79 research outputs found

    Dampak Ekonomi dan Daya Dukung Kawasan Wisata dalam Pengembangan Lokawisata Baturraden Purwokerto, Kabupaten Banyumas

    No full text
    Lokawisata Baturraden merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Banyumas yang menyuguhkan keindahan alam pegunungan dari Gunung Slamet dengan beberapa pilihan atraksi wisata menarik yang bisa dinikmati, seperti pemandian air panas, sepeda air, cascade alam, kolam renang dan lainnya. Banyaknya jumlah wisatawan dari tahun ke tahun memberikan dampak ekonomi pada masyarakat sekitar namun hal tersebut juga dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan akibat adanya potensi berlebihnya kapasitas daya dukung kawasan. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengestimasi dampak ekonomi yang ditimbulkan dari aktivitas wisata di Lokawisata Baturraden terhadap masyarakat lokal; (2) Mengestimasi daya dukung kapasitas di Lokawisata Baturraden terhadap aktivitas wisata; (3) Mengkaji strategi pengelolaan Lokawisata Baturraden sesuai daya dukung kawasan dan memberikan manfaat ekonomi. Metode yang digunakan adalah analisis multiplier effect, analisis daya dukung kawasan, analisis SWOT dan QSPM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dampak ekonomi kawasan Lokawisata Baturraden berdasarkan nilai efek pengganda (multiplier effect), diperoleh nilai keynesian income multiplier yang diperoleh adalah 1.2 dan nilai ratio income multiplier tipe I dan tipe II adalah 1.7 dan 1.9; (2) Perolehan daya dukung kawasan per hari adalah sebesar 22,093 orang. Data-data yang telah didapat menunjukkan bahwa kawasan wisata Lokawisata Baturraden belum mengalami kelebihan kapasitas daya dukung kawasan pada saat low season dan sudah mengalami kelebihan kapasitas daya dukung kawasan pada saat peak season yang menunjukkan angka rasio sebesar 108.79%; (3) Alternatif kebijakan yang dihasilkan dengan analisis SWOT dan QSPM menunjukkan beberapa alternatif strategi pengelolaan adalah meningkatkan promosi wisata Lokawisata Baturraden diberbagai media cetak dan elektronik terutama pembuatan akun Baturraden di media sosial dan bekerjasama dengan travel agent untuk memperluas pangsa pasar, mempertahankan dan meningkatkan kekhasan wisata dengan potensi SDA yang dimiliki supaya tidak mengalami penurunan kualitas lingkungan, menambah produk wisata baru pada area yang sedikit aktivitas wisatawannya sehingga wisatawan tersebar di seluruh kawasan wisata

    Analisis Pendapatan dan Keberlanjutan Usaha Pertanian Carica (Carica pubescens) di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

    No full text
    Carica (Carica pubescens) merupakan salah satu komoditas buah yang produksinya cukup besar di Kabupaten Wonosobo. Kecamatan Kejajar merupakan satu-satunya kecamatan penghasil komoditas carica di Kabupaten Wonosobo. Saat ini kondisi pertanian carica di Kabupaten Wonosobo semakin berkembang khususnya dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik petani dan uasaha pertanian carica di Kecamatan Kejajar, menganalisis pendapatan dan titik impas usaha pertanian carica di Kecamatan Kejajar, dan menganalisis keberlanjutan usaha pertanian carica di Kecamatan Kejajar. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis titik impas. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik petani dan usaha pertanian carica di Kecamatan Kejajar sangat beragam, hal ini akan berdampak pada kegiatan usahatani yang dilakukan yang akan mempengaruhi pendapatan usahatani. Hasil analisis pendapatan menunjukkan rata-rata pendapatan atas biaya total sebesar Rp 42 812 953.42, R/C ratio atas biaya tunai sebesar 2.06, R/C ratio atas biaya total sebesar 1.62 dan BEP unit atau kilogram carica per tahun yang minimal harus dihasilkan oleh petani carica adalah sebanyak 7 537.43 kg. Berdasarkan hasil analisis indikator yang telah ditentukan, usaha pertanian carica di Kecamatan Kejajar memiliki tingkat status keberlanjutan yang tinggi

    Estimasi Nilai Dampak Eksternalitas dari Keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Cipeucang Kota Tangerang Selatan.

    No full text
    Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang adalah satu-satunya TPA yang berada di wilayah Kota Tangerang Selatan. Jumlah sampah masuk yang bertambah tiap tahunnya namun tidak disertai dengan perluasan lahan yang membuat timbulan sampah di TPA semakin tinggi karena keterbatasan lahan TPA Cipeucang. Lokasi TPA yang berdekatan dengan pemukiman penduduk memberikan eksternalitas terhadap masyarakat sekitar TPA. Eksternalitas positif dari keberadaan TPA Cipeucang adalah sebagai sumber penghasilan masyarakat pemulung dan pengepul sedangkan eksternalitas negatif yang dirasakan oleh masyarakat sekitar adalah bau tidak sedap, menurunnya kesehatan, dan kualitas air. Dampak negatif yang dirasakan membuat adanya konflik antara pengelola TPA dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi responden terhadap lingkungan sekitar TPA, menganalisis pengelolaan TPA saat ini dan konflik yang terjadi, mengestimasi nilai eksternalitas dari keberadaa TPA, dan menentukan alternatif solusi pengelolaan TPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif menggunakan skala likert, analisis pendapatan, cost of illness, replacement cost, preventive cost, dan net benefit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menilai keberadaan TPA Cipeucang berdampak terhadap kualitas lingkungan. Estimasi nilai eksternalitas positif dari keberadaan TPA Cipeucang adalah Rp 3.604.091.310 per tahun. Sedangkan nilai kerugian dari keberadaan TPA Cipeucang diperoleh nilai eksternalitas negatif per tahun sebesar Rp 634.601.247. Metode composting menjadi alternatif solusi pengelolaan yang dapat diterapkan karena memberikan net benefit paling baik dibanding metode lainnya

    Analisis Pendapatan dan Persepsi Masyarakat terhadap Usaha Ternak Ayam Pedaging Adhita Farm

    No full text
    Wilayah di daerah Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, yaitu di Kecamatan Getasan, merupakan salah satu daerah yang masyarakatnya banyak melakukan usaha ternak ayam pedaging. Peternak di Kecamatan Getasan, tepatnya di Desa Polobogo, yang mengusahakan peternakan ayam pedaging adalah usaha ternak ayam pedaging Adhita Farm. Dalam menjalankan kegiatan usaha ternak ayam pedagingnya, Adhita Farm melakukan kerja sama (bermitra). Tingginya harga pakan dan DOC yang diberikan dari perusahaan mitra mempengaruhi kondisi pendapatan peternak, karena biaya pemeliharaan yang menjadi beban peternak meningkat. Usaha ternak ayam pedaging Adhita Farm juga menimbulkan respon dari masyarakat sekitar karena adanya dampak yang dirasakan masyarakat terhadap aktivitas produksi ayam pedaging. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis pendapatan usaha ternak ayam pedaging Adhita Farm. 2) Menganalisis persepsi masyarakat Desa Polobogo terhadap usaha ternak ayam pedaging Adhita Farm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dengan analisis R/C-ratio, analisis deskriptif, dan skala likert dengan jumlah responden sebanyak 54 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh peternak Adhita Farm bernilai positif, usaha ternak ayam pedaging Adhita Farm telah efisien dan menguntungkan. Hal ini terlihat dari nilai R/C-ratio yang menunjukkan nilai lebih besar dari satu yaitu sebesar 1.24. Persepsi responden terhadap adanya usaha ternak ayam pedaging Adhita Farm terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan menunjukkan adanya persepsi positif

    Analisis Pendapatan dan Peran Koperasi Terhadap Usaha Ternak Sapi Perah di Kabupaten Bogor.

    No full text
    Kabupaten Bogor merupakan sentra populasi sapi perah terbesar keempat di Jawa Barat. Salah satunya keberadaan Kawasan Usaha Peternakan (KUNAK) yang berlokasi di Kecamatan Cibungbulang dan Kecamatan Pamijahan. KUNAK merupakan kawasan usaha sapi perah dibawahi langsung oleh Koperasi Produksi Susu (KPS) Bogor. Usaha ternak sapi perah tidak terlepas dari faktor produksi seperti pakan ternak. Harga pakan yang meningkat berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan peternak. Tingginya harga pakan dan rendahnya produksi susu akibat penggunaan input yang belum optimal berpengaruh pada pendapatan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha ternak sapi perah, faktor-faktor yang memengaruhi produksi usaha ternak sapi perah, peran koperasi terhadap usaha ternak sapi perah dan persepsi anggota koperasi terhadap pelayanan KPS Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis deskriptif, dan skala likert dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan peternak dari setiap skala usaha menguntungkan. Faktor-faktor yang memengaruhi produksi usaha ternak sapi perah yaitu pakan konsentrat dan jumlah sapi laktasi. KPS Bogor menjalankan perannya dalam memberikan pelayanan terhadap usaha ternak sapi perah yang dijalankan anggota. Persepsi anggota koperasi terhadap pelayanan KPS Bogor secara keseluruhan dalam kategori baik

    Analisis Pendapatan Petani Padi Di Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan Bogor.

    No full text
    Salah satu sektor penting yang ikut mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia adalah sektor pertanian. Peranan sektor pertanian terhadap perekonomian Indonesia antara lain sebagai sumber pendapatan dan penyerapan tenaga kerja bagi sebagian besar masyarakat pedesaan, penyumbang devisa negara, dan penghasil bahan pangan. Oleh karena itu, kesejahteraan petani harus diperhatikan dengan baik agar dapat meningkatkan produktivitasnya. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi sebenarnya dari petani Indonesia, khususnya Desa Pasarean dengan menganalisis pendapatan petani Desa Pasarean; menganalisis persepsi masyarakat mengenai manfaat sosial lingkungan pertanian padi organik; dan mengidentifikasi peran kelompok tani di Desa Pasarean Kecamatan Pamijahan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa usahatani di Desa Pasarean mampu memberikan keuntungan bagi petani dan layak dilanjutkan dengan pendapatan rata-rata per hektar pada petani responden atas biaya tunai sebesar Rp 10.475.869 dan pendapatan atas biaya total sebesar Rp 8.203.493. Manfaat lingkungan dari pertanian padi organik berdasarkan petani Desa Pasarean adalah lebih ramah lingkungan, produk padi yang dihasilkan lebih sehat, lingkungan kerja yang lebih sehat dan aman, tanah lebih subur, dan hasil panen lebih banyak. Manfaat sosial pertanian organik yang diketahui oleh petani Desa Pasarean adalah mengaktifkan kelompok tani, menyerap tenaga kerja, informasi, dan harga jual lebih tinggi. Peran kelompok tani yang dirasakan oleh petani Desa Pasarean adalah mempermudah perolehan bantuan, kemudahan dalam pemasaran melalui informasi, dan peminjaman peralatan seperti traktor

    Analisis Dampak Pengembangan Wisata Perkampungan Budaya Betawi Terhadap Masyarakat Sekitar Kawasan

    No full text
    Tourism development which show improvement from time by time, causes many effect which are caused by tourism activity. Native settlement people is one of object from effect caused by tourism activity. Tourism development which is done in Perkampungan Budaya Betawi area could gives some effect to native people, both positive or negative effect. The objective of this study are to identify native settlement people socialeconomic characteristic and perception to tourism object environment quality, estimate income and public income change caused by tourism development, analyze tourism development social and environment effect, estimate native’s WTP value to tourism object conservation, and analyze factor affecting WTP value. To answer this study’s objective, descriptive analysis, income changes, Contingent Valuation Method (CVM), and multi linear regression model method are used with SPSS 16 for windows, and Microsoft Excel 2010 as data analyzer software. Results show that public’s income and average income change estimation is about Rp 224.097,87/month. Income raises based by present value is Rp - 220.773,28/month. Largest average income raises is recieved by parking attendant group with Rp 503.750,00 income raises. Based by present value, average income raises parking attendant is Rp 162.277,73. Social effect evaluation appear from employees profession switches and working manpower caused by tourism development. The tourism development also changes people’s attitude and behaviour which are damaging the settlement such as exceeding settlement area and illegal building construction. Environment effect from tourism development is, litter contamination from tourism activity, and land function changes which causes disaster to conservation area such as flood and avalanche. Respondent’s average WTP values to tourism object environment conservation program is Rp 4.175,44/month for each household. Factors affect significantly to respondent’s WTP value are education degree, income rate, number of family member, years of living, and dummy variant respondent knowledge to Setu Babakan benefit and cost

    Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan dan optimasi harga tiket taman margasatwa Ragunan Jakarta

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik wisatawan Taman Margasatwa Ragunan, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan wisatawan Taman Margasatwa Ragunan, mengestimasi harga tiket optimum sesuai pengelolaan taman margasatwa yang mandiri dan harga tiket yang dapat direalisasikan oleh pengelola menuju pengelolaan yang mandiri. Pengambilan data lapang dilakukan pada Maret-April 2011 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Responden berjumlah 100 wisatawan domestik yang ditentukan dengan teknik accidental sampling. Data yang digunakan data primer menggunakan kuisioner dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data dengan regresi linear berganda. Hasil analisis karakteristik wisatawan TMR diperoleh sebagian besar adalah wanita, berumur antara 17-27 tahun, belum menikah, pendidikan terakhir SMU, pekerjaan pegawai swasta, penghasilan Rp 9.000.000,00-Rp 24.000.000,00/tahun, tidak memiliki tanggungan, dan daerah asal adalah Jakarta Selatan. Selain itu, sebagian besar biaya perjalanan wisatawan kurang dari atau sama dengan Rp 20.000,00/orang

    Estimasi Nilai Eksternalitas Dari Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (Studi Kasus Tpa Rawa Kucing Kota Tangerang).

    No full text
    Kota Tangerang merupakan salah satu daerah tingkat II yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta sebagai ibukota negara, sehingga Kota Tangerang juga menjadi salah satu daerah penyangga ibukota. Serupa dengan ibukota, Kota Tangerang pun seringkali menjadi salah satu tujuan urbanisasi dikarenakan cukup banyak peluang kerja tersedia di Kota Tangerang yang dikenal memiliki perkembangan industri yang pesat. Arus penduduk pendatang yang begitu besar mengakibatkan peningkatan zat sisa atau biasa disebut sampah juga semakin tinggi. Tercatat volume sampah di Kota Tangerang terus meningkat dari tahun 2008 sebesar 1 212 264 m3 sampai pada tahun 2012 telah mencapai 4 590 724 m3. TPA Rawa Kucing merupakan satu-satunya TPA yang berada di Kota Tangerang. Peningkatan volume sampah di Kota Tangerang tentunya sangat berpengaruh terhadap penurunan daya tampung TPA Rawa Kucing dan berdampak juga pada peningkatan eksternalitas yang dirasakan masyarakat sekitar kawasan TPA. Adanya peningkatan eksternalitas yang dirasakan masyarakat dengan penerapan metode analisis pendapatan, cost of illness, dan replacement cost di sekitar kawasan TPA Rawa Kucing menjadi sangat penting untuk dapat mengetahui estimasi nilai dari eksternalitas positif dan eksternalitas negatif bagi masyarakat yang diperoleh sebesar Rp 711 824 000/tahun dan Rp 77 877 200/tahun. Estimasi nilai eksternalitas yang diberikan TPA Rawa Kucing tersebut untuk selanjutnya dapat menjadi salah satu acuan dalam penentuan kebijakan pengelolaan TPA Rawa Kucing yang lebih baik lagi di masa yang akan datang

    Analisis Nilai Ekonomi dan Strategi Pengembangan Wisata Kebun Binatang Bandung.

    No full text
    Kota Bandung merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki alam dan pemandangan yang indah untuk dikunjungi. Tempat wisata di salah satu kota di Bandung yang banyak diminati wisatawan adalah Kebun Binatang Bandung. Namun seiring perkembangan jaman, jumlah wisatawan yang berkunjung mengalami penurunan. Penurunan jumlah kunjungan wisatawan ini dapat berpengaruh terhadap penurunan pengelolaan kebun binatang tersebut yang berdampak pada turunnya nilai ekonomi kawasan wisata. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan wisata Kebun Binatang Bandung. (2) Mengestimasi nilai ekonomi untuk keberlanjutan kawasan wisata Kebun Binatang Bandung. (3) Menganalisis strategi pengembangan wisata Kebun Binatang Bandung. Perlu dilakukan strategi pengelolaan terhadap wisata Kebun Binatang Bandung. Alat analisis penelitian menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Travel Cost Method (TCM), serta Matriks SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Faktor-Faktor yang mempengaruhi permintaan wisata Kebun Binatang Bandung adalah total biaya perjalanan/individu, pendidikan, jarak tempuh, dan lama mengetahui. Nilai Ekonomi yang didapat dari kawasan wisata Kebun Binatang Bandung berdasarkan perhitungan TCM adalah sebesar Rp. 17.319.952.718,68 dan rata-rata surplus konsumen per indvidu per kunjungan sebesar 33.689,33. Analisis strategi pengembangan wisata yang menjadi prioritas utama untuk dilaksanakan oleh pengelola Kebun Binatang Bandung adalah mempertahankan dan meningkatkan ciri khas yang dimiliki Kebun Binatang Bandung, melakukan inovasi agar dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung, dan meningkatkan kualitas dan jumlah SDM
    corecore