7 research outputs found

    Efektivitas Keel Cooler Pada Sistem Pendingin Mesin Penggerak Utama Kapal

    Full text link
    OT ship. Skylie is a type of tanker produced by PT. Samudra Marine Indonesia, in its construction, applies a keel cooler as a cooling device for the main engine propulsion of ships. This keel cooleris one of the new types of heat exchangers which is applied in the field of shipping. A cooling system using a keel cooler is a closed-circuit cooling system that is installed externally on the hull below the waterline. This study aims to determine the overall heat transfer value and the effect of changes in ship power/torque on the effectiveness of the keel cooler-type heat exchanger. The analysis uses two methods, namely CFD analysis and simulation using the Ansys CFX R20 application. Based on the results of calculations on several ship power/torque conditions, the largest heat transfer value is obtainednamely 5.599 x 10 5 W at 100% power condition and the lowest value is 5.055 x 105 W at 10% power condition. Meanwhile, the highest effectiveness value is 79.985% and the smallest value is 79.839%. So it can it was concluded that the use of the keel cooler on the OT ship. Skylie has met the standard value of effectiveness for a heat exchanger that is equal to 50%.Kapal OT. Skylie merupakan salah satu jenis kapal tanker yang diproduksi oleh PT. Samudra Marine Indonesia, dalam pembangunannya mengaplikasikan keel cooler sebagai alat pendingin mesin utama penggerak kapal. Keel cooler inimerupakan salah satu alat penukar kalor tipe baru yang diaplikasikan di bidang perkapalan. Sistem pendingin denganmenggunakan keel cooler merupakan salah satu sistem pendingin sirkuit tertutup yang dipasang secara eksternal pada lambung kapal di bawah permukaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai perpindahan panas menyeluruhdan pengaruh dari perubahan power/torque kapal terhadap efektivitas penukar kalor tipe keel cooler. Dalam analisa menggunakan dua metode, yaitu analisis dan simulasi CFD dengan menggunakan aplikasi Ansys CFX R20. Berdasarkan hasil perhitungan pada beberapa kondisi power/torque kapal diperoleh nilai perpindahan kalor terbesaryaitu 5,599 x 105 W pada kondisi power 100% dan nilai terendah sebesar 5,055 x 105 W pada kondisi power 10%. Sementara itu untuk nilai efektivitas terbesar yaitu 79,985% dan nilai terkecil sebesar 79,839%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan keel cooler pada kapal OT. Skylie sudah memenuhi nilai standar efektivitas untuk sebuahheat exchanger yaitu sebesar 50%

    Pengaruh Jarak Rudder dan Propeller terhadap Kemampuan Thrust Kapal Perikanan 30 GT

    Full text link
    Kapal perikanan umumnya dirancang dengan misi untuk menemukan, menangkap dan melestarikan ikan. Hal ini menjadikan kapal perikanan memiliki parameter desain yang berbeda dibanding kapal niaga pada umumnya. Sebagaimana fungsi kapal perikanan dalam operasinya yaitu mengejar dan melingkari jaring (purse-seine) serta menangkap ikan menjadikan kemampuan manuver kapal perikanan sangat penting. Kapal perikanan harus memiliki konfigurasi sistem propulsi yang handal guna tercapainya dorongan dari propeller yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jarak rudder dari propeller terhadap kemampuan thrust pada sistem propulsi kapal perikanan, serta menentukan peletakan rudder terhadap propeller yang paling optimal pada kapal menggunakan pendekatan CFD (Computational Fluid Dynamic). Variasi jarak rudder terhadap propeller yang dilakukan pada penelitian ini antara 5% diameter propeller (0.04 m) sampai 100% diameter propeller (0.80 m). Dari hasil simulasi diperoleh bahwa nilai thrust paling baik terjadi pada variasi 20% diameter propeller (0.16 m) yaitu sebesar 16,243 N atau 5% lebih besar dibanding rata-rata nilai thrust yang diperoleh pada variasi jarak yang lain

    Desain Sistem Monitoring Pemakaian Bahan Bakar menggunakan LabVIEW

    Full text link
    Bahan bakar memiliki peran yang sangat penting pada sebuah mesin atau kendaraan baik itu di darat, laut maupun udara. Bahan bakar merupakan suatu aspek yang tidak bisa dihilangkan pada sebuah mesin. Akibat dari pentingnya peranan bahan bakar inilah banyak oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan ketidaktelitian pemilik kendaraan, para oknum-oknum sengaja mengambil bahan bakar yang berada didalam tangki dan dimanfaatkan untuk diri sendiri. Dari kasus inilah penelitian ini diadakan dengan cara memonitoring pemakaian bahan bakar menggunakan sensor-sensor yang berkaitan seperti sensor ultrasonik untuk mengukur volume tangki bahan bakar sebagai patokan awal bahan bakar, sensor flowmeter untuk mengukur laju aliran yang keluar dari tangki. Dari sensor-sensor ini dapat terbaca nilai-nilai seperti jumlah pemakaian bahan bakar dan volume bahan bakar yang terdapat di dalam tangki. Maka dapat dilihat apakah ada selisih antara pemakaian bahan bakar dengan sisa bahan bakar yang ada di tangki. Hal ini dapat meminimalisir kecurangan oknum-oknum dalam penggunaan bahan bakar karena hasil dari pembacaan sensor dapat langsung terbaca oleh pemilik kendaraan melalui sofware LabView yang nantinya dapat digunakan sebagai monitoring bahan bakar oleh pemilik kendaraan. Adapun pada penelitian ini peneliti menemukan beberapa nilai konsumsi bahan bakar pada beberapa RPM seperti pada 1000 RPM total konsumsi bahan bakarnya sebanyak 68,34 ml selama 120 detik, pada RPM 1500 total konsumsi bahan bakarnya sebanyak 73,29 ml selama 120 detik, sedangkan pada RPM 2000 total konsumsi bahan bakarnya sebanyak 76,33 selama 120 detik. Hal ini berarti perbandingan antara RPM dan konsumsi bahan bakar adalah berbanding lurus

    CFD Simulation of Five Blades Archimedes Screw Turbine as Alternative Power Plant for Traditional Fishing Boat

    Full text link
    The need for electrical energy for traditional fishermen has greatly increased, considering that almost all equipment is now powered by electricity. Archimedes screw turbines, which are generally used as micro hydro power plants, especially in rivers or dams that incline, can be used as an alternative power generator for traditional fishing boats. This research aims to determine the performance of a five-blade Archimedes screw turbine using Ansys CFX software. The simulation was carried out with a flow velocity at the inlet boundary of 2.5 m/s using the transient simulation method, in order to obtain information about the flow characteristics around the turbine as the turbine rotates. So that the turbine can rotate during the simulation, the turbine domain is set using a Rigid Body Solution, so that its rotation will be influenced by the flow rate entering the turbine as is done in the laboratory. The results of this research will be used to optimize the performance of the turbine so that it can produce maximum power. From the simulation and analysis carried out, it was obtained that the mechanical power was 0.08 Watts and the hydraulic power was 0.49 Watts with a turbine efficiency of 17.28%. Apart from that, the increase in rotation produced by the turbine due to the hydraulic power of the water is directly proportional to the increase in mechanical power and torque in the turbine. The low value of mechanical power and efficiency obtained in this research is caused by the absence of an inclination angle between the inlet and outlet parts of the turbine

    Performa Ducting pada Sistem Pengkondisian Udara Kamar Mesin Kapal Ferry Ro-Ro Lintas Lembar – Padang Bai

    Full text link
    Sistem ducting merupakan sistem yang bertugas untuk mengkondisikan udara pada suatu ruangan dan merupakan salah satu sistem yang sangat vital untuk direncanakan pada kamar mesin kapal, bukan hanya berfungsi untuk suplai udara namun juga untuk menjaga suhu pada kamar mesin, merujuk pada rules BKI volume 3 tentang permesinan, suhu udara di kamar mesin tidak boleh melebihi 45 °C, pada penelitian ini, kamar mesin yang dijadikan objek penelitian yaitu kamar mesin pada kapal ferry ro-ro lintas Lembar - Padang Bai. Objek ini dipilih karena sistem ducting di kamar mesin kapal ini sudah direncanakan akan tetapi belum dipasang karena kapal ini masih dalam tahap pembangunan, maka dari itu penelitian ini hadir untuk menganalisis performa dari sistem ducting yang telah direncanakan dengan menggunakan Computational Fluids Dynamic (CFD). Hasil penelitian ini yaitu sistem ducting yang sudah direncanakan dapat menjaga suhu kamar mesin di 38,9 °C pada kondisi beban panas maksimum, 37,4 °C pada kondisi berlayar dengan luaran daya mesin utama sebesar 100 %, 37,1 °C pada kondisi berlayar dengan daya mesin utama 75 %, 36,7 °C pada kondisi berlayar dengan daya mesin utama 50 % dan 37,2 °C pada kondisi masuk-keluar pelabuhan, 36,06 °C pada kondisi bongkar muat serta 35,92 °C pada kondisi kapal berlabuh

    Analisis Efektivitas Heat Exchanger Type Shell and Tube Menggunakan CFD

    Full text link
    Heat exchanger type shell and tube merupakan alat penukar kalor yang banyak diguankan karena memiliki konstruksi yang sederhana, kokoh, kemudahan dari segi perawatan dan terhitung ekonomis. Salah satu industri perkapalan yang mengaplikasian heat exchanger type shell and tube adalah KM. Sirimau sebagai oil cooler untuk mendinginkan oil. Oil menjadi hal yang sangat penting dalam operasional permesinan kapal karena merupakan lapisan pelindung untuk memisahkan dua permukaan pada mesin yang saling bergesekan. Kenaikann suhu oil dapat menurunkan efisiensi kerja yang dapat berakibat fatal pada bagian permesinan. Sehingga perlunya pengkajian mengenai oil cooler khsususnya heat exchanger type shell and tube agar suhu oil dapat dipertahankan pada suhu tertentu. Analisis dilakukan menggunkan ANSYS untuk mengetahui selisih temperatur rata-rata logaritmik dan efektivitas heat exchanger dengan variasi tekanan pada fresh water. Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan menggunakan ANSYS CFX, pada tekanan 2,2 bar diperoleh selisih temperatur rata-rata logaritmik (LMTD) sebesar 31,221 °C dengan efektivitas hasil simulasi 65,73% dan efektivitas hasil perhitungan 63,29%. Pada tekanan 2,3 bar diperoleh nilai LMTD sebesar 31,341 °C dengan efektivitas hasil simulasi 65,47% dan efektivitas hasil perhitungan 62,27%. Pada tekanan 2,4 bar nilai LMTD sebesar 31,444 °C dengan efektivitas hasil simulasi 65,24% dan efektivitas hasil perhitungan 61,31%

    UPAYA GURU FIQIH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE RESITASI DI KELAS VIII MTs MATHLAUL ANWAR PASAR KEMIS KABUPATEN TANGERANG

    Full text link
    AbstractThe purpose of this study was to determine the efforts of fiqh teachers in increasing student motivation using the recitation method, to find out the implementation of the recitation method in fiqh subjects, to determine the effectiveness of applying the recitation method to fiqh class VIII subjects at MTs Mathlaul Anwar Pasar Kemis. This study uses a type of qualitative research, data collected from interviews, field notes, personal documents and other documents. The data collected by the author of the analysis using descriptive analysis techniques. The results of the research show that the efforts of the fiqh teacher in increasing learning motivation are choosing the right teaching method, having a teaching strategy, having a goal in using the recitation method. The implementation of the recitation method is carried out in three phases, namely the assignment phase, the implementation phase, the assignment accountability phase. The effectiveness of the recitation method in fiqh subjects in Class VIII MTs Math’laul Anwar Pasar Kemis is quite effective considering that there are not so many study hours but the material delivered is quite a lot. Keywords: Recitation Method, Learning Motivation, Teacher Effor
    corecore