1,720,972 research outputs found

    Guano Dan Pupuk Organik Cair Bagi Masyarakat Desa Olibu

    Full text link
    AbstractThe purpose of this service is to provide knowledge and competence for the Bat Utilization Group in the manufacture of liquid organic fertilizer made from bat guano. This activity has been carried out in Olibu Village, Gorontalo Province. The implementation method is through PRA and field practice. The partner group is the Bat Utilization Group. The application of knowledge and competence on the manufacture of liquid organic fertilizer resulted in an increase in group knowledge and competence. As many as 78.95% of group members do not know the benefits of guano or dried bat droppings, while as many as 21.05% of members know information from other people, but have never done it. At the end of the activity, a final test was conducted on the group and all members. There was an increase in the knowledge and skills of group members in making POC by 63.16%. Application of POC Making helps Bat Utilization Groups to improve their knowledge and skills. The added value obtained is that the contribution of organic fertilizer to agricultural land can be done alone    Keywords: Bat Utilization Group, Bat Conservation, Liquid Organic Fertilizer (POC), Knowledg

    Faktor Determinan Kejadian TB Paru Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Kota Gorontalo

    Full text link
    Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang memiliki hubungan erat dengan Diabetes Mellitus (DM), di mana penderita DM memiliki risiko lebih tinggi mengalami TB akibat penurunan fungsi imunitas. Kota Gorontalo menunjukkan peningkatan kasus komorbid TB-DM dari tahun ke tahun, sehingga diperlukan analisis ilmiah untuk mengidentifikasi faktor determinan yang berkontribusi terhadap kejadian TB pada penderita DM tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian TB paru pada penderita DM tipe II di Kota Gorontalo. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik, jumlah sampel 90 responden dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, serta pemeriksaan kadar gula darah, kemudian dianalisis menggunakan uji Odds Ratio (OR) dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat variabel yang terbukti berpengaruh signifikan, yaitu usia (p=0,003; Exp(B)=6,644), jenis kelamin (p=0,045; Exp(B)=0,008), pendidikan (p=0,006; Exp(B)=0,034), dan pekerjaan (p=0,013; Exp(B)=61,210) sebagai determinan paling dominan terhadap kejadian TB paru pada penderita DM tipe II. Pekerjaan, usia, jenis kelamin, dan pendidikan terbukti berpengaruh signifikan terhadap kejadian TB paru pada penderita diabetes mellitus tipe II di Kota Gorontalo, dengan pekerjaan dan usia muncul sebagai determinan paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik sosiodemografis memiliki peran penting dalam meningkatkan risiko TB pada populasi dengan DM tipe II

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X1 SMU MUHAMMADIAH BATUDAA PADA MATERI STRUKTUR ATOM MELALUI STRATEGI “QUESTION STUDENT HAVE”

    Full text link
    This research involved X1 Grade students of SMA Muhammadiyah Batudaa with total number of students were 21 students. It consist of 9 male students and 12 female students of 2008/2009 academic years. Technique in collecting the data was observation. This research was a classroom action research and it was done during one semester as two cycles. The observation result of teacher activity in first cycle got excellent criteria as 72, 72 and good criteria as 27,27. While in second cycle, it was improved as 36 % reached excellent criteria and 64 % reached good criteria. Besides that, observation result of students in first cycle is students who got an excellent criteria was 57,13 % and good criteria was 42,85% while in second cycle it was improved, that is students who got an excellent criteria was 29% and good criteria was 71%. Student’s achievement in first cycle were 13 students or 61,905 got score more, than 6,9 and 8 students or 38,09% got score less than 6,9. while the students achievement in second cycle was improved. It was 18 students or 85,71% got score more than 6,9 and 3 student got score less than 6,9 with classical absorption was 71,42%.Based on that result above, the applications of question student have strategy in atom structure lesson can improve student achievement. There fore, the hypothesis in this research can be accepted

    Analysis Of Protein And Bioactivity Of Nike Fish (Awaous melanocephalus) Extract As Antioxidant

    Full text link
    This study aims to determine the protein content and activity of nike fish (Awaous melanocephalus)  extract as an antioxidant. Nike fish (amphidromous goby larva) is an endemic fish of Gorontalo which is consumed as food and contains minerals, fats, carbohydrates, amino acids, and high protein. Nike fish extract uses a buffer with several components such as water, Tris HCl 0.1 M pH 8.3, NaCl 2 M, CaCl 0.01 M, 2-Mercaptoethanol 1%, and Triton X-100 0.5%. Based on qualitative analysis, Nike fish protein extract was positive through biuret, ninhydrin, xantoproteate, and Pb sulfide tests. Judging from the quantitative analysis, nike fish extract using the biuret method using UV VIS and TVB-N spectrophotometers obtained 47.60% and 0.098%, respectively. The antioxidant activity of nike fish extract using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-pycryhydrazyl) was 20.29 mg AEAC/g (Ascorbic acid Equivalent Antioxidant Capacity). IC50 (Inhibitory Concentration) is 520 ppm at low levels but has potential as an antioxidant

    Aktivitas Antioksidan Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.)

    Full text link
    Daun ketapang (Terminalia catappa L.) merupakan tumbuhan pesisir pantai yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, steroid, saponin dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder daun Terminalia catappa L. dan menguji aktivitas antioksidannya. Metode penelitian eksperimen laboratorium kuantitatif dan kualitatif meliputi ekstraksi, isolasi dan identifikasi senyawa metabolit sekunder menggunakan spektrofotometer FTIR, penetapan total kadar flavonoid dengan spektrofotometer UV-Vis, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji fitokimia ekstrak metanol mengandung senyawa flavonoid, steroid, saponin, tanin dan isolat menunjukkan hasil positif senyawa flavonoid. Hasil identifikasi menunjukkan keberadaan gugus fungsi flavonoid dengan adanya pita serapan seperti O-H, C-H aromatik, C-H alifatik, C=O aromatik, C=C aromatik dan C-O alkohol. Hasil pengukuran total kadar flavonoid sebesar 114,65 mgQE/g. Nilai aktivitas antioksidan ekstrak metanol sebesar 460,37 mg AEAC (Ascorbic Acid Equivalent Antioxidant Capacity) /g dan isolat diperoleh sebesar 19,62 mg AEAC/g

    Toksisitas Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides L.) sebagai Insektisida Nabati terhadap Mortalitas Hama Ulat Spodoptera Frugiperda

    Full text link
    Daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai insektisida nabati karena daunnya mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder inilah yang dapat membuat keracunan pada hama Spodoptera frugiperda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan daun bandotan serta menghitung mortalitas dan mengukur tingkat toksisitas ekstrak melalui konsentrasi kematian (LC50) dengan 6 macam konsentrasi yaitu 0%; 1%; 2,5; 5%; 7,5% dan 10% selama 48 jam. Metode yang digunakan pada penelitian ialah maserasi, fraksinasi, uji fitokimia, menghitung data mortalitas dan diolah melalui analisis probit untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak metanol positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid dan saponin. Pada ekstrak fraksi etil asetat positif senyawa flavonoid, terpenoid dan saponin sedangkan pada ekstrak fraksi n-heksan positif senyawa flavonoid, steroid, terpenoid dan saponin. Hasil rata-rata mortalitas berturut-turut ditunjukan pada ekstrak metanol 100%, ekstrak fraksi n-heksan 89% dan fraksi etil asetat 67%. Nilai LC50 yang didapat pada ketiga ekstrak berturut-turut ialah 1,48% (metanol), 5,3% (fraksi etil asetat) dan 3,5% (fraksi n-heksan) yang mana ekstrak daun bandotan mengandung senyawa-senyawa yang efektif dijadikan sebagai insektisida nabati

    KARAKTERISASI ASAM LEMAK HASIL HIDROLISIS PADA MINYAK BIJI KELOR (Moringa oleifera) DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS-SPEKTROSKOPI MASSA

    Full text link
    This research aims at finding out characterization of a hydrolyzed fatty acid from moringa seeds oil (Moringa oleifera). Samples analyzed are dried and wet seeds which extracted through n-hexane to obtain oil. The extracted oil is analyzed for acid value and saponification value. Then, the hydrolysis of extracted oil with KOH solution and H2SO4 catalyst becomes free fatty acids, fatty acids analysis is then converted to be methyl ester using CH3OH solvent and H2SO4 as catalyst. This research uses gas chromatography mass spectrometry analysis, fatty acids of dried moringa seeds were lauric acid, paltoleic acid, palmitic acid, oleic acid, stearic acid, and arachidic acid. Meanwhile, fatty acids of wet moringa seeds were paltoleic acid, palmitic acid, oleic acid, stearic acid, eicosanoid acid, arachidic acid, behenic acid, and lignoceric acid. The highest component of methyl ester on both moringa seeds are methyl oleate with each presentation is 38,08% and 38,84% Keywords: Moringa seeds, Fatty acid, GC-MS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi asam lemak hasil hidrolisis biji kelor (Moringa oleifera) dengan metode kromatografi gas-spektroskopi massa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji kelor kering dan basah. Sampel biji kelor diekstraksi menggunakan n-heksan untuk memperoleh minyak. Ditentukan bilangan asam dan bilangan penyabunan.  Menghidrolisis minyak hasil ekstraksi dengan larutan KOH dan katalis H2SO4 menjadi asam lemak bebas, analisis asam lemak kemudian dikonversi menjadi metil ester dengan menggunakan pelarut CH3OH dan H2SO4 sebagai katalis. Penelitian ini menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa untuk mengidentifikasi asam lemak dalam sampel. Dari analisa Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa yang telah dilakukan, asam lemak minyak biji kelor kering yang dihasilkan adalah asam laurat, asam palmitoleat, asam palmitat, asam oleat, asam stearat,  dan asam arakidat. Sedangkan untuk asam lemak minyak biji kelor basah yang dihasilkan adalah asam palmitoleat, asam palmitat, asam oleat, asam stearat, asam eikosenat, asam arakidat, asam behenat, dan asam lignoserat. Dimana komponen terbesar metil ester pada biji kelor kering dan biji kelor basah adalah metil oleat dengan persentasi masing-masing 38,08% dan 38,84%. Kata Kunci: Biji Kelor, Asam Lemak, KG-S

    Pengaruh Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) dengan Bantuan Multimedia Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Laju Reaksi

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa pada materi laju reaksi. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA1 dan IPA2 SMA Negeri 1 Telaga Biru, berjumlah 64 siswa, dengan menggunakan rancangan penelitian “Posttest-Only Control Designâ€. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes essay sebanyak 13 nomor soal yang digunakan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) dengan bantuan multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Telaga Biru pada materi laju reaksi. Pengujian hipotesis data pada hasil penelitian diuji menggunakan uji-t. Berdasarkan kriteria pengujian H¬¬0 ditolak jika thitung  ttabel pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian adalah adanya pengaruh model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) dengan bantuan multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Telaga Biru pada materi laju reaksi. Berdasarkan pengujian tersebut diperoleh thitung = 5,026  ttabel = 1,999, maka hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima

    Sosialisasi Bahaya Paparan Mikroplastik Terhadap Kesehatan Pangan Masyarakat

    Full text link
    Microplastics pose a significant threat to both aquatic ecosystems and human well-being. This study endeavors to conduct a community engagement initiative focused on microplastic hazards in Molotabu Regency, with the goal of raising public awareness and fostering sustainable behavior change in plastic waste management. Microplastic pollution has emerged as a concerning issue, posing potential risks to food safety and public health. This research aims to conduct a socialization program on the hazards of microplastic exposure to food safety in the community of Molotabu Village. Using a participatory approach, this socialization program involves various stakeholders, including local communities and students. The socialization activities encompass informative presentations, interactive discussions, educational campaigns, and practical demonstrations to raise awareness about the adverse effects of microplastics on food safety. The results of this community engagement are expected to serve as valuable guidance for authorities and the local community to enhance awareness about the hazards of microplastics and promote sustainable behavior change in plastic waste management

    Ekstraksi dan Karakterisasi Selulosa dari Limbah Kulit Kacang Tanah (Arachys hypogaea L.) Sebagai Adsorben Ion Logam Besi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik selulosa dari limbah kulit kacang tanah yang meliputi kadar air, kadar abu, dan kadar selulosa serta mengetahui berapa daya adsorpsi optimum kulit kacang tanah terhadap ion logam besi berdasarkan variasi massa, pH, dan waktu kontak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kacang tanah. Tahap pembuatan selulosa dari kulit kacang tanah terdiri dari tahap dewaxing, delignifikasi dan bleaching. Karakterisasi selulosa menggunakan Instrument Fourier Transform Infrared (FTIR). Aplikasi selulosa digunakan sebagai adsorben logam besi dengan menggunakan Atomic Absorption Spektrofotometri (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa yang diperoleh memiliki kadar abu sebesar 5,01%, kadar air 2,7%, kadar selulosa 59,58%. Hasil optimum untuk variasi massa adalah 1 gram dengan konsentrasi besi yang teradsorpsi adalah 0,7467 mg/L, untuk hasil optimum pada variasi pH adalah pH 5 dengan konsentrasi besi yang teradsorpsi adalah 0,8502 mg/L, dan untuk variasi waktu kontak paling optimum adalah 90 menit dengan konsentrasi besi yang teradsorpsi adalah 0,5386 mg/L
    corecore