11 research outputs found
KURIKULUM PAK - Bahan Ajar
Kurikulum PAK sebagai bahan ajar bukanlah “standart moral” Kristen yang ditetapkan untuk mengikat peserta didik, tetapi kurikulum ini merupakan dampingan dan bimbingan bagi peserta didik dalam melakukan perjumpaan dengan Tuhan dan mengekspresikan hasil perjumpaan itu dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dapat belajar memahami, mengenal, dan bergaul dengan Tuhan secara akrab tanpa ditakut-takutkan dengan neraka yang penuh api panas yang siap menelannya, karena sesungguhnya Tuhan itu ada da selalu ada dan berkarya dalam hidup mereka, Ia adalah sahabat dalam kehidupan anak-anak
PEMIMPIN PEMBELAJAR
"Memimpin Untuk Menghadirkan ALLAH Beserta Kita"
Refleksi Term "Tērein" - Matius 28:20b. Pemimpin pembelajar menunjukkan dirinya sebagai seorang “Perpetual Learn” yang secara kontinyu tanpa kenal lelah mampu menjadi pembelajar seumur hidupnya, guna bisa membangun budaya pembelajar bagi yang dipimpinnya. Pemimpin Pembelajar adalah Pemimpin yang knowing, being dan doing. Ia tahu apa yang harus dipikirkan karena memiliki pengetahuan yang luas, ia memiliki perilaku yang berkarakter dan mewujudkan dalam karya yang nyata sebagai bentuk aktualisasi dirinya. Pada prinsipnya seorang Pemimpin Pembelajar yang alkitabiah adalah pendengar dan pelaku Firman Tuhan yang baik – yang mampu menghadirkan “Allah Bersama Kita” dalam kehidupan yang nyata
Pengantar Metodologi Penelitian PAK; contoh penulisan tesis berbasis korelasional
Ide dasar penulisan buku ini, bertolak dari terbatasnya buku-buku
penelitian dalam bidang Pendidikan Agama Kristen di perpustakaan yang dapat
menunjang dan mempermudah mahasiswa pascasarjana dalam menulis tesis
sebagai karya ilmiah untuk mencapai gelar magister (S2) pada suatu Perguruan
Tinggi Agama Kristen atau Teologi.
Isi buku ini hanya menjelaskan secara singkat apa itu metodologi
penelitian dalam bidang PAK dan melengkapi dengan contoh praktis penulisan
tesis berbasis korelasional dalam memaparkan hubungan antara variabel –
variabel suatu penelitian
“Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita (I Korintus 1:30).”
Yesus Kristus Hikmat “Tahu bagaimana caranya” bagi kita dalam menyelesaikan masalah
dosa (keselamatan kekal) manusia. Masalah upah dosa adalah maut diselesaikan dengan jalan
“salib”. Salib Kristus untuk membenarkan (mendamaikan) kita dengan Allah, untuk menguduskan
(mengkhususkan) kita menjadi umat kepunyaan-Nya (pilihan-Nya) dan untuk menebus (membayar
lunas) hutang dosa kita sehingga kita tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal
PANDUAN BIMBINGAN PENULISAN SKRIPSI
Buku panduan ini disusun untuk kepentingan mahasiswa yang akan menyusun skripsi dan untuk menyeragamkan proses penulisan skripsi. Hal ini dilakukan untuk mempermudah mahasiswa dalam menyusun skripsi (berdasarkan hasil penelitiannya). Mahasiswa STAK Arastamar Grimenawa Jayapura hendaknya mengikuti ketentuan yang dijelaskan dalam buku ini
Pendidikan Agama Kristen Berpola Pedagogik Transformatif Pada Era Revolusi Industri 4.0 Menurut Matius 11:28-30
The urgency of this study aims to explain the actualization of Christian religious education which currently seems not to be going in rhythm with various expectations. This condition occurs because of the rapid demands of science and information networks development in the era of the industrial revolution 4.0 intertwined with waves of disruption. It is ironic because, in practice, some teachers still use conventional patterns. This of course is tedious and burdensome. The author uses a qualitative method with a literature approach and concludes that the praxis of Christian religious education is intertwined with a transformative call in the semantic meaning of Matthew 11:28-30. Therefore, the actualization of Christian religious education must be passionate, provide relief, be interactive, and dialogical, and lead to an invitation to learn continuously by educators to students gently and pleasantly as the Lord Jesus did
IMPLIKASI PERAN YESUS BAGI GURU PENGGERAK DAN MERDEKA BELAJAR
This study aims to explore teacher mobilization and independent learning as an educational model initiated by Nadiem Makarim as the Minister of Education and Culture to improve the quality of education in Indonesia which is very concerning. Qualitative methods and literature studies are used to inventory various sources such as books and journals. Then, the data obtained and related to the driving teacher, the role of Jesus, independent learning and the industrial era 4.0 are analyzed in depth. In the meantime, it was found that the semantics of the driving and independent learning teacher had been carried out by Jesus. In fact, as a Great Teacher with the title Rabbi, He is a Teacher who liberates physically, psychologically and spiritually. So it was concluded that educational concepts and policies should be actualized through the implications of Jesus' role as initiator, innovator, facilitator, motivator and communicator who are effective and oriented towards driving and independent learning in the industrial era 4.0.Penelitian ini bertujuan mengetengahkan mengenai guru penggerak dan merdeka belajar sebagai model pendidikan yang dicetuskan Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk membenahi kualitas pendidikan di Indonesia yang sangat memprihatinkan. Metode kualitatif dan studi kepustakaan digunakan untuk menginventarisasi berbagai sumber seperti buku dan jurnal. Kemudian, data-data yang diperoleh dan terkait dengan guru penggerak, peran Yesus, merdeka belajar dan era industri 4.0 dianalisis secara mendalam. Dalam pada itu, ditemukan kesan bahwa semantik guru penggerak dan merdeka belajar telah dilakukan Yesus. Bahkan, sebagai Guru Agung dengan sebutan Rabbi, Ia adalah Guru yang membebaskan secara fisik, psikologi maupun spiritual. Maka disimpulkan bahwa konsep dan kebijakan pendidikan sebaiknya teraktualisasi melalui implikasi peran Yesus sebagai inisiator, inovator, fasilitator, motivator dan komunikator yang efektif serta berorientasi pada guru penggerak dan merdeka belajar pada era industri 4.0.
 
