1,720,978 research outputs found
Peranan Mahasiswa dalam Merajut Kerukunan Antar Umat Beragama dalam Perspektif Kekristenan
Keberagaman dalam berbagai aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia adalah hal yang tidak mungkin dihindari. Dampak keberagaman tersebut Indonesia tidak terlepas adanya konflik dan kekerasan bernuansa keagamaan. Konflik dan kekerasan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan (politik,ekonomi, budaya, dan pendidikan). Mengingat agama sebagai entitas yang mengajarkan kebaikan dan pencapaian damai sejahtera secara logis tidak berkonflik, tetapi agama sering dijadikan wadah bagi penganut-penganutnya sebagai pendorong dan penjustifikasi dari konflik dan kekeraasan dalam masyarakat. Berkait dengan hal tersebut, mahasiswa selain aktif dalam aktivitas akademik, mahasiswa juga mempunyai peran yang strategis dalam mengaktualisasikan ajaran-ajaran agama tentang toleransi dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari baik itu saat bergaul dengan sesama mahasiswa ataupun saat berkumpul di tengah masyarakat. Melalui nilai-nilai kekristenan hendaknya mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang besar dalam upaya menciptakan kerukunan antarumat beragama mengingat posisi mahasiswa yang biasanya memiliki sikap kritis.Toleransi antarumat merupakan sikap terbuka
dalam menghadapi perbedaan.yang di dalamnya terkandung sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan atau eksistensi yang ada dari masingmasing pihak. Perbedaan agama hendaknya tidak menjadi ancaman, namun justru peluang untuk saling bersinergi secara positif sehingga tercipta kerukunan
antarumat beragama.
Kata Kunci: Kerukunan, antar umat, kekristenan, dan peran mahasisw
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai Motivator
Abstract: The teacher's responsibility is to help learners to develop their full potential.
Potential learners that must be developed not only concerns the problem of intelligence
and skills, but concerns all aspects of personality. Teachers are not only required to have
an understanding or ability in the field of learning and learning but also in motivating
learners. Christian Education Teachers (CET) play a role in teaching spiritual values and
motivating learners. Christian Education teachers must understand the concepts of
motivation so that they can function as facilitators of development of learners, whether
involving the intellectual, emotional, social, and mental spiritual aspects.
Keymords: Christian Education Teacher, Motivator
Abstrak: Tanggung jawab guru adalah membantu peserta didik agar dapat
mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal. Potensi peserta
didik yang harus dikembangkan bukan hanya menyangkut masalah kecerdasan
dan keterampilan, melainkan menyangkut seluruh aspek kepribadian. Guru
tidak hanya dituntut untuk memiliki pemahaman atau kemampuan dalam
bidang belajar dan pembelajaran tetapi juga dalam memotivasi peserta didik.
Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) berperan dalam mengajarkan nilai-nilai
spritual dan memotivasi peserta didiknya. Guru PAK harus memahami konsepkonsep motivasi sehingga mampu berfungsi sebagai fasilitator perkembagan
peserta didik, baik yang menyangkut aspek intelektual, emosional, sosial,
maupun mental spiritual.
Kata Kunci : Guru Pendidikan Agama Kristen, Motivato
Penyertaan Roh Kudus Pada Relasi Trialog Dalam Konseling Pastoral
Konseling secara umum merupakan hubungan timbal balik yang dilakukan oleh konselor untuk memberikan kesempatan konseli mengekplorasi perasaan-perasaannya, menemukan apa masalah yang dihadapinya serta menggali potensi diri konseli dan menemukan cara hidup yang lebih ringan, nyaman, dan memuaskan. Relasi trialog dalam konseling pastoral adalah
pola pelayanan konseling yang tidak semata-mata terletak pada pola komunikasi dialog antara konselor dan konseli, tetapi dalam pola komunikasi trialog melibatkan peran tiga unsur yaitu Allah, konselor, dan konseli. Keunikan pola komunikasi trialog adalah memperbaiki hubungan seseorang dengan melibatkan peran Allah, dengan diri sendiri, dengan orang lain, serta dengan sejarah dan masa depannya. Dalam hal ini Keterlibatan Allah ini diwujudnyatakan dalam penyertaan roh kudus. Pola pelayanan Konseling pastoral trialog selalu menempatkan konseli berelasi akan adanya penyertaan Roh Kudus. Oleh sebab itu, pelayanan konseling ini mutlak bergantung pada kuasa Roh Kudus. Penyertaan roh kudus sangat sentral dalam menyelesaikan atau menjalani masalah kehidupan konseli sebagai orang percaya. Inilah
perbedaan mendasar antara konseling pastoral dengan konseling pada umumnya yang ada di masyarakat. Bagi para konselor, penyertaan roh kudus merupakan sumber yang memberikan kita kuasa, kekuatan, kemauan, dan kebijaksanaan dalam menolong, menghibur, dan menguatkan mereka yang sedang tidak berdaya. Roh Kuduslah yang membantu kita berempati
dengan benar. Bagi konseli, penyertaan roh kudus mampu menyadarkan mereka dari dosa dan kesalahannya yang pada akhirnya mengubah hati dan karakter mereka menuju perubahan
hidup yang lebih baik
- …
