1,720,975 research outputs found
PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DIPADUKAN DENGAN KETERAMPILAN HOTS TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK BERDASARKAN STUDI LITERATUR
Artikel ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model pembelajaran problem solving terhadap hasil belajar peserta didik jika dipadukan dengan keterampilan HOTS berdasarkan studi literatur. Studi terdahulu mengungkapkan bahwa keterampilan HOTS peserta didik tergolong rendah. Guru berperan penting memberikan inovasi baru disetiap kegiatan pembelajaran salah satunya yaitu dengan memilih model pembelajaran yang tepat, karena model pembelajaran yang diterapkan guru akan berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Hasil belajar merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran karena menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pendidikan. Model pembelajaran yang cocok dengan keterampilan HOTS salah satunya yakni model pembelajaran problem solving. Penelitian ini dikaji melalui metode meta analisis dengan mengumpulkan beberapa data dari studi literatur penelitian yang setema. Hasil analisis studi literatur menyatakan bahwa model pembelajaran problem solving berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dalam meningkatkan keterampilan HOTS dibuktikan dengan nilai posttest yang diperoleh peserta didik dengan rata-rata peningkatan nilai posttest peserta didik sebesar 22,87%. Berdasarkan data yang telah dipaparkan pada pembahasan dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran problem solving jika dipadukan dengan keterampilan HOTS dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik serta dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Kata kunci: Problem Solving, Keterampilan HOTS, Hasil Belajar, Studi Literatu
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Asam Basa Di MA Kanjeng Sepuh Sidayu
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi asam basa. Penelitian ini menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design dengan sasaran penelitian siswa kelas XI IPA-1 MA Kanjeng Sepuh Sidayu. Instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan keterlaksanaan sintaks, lembar tes keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar. Hasil penelitian diperoleh data: (1) Model pembelajaran inkuiri terbimbing pada setiap pertemuan terlaksana sangat baik dengan presentase pertemuan satu, dua, dan tiga berturut-turut sebesar 85,2%, 89,6%, dan 91,6% . (2) Keterampilan berpikir kritis berhasil dilatihkan dengan tuntasnya seluruh siswa dan adanya peningkatan nilai posttest dengan rata-rata nilai n-gain sebesar 0,82 dengan kategori tinggi. (3) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata hasil dari pretest ke posttest dari 44,05 menjadi 91,43 dan presentase ketuntasan klasikal juga meningkat yakni dari 0% menjadi 96,43%.
Kata Kunci: inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, asam bas
PENGEMBANGAN LKPD INKUIRI BERBASIS HANDS-ON & MINDS-ON ACTIVITY UNTUK MENINGKATKAN HOTS PADA MATERI LAJU REAKSI
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) inkuiri terbimbing berbasis hands-on & minds-on activity untuk melatihkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) pada materi Laju Reaksi. Kelayakan LKPD berpedoman pada validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4D (define, design, develop, dissiminate), dan pada penelitian ini tahap yang digunakan hanya sampai tahap develop (pengembangan) dengan uji coba terbatas kepada 12 peserta didik kelas XI-IPA-5 di sebuah SMAN Sidoarjo yang belum mendapatkan topik belajar Laju Reaksi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar telaah, lembar validasi, lembar angket respon, lembar tes ranah pengetahuan, dan lembar tes HOTS. Instrumen penelitian tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil validasi berdasarkan kelayakan kriteria isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafisan menunjukkan persentase berturut-turut sebesar 83%, 82%, 82%, dan 83% dengan kategori sangat valid. Respon peserta didik menunjukkan persentase yang cukup tinggi dengan rata-rata 90,7% yang menunjukkan sangat praktis. Hasil tes pengetahuan memperoleh ketuntasan klasikal sebesar 100% dengan kategori tuntas sedangkan untuk peningkatan HOTS mendapat skor N-gain rata-rata 0,73 dengan kategori tinggi, dimana setiap komponen HOTS C4,C5, dan C6 didapatkan rata-rata persentase secara berturut-turut sebesar 86,8%, 83,3%,dan 87,5% sehingga dapat diartikan LKPD efektif untuk meningkatkan HOTS peserta didik.
Kata kunci: LKPD, Inkuiri, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, Hands on Minds on Activity
Development of Inquiry Students Worksheet to Train High Order Thinking Skills on Chemical Equilibrium Material
The purpose of this study is to describe the feasibility of inquiry students worksheet to practice high order thinking skills on chemical equilibrium material. The research method used is the 4-D model including Define, Design, Develop and Dissiminate. This research was limited to the develop stage and then a limited trial was carried out to 12 students of class XI Senor High School 1 Krian. The research instrument used was a review sheet, a validation sheet, a student response questionnaire, a test sheet for learning outcomes in the domain of knowledge and a prestest-posttest question sheet for high order thinking skills. The results obtained showed that the feasibility of students worksheet in terms of content, language, presentation, and graphic criteria got percentage of 85%, 89%, 91% and 91% with very valid categories. Based on this percentage, the developed students worksheet is suitable for use in the learning process. The feasibility of the students worksheet was also supported by a very positive response from students with a percentage of 88.5%. There was an increase in the high order thinking skills test of students with an n-gain score of 0.707 which is in the high category. The percentage of results of each component of high order thinking skills includes analyzing (C4) of 84.3%, evaluating (C5) of 83% and creating (C6) of 87.5% in the high category and declared effective
PENGEMBANGAN LKPD BERORIENTASI GROUP INVESTIGATION UNTUK MELATIHKAN HIGH ORDER THINKING SKILLS PADA MATERI LAJU REAKSI
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kelayakan LKPD berorientasi group investigation untuk melatihkan HOTS peserta didik pada materi faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) oleh Borg & Gall dibatasi sampai tahap uji coba terbatas. Kelayakan ditinjau berdasarkan 3 aspek yaitu validitas, kepraktisan, dan kefektifan. Validitas ditinjau melalui validitas isi dan validitas konstruk. Kepraktisan ditinjau dari angket respon peserta didik setelah penggunaan LKPD didukung dengan aktivitas peserta didik saat menggunakan LKPD. Keefektifan ditinjau melalui tes HOTS peserta didik yang diujikan kepada 16 peserta didik SMAN Mojoagung menggunakan model kooperatif tipe group investigation. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan LKPD dinyatakan sangat valid dengan persentase validitas isi sebesar 88,7 % dan validitas konstruk sebesar 90,9 %. LKPD yang mendapatkan respon positif dinyatakan sangat praktis dengan presentase sebesar 86,2%-100% dan didukung oleh aktivitas relevan peserta didik lebih besar daripada aktivitas yang tidak relevan. Kemampuan HOTS peserta didik diolah dengan N-gain dilihat dari nilai pretest dan posttest. Hasil dari n-gain peserta didik yang mendapat kategori sedang sebesar 6% dan kategori tinggi sebesar 94%. Sedangkan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Berdasarkan hasil validitas, kepraktisan, dan keefektifan, maka LKPD dapat dinyatakan layak digunakan.
Kata kunci: LKPD, Group Investigation, HOTS, Laju reaksi
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Laju Reaksi Kelas XI
Penelitian dilakukan dengan tujuan mendekripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan keterampilan peserta didik dalam berpikir kritis pada materi laju reaksi dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Pada penelitian digunakan jenis penelitian yaitu pra-eksperimen serta one group pretest posttest design sebagai desain penelitian. Penelitian ini memiliki sasaran yaitu 36 peserta didik kelas XI. Silabus, RPP, LKPD, lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan lembar soal pretest dan posttest keterampilan berpikir kritis merupakan perangkat dan instrumen yang digunakan. Simpulan dari penelitian ini antara lain: (1) persentase keterlaksanaan pada pertemuan 1 sebesar 91,96% dan pada pertemuan 2 sebesar 98,21% dalam kategori sangat baik. (2) keterampilan berpikir kritis mengalami peningkatan ditunjukkan dengan rata-rata N-gain score pada komponen interpretasi sebesar 0,75 atau dalam kategori tinggi, serta perolehan N-gain score pada komponen eksplanasi sebesar 0,67 atau dalam kategori sedang.
Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir Kritis, Laju Reaks
Development Of Inquiry Student Worksheet To Train High Order Thinking Skill (HOTS) in Reaction Rate
This study aims to describe the feasibility of Students’ Worksheet using inquiry-based to train High Order Thinking Skill (HOTS) on the Reaction Rate Material. The research method used is the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate), but in this study it only reaches the stage Develop. Furthermore, a limited trial was carried out on 12 students of class XI at SMAN 1 Krian. The research instrument consisted of a review sheet, a validation sheet, a response questionnaire, a test sheet for learning outcomes in the domain of knowledge and a HOTS pretets-posttest question sheet. The feasibility of Students’ Worksheet is reviewed based on 3 criteria, as the validity of the validation results by the validator, the practicality of the students' responses and the effectiveness of the learning outcomes test in the realm of knowledge and the HOTS pretest-posttest results. Data analysis using quantitative descriptive method. The results obtained showed the percentage of Students’ Worksheet validity for content, language, practicality and effectiveness criteria of 86.2%, 87.8%, 88.4% and 91.3% with very valid categories. The developed Students’ Worksheet received a very positive response with a percentage of 92.2% and was stated to be very practive. The results of the increase in HOTS of students are described by the acquisition of an n-gain score of 0.71 in the high category. Each HOTS component includes analyzing (C4) of 82.5%, evaluating (C5) of 81% and creating (C6) of 91.3% in the high category and declared effective
Analisis Kemampuan Multirepresentasi Siswa Pada Materi Kesetimbangan Kimia di Masa Pandemi Covid-19
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan multirepresentasi yang terdiri dari representasi makroskopik, representasi submikroskopik, dan representasi simbolik siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Krian tahun ajaran 2020/2021 pada materi kesetimbangan kimia di masa pandemi covid-19. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu mix methode dengan tipe embedded. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pengukuran hasil tes tulis dan hasil wawancara bebas terpimpin. Instrumen penelitian berupa 15 soal tes uraian yang memiliki validitas 0.5 hingga 0.8, reliabilitas 0.934, daya pembeda 0.5 hingga 08, dan tingkat kesukaran 0.4 hingga 0.8. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan multirepresentasi siswa pada materi kesetimbangan kimia di masa pandemi covid-19 yang dilakukan secara daring tergolong rendah dengan persentase rata-rata kemampuan representasi makroskopik, representasi submikroskopik, dan representasi simbolik siswa secara berturut-turut sebesar 35.01% dengan kategori kurang, 40.59% dengan kategori kurang, dan 50.55% dengan kategori cukup.Kata Kunci: multirepresentasi, makroskopik, submikroskopik, simbolik, kesetimbangan kimi
THE IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL WITH STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, MATHEMATICS) APPROACH TO TRAIN STUDENTS’ SCIENCE PROCESS SKILLS OF XI GRADERS ON CHEMICAL EQUILIBRIUM TOPIC
This study aims to determine the improvement of learning outcomes and students’ science process skills by implementation PBL (Problem Based Learning) model with STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) based on chemical equilibrium topic. The method in this research is quantitative descriptive with One-Group Pretest-Postest design. The subjects of this study were students of Mathematics and Natural Sciences XI graders in State Senior High School 1 Pulung, Ponorogo Regency. Data method is; observation, questionnaires, and tests. Technical data analysis used is; analysis of study results data, analysis of observations of learning implementation, analysis of student activities, analysis of learning outcomes completeness, and analysis of student responses. The results in this study were: (1) the mean percentage of the implementation of PBL model based on STEM in the chemical equilibrium topic was 89.26%; (2) the category of improvement for all indicators of Science Process Skills observing and conclusion that respectively 0.82 and 0.89 are included in the high category, for the skills to formulate problems, formulate hypotheses, determine variables, and analyze data respectively of 0.64 ; 0.42; 0.67; 0.68 and can be categorized as moderate; (3) the learning outcomes of students in the realm of knowledge have increased classically with n-gain of 0.62 in the moderate category; and the last (4) learning by implementation the STEM-based PBL model on chemical equilibrium material received a positive response from students based on the results of the questionnaire, the percentage was 83%
- …
