD, Mindscaping, Critical and Creative Thinking Skill
Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kreatif Terintegrasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics Berbantuan Komputer pada Mata Pelajaran Fisika.
Pengembangan instrumen penilaian tes dan non-tes didasari oleh Kurikulum 2013 untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi konstruksi intrumen penilaian keterampilan berpikir kreatif terintegrasi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) berbantuan komputer; (2) mengukur kualitas instrumen penilaian keterampilan berpikir kreatif terintegrasi STEM berbantuan komputer; (3) mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kreatif terintegrasi STEM peserta didik SMA/MA di Kota Singkawang, dan (4) menguji keefektifan instrumen penilaian keterampilan berpikir kreatif terintegrasi STEM berbantuan komputer.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Langkah pengembangan instrumen tes mengacu kepada tiga proses dari Istiyono berupa perencanaan tes, ujicoba, dan pengukuran. Instrumen non-tes mengacu kepada 10 langkah yang dikembangkan oleh Mardapi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yang mensyaratkan memiliki akses internet dan handphone. Responden penelitian ini berjumlah 732 peserta didik yang meliputi 300 untuk ujicoba dan 432 untuk ujicoba skala besar. Subjek penelitian ini terdiri dari tujuh sekolah yaitu: SMA Negeri 2 Singkawang, SMA Negeri 3 Singkawang, SMA Negeri 5 Singkawang, SMA Negeri 10 Singkawang, SMA Swasta Santo Ignasius Singkawang, MAN Kota Singkawang, dan MAS Usshuludin Singkawang. Teknik analisis data untuk kualitas instrumen tes menggunakan pendekatan teori respon butir kategori Partial Credit Model sedangkan untuk Non tes menggunakan Confirmatori Factor Analysis. Teknik analisis data pada konstruksi, profil peserta didik, serta efektivitas menggunakan deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Produk instrumen penilaian tes berupa pilihan majemuk beralasan pada mata pelajaran fisika yang disusun menggunakan dimensi berpikir kreatif dari Torrance yang terdiri dari 40 butir soal. Produk instrumen penilaian non-tes berupa kuisioner menggunakan dimensi berpikir kreatif dar Lipman yang terdiri dari 88 butir. (2) Tes dan non-tes yang dikembangkan memiliki kualitas yaitu: a) hasil validasi oleh expert adalah sangat valid; b) nilai validitas konstrak CFA tergolong valid secara konstruk; c) nilai reliabilitas uji empirik tergolong sangat reliabel; d) rerarta INFIT MNSQ tergolong fit dengan model yang digunakan; f) analisis fungsi informasi dan SEM tergolong baik. (3) Profil keterampilan berpikir terintegrasi STEM peserta didik kota Singkawang tergolong Sedang. (4) Instrumen penilaian keterampilan berpikir kreatif terintegrasi STEM menggunakan komputer sangat efektif digunakan sebagai media penilaian
Teaching through Challenges for Equity, Diversity, and Inclusion (EDI)
Stephanie Burrell Storms and Jay Rozgonyi (with Kathi Rainville) are contributing authors, From Awareness to Action: Creating PSAs to Promote EDI, Chapter 5.
Betsy Bowen is a contributing author, Disturbing Voices: Literacy in the Archive and the Community, Chapter 6.
Paula Gill-Lopez is a contributing author, Know Thyself: Implicit Bias and Mindfulness, Chapter 8.
Stephaney Morrison is a contributing author, A Person-Centered Approach to Facilitate Students’ Social Advocacy, Chapter 11.
Colleges and universities cannot ignore the increasingly diverse student population in their classrooms, and how a focus on equity, diversity, and inclusion across disciplines trains students in the intercultural awareness they will need in competitive job markets. Yet while faculty may be aware of a need to understand EDI goals in relationship to their disciplines, and institutions may support EDI in theory, the onus of pedagogical training in EDI often falls on individual faculty. This book was written by faculty and administrators for educators who value the goals of EDI, and seek an intellectual community to help them develop their practice. Important to this book is an honest discussion of common challenges faculty may face when they engage in this difficult work, and effective strategies for addressing those challenges. The chapters are grouped according to six different themes: respect for divergent learning styles; inclusion and exclusion; technology and social action; affective considerations; reflection for critical consciousness; and safe spaces and resistance.https://digitalcommons.fairfield.edu/education-books/1065/thumbnail.jp
Collaboration as a driver of EDI: How Collaborative Activities Drive the Development and Implementation of Employee-Driven Innovation Initiatives
A growing perspective on innovation suggests that significant innovation can stem from employees' daily activities. Traditional innovation practices often delegate decision-making to a select group, typically R&D departments or specialized units. However, this approach overlooks the innovation potential distributed across all employees in an organization. Recent understanding challenges this traditional view, emphasizing that all employees possess the potential for innovation. Recognizing and harnessing this potential can lead to more distributed and effective innovation practices within organizations. This concept is referred to as Employee-Driven Innovation.In the context of Employee-Driven Innovation (EDI), collaboration is crucial for successful development and implementation. Effective collaboration, reliant on structures promoting knowledge exchange, skill development, and resource sharing, amplifies an organization's performance by capitalizing on individual strengths and expertise. However, the specific impact of collaboration on EDI practices is not well-understood, creating a gap in the literature and an opportunity to explore how collaboration influences EDI. Understanding these dynamics can inform and shape effective EDI practices. Therefore, it's essential to investigate the influence of collaborative activity on EDI, guiding the formation of effective strategies and driving successful EDI practices.This research narrows its focus to the development and implementation phase of Employee-Driven Innovation (EDI), as the literature suggests this phase is most influenced by collaborative activities and the organizational context allows deeper research into this specific phase. The central question being explored in this research is: how do collaborative activities drive the development and implementation of EDI initiatives?To address this, a case study is conducted within a single organization, Stedin, a grid operator in the Netherlands. The study encompasses several EDI initiatives and involves questioning both the initiators of the initiatives and collaborators during the development and implementation phase. A semi-structured interview format is used to gather insights.This research reveals key insights into the contrasting collaborative activities of the "fuzzy front end" and the "back end" of the development and implementation process of EDI initiatives. The fuzzy front end, characterized by exploration, thrives on dynamic, distant, and informal collaboration. These characteristics facilitate swift interactions, overcome organizational resistance, and prevent collective decision-making structures, thus promoting speed and flexibility.Conversely, the back end, typically more specialized and complex, benefits from stable, intimate, and homogeneous collaboration. This phase involves a time-consuming and complex role transfer, transitioning the EDI to an innovation that can be adopted organization-wide. Stable, homogeneous and intimate collaboration ensures effective implementation and a smooth transition of ownership...Management of Technology (MoT
IT-based HOTS assessment on physics learning as the 21st century demand at senior high schools: Expectation and reality
- …
