18 research outputs found
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON PADA CAMPURAN 1 SEMEN : 2 PASIR : 0 – 15 % LIMBAH KARBIT
Penggunaan limbah karbit sebagai bahan penyusun beton merupakan salah satu pemanfaatan bahan-bahan buangan atau limbah industri dan pertanian untuk pembuatan bata beton untuk lantai (paving block), conblock atau bata cetak. Selain sebagai pemanfaatan limbah, penggunaan limbah karbit sebagai bahan penyusun beton akan menekan biaya dalam pembuatan bahan bangunan tersebut. Mengingat sifatnya yang dapat mengikat air cukup tinggi dan mempunyai rumus kimia yang hampir sama dengan kapur padam, diharapkan penggunaan limbah karbit ini dapat menghasilkan suatu bahan bangunan yang ekonomis tetapi memenuhi syarat-syarat teknis bahan bangunan.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui beberapa perilaku mekanik beton yang meliputi berat isi, kuat tekan dan modulus elastisitas serta tinjauan perilaku tersebut terhadap umur beton karena penambahan limbah karbit. Tinjauan juga dilakukan dari segi harga yaitu dengan membandingkan harga kebutuhan bahan per m3 untuk beton normal atau tanpa penambahan limbah karbit dan beton dengan penambahan limbah karbit. Variasi campuran yang digunakan adalah 6 variasi dengan perbandingan volume yaitu 1PC : 2Psr : (0%, 3%, 5%, 8%, 10% dan 15%) limbah karbit. Benda uji yang digunakan berupa kubus dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm berjumlah 9 buah untuk masing-masing variasi campuran. Tiap variasi campuran terdiri dari 3 umur pengujian yaitu umur 7, 14 dan 28 hari dengan jumlah benda uji untuk masing-masing umur adalah 3 buah.
Dari hasil pengujian pada umur 28 hari diperoleh berat isi rerata variasi campuran I-VI berturut-turut adalah sebesar 2114,7 kg/m3, 2089,7 kg/m3, 2094,7 kg/m3, 2095,7 kg/m3, 2074,4 kg/m3 dan 2099,5 kg/m3. Sedangkan kuat tekan rerata yang diperoleh berturut-turut adalah sebesar 21,01 MPa, 22,80 MPa, 23,63 MPa, 24,62 MPa, 21,58 MPa dan 19,92 Mpa. Kuat tekan maksimum yang diperoleh adalah sebesar 24,62 Mpa pada variasi campuran IV yaitu 1PC : 2Psr : 8% limbah karbit. Modulus elastisitas yang diperoleh masing-masing variasi berturut-turut adalah 4622,84 Mpa, 3517,65 Mpa, 3695,67 Mpa, 3924,56 Mpa, 3933,53 Mpa dan 3092,13 Mpa. Dari hasil pengujian kuat tekan maksimum sebesar 24,62 Mpa, berat isi sebesar 2098,3 kg/m3 dan modulus elastisitas sebesar 3924,56 Mpa
PERENCANAAN BANGUNAN PENGENDALI SEDIMEN EMBUNG POMPONG DESA BATU TERING
Sedimen adalah material atau pecahan dari batuan, mineral dan material organik yang hanyut dan bergerak mengikuti arah aliran air sungai. Sedimentasi pada embung pompong yang terjadi sebesar 184,812 m3/tahun mengakibatkan pendangkalan sehingga mengurangi kapasitas tampungan air pada embung pompong. Pembangunan pengendali sedimen merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan guna mengendalikan sedimentasi pada sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan desain bending pengendali sedimen yang aman terhadap stabilitas dengan volume tampungan sedimen terbesar. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membandingkan desain hidrolis bangunan pengendali sedimen pada dua lokasi yang ditentukan (TP 80 dan TP 71), kemudian dilakukan analisis stabililitas berdasarkan gaya-gaya yang terjadi dan volume sedimen yang bias ditampung. Berdasarkan hasil analisis stabilitas pada dua lokasi, didapatkan hasil bahwa pada TP 80 bendung aman terhadap geser, guling, daya dukung dan piping. Volume sedimen yang dapat ditahan sebanyak 905074,74 m3 dan pengendali sedimen akan penuh dengan sedimen setelah 5 tahun. Sedangkan pada lokasi TP 71 sedimen yang dapat ditahan sebanyak 575373,21 m3 dan akan penuh setelah 3 tahun. Pembangunan pengendali sedimen pada TP 80 diharapkan mampu mengurangi sedimentasi yang terjadi pada embung pompong.Kat kunci :sedimen,pengendali sedimen, embung pompon
INTEGRASI KONSEP GREEN CONSTRUCTION DENGAN BUDAYA LOKAL MBOJO
Green construction merupakan pendekatan pembangunan yang mengedepankan efisiensi energi, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan. Dalam konteks lokal, budaya Mbojo yang berasal dari wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan hijau. Menggunakan metode etnografi, penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai budaya dalam praktik pembangunan rumah tradisional seperti Uma Lengge, yang telah lama mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan secara alami, seperti penggunaan material lokal, ventilasi silang alami, struktur tahan gempa, serta harmoni sosial dan spiritual dalam proses pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tradisional masyarakat Bima secara tidak langsung telah menerapkan prinsip konstruksi hijau yang selaras dengan pendekatan modern. Dengan memahami nilai-nilai lokal melalui perspektif orang dalam (emik), pendekatan green construction dapat dikembangkan secara lebih kontekstual dan berakar pada budaya setempat. Studi ini menegaskan bahwa pelestarian kearifan lokal tidak hanya penting untuk identitas budaya, tetapi juga relevan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal dan nasional
PENDAMPINGAN PEMBUATAN APOTEK HIDUP SISTEM IRIGASI TETES OTOMATIS DI KOTA BIMA
Curah hujan rendah, musim kemarau yang panjang, ketersediaan lahan terbatasuntuk budidaya tanaman obat menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhantanaman apotek hidup di Kelurahan Penaraga, Kota Bima. Tujuan kegiatanpengabdian kepada masyarakat, yaitu melakukan pendampingan dalampembuatan apotek hidup sistem irigasi tetes otomatis. Kegiatan pengabdiankepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 06-13 Maret 2023, di KelurahanPanaraga Kota Bima,Propinsi Nusa Tenggara Barat. Metode kegiatan yaitupembuatan produk dan sosialisasi. Sosialisasi dilaksanakan pada wargamasyarakat Kelurahan Panaraga,Kota Bima terbagi dalam dua sesi yaitu ceramahdan tanya jawab. Hasil kegiatan,yaitu terdapat peningkatan pemahamanmasyarakat Keluarahan Panaraga,Kota Bima terkait hilirisasi produk penelitiandari Aku Si Tom (Apotek Hidup Sistem Irigasi Tetes Otomatis). Aku Si Tommerupakan Sistem irigasi tetes yang dilengkapi dengan sistem kendali otomatis(Sistem internet of thing/IoT ) untuk mengatur jadwal pemberian irigasi,sehingga dapat meminimalisir penggunaan air yang berlebihan dan pemberianair sesuai kebutuhan tanaman, sehingga mempermudah masyarakat dalammemperoleh tanaman obat ramah lingkungan. Masyarakat dapat menerapkanbudidaya tersebut dengan lebih efektif dan efisien.
 
GREEN AREA KAMPUS SEBAGAI UPAYA MENUJU KAMPUS BERKELANJUTAN
Kampus berkelanjutan merupakan konsep yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung keberlanjutan kampus adalah pengembangan Green Area Kampus II Universitas Muhammadiyah Muhammadiyah Bima, yang berfungsi sebagai ruang hijau untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan sivitas akademika. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi komunitas kampus dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penanaman pohon, serta pengelolaan ruang hijau secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya Green Area Kampus II Universitas Muhammadiyah Bima mampu memberikan manfaat ekologis, estetika, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, kesadaran dan keterlibatan sivitas akademika dalam menjaga kelestarian lingkungan meningkat secara signifikan. Dengan demikian, pengembangan Green Area Kampus II Universitas Muhammadiyah Bima merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kampus yang berkelanjutan dan ramah lingkungan
Studi Kelayakan Pembangunan Pasar Seketeng Tinjauan Teknis
Penelitian ini tentang studi kelayakan pembanguan Pasar Seketeng yang direncanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa. Penyediaan fasilitas berupa pembangunan Pasar Seketeng yang berlokasi di Jalan Dr Cipto, Kelurahan Seketeng, Sumbawa Besar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelayakan secara teknis pada rencana pengembangan Pasar dari aspek kelayakan lokasi, konsep desain dan fungsi bangunan, serta teknis struktur sehingga dapat diperoleh rekomendasi implementasi atau tahapan pelaksanaan konstruksi dan operasi dari pembangunan Pasar Seketeng. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, uji lapangan dan uji laboratorium. Hasil kajian kelayakan teknis ini menunjukkan pembangunan Pasar Seketeng layak untuk dilaksanakan, baik dari aspek kelayakan lokasi, konsep desain dan fungsi bangunan, serta teknis struktur. Kajian dari aspek kelayakan lokasi menunjukkan bahwa luasan areal pembangunan Pasar sekitar ±1,5 Ha milik pemerintah dan didalamnya termasuk lahan yang telah dibebaskan seluas ±22,5 are. Sedangkan Konsep disain Pasar Seketeng adalah modern, minimalis, etnik tradisional kedaerahan, fungsional, nyaman dan aman. Adapun kajian dari aspek teknis struktur bangunan menunjukkan bahwa struktur beton bertulang 2 lantai dengan model Gabel Frame Baja, beton mutu K225 kg/cm2, rangka atap menggunakan baja BJ37 serta tipe pondasi telapak setempat dengan kedalaman Df = 2,00 m dari muka tanah asli
PENDAMPINGAN PEKERJAAN KONSTRUKSI GEDUNG II UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BIMA
Kota Bima merupakan salah satu dari dua kota madya yang ada di provinsiNusa Tenggara Barat, Kota Bima merupakan kota yang berada di ujung timurPulau Sumbawa dan menjadi tujuan alternatif sebagai Kota Pendidikanperguruan tinggi baik dari labuan bajo dan flores, perkembangan mahasiswayang semakin meningkat setiap tahunnya di Universitas Muhammadiyah Bimamenjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan ruangan kelas. Kegiatanpengabdian ini bertujuan untuk menunjang fasilitas Masyarakat Kota Bimaterutama umat Muhammadiyah, yang dilaksanakan di Pembangunan Gedung IIUniversitas Muhammadiyah Bima,Kecamatan Asakota, Kota Bima dari tanggal14 Maret 2023 – 31 Desember 2023. Menggunakan metode pendampinganlangsung Selama 10 bulan, kegiatan pengabdian dilakukan dengan pelaksanaansurvei, perencanaan, pelaksanaan konstruksi gedung II Universitas Muhammadiyah Bimaterkait dengan pembangunan infrastruktur. Perencanaan Gedung II KampusUniversitas Muhammadiyah Bima menjadi sorotan penting dari KetuaMahkama Konstitusi Republik indonesia dan Walikota Kota Bima sebagaiproduk infrastruktur berlanjut dan jangka panjang. Pengabdian ini dapatmenghasilkan konstruksi gedung yang sesuai dengan RAB yang dibutuhkan dalampembangunan Gedung II Universitas Muhammadiyah Bima ini sebesar Rp14.497,000,000.
 
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BUBUR EKSTRAK SARANG BURUNG WALET UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA POSYANDU BAJO KETA DESA LERE NTB
Pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu cara penanggulangan masalahstunting. Desa Lere merupakan salah satu desa penghasil sarang burung waletdan sarang burung walet bermanfaat mengatasi gizi buruk, meningkatkan dayatahan tubuh dan metabolisme tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakatini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akanmanfaat mengkonsumsi bubur ekstrak sarang burung walet dan dapat diaplikasikan sebagai makanan tambahan pada saat kegiatan posyandu. Metodeyang digunakan adalah pelatihan dan penyuluhan tentang manfaat, kandungangizi serta cara pembuatan bubur sarang burung walet. Peserta dalam pengabdianini adalah seluruh ibu balita yang hadir dalam kegiatan posyandu. Pengabdian inidilakukan di Posyandu Bajo Keta Desa Lere Kecamatan Parado Kabupaten BimaNusa Tenggara Barat pada tanggal 3 Agustus 2023 pukul 09.00 WITA sampaiselesai. Hasil dari kegiatan aparat desa, kader posyandu memiliki ketertarikanuntuk menjadikan bubur sarang burung walet ini sebagai salah satu makanantambahan untuk balita di desa tersebut.
 
PENDAMPINGAN PETANI DURIAN MELALUI PELATIHAN PENERAPAN IRIGASI TETES OTOMATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS
Ketersediaan air yang tepat merupakan faktor penting yang menentukan tingkat produktivitas tanaman durian. Namun, sistem penyiraman manual yang umum digunakan petani sering kali tidak efisien karena tidak memiliki pengukuran yang jelas, sehingga menyebabkan pemborosan air, waktu, dan tenaga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan kepada petani durian Bumi Pajo dalam menerapkan teknologi irigasi tetes otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengatur kebutuhan air secara lebih presisi. Kegiatan pelaksanaan di daerah Bumi Pajo Kabupaten Bima selama 30 Hari di bulan September dan Oktober 2025, pelatihan meliputi survei kebutuhan lapangan, perancangan perangkat irigasi, pelatihan penggunaan teknologi, implementasi langsung pada kebun durian, serta evaluasi terhadap performa sistem. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 35%, pengurangan beban kerja petani sebesar 40%, serta peningkatan produktivitas tanaman berkat pengaturan distribusi air yang lebih terkontrol. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman petani terhadap teknologi pertanian modern, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan usaha tani durian
DAMPAK KEBERADAAN PASAR TRADISIONAL TERHADAP KINERJA RUAS JALAN LINTAS SUMBAWA-TANO KILOMETER 69+000 KECAMATAN ALAS KABUPATEN SUMBAWA
Jalan Lintas Sumbawa-Tano Kilometer 69+000 yang merupakan salah satu segmen Jalan Nasional yang merupakan akses utama yang menghubungkan ke pusat-pusat pemerintahan, memiliki aktivitas guna lahan samping jalan yang beragam serta tingkat kesibukan yang tinggi. Menurut fungsional dan adminisratif jalan Lintas Sumbawa-Tano Kilometer 69+000 merupakan Jalan Arteri dan Jalan Nasional (sumber Dinas PU Kabupaten Sumbawa).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif jenis metode yang digunakan survei dan tindakan yaitu melakukan suatu pengamatan langsung terhadap suatu gejala yang difocuskan kepada pemecahan masalah atau perbaikan terhadap masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kinerja jalan dijalan Lintas Sumbawa-Tano KM 69+000 sangat terganggu akibat adanya pasar tradisional, hambatan samping terburuk terjadi pada hari minggu dengan DS (Derajat Kejenuhan) = 1,067 yang merupakan tingkat pelayanan FSetelah redesain komponen PSV dan EEV dikurangi sebesar 50% DS meningkat menjadi 0,68 yaitu tingkat pelayanan C
