1,720,997 research outputs found
Transduksi Sinyal Biologis
uku ini berisi materi tentang berbagai macam jalur penghantaran sinyal
yang terdapat di dalam tubuh dan peristiwa-peristiwa molekuler yang mendasarinya.
Sumber tulisan diambil dari beberapa buku dan jurnal yang relevan dengan materi
tersebut. Di dalam buku ini juga disajikan ilustrasi berupa gambar dan ringkasan
dalam bentuk tabel untuk memudahkan dalam pemahaman materi
POTENSI BAHAN ALAM SEBAGAI BAHAN AKTIF KOSMETIK TABIR SURYA
Radiasi UVmerupakan sumber utama kerusakan kulit. Ketika kulitterpapar sinar UV, maka terjadi melanogenesis atau "Tanning", yang merupakan pertahanan utama kulit terhadap kerusakan UV yang lebih lanjut yakni pembentukan radikal bebas yang berujung kepada mutasi DNA dan terjadinya kanker kulit.Penggunaan tabir surya pada kulit dapat mengubah cara tubuh bereaksi terhadap sinar matahari. Bahan aktif tabir surya ini dapat diperoleh dari bahan alam, terutama jenis tabir surya kimia. Kosmetik tabir surya berbahan dasar herbal harus mengandung satu atau lebih bahan tabir surya aktif yang bersifat antioksidan untuk mencapai efek fotoproteksi yang baik. Banyak tersebar senyawa aktif tabir surya pada tanaman, antara lain pada Luffa cylindrica, Portulaca oleracea, Terminalia chebula, Piper longum, Aloe vera, Emblica officinalis, Crocus sativus, Peumus boldus, Ocimum sanctum L. Kandungan bahan herbal alami seperti asam lemak tak jenuh, senyawa fenolik,minyak hasil isolasi kecamba yang dikenal dapat menangkap radikal bebas, berefek antioksidan, sertabeberapa darinya dapat menghambat generasi berikutnya dari radikal bebas.
Sediaan Gastroretentive; Memperbaiki Bioavailabilitas Obat Melalui Optimalisasi Absorbsi Pada Gastrointestinal
Perkembangan teknologi sediaan farmasi telah mampu mengatasi masalah bioavailabilitas yang rendah dari obat-obatan dengan jendela absopsi yang sempit dan memiliki permeabilitas pada sisi absopsi yang rendah dengan memperpanjang waktu singgah di lambung (Gastric Retention Time) melalui suatu teknologi. Gastroretentive Drugs Delivery System (GRDDS). Perpanjangan keberadaan obat di lambung memungkinkan absorpsi yang lengkap dan diperpanjang akibat pelepasan obat yang berlangsung lama, peningkatan kelarutan dan secara keseluruhan memperbaiki bioavailabilitas obat, aktivitas terapeutik, dan meningkatkan efisiensi penggunaan obat.
Bioavailabilitas obat adalah faktor utama yang menentukan efektivitas terapeutik. Salah satu parameter utama yang mempengaruhi bioavailabilitas adalah waktu kontak senyawa aktif pada sisi absorpsi. Sistem penghantaran obat (Drugs Delivery System; DDS) penggunaan oral berkembang pesat, terutama diperuntukkan bagi obat-obat dengan jendela absorpsi yang sempit, terabsorpsi hanya pada bagian atas saluran gastrointestinal, atau untuk obat-obat dengan stabilitas yang buruk di kolon. Saat ini, Gastroretentive Drugs Delivery System (GRDDS) telah didesain untuk mengembangkan sediaan farmasi dengan lama singgah yang diperpanjang di gastrik dan diformulasi dengan pendekatan high-density systems, low density systems, expandable systems, superporous hydrogel systems, mucoadhesive systems, dan magnetic systems. Pengontrolan waktu singgah sediaan oral menggunakan sediaan Gastroretentive dapat meningkatkan bioavailabilitas obat dengan mengoptimalkan absorpsi melalui perpanjangan waktu kontak obat pada sisi spesifik absorbsi obat
- …
