1,738,869 research outputs found
Evolução do Repositório do ISPA (2009-2016)
Apresenta-se um poster com informação relativa à evolução do Repositório do ISPA entre os anos 2010 e 2015
Evolução do Repositório do ISPA (2009-2013)
Apresenta-se um poster com informação relativa à evolução do Repositório do ISPA entre os anos 2009 e 2013
HUBUNGAN STATUS GIZI, PEMBERIAN KOLOSTRUM DAN LAMA PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI
ABSTRAK
MELLYSA MANGKONA. Hubungan Status Gizi, Pemberian Kolostrum, dan Lama Pemberian ASI dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi (di bimbing oleh Nurdin Rahman dan Hasanah).
Peminatan Gizi Kesehatan Masyarakat
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Tadulako Palu
Skripsi, November 2014
Penyakit ISPA merupakan pembunuh utama bayi dan balita di Indonesia. Sebagian besar kematian tersebut diakibatkan oleh ISPA pneumonia. Prevalensi ISPA di Indonesia mencapai 25% pada tahun 2013. Kejadian ISPA di Kota Palu pada tahun 2013 mencapai 39,6% sementara kejadian ISPA di Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi mencapai 70,5% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Hubungan Status gizi, pemberian kolostrum dan lama pemberian ASI dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigiâ€. Jenis penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 247 balita. Sampel pada penelitian ini adalah 70 balita, dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dimana responden adalah ibu dari anak balita usia (24-59 bulan). Data penelitian ini diuji secara statistik degan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara status gizi (Ï=0,002), pemberian kolostrum (Ï=0,007) dan lama pemberian ASI (Ï=0,001) dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi. Diharapkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Biromaru agar dapat mengoptimalkan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pencegahan penyakit ISPA serta kepada orang tua balita agar memperhatikan status gizi, pemberian kolostrum dan lama pemberian ASI pada balita.
Kata Kunci : ISPA, Status Gizi, Kolostrum, AS
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI RSU MOKOPIDO TOLITOLI
ABSTRAK
NURFAJRIAH. M. Faktor Risiko Kejadian ISPA Pada Anak Balita Di RSU Mokopido Tolitoli (di bawah bimbingan Adhar Arifuddin dan Arwan).
Peminatan Epidemiologi
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Tadulako Palu
Skripsi, Juni 2013
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah proses infeksi akut berlangsung selama 14 hari, yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan riketsia. Tingkat kejadian ISPA di RSU Mokopido Tolitoli semakin meningkat dari tahun ke tahun sehingga perlu dilakukan penelitian tentang faktor risiko kejadian ISPA . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian ISPA Pada Anak Balita Di RSU Mokopido Tolitoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah obsevasional analitik dengan menggunakan metode case control dimana akan melihat faktor risiko kejadian ISPA. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 204 yang terdiri dari 68 kasus dan 136 kontrol dengan perbandingan antara kasus dan kontrol adalah 1 : 2. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian yang dilakukan di RSU Mokopido Tolitoli terhadap kejadian ISPA dengan faktor risiko ASI eksklusif, didapatkan nilai odds ratio (OR) dengan Confidence Interval (CI) 95% sebesar 2,908 (1,383-6,116), faktor risiko status imunisasi terhadap kejadian ISPA didapatkan nilai odds ratio (OR) dangan Confidence Interval (CI) 95% sebesar 7,212 (3,107-16,745), faktor risiko BBLR terhadap kejadian ISPA didapatkan nilai odds ratio (OR) dengan Confidence Interval (CI) 95% sebesar 5,281 (2,429-11,4,85). Hal ini berarti ASI eksklusif, status imunisasi dan BBLR merupakan faktor risiko kejadian ISPA pada anak balita karena didapatkan nilai odds ratio (OR) dengan Confidence Interval (CI) 95% > 1. Diharapkan bagi orang tua untuk memperhatikan kecukupan gizi dan nutrisi anak balita dengan pemberian ASI eksklusif dan bagi instansi kesehatan untuk lebih memperhatikan kelengkapan data berat bayi lahir dan jadwal imunisasi yang efisien bagi anak balita.
Kata Kunci : ISPA, Anak Balit
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS LINDU KECAMATAN LINDU KABUPATEN SIGI TAHUN 2015
ABSTRAK
Latar Belakang: Menurut WHO (2007) Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Hampir 4 juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun. Tingkat mortalitas sangat tinggi pada bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. 40%-60% dari kunjungan dipuskesmas adalah ISPA. Hal ini yang mendasari penulis melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan tindakan pencegahan penyakit ISPA pada balita di puskesmas lindu
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan tindakan pencegahan penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Lindu Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Jumlah sampel 83 ibu balita yang terdaftar di Puskesmas Lindu yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas berupa pengetahuan dan sikap, menggunakan data primer, instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Variabel terikat berupa tindakan pencegahan ISPA, instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square
Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan bahwa, ada hubungan pengetahuan ibu balita tentang ISPA dengan perilaku pencegahan dengan nilai P= 0,049 dan ada hubungan sikap ibu balita tentang ISPA dengan perilaku pencegahan dengan nilai P=0,032
Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan tindakan pencegahan penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Lindu Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi
Kata Kunci: ISPA, Pengetahuan, Sikap, Tindakan pencegaha
ABSTRACT
Background: According to the WHO (2007), Acute respiratory tract infection (ARI) is the leading cause of morbidity and mortality of infectious diseases in the world. Almost 4 million people die from ARIs each year. The mortality rate is very high in infants, children, and elderly people. Each child is estimated to have 3-6 episodes of ARI annually. 40-60% of visits in primary health care are due to ARI. and attitudes of mothers about the disease acute respiratory infections (ARI) with preventive care in health centers ARI in infants earthquake
Objective: To determine the relationship of mother's knowledge and behavior about the disease acute respiratory infections (ARI) with precautions of ARI in infants at Puskesmas Lindu, Sub-district Lindu District Sigi
Methods: This study design used observational analytic with cross-sectional approach. Sampling was conducted by accidental sampling method. Total sample were 83 mothers registered at Puskesmas Lindu accordance with inclusion and exclusion criteria. The independent variables were in the form of knowledge and behavior, using primary data, the instrument used was a questionnaire. The dependent variable was in the form of preventive measures towards ARI, the instrument used was a questionnaire. Data analysis used chi-square test.
Results: Based on the statistical test showed that, there was a relationship of mothers knowledge about ARI with preventional behaviors P = 0.049 and no relation between mothers behavior towards ARI prevention with a P value = 0.032
Conclusion: There is a relationship of mothers knowledge and behavior about the acute respiratory tract infections (ARI) with precautions of ARI in infants at Puskesmas Lindu, Sub-district Lindu District Sigi
Keywords: ARI, Knowledge, Behavior, Actio
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN ASUPAN VITAMIN A DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA ANAK BALITA DI RSU ANUTAPURA PALU
ABSTRAK
SITI NUR ALFIANI. Hubungan Berat Badan Lahir Rendah, pemberian ASI eksklusif dan asupan Vitamin A dengan Kejadian Penyakit ISPA Pada Anak Balita di RSU Anutapura Palu (di bawah bimbingan Abd. Hakim Laenggeng dan Nikmah Utami Dewi).
Peminatan Gizi Masyarakat
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Tadulako
Skripsi, September 2014
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama kematian anak balita di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus kematian akibat ISPA terbanyak. Prevalensi ISPA di Sulawesi Tengah menurut Riskesdas 2013 adalah sebesar 23,6 % dan penyakit ISPA merupakan salah satu dari 10 besar penyakit terbanyak yang diderita pasien di ruang rawat inap anak RSU Anutapura Palu selama tiga tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), pemberian ASI eksklusif, dan asupan vitamin A dengan kejadian ISPA pada anak balita di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. Penelitian ini menggunakan desain rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah anak balita usia 6-59 bulan sebanyak 64 orang yang diambil secara accidental. Hasil penelitian diuji secara statistik dengan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% menggunakan program software komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBLR (Ï =0,003) dan pemberian ASI eksklusif (Ï =0,004) berhubungan dengan kejadian ISPA, sedangkan asupan vitamin A (Ï =0,249) tidak berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak balita. Perlunya program edukasi bagi ibu tentang pentingnya pemberian ASI secara eksklusif serta kerja sama masyarakat dengan petugas kesehatan terkait untuk mencegah kejadian BBLR sebagai salah satu faktor risiko ISPA.
Kata Kunci : ISPA, BBLR, ASI Eksklusif, Vitamin A
ABSTRACT
SITI NUR ALFIANI. The Relationship between Low Birth Weight, Exclusive Breast Feeding Giving and Vitamin A Intake with ISPA Disease Incidence in Public Hospital of Anutapura Palu (under the supervisions of Abd. Hakim Laenggeng and Nikmah Utami Dewi).
Public Health Concentration
Public Health Study Program
Faculty of Medical and Health Science
Tadulako University
Skripsi, September 2014
Acute Respiratory Gutter Infection (ISPA) is one of main causes of childrens’s death in the world. Indonesia is one of the countries with the most case of death by ISPA. ISPA prevalence of Central Sulawesi according to Riskesdas 2013 is 23.6% and ISPA disease is one of ten diseases suffered by patients in children’s intensive care unit of Public Hospital of Anutapura for the last three years. This research aims to find out the relationship beetwen low birth weight, exclusive breast feeding giving and vitamin a intake with ISPA disease incidence in public hospital of Anutapura Palu. It employed cross sectional design. The sample was 64 children under five years old ages 6-59 months selected accidentally. The reasearch result was examined statistically by using Chi-square test on the significance level of 95% with computer software program. The research result indicates that low birth weight (Ï=0.003) and exclusive Breast Feeding giving (Ï=0.004) relates to ISPA incidence whereas Vitamin A intake (Ï=0.249) did not relate to ISPA of the children under five years old. It needs to have a educative program for mothers concerning the importance of the giving of exclusive Breast Feeding and partnership of society with related health officers to prevent low birth weight as one of factors of ISPA risk.
Key words: ISPA, Low Birth Weight, Exclusive ASI, Vitamin A
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN SIKAP IBU TENTANG PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS KAMONJI PALU SULAWESI TENGAH TAHUN 2016
ABSTRAK
Latar Belakang: ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di negara maju dan negara berkembang. Di Indonesia kasus ISPA selalu menempati urutan pertama penyebab kematian bayi dengan persentase 23,30% dari seluruh kematian balita. Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu dari 5 provinsi dengan insiden dan prevalensi penyakit pneumonia tertinggi yaitu mencapai 2,3% dan 5,7%. Untuk Sulawesi Tengah presentase pneumonia balita tertinggi bahkan lebih dari target yang diharapkan adalah Kota Palu yaitu 25,81%. Pengetahuan dan sikap tentang ISPA merupakan salah satu faktor penting dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya ISPA.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan tindakan pencegahan penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Kamonji Palu Sulawesi Tengah.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Jumlah sampel 100 ibu balita yang terdaftar di Puskesmas Kamonji yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas berupa pengetahuan dan sikap, menggunakan data primer, instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Variabel terikat berupa tindakan pencegahan ISPA, instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan bahwa, ada hubungan pengetahuan ibu balita tentang ISPA dengan perilaku pencegahan dengan nilai P= 0,000 dan ada hubungan sikap ibu balita tentang ISPA dengan perilaku pencegahan dengan nilai P=0,000.
Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan tindakan pencegahan penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Kamonji Palu Sulawesi Tengah.
Kata Kunci: ISPA, Pengetahuan, Sikap, Tindakan
xvii
ABSTRACT
Background: Acute respiratory tract infection is one of health problems that mostly happen in developed and developing countries. In Indonesia acute respiratory tract infection is always the most prevalent cause of infant death with percentage of 23,30% from all causes. Central Sulawesi Province is one of five provinces with the highest incidence and prevalence of pneumonia, up to 2,3% and 5,7%, consecutively. The highest percentage of pneumonia in child under age five in Central Sulawesi, even higher than expected target value, is occured in Palu (25,81%). The knowledge and attitude to acute respiratory tract infection are either important factors in prevention of acute respiratory tract infection.
Objective: To determine the relationship of mother's knowledge and behavior about the disease acute respiratory infections with precautions of ac ute respiratory tract infection in infants at Puskesmas Kamonji, Palu Central Sulawesi.
Methods: This study design used observational analytic with cross-sectional approach. Sampling was conducted by accidental sampling method. Total sample were 100 mothers registered at Puskesmas Kamonji accordance with inclusion and exclusion criteria. The independent variables were in the form of knowledge and behavior, using primary data, the instrument used was a questionnaire. The dependent variable was in the form of preventive measures towards acute respiratory tract infection, the instrument used was a questionnaire. Data analysis used chi-square test.
Results: Based on the statistical test showed that, there was a relationship of mothers knowledge about acute respiratory tract infection with preventional behaviors P = 0.000 and there is relation between mothers behavior towards acute respiratory tract infection prevention with a P value = 0.000.
Conclusion: There is a relationship of mothers knowledge and behavior about the acute respiratory tract infections with precautions of acute respiratory tract infection in infants at Puskesmas Kamonji, Palu Central Sulawesi.
Keywords: Acute respiratory tract infection, Knowledge, Behavior, Actio
As tutorias no ensino superior: Avaliação pelos estudantes
No contexto académico, a Tutoria abrange todo o apoio e orientação disponibilizado por um/a responsável (o/a Tutor/a) a um/a estudante (o/a tutorando/a) que
estabelecem um contacto formal focado no processo de superação de eventuais dificuldades e/ou na aquisição de competências específicas relacionadas com a vida
académica .
1
As tutorias no Ensino Superior são uma estratégia que facilita a integração académica e social dos/as estudantes, uma vez que promove : Dinâmicas de integração
do estudante na comunidade académica; conhecimento acerca de procedimentos e práticas institucionais; formação académica, profissional e pessoal do estudante;
gestão de expetativas e de dificuldades reais e antecipadas.
2
Desde 2010 que o ISPA adotou um sistema de Tutorias para orientação e suporte que procura desenvolver competências académicas, cognitivas, afetivas, de
autonomia, comunicacionais, sociais e culturais dos/as estudantes.
Objetivo: Introduzir uma dinâmica de reflexão e análise conjunta para compreender o contributo do programa tutoria para o desenvolvimento académico e pessoal
de estudantes, orientadas para o bem-estar e integração de estudantes nos contextos do ensino superior
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA PEKERJA TAMBANG GALIAN C DI KELURAHAN WATUSAMPU KECAMATAN ULUJADI KOTA PALU
ABSTRAK
ANDI FITRIANI. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Pekerja Tambang Galian C di Kelurahan Watusampu Kecamatan Ulujadi Kota Palu (dibawah bimbingan Rosmala Nur dan Muh. Ryman Napirah).
Peminatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Tadulako
Oktober 2016
Bahan galian C yang berupa mineral batu dan tanah merupakan salah satu jenis bahan tambang yang wewenang pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah daerah. Penambangan bahan galian C memang memberikan keuntungan berupa lapangan kerja dan kontribusi kepada beberapa pihak tertentu, namun aktivitas pertambangan galian C menghasilkan debu yang dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan berupa pencemaran kualitas udara yang menyebabkan ISPA pada pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama bekerja, penggunaan APD berupa masker dan pengetahuan pekerja dengan risiko ISPA pada pekerja tambang galian C di Kel. Watusampu Kec. Ulujadi Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja tambang galian C di Kelurahan Watusampu sebanyak 76 pekerja. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Pengukuran kadar debu total dilakukan di dua titik dengan menggunakan alat LVS (Low Volume Sampler). Kadar debu total yang diukur ditentukan secara gravimetri. Hasil pengukuran menunjukkan kadar debu total di titik I sebesar 125 mg/m3 dan 140,6 mg/m3 pada titik II. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan lama bekerja (ρ=1,000) dengan risiko ISPA pada pekerja, ada hubungan antara penggunaan APD masker (ρ=0,030) dan pengetahuan pekerja (ρ=0,012) dengan risiko ISPA pada pekerja tambang galian C. Perlu dilakukan pengawasan terhadap aktivitas tambang galian C yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan pekerja.
Kata Kunci: ISPA, Pekerja Tambang Galian
Burnout e intenção de desistir do curso: o efeito moderador do envolvimento académico
info:eu-repo/semantics/publishedVersio
- …
