1,720,961 research outputs found
STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PENDERITA PRE EKLAMSI RINGAN DAN BERAT PADA IBU HAMIL DI RSUD R.A KARTINI JEPARA 2011
Penderita preeklamsi memiliki beberapa karakteristik yang berbeda-beda, diantaranya adalah umur, paritas, pendidikan dan status gizi yang berhubungan dengan kejadian pre eklamsi. Pre eklamsi merupakan penyebab utama kematian ibu dan bayi sehingga perlu penanganan segera untuk menangani kegawat daruratan obstetri baik dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penderita pre eklamsi ringan dan berat pada kehamilan.Desain penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif. metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data dengan trianggulasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar informan berusia 20-35 tahun, sebagain besar informan hamil pertama kali, sebagian besar informan berpendidikan SLTP dan sebagian informan berstatus gizi sedang
FREKUENSI SEKSUAL DENGAN TINGKAT INFEKSI PASCA PEMASANGAN IUD PADA AKSEPTOR KB IUD DI KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS
Latar Belakang : IUD merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan plastik yang halus berbentuk spiral atau berbentuk lain yang dipasang di dalam rahim. IUD mempunyai efektivitas tinggi. Sangat efektif 0,6-0,8 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama, akan tetapi IUD juga dapat mengakibatkan infeksi jika melakukan seksual berlebihan atau terlalu sering melakukan hubungan seksual. Tujuan penelitian ini untuk menganalisai frekuensi seksual dengan tingkat infeksi Pasca Pemasangan IUD pada akseptor KB IUD di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Sampel dalam penelitian ini adalah 47 orang dari populasi dengan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik kendall tau. Hasil Penelitian : Responden yang memiliki frekuensi seksual tidak baik sebanyak 21 (44,7%) dan responden yang mengalami infeksi berat sebanyak 20 (42,6%). Hasil uji statistik kendall tau, diperoleh ada hubungan antara frekuensi seksual dengan tingkat infeksi pada akseptor KB IUD pasca pemasangan di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus (p value : 0,001 < 0,05) dengan nilai kendall tau 0,603. Kekuatan hubungannya adalah kuat. Kesimpulan : Ada hubungan antara frekuensi seksual dengan tingkat infeksi Pasca Pemasangan IUD pada akseptor KB IUD di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Saran : Menyarankan ibu dan suami untuk bisa mengatur frekuensi seksual dan selalu menjaga kebersihan dan meningkatkan kesehatan agar mengurangi resiko terkena infeksi setelah melakukan pemasangan IUD.Kata kunci : frekuensi seksual, infeksi, KB IU
KETIDAKNYAMANAN KELUHAN PUSING PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KABUPATEN KUDUS
Kehamilan merupakan suatu anugerah yang didambakan semua wanita sebagai calon ibu. Fase awal kehamilan disebut trimester pertama yang dimulai dari konsepsi sampai minggu ke-12 kehamilan. Pada fase ini, umumnya terjadi pengaruh hormonal dan perubahan produksi, anatomi, dan fisiologi. Perubahan-perubahan ini mengakibatkan tubuh secara aktif melakukan penyesuian yang menimbulkan perubahan fisik maupun psikologis ibu. Ketidaknyamanan yang dialami wanita hamil muda akan merasa mual, muntah, pusing, meriang dan lemas.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan ketidaknyamanan keluhan pusing pada ibu hamil di Wilayah Puskesmas Gribig. Metode yang digunakan adalah desain studi deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pusing dengan cara skala Wong Baker FACE yaitu skala wajah mencantumkan skala angka dalam setiap ekspresi nyeri berkisar 0-10. Tehnik analisa data dengan data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi terbanyak ibu hamil yang mengalami keluhan pusing pada kategori sedikit sakit (46,7%). Pusing (sakit kepala) adalah keluhan umum yag dialami oleh ibu hamil. Namun, sekitar 10% ada juga yang memburuk, sehingga diperlukan penanganan dan intervensi yang aman dan tepat/sesuai dengan kebutuhan ibu hamil sebagai solusi untuk mengurangi keluhan pusing. Hal ini sebagai upaya memaksimalkan kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya
EVALUASI PROSES SISTEM RUJUKAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN KESEHATAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) KABUPATEN JEPARA
Pada era globalisasi ini pelayanan kesehatan terus berkembang dan bertambah maju seiring berjalannya waktu. Kesadaran tentang pentingnya jaminan perlindungan sosial terus berkembang sesuai amanat pada perubahan UUD 1945 Pasal 134 ayat 2, yaitu menyebutkan bahwa negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka pemerintah bertanggungjawab atas pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan oleh badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah Mengevaluasi komponen proses dalam Sistem Rujukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kabupaten Jepara.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling dan dapat dikembangkan lagi dengan teknik snowball.Evaluasi proses sistem rujukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kabupaten Jepara Terkait indikasi medis adalah sesuai dengan indikasi medis, sesuai kompetensi dan kapasitas dokter yang memeriksa apabila kompetensi diluar 144 diagnosa/jenis penyakit/spesialistik maka pasien dirujuk serta rujukan tidak atas permintan pasien sendiri Sedangkan pada prosedur rujukan BPJS Kesehatan sesuai dengan alur rujukan FKTP dan rujukan dilaksanakan secara berjenjan
STIMULASI PIJAT DAPAT MENINGKATAN BERAT BADAN BAYI TAHUN 2020
Latar Belakang: Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang yaitu pada usia 0-12 bulan. Dikatakan masa kritis karena pada masa ini bayi sangat peka terhadap lingkungan dan membutuhkan asupan gizi dan stimulasi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan adalah stimulasi. Beberapa pedoman untuk stimulasi bayi di antaranya stimulasi penglihatan, stimulasi pendengaran, stimulasi taktil atau perabaan, serta koordinasi visual dan gerak. Tujuan: Mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap penigkatan berat badan bayi DiKlinik Norma Medika Mayong Tahun 2019 Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan menggunakan pendekatan non equivalent control-group before-after design. Populasi dan sampel sebanyak 33 bayi di Klinik Norma Medika Mayong yang diambil dengan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan observasi dan perlakuan secara langsung. Analisa data dilakukan secara univariant dan bivariant uji T Test berpasangan.Hasil Penelitian: Penelitian tentang peningkatan berat badan dengan pijat di Klinik Norma Medika Mayong Tahun 2019 didapatkan hasil (p value 0,000 < 0,05) penelitian yang diperoleh ada perbedaan peningkatan berat badan sebelum dan sesudah antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan: : Ada pengaruh antara pijat dengan peningkatan berat badan bayi Di Klinik Norma Medika Mayong Tahun 2019
KEEFEKTIFAN APLIKASI M-HEALTH SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, PRILAKU PENCEGAHAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN
Selama kehamilan, ibu hamil mengalami perubahan fisiologi dan psikologis yang menimbulkan ketidaknyamanan, seperti mual muntah, pusing, nyeri perut bawah, dan bengkak apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat mengakibatkan komplikasi pada kehamilan. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi evolusi cepat dalam teknologi informasi untuk digunakan dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Penggunaan teknologi memungkinkan untuk penyebaran informasi kepada ibu hamil dalam upaya meningkatkan pelayanan antenatal. Pemanfaatan aplikasi m-Health mengakibatkan peningkatan pengetahuan tentang perawatan kehamilan, memengaruhi sikap dan perubahan perilaku ibu hamil sehingga meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kefektifan pemanfaatan aplikasi m-health sebagai media promosi kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan adanya tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil.Subjek penelitian sebanyak 56 ibu hamil pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober tahun 2020 di wilayah kerja Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus. Berdasarkan uji Mann Whitneyterdapat perbedaan yang bermakna terhadap pengetahuan dengan nilai (p0,05). Hasil penelitian diharapkan dalam pelayanan antenatal care mengintegrasikan penerapan aplikasi m-health sebagai media pendidikan kesehatan yang berbasis android untuk menyampaikan informasi tentang kehamilan yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan perubahan perilaku selama kehamilan kearah yang lebih baik
KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI HIPEREMESIS GARVIDARUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOSARI KUDUS
Kehamilan adalah suatu yang bersifat fisiologis dan dalam setiap perkembangan kehamilan normal, banyak keluhan yang dialami. Keluhan yang paling umum dilaporkan ibu hamil pada trimester pertama adalah mual muntah (87,8%). Gejala mual muntah biasanya dimulai dari usia kehamilan 4 minggu sampai 7 minggu kehamilan dan hilang pada usia kehamilan 16 minggu yaitu sekitar 90%. Sebagian besar ibu hamil dengan mual muntah tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika mual muntah bertambah parah dan persisten, kondisi dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan karakteristik ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, dan paritas.Metode yang digunakan adalah desain studi deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 30 ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum melalui pengukuran kuesioner PUQE. Tehnik analisa data dengan data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan umur, sebagian besar responden berumur 20-34 tahun sebanyak 15 (50%) responden. Berdasarkan tingkat pendidikan didapatkan sebagian besar berpendidikan SLTA/sederajat sebanyak 20 (67%). Berdasarkan status pekerjaan didapatkan sebagian besar bekerja sebanyak 25 (83%) responden. Berdasarkan paritas didapatkan sebagian besar multipara sebanyak 14 (47%) responden. Ibu hamil dengan resiko atau komplikasi hiperemesis gravidarum dapat mengakibatkan penyulit saat masa kehamilan dan dapat memberikan beban psikologis yang negatif seperti rasa takut akan masa depan kehamilannya, perasaan depresi dan kecemasan yang dapat berdampak buruk untuk perkembangan janin, sehingga penting bagi bidan maupun tenaga kesehatan lainnya untuk memberikan penanganan yang komprehensif bagi ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum
PENTINGNYA ISTIRAHAT TIDUR DIMASA PANDEMI
ABSTRAK
Covid-19 bisa berdampak pada kualitas tidur seseorang. Kurangnya tidur disebabkan stres akibat pandemi virus corona. Inilah yang disebut coronasomnia. Sekarang, pada masa wabah covid-19 ini, terjadi stres akibat perubahan besar dalam kehidupan dan penurunan aktivitas bagi banyak orang. Para ahli mengatakan bahwa virus corona telah membawa dampak pandemi insomnia. Permasalahan yang terjadi pada masyarakat umumnya karena masih kurangnya pengetahuan tentang istirahat tidur disamping dampak pandemi covid-19 ini makin meresahkan dan menambah beban pikiran masyarakat Coronasomnia adalah istilah yang digunakan untuk masalah tidur yang berhubungan dengan pandem. Kegiatan webinar ini bertujuan agar masyarakat mampu memahami dan menerapkan Istirahat tidur dengan baik sesuai dengan usia dan mendapatkan tidur yang berkualitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat umum
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
