1,720,990 research outputs found
Basamo Mambangun Nagari: kiprah seorang asli putera Minang DR. H. Irwan Prayitno Psi.Msc
vi,216hal.;ill.;21c
Biografi Gubernur Irwan Prayitno : Memimpin Sumatera Barat Dalam Dua Gaya (2010-2021)
Kepemimpinan merupakan sebuah sifat yang dimilki oleh seorang pemimpin. Setiap pemimpin memilki gayanya tersendiri dalam memimpin untuk lebih dekat dengan aspek masyarakat atau komunitas yang dipimpinnya. Seorang tokoh bernama Irwan Prayitno yang merupakan Gubernur Provinsi Sumatera Barat dua periode dari 2010 sampai dengan 2021 terkenal dengan dua gaya kepemimpinan yang berbeda. Pada periode awal kepemimpinannya, Irwan Prayitno terkenal dengan sifatnya yang sederhana. Namun pada periodenya yang kedua, Irwan Prayitno mengubah gayanya mejadi lebih mileneal. Selain itu juga berupa pandangan masyarakat terhadap Irwan Prayitno tentang perubahan gayanya dalam memimpin Sumatera Barat selama dua periode.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan penelitian lapangan. Studi pustaka dan kearsipan digunakan untuk mendapatakan data tertulis yang berkaitan dengan topik penelitian. Studi lapangan yang dilakukan dengan cara mewawancarai pihak-pihak keluarga, pegawai pemerintahan dan orang-orang yang terdekat dengan Irwan Prayitno. Sumber dan informasi yang diperoleh dari studi pustaka dan wawancara dikritik lalu diinterprestasikan, kemudian dilakukan penulisan biografi tokoh dan historiografi tahap paling akhir dalam penulisan sejarah. Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa Irwan Prayitno yang merupakan Gubernur Provinsi Sumatera Barat selama dua periode memang mengubah gayanya. Namun itu hanya sebatas caranya berpakaian agar lebih mudah berbaur dengan masyarakat. Dari segi pemerintahan, perubahan cara berpakaian Irwan Prayitno tidak berpengaruh ke dalam kinerjanya sebagai Gubernur Sumatera Barat, melainkan malah memberinya semangat lebih untuk bekerja demi Sumatera Barat.
Kata Kunci : Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Dua Periode, Perubahan Gaya
GAYA BAHASA NASIHAT PADA PANTUN SPONTAN ALA IRWAN PRAYITNO (TINJAUAN STILISTIKA)
ABSTRAK
Ilham Dian Putra. 1710743012. “Gaya Bahasa Pantun Nasihat Pada Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno Kajian Stilistika”. Skripsi. Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas 2022.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan gaya bahasa yang ada dalam pantun nasihat yang terdapat dalam Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno. Alasan penulis meneliti pantun Irwan Prayitno adalah karena latar belakang pengarang berasal asli orang Minangkabau. Selain itu, alasan penulis meneliti adalah ingin mengetahui kualitas pantun yang dihasilkan dan gaya bahasa apa saja yang digunakan Irwan Prayitno dengan notabennya bukan seorang sastrawan.
Teknik analisis data diperoleh dengan cara membaca dengan cermat dan teliti tiap kata yang digunakan dalam pantun nasihat. Selanjutnya mencari gaya bahasa apa yang digunakan pada pantun nasihat yang terdapat dalam buku pantun yang berjudul Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno menggunakan teori stilistika. Jenis pantun yang dianalisis adalah pantun nasihat.
Buku Pantun Spontan Aala Irwan Prayitno terdapat 2.102 pantun dari 44 bagian kegiatan. Hasil pengumpulan data menunjukan bahwa dari 2.102 pantun terdapat 110 Pantun nasihat. Gaya bahasa pantun nasihat berdasarkan struktur kalimatnya yang ditemukan dalam Buku Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno adalah 2 klimaks, 1 antiklimaks, 4 paralisme, 4
antithesis, 27 repetisi, 16 anaphora, 8 mesdodiplosis dan 1 epipora.
Gaya bahasa pantun nasihat berdasarkan langsung tidaknya makna (Retrorika) yang ditemukan dalam buku pantun spontan ala irwan prayitno adalah 10 aliterasi, 7 asonansi, 2 anastrof, 1 apofasis, 10 polisidenton, 2 eufemisme, 1 litotes, 2 pleonasme, 13 tautology, 4 prifase, 1 prolepsis, 5 silepsis, 4 hiperbola.
Gaya bahasa pantun nasihat berdasarkan langsung tidaknya makna (gaya bahasa kiasan) yang ditemukan dalam buku Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno adalah 1 simile, 2 metafora, 1 alerogi, 8 parable, 3 alusio, 1 eponym, 2 sinekdoke, 4 metonimia, 2 antonomasia, 2 hipalase, 1 paronomasia.
Kata kunci: Pantun spontan, pantun nasihat, stilistika, gaya bahasa
DUKUNGAN POLITIK ELIT ADAT KECAMATAN KURANJI KEPADA IRWAN PRAYITNO-NASRUL ABIT PADA PILKADA SUMBAR TAHUN 2015
ABSTRAK
FEBRI RAHMAT, 1510831022. Skripsi S1. Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Judul skripsi “Dukungan Politik Elit Adat Kecamatan Kuranji Kepada Irwan Prayitno-Nasrul Abit Pada Pilkada Sumbar Tahun 2015”. Dibimbing Oleh: Dr. Asrinaldi, M,Si. Dan Sadri, S.IP,. M.Soc, Skripsi ini terdiri dari 108 halaman, dengan 24 referensi: 11 Buku, 9 Jurnal/Skripsi/Disertasi, 3 Surat Kabar, 1 Perda.
Penelitian ini berangkat dari adanya keterlibatan niniak mamak yang tergabung di KAN Pauh IX Kecamatan Kuranji dalam mendukung Irwan Prayitno dan Nasrul Abit pada Pilkada Sumbar Tahun 2015. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis alasan keterlibatan niniak mamak KAN Pauh IX Kecamatan Kuranji dan bagaimana bentuk keterlibatannya. Landasan teori yang digunakan adalah teori elit dan konsep keterlibatan elit tradisional dalam Pilkada. Kemudian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi data dan pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling.
Penelitian ini menemukan bahwa niniak mamak yang tergabung di KAN Pauh IX Kecamatan Kuranji terlibat dalam mendukung Irwan Prayitno dan Nasrul Abit baik secara individu maupun KAN secara kelembagaan. Alasan keterlibatan. Pertama, Irwan Prayitno merupakan putra daerah. Kedua, adanya harapan ketika Irwan Prayitno jadi gubernur akan mengutamakan pembangunan di Kecamatan Kuranji dan terkhusus janjinya membangun kantor KAN Pauh IX Kecamatan Kuranji. Ketiga, Irwan Prayitno sebagai petahana dan memiliki elektabilitas tinggi. alasan ini dilandasi oleh sikap primordialisme dan kepentingan politik individu. Keterlibatan dilakukan melalui tiga jaringan kekuasaan. Pertama, jaringan kekuasaan melalui kemampuan pribadi yang diakui oleh masyarakat di desa. Kedua, melalui otoritas tradisional. Ketiga, jaringan kekuasaan berdasarkan pengakuan dari rekan-rekan mereka dengan menganugerahkan gelar sangsako di suku. Kemudian bentuk keterlibatan. Pertama, memberikan gelar Datuak kepada Irwan Prayitno dan pembentukan dewan pembina suku Tanjuang Sumatera Barat. Kedua, Kedua melakukan konsolidasi untuk mencapai kesepakatan bersama. Ketiga, niniak mamak sebagai penghubung kepentingan antara Irwan Prayitno, niniak mamak dan anak kemenakan yang ada di Kecamatan Kuranji. Keempat, niniak mamak mensosialisasikan Irwan Prayitno kepada anak kemenakannya. Kelima, mobilisasi masa dalam kampanye akbar dan dalam melakukan musyawarah untuk mendukung Irwan Prayitno. Keenam, niniak mamak melakukan deklarasi kebulatan tekad bersama anak keponakan secara terbuka di Kecamatan Kuranji untuk mendukung Irwan Prayitno dan Nasrul Abit.
Kata Kunci: Elit Tradisional, Keterlibatan Elit, Pilkada
Implikasi Pendidikan Islam Dalam Pendidikan Anak Menurut Irwan Prayitno
Education for children is a principle of human happiness must begin from childhood and is the best time to learn the correct method of life. Ability to capture and follow (lessons), and the sensitivity of receiving knowledge is still very strong in children. According to. Irwan Prayitno child is a very special figure, which in its development requires guidance and guidance from parents in order to realize the figure of a virtuous child. Educating children requires detailed description and precise data collection of the child's behavior. Data collection is needed to direct the potential in children. According to Irwan Prayitno in realizing the figure of a virtuous child, the child requires proper upbringing. According to him the proper education is education based on Islamic values. Because Islam is a perfect religion. It covers all aspects of human life. Including the issue of children's education who get a place in it, Islam is very concerned about families and children who are the basic foundation. on Islamic values as a reference in formulating the applied education. Based on the analysis, there are many similarities between educational concepts. Irwan Prayitno with the concept of Islamic education. So indirectly education. Irwan Prayitno has a close relationship with Islamic education
Implikasi Pendidikan Islam Dalam Pendidikan Anak Menurut Irwan Prayitno
Education for children is a principle of human happiness must begin from childhood and is the best time to learn the correct method of life. Ability to capture and follow (lessons), and the sensitivity of receiving knowledge is still very strong in children.
According to. Irwan Prayitno child is a very special figure, which in its development requires guidance and guidance from parents in order to realize the figure of a virtuous child. Educating children requires detailed description and precise data collection of the child's behavior. Data collection is needed to direct the potential in children.According to Irwan Prayitno in realizing the figure of a virtuous child, the child requires proper upbringing. According to him the proper education is education based on Islamic values. Because Islam is a perfect religion. It covers all aspects of human life. Including the issue of children's education who get a place in it, Islam is very concerned about families and children who are the basic foundation. on Islamic values as a reference in formulating the applied education.
Based on the analysis, there are many similarities between educational concepts. Irwan Prayitno with the concept of Islamic education. So indirectly education. Irwan Prayitno has a close relationship with Islamic education.</jats:p
PANTUN SPONTAN ALA IRWAN PRAYITNO : Kajian Struktur, Nilai, Dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Di Sekolah Menengah Atas
Sejalan dengan perubahan dan berkembangnya zaman dan munculnya puisi-puisi modern, tradisi berpantun kemudian perlahan hilang. Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno menjawab tantangan tersebut. Pantun ini diucapkan Irwan Prayitno dalam memberikan sambutan sebagai gubernur di Sumatera Barat, berisi struktur yang berbeda dari pantun pada umumnya dan nilai-nilai hidup orang Minangkabau. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan 1) Struktur pada Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno, 2) Nilai pendidikan karakter pada Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno, 3) Menyusun pemanfaatannya dari Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno sebagai bahan ajar pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil: 1) Struktur pantun yang dibuat berdasarkan jumlah larik dan suku kata adalah jenis karya sastra bukan sebagai tradisi lisan dengan bentuk puisi lama atau pantun lama; 2) Peran sintaksis yang dominan ditemukan adalah peran perbuatan berhubungan dengan nilai-nilai di Minangkabau; 3) Penggunaan diksi dan majas, seakan Irwan Prayitno menunjukan identitas dirinya sebagai orang Minangkabau yang beradat dan beragama; 4) Konteks penuturan yang tidak dapat dipisahkan dari pantun; 5) Pantun ini mengandung beban bunyi, konotasi, rima, cita rasa, kesegaran, pemikiran citraan alam Minangkabau yang luas dimampatkan dan dikentalkan oleh Irwan Prayitno; 6) Selain nilai pendidikan karakter religius yang dominan juga terdapat nilai adat Minangkabau. 8) Hasil temuan dan pembahasan penelitian ini berupa buku pengayaan pengetahuan tentang pembelajaran apresiasi sastra (pantun) untuk SMA. -----In line with the changes and the development of the times and the rise of modern poetry, traditions berpantun and then slowly lost. Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno answered the challenge. This pantun uttered Irwan Prayitno in giving opening remarks as the Governor of West Sumatra, contains a different structure from the pantun in General and the life values of Minangkabau people. The purpose of this study is to describe the 1) Structure of a Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno, 2) Value of character education at Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno, 3) Compiled its utilization of Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno as learning materials literary appreciation of learning in high school. The research method used is descriptive analysis with qualitative methods. Based on the research results obtained results: 1) Pantun Structure based on the number of lines and words is a kind of literary works not as an oral tradition with a long poem or your long; 2) The role of the dominant syntax found is the role of works related to the values in the Minangkabau; 3) Use of diction and Irwan Prayitno Majo, seeming to indicate his identity as Minangkabau people are have a custom and religion; 4 the utterance Context) are inseparable from the pantun; 5) Pantun contains load sound, connotation, rima, flavor, freshness, natural citraan thought the Minangkabau's extensive compressed and dikentalkan by Irwan Prayitno; 6) in addition to the values of the dominant religious character education there are also Minangkabau adat values. 8) results and discussion of this research in the form of the book of knowledge about enrichment learning appreciation of literature (pantun) for High School
Strategi Kampanye Politik Pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim Dalam Pemilihan Kepala Daerah Gubernur Sumatera Barat Perjode 2010-2015
Demokrasi di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Hal ini terlihat dari beberapa indikator keberhasilan peiaksanaan Pemilu Legislatif DPR, DPD, DPRD, serta pemiiihan Presiden dan Wapres yang dipilih secara langsung pada tahun 2004. Selain itu, Indonesia juga cukup sukses dalam melaksanakan pemiiihan kepala daerah (Pilkada, Pemilu Kada) secara langsung yang dllaksanakn serentak pada tahun 2005. Sumatera Barat juga telah sukses dalam melaksanakan pemiiihan Kepala Daerah, yakni pada tahun 2005 dan pada tahun 2010. Irwan Prayltno calon yang maju dalam 2 kali periode Pilkada dan Pemilu Kada ini, tahun 2005 Irwan Prayitno berpasangan dengan Ikasuma Hamid didukung oleh 2 (dua) koalisi parpol yakni PKS dan PER kalah dari pasangan Gamawan-Marlis dan berada di posisi kedua. Sedangkan pada tahun 2010 Irwan Prayitno berpasangan dengan Muslim Kasim yang didukung oleh 3 (tiga) koalisi parpol yakni PKS, PBR, dan Partai HANURA. Penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Strategi Kampanye Politik Pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim Dalam Pemilihan Kepala Daerah Gubemur Sumatera Earat Periode 2010-2015. Penelitian ini menggunakan teori strategi Politik, yang terdiri dari Segmentasi Geografik dan Segmentasi Demografik, largetting dan Positioning. Pendekatan penelitian dilakukan secara kualitatif dan menggunakan tipe penelitian deskriptif. Dalam mengumpulkan data peneliti memakai trianggulasi. Sedangkan analisis data menggimakan metode etik-emik. Berdasarkan hasil penelitian, Strategi Kampanye Politik Pasangan Irwan Prayitno-Muslim kasim Dalam Pemiiihan Kepala Daerah Gubemur Sumatera Barat Periode 2010-2015. Pada Pemilu Kada 2010 ini tim sukses Irwan-MK telah banyak belajar dari kegagalan Irwan Prayitno pada Periode 2005 lalu, dimana pada tahun 2010 ini Irwan Prayitno-Muslim Kasim memperoleh suara tertinggi di 14 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Salah satu strategi yang digunakan adalah strategi yang berbasiskan survey, dan tim sukses membagi wilayah kampanye menjadi 3 kelompok (segmentasi demografik) kantong suara, memiliki target suara 35%, dan pola kampanye c/oor to door tetap digunakan karena masih efektif
Penanaman Karakter Islami Anak Usia Dini dalam Pendidikan Keluarga: Konstruksi Pemikiran Harry Santosa dan Irwan Prayitno
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsep pendidikan karakter islami anak usia dini dalam keluarga dari pemikiran Harry Santosa dan Irwan Prayitno. Metode penelitian kualitatif berupa kajian pustaka dengan pendekatan concept analysis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, dalam menanamkan karakter islami sejak anak usia dini Harry Santosa memiliki konsep “mission of life” yang harus dimiliki orangtua dengan dasar keimanan dan Islamic Worldview, sehingga terbangun peradaban keluarga sesuai fitrah sebagai ayah dan ibu, juga harus memiliki visi pendidikan dengan menjadikan generasi Abdullah dan khalifatullah sesuai bakat dari bidang yang diminati anak. Kemudian Irwan Prayitno melengkapi dengan sebuah konsep “pengawasan dan komunikasi” yang harus dilakukan selama 24 jam dengan menjalin komunikasi yang baik kepada para pengasuh dan bergaul bersama anak sesuai potensi dasar perkembangan usia dini. Dengan demikian mendidik anak akan menjadi mudah melalui kesadaran dan kesucian jiwa. Diperlukan penelitian selanjutnya untuk membuat modul pendidikan karakter islami bergaul bersama anak berdasarkan misi hidu
- …
