224,642 research outputs found
From Albania to Brazil: Ismail Kadaré's Broken april and its filmic adaptation, Walter Salles' Abril despedaçado
Dissertação (mestrado) - Universidade Federal de Santa Catarina, Centro de Comunicação e Expressão, Programa de Pós-Graduação em Letras/Inglês e Literatura Correspondente, Florianópolis, 2007The aim of the present study is to analyse how issues of Albanian national identity are portrayed in Ismail Kadaré's novel Broken April (Prilli i Thyer), and how such features have been appropriated and translated onto the screen into a Northeastern Brazilian context. I depart from the premise that, even though Brazilian elements are indeed shown in the film, the non existence of the Kanun in Brazil, and the use of narrative techniques different from the ones employed in the novel render the story of the blood feuds in the film more universal than the genuinely Albanian reality depicted in the novel. In sum, the appropriation transcends the Albanian reality into a universal context, showing, at the same time, elements which are typical of the Brazilian culture.O objetivo do presente estudo é analisar como questões sobre a identidade nacional Albanesa são retratadas no romance Abril Despedaçado (Prilli i Thyer), de Ismail Kadaré, e como tais questões foram apropriadas e traduzidas para a tela num contexto Nordestino-Brasileiro. O estudo parte do princípio que, embora elementos tipicamente Brasileiros sejam mostrados no filme, a não existência do Kanun no Brasil, e o uso de técnicas narrativas diferentes das empregadas no romance ajudam a deixar a história das brigas de família no filme com um aspecto mais universal do que a realidade genuinamente Albanesa representada na romance. Em suma, a apropriação transcende a realidade Albanesa para um contexto mais universal, sem deixar de mostrar também elementos típicos da cultura Brasileira
Hekimoğlu İsmail: M. Kemal Pilavoğlu
Zaman gazetesinde 30.01.1996 tarihinde yayımlanan Hekimoğlu İsmail'in M. Kemal Pilavoğlu adlı köşe yazısı yer almaktadır. -- 30.01.199
PENETAPAN KAIDAH KESHAHIHAN HADIS (STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN M. SYUHUDI ISMAIL DAN M. HASBI ASH-SHIDDIEQY)
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Penetapan Kaidah Keshahihan Hadis (Studi
Komparatif Pemikiran M. Syuhudi Ismail dan M. Hasbi Ash-Shiddieqy).
Dalam melakukan penelitian hadis haruslah memiliki acuan. Acuan yang
dimaksudkan ialah kaidah keshahihan hadis. Ulama-ulama hadis tentunya
memilki satu kriteria atau kaidah untuk menentukan keshahihan suatu hadis
meskipun secara umum terdapat kesamaan. Seperti M. Syuhudi Ismail dan M.
Hasbi Ash-Shiddieqy juga memiliki kriteria masing-masing dalam menilai
keshahihan suatu hadis. Kedua ulama yang hidup sezaman ini merupakan ulama
kontemporer yang berasal dari Indonesia serta memiliki kontribusi dalam aspek
ilmu hadis. Sebagian besar karya keduanya dijadikan rujukan dalam memahami
hadis sehingga sangatlah signifikan untuk diteliti lebih jauh, dari latar belakang
tersebut, maka penulis mengambil permasalahan mengenai perbedaan serta
persamaan kaidah keshahihan hadis pemikiran M. Syuhudi Ismail dan M. Hasbi
Ash-Shiddieqy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaidah keshahihan
menurut M. Syuhudi Ismail dan Hasbi Ash-Shiddieqy dalam menilai sebuah hadis
serta untuk mengetahui perbedaan maupun persamaan pandangan dalam kaidah
keshahihan hadis menurut M. Syuhudi Ismail dan Hasbi Ash-Shiddieqy.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research),
dengan mengumpulkan data-data dari buku-buku, kitab, makalah, jurnal dan lain
sebagainya. Sumber data yang digunakan ialah suber data primer dan sekunder,
sumber data primer yaitu dengan menggunakan dua sumber pendukung pertama
Kaidah Keshahihan Sanad Hadis karya M. Syuhudi Ismail dan Pokok-Pokok
Dirayah Hadis karya M. Hasbi Ash-Shiddieqy, kemudian sumber data sekunder
yaitu merujuk pada jurnal, buku-buku, makalah serta sumber lainnya yang
mendukung. Kemudian data yang telah diperoleh dianalisis untuk dapat
menyelesaikan permasalahan yang akan dikaji, selanjutnya mencari landasan
kaidah keshahihan dari M. Syuhudi Ismail dan M. Hasbi Ash-Shiddieqy,
kemudian dikomparasikan dan dianalisa pemikiran kedua tokoh tersebut untuk
ditarik kesimpulanya.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kaidah keshahihan hadis menurut M.
Syuhudi Ismail dan Hasbi Ash-Shiddieqy yaitu sanadnya bersambung, perawinya
dikenali sebagai kritikus hadis yang bersifat adil, dhabit serta hadisnya terhindar
dari syadz dan illat. perbedaannya yaitu M. Syuhudi Ismail menambahkan poin
dengan membagi kaidah keshahihan menjadi dua yaitu kaidah mayor dan kaidah
minor sedangkan M. Hasbi Ash-Shiddieqy menambahkan khususnya dalam matan
hadis bahwasannya dapat digolongkan hadis shahih apabila tidak bertentangan
dengan Al-Qur‟an, hadis-hadis mutawatir, tidak bertentangan dengan kaidah
agama yang telah disepakati serta tidak bertentangan dengan akal sehat.
Persamaannyan ialah sanad bersambung, perawi yang adil dan dhabit terhindar
dari syadz dan illat.
Kata kunci: Kaidah Kkeshahihan Hadis, M. Syuhudi Ismail, M. Hasbi Ash-
Shiddieq
Bir köy hocasının hatıraları
İsmail Kara'nın hazırladığı "Kutuz Hoca'nın hatıraları: Cumhuriyet devrinde bir köy hocası" isimli kitap hakkında tanıtım ve eleştiri yazısı
Teknik Interpretasi Hadis Nabi SAW. Menurut M. Syuhudi Ismail
Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa dalam Memahami hadis M.Syuhudi Ismail menempuh empat langkah metodologi dalam pemahami hadis sebagai berikut:1) Melalui Bentuk Matan Hadis dan Cakupan Petunjuknya. 2) Melalui Kandungan Hadis Dihubungkan Dengan Fungsi Nabi M uhammad. 3) Melalui Petunjuk Hadis Nabi Yang Dihubungkan Dengan Latar Belakang Terjadinya. 4) Melalui Petunjuk Hadis Nabi Yang Tampak Saling Bertentangan. Dalam melakukan pemahaman terhadap suatu hadis, M. Syuhudi Ismail menggunakan tiga metode pendekatan sejarah, antropologi dan fakta ilmiah
İsmail Aydıner ile sözlü tarih görüşmesi
Bu görüşme, Genç Hayat Vakfı tarafından, Sokağımdan Tarih Yazıyorum başlığı altında gerçekleştirilmiştir. Görüşmeler, İstanbul'un, Beyoğlu, Fatih, Eyüp, Kağıthane, Şişli, Maltepe, Üsküdar, Tuzla, Beykoz ve Sarıyer ilçelerinde yaşayan ve bu ilçelerdeki ortaöğretim kurumlarında eğitim gören lise öğrencileri tarafından yapılmıştır. Bu proje kapsamında, Tuzla ilçesinde yapılan görüşmelerin sayısı 7'dir.1947 yılında İstanbul ilinin Tuzla ilçesinde doğan İsmail Aydıner’in ailesi Selanik mübadillerindendir. Selanik’ten gemi ile o dönemlerde bir Rum köyü olan Tuzla’ya gelirler. Eskiden Kartal’a bağlı olan Tuzla’nın git gide büyüyerek bir ilçe olmasına şahitlik eden Aydıner, ilçenin değişiminden detaylı olarak bahseder. Muhitte oturan insanların genelde tarımla uğraştığını ve bir kısmının da yeni yeni açılan fabrikalarda çalıştığını anlatır. İlçedeki fabrikaların ve tersanelerin Tuzla’ya zarar vermekten başka bir işe yaramadığını ifade eden Aydıner, nüfus yoğunluğunun da artmasıyla birlikte durumun daha da kötü bir hale geldiğini söylemektedir.Genç Hayat VakfıKütükoğlu, C., Kılıç, M., Çakmak, G., Alasan, N., Tekin, K., Dermanel, E.. "Akvaryum gibi bir denizi vardır Tuzla'nın". Sokağımdan Tarih Yazıyorum. 07 Tuzla
Türkiye'nin problemi : Merkez arayışını unutması
İsmail Kara ile kitaplarından yola çıkılarak Türkiye'de İslam'ın devlet nezdinde hala bir mesele olup olmadığı hakkında yapılan röporta
HADIS TENTANG KEUTAMAAN AYAT TERAKHIR SURAT AL-BAQARAH (Pemahaman Tekstual dan Kontekstual Perspektif M. Syuhudi Ismail)
Skripsi dengan judul “Hadis Tentang Keutamaan Ayat Terakhir Surat Al- Baqarah (Pemahaman Tekstual dan Kontekstual Perspektif M. Syuhudi Ismail)” ditulis oleh Denny Lusiana dibimbing oleh Dr. Salamah Noorhidayati, M.Ag. Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh adanya hadis tentang keutamaan membaca ayat terakhir surat Al-Baqarah yang membawa keberkahan yang luar biasa. Allah Swt. akan memberikan kecukupan dalam urusan duniawi dan akhirat bagi yang membacanya dan menjauhkan dari hal-hal yang buruk. Selain itu ayat terakhir surat Al-Baqarah juga mengandung pelajaran tentang keimanan, ketundukan kepada Allah, pengabdian, dan do’a untuk meminta kebaikan dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah 1.) Bagaimana kualitas hadis tentang keutamaan ayat terakhir surat Al-Baqarah? 2.) Bagaimana pemahaman hadis tentang keutamaan ayat terakhir surat Al-Baqarah secara tekstual dan kontekstual perspektif M. Syuhudi Ismail?. Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah 1.) Mengetahui kualitas hadis tentang keutamaan ayat terakhir surat Al-Baqarah. 2.) Mengetahui pemahaman hadis tentang keutamaan ayat terakhir surat Al-Baqarah secara tekstual dan kontekstual perspektif M. Syuhudi Ismail. Dalam kajian ini digunakan metode Takhrij Al-Hadis bil Lafdzi, digunakan untuk megetahui hadis yang akan diteliti dengan sebagian matannya atau lafadnya. Metode lain yang digunakan untuk mempermudah proses pencarian kualitas hadis yaitu menggunakan alat bantu Aplikasi Ensiklopedi Hadis. Selanjutnya buku Metodologi Penelitian Hadis Nabi dan Hadis Nabi yang Tekstual dan Kontekstual karya M. Syuhudi Ismail. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan pemahaman hadis yang Tekstual dan Kontekstual Perspektif M. Syuhudi Ismail. Setelah penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode di atas, dapat disimpulkan bahwa 1) Berdasarkan hasil dari penelitian terkait kualitas hadis tentang keutamaan ayat terakhir surat Al-Baqarah terdapat beberapa perbedaan pendapat, hadis riwayat Ahmad dikategorikan hadis Hasan, sedangkan hadis riwayat Bukhari dikategorikan kedalam hadis Shahih. 2) Berdasarkan pemahaman M. Syuhudi Ismail hadis ayat terakhir surat Al-Baqarah sama sama menjelaskan tentang keutamaan dan manfaat ayat tersebut. kesimpulan tersebut diambil dari pemahaman makna tekstual yang juga menggunakan pemahaman secara kontekstual sehingga dapat menemukan makna yang sesuai dengan konteks saat ini
- …
