1,720,961 research outputs found

    Keseimbangan

    Get PDF
    Keseimbangan Melalui pengamatan kawasan wilayah corak dan gaya arsiektur yang melingkupi sekitar kampus, sejarah keberadaan penghuni dan interaksinya. maka muncul ide utuk menciptakan karya seni publik yang berupa patung. Diharapkan karya patung ini memberi ciri dari sudut visual kawasan. orientasi arah dan penanda identitas atau bahkan menjadi landmark kawasan kampus II FSRD ISI Surakarta. lebih dari itu, karya seni patung ini merupakan ekspresi jati diri kawasan sebagai manifestasi kesinambungan masa lampau , masa kini dan masa datang

    Kerajinan: CINDERAMATA: Replika Relief Candi Sukuh Cerita Sudamala Bagian 1

    Get PDF
    Kerajinan: CINDERAMATA: Replika Relief Candi Sukuh Cerita Sudamala Bagian 1 Cinderamata: Berupa replika relief ini dengan ukuran 3cm, lebar 20cm, dan panjang 25cm sedangkan untuk pedestal/dudukan berbahan kayu jati dengan ukuran 6 X 8 X 25cm, yang disertai dengan label berbahan kuningan. Secara tehnik pembuatan replika ini dibuat dengan tehnik cetak berbahan resin, dibuat semirip mungkin dengan karakter dan warna batu aslinya, mengingat dari hasil survey di lapangan belum ada cinderamata yang representatif dan bersifat monumental yang bisa mewakili keberadaan Candi Sukuh sebagai destinasi wisata yang menarik dan untuk mempertegas identitas bangsa, yang berfungsi sebagai souvenir yang khas Candi Sukuh dan sekaligus pengayaan cinderamata baik dari kuantitas maupun kualitasnya. Replika Relief yang memuat Cerita Kidung Sudamala bagian 1 ini menceritakan Sadewa menolak meruwat Bathari Durga, dia murka dan berubah menjadi raksasa yang berwajah ganas dan menakutkan, yang diiringi dua raksasa berwajah seram mengikat dua tangan Sadewa ke belakang pada sebuah pohon dan mengancam akan membunuhnya dengan sebilah pedang ditangannya (Cholis, Henri & Rahman A. (2011)

    Cinderamata Replika Gerbang I Candi Sukuh

    Get PDF
    Merupakan karya seni rupa berupa Karya Seni Terapan, dengan judul Cinderamata Replika Gerbang I Candi Sukuh karya dari Drs Effy Indratmo Ns, M.Sn dan Amir Gozali, S.Sn., M.Sn

    PENGEMBANGAN MODEL CINDERAMATA ETNIK DENGAN MUATAN KEARIFAN LOKAL CANDI SUKUH SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI POTENSI INDUSTRI KREATIF DI KABUPATEN KARANGANYAR LAPORAN TAHUN TERAKHIR HIBAH BERSAING Tahun ke-2 dari rencana 2 tahun

    Get PDF
    Penelitian Hibah Bersaing yang mengambil judul Pengembangan Model Cinderamata Etnik Dengan Muatan Kearifan Lokal Candi Sukuh Sebagai Upaya Optimalisasi Potensi Industri Kreatif Di Kabupaten Karanganyar, tahun ke-2 ini bertujuan membuat variasi prototype cinderamata, selain dalam bentuk relief yang sudah dibuat pada penelitian tahun pertama yang memiliki muatan lokal Candi Sukuh. Penelitian tahun ke-2 ini adalah lanjutan dari penelitian pertama yang didasarkan atas perlunya dibuat variasi cinderamata yang berkualitas, mengingat dari data lapangan kualitas dan kuantitas cinderamatanya masih belum tergarap dengan maksimal apalagi dalam bentuk cinderamata yang bersifat monumental. Pada penelitian tahun ke-2 ini akan dibuat replika pada bagian bangunan Candi Sukuh yang berupa replika gapura I, yang bisa mewakili ciri khas Candi Sukuh. Dari penelitian ini diharapkan dapat memperkaya cinderamata, meningkatkan ketrampilan, dan edukasi terhadap para pelaku kreatif di Kabupaten Karanganyar dan diharapkan pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan Research and Development. Dengan metode tersebut, peneliti melakukan serangkaian langkah yaitu tahap studi penda-huluan (studi literatur dan studi lapangan), perencanaan (mengimplementasikan kearifan Candi Sukuh menjadi rancangan bentuk cinderamata), pembangunan (membuat model, mencetak, menuang, dan memproduksi), uji coba kualitas cin-deramata dan evaluasi, dan yang terakhir adalah diseminasi. Pada penelitian ini telah dihasilkan model cinderamata dalam bentuk replika gapura/gerbang I dari Candi Sukuh dengan tehnik reproduksi menggunakan medium resin. Pemilihan konsep gapura ini untuk dijadikan objek cinderamata didasarkan atas mitos dari masyarakat sekitar candi, keunikan bentuknya, dan karakter yang merepresentasikan Candi Sukuh begitu kuat dan menarik

    REPRESENTASI SIMBOLIK FENOMENA ALAM DALAM KARYA SENI PATUNGLANDMARK ’KESEIMBANGAN’

    No full text
    Karya patung landmark sebagai suatu bentuk karya seni bangun, dengan segala fungsi serta misinya, yang diwujudkan secara kongkrit (visualized) melalui suatu upaya rekayasa simbolis agar dapat tercipta dialog atau komunikasi dengan khalayak luas atau publik. Penelitian penciptaan karya ini menggunakan metode eksperimentasi, dengan melakukan percobaan-percobaan yang mengedepankan perencanaan mulai dari perancangan, persiapan dan perwujudan karya dalam media. Metode ini diterapkan, dengan melihat sifat data penelitian penciptaan karya yang pada prosesnya akan dilakukan dengan pembuatan modeling dengan medium kayu, sedangkan aplikasinya dengan tehnik plester yang akan difnishing dengan ekpsperimen warna seperti warna logam (coklat-merah). Sebagai sebuah karya seni rupa khalayak (public art), patung landmark dibuat berdasarkan sejumlah prasyarat, kaidah serta prinsip-prinsip yang mendasari, sehingga sesuai dengan maksud dan tujuan dibangunnya sebuah patung publik.Secara visual dan intensitas proses penggarapan, terkait kerumitan dan kecermatan dari teknik pembangunan seni patung publik, dimunculkan juga dalam penelitian ini yaitu melalui kekuatan konstruksi, ergonomi keruangan sehingga mampu menjadi penanda identitas bagi kawasan yang akan di gunakan sebagai letak karya patung tersebut yaitu di Kawasan Kampus 2 FSRD ISI Surakarta. Kata kunci: Representasi, Simbolik, Fenomena Alam, Patung Landmar

    LAPORAN AKHIR PENELITIAN HIBAH BERSAING: PENGEMBANGAN MODEL CINDERAMATA ETNIK DENGAN MUATAN KEARIFAN LOKAL CANDI SUKUH SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI POTENSI INDUSTRI KREATIF DI KABUPATEN KARANGANYAR

    Get PDF
    Saat ini perkembangan jaman di dunia telah memasuki era industri kreatif. Untuk memenangkan persaingan tak cukup hanya berbekal unik dalam memproduksi sebuah komoditi. Kelokalan harus dieksploitasi secara positif dan Indonesia memiliki keuntungan karena memiliki kekayaan budaya yang bisa diolah. Penelitian ini adalah salah satu bagian dalam mengolah kearifan lokal menjadi sebuah komoditi. Me-ngolah kearifan lokal Candi Sukuh yang terletak di lereng Gunung Lawu di Ka-ranganyar Jawa Tengah menjadi produk cinderamata. Cinderamata atau souvenir adalah benda yang dibawa pulang oleh wisatawan sebagai kenang-kenangan bagi perjalanannya. Cinderamata merupakan matapencaha-rian sebagian masyarakat di sekitar Candi Sukuh. Meskipun demikian penjualan cinderamata dari masyarakat tersebut masih minim dan tidak berkembang. Beberapa penyebabnya adalah ketidakmampuan dari masyarakat untuk memproduksi sendiri, model yang sedikit, dan kualitas yang rendah. Penelitian ini memiliki target pada tahun pertama yaitu terciptanya model atau prototipe cinderamata yang memuat kearifan lokal Candi Sukuh. Selanjutnya pada tahun kedua adalah pengembangan model dan variasinya serta aplikasi terhadap para pelaku industri kreatif dalam bidang cinderamata di Karanganyar dan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan Research and Development. Dengan metode tersebut, peneliti melakukan serangkaian langkah yaitu tahap studi pendahuluan (studi literatur dan studi lapangan), perencanaan (mengimplementasikan kearifan lokal Candi Sukuh menjadi rancangan bentuk cinderamata), pembangunan (membuat model, mencetak, menuang, dan memproduksi), uji coba kualitas cinderamata dan evaluasi, dan yang terakhir adalah diseminasi. Kata kunci: Candi Sukuh, cinderamata etnik, kearifan lokal

    PEMANFAATAN LIMBAH SPANDUK (CETAK DIGITAL MMT) SEBAGAI MEDIUM PERANCANGAN MODEL CINDERAMATA DENGAN MUATAN LOKAL WAYANG BEBER GAYA PACITAN GUNA MENUNJANG DESTINASI WISATA DI PACITAN JAWA TIMUR

    Get PDF
    Wayang Beber merupakan sebagai bagian warisan budaya yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia khususnya bagi warga Kota Pacitan pada zaman mileneal saat ini. Berkat jasa-jasa orang yang peduli dengan keberadaannya, wayang beber memiliki posisi yang strategis sebagai penguat karakter bangsa. Untuk itu dalam penelitian ini wayang beber akan dijadikan subjek penciptaan karya seni terapan dengan pemanfaatan limbah MMT sebagai mediumnya. MMT merupakan benda yang sangat akrab di kehidupan masyarakat saat ini sebagai bahan spanduk cetak digital. Mulai dari restaurant hingga pedagang kaki lima menggunakan medium ini sebagai sarana media promosi. Memang sebagai sarana publikasi media ini sangat praktis dan relatif murah, namun ketika tidak digunakan lagi keberadaannya menjadi sampah yang tidak bisa terurai, bahkan sangat mengganggu secara visual. Untuk itu lewat penelitian artistik ini bagaimana limbah MMT dapat dimanfaatkan menjadi benda yang bernilai dan dihargai. Dari limbah MMT tersebut akan dijadikan medium dengan melakukan eksplorasi tehnik anyaman untuk mewujudkannya. Agar dalam penelitian ini dapat berhasil dengan baik maka akan digunakan metode yang mengacu pada metode pendekatan research and development Kata kunci: Revitalisasi, Wayang Beber Gaya Pacitan, Limbah MMT, Karya Seni Rupa Murn

    PENGEMBANGAN MODEL CINDERAMATA ETNIK DENGAN MUATAN KEARIFAN LOKAL CANDI SUKUH

    No full text
    Saat ini, dunia telah memasuki era industri kreatif. Untuk memenangkan persaingan tak cukup hanya berbekal unik dalam memproduksi sebuah komoditi. Kelokalan harus dieksploitasi secara positif dan Indonesia memiliki keuntungan karena memiliki kekayaan budaya yang bisa diolah. Penelitian ini adalah salah satu bagian dalam mengolah kearifan lokal menjadi sebuah komoditi. Mengolah kearifan lokal Candi Sukuh yang terletak di lereng Gunung Lawu di Karanganyar Jawa Tengah menjadi produk cinderamata. Cinderamata atau souvenir adalah benda yang dibawa pulang oleh wisatawan sebagai kenang-kenangan bagi perjalanannya. Cinderamata merupakan mata pencaharian sebagian masyarakat di sekitar Candi Sukuh. Meskipun demikian penjualan cinderamata dari masyarakat tersebut masih minim dan tidak berkembang. Beberapa penyebabnya adalah ketidakmampuan dari masyarakat untuk memproduksi sendiri, model yang sedikit, dan kualitas yang rendah. Metode yang digunakan adalah pendekatan Research and Development. Dengan metode tersebut, peneliti melakukan serangkaian langkah yaitu tahap studi pendahuluan (studi literatur dan studi lapangan), perencanaan (mengimplementasikan kearifan lokal Candi Sukuh menjadi rancangan bentuk cinderamata), pembangunan (membuat model, mencetak, menuang, dan memproduksi), uji coba kualitas cinderamata dan evaluasi, dan yang terakhir adaalah diseminasi. Kata kunci: candi Sukuh, cinderamata etnik, kearifan loka

    Studi Manajemen Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Di Bentara Budaya Yogyakarta

    No full text
    This study discusses about: Bentara Budaya Yogyakarta, management of art exhibitions and curatorial system organizing art exhibitions in Bentara Budaya Yogyakarta. This type of research is descriptive and qualitative object under study is the process of organizing an art exhibition in 2012, and observing and recording systems curatorial art exhibitions in Bentara Budaya Yogyakarta. Data collection techniques such as literature study, observation, interviews, and documentation. The validity technique used is the triangulation of data by leveraging data sources and methods review informant. Data analysis using flow models of analysis (flow models). To explain the process of the management of art exhibitions and curatorial system organizing art exhibitions using the guidebook written by Mikke Susanto. The results showed that: the process of organizing curatorial art exhibitions in Bentara Budaya Yogyakarta in its implementation is divided into two types, namely the initiative of artists and gallery managers initiative. Observing the results of the exhibition of art based on the typology and periodization of time organizing art exhibitions, visible differences between the initiative of artists and galleries initiatives in terms of time organizing exhibitions and art galleries pemakiaan procedures. Keywords: arts management, curatorial, Bentara Budaya Yogyakart
    corecore