209 research outputs found
PENGUATAN KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL SISWA MELALUI PELATIHAN GURU PENGGERAK DI BIMA
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik guru terkait dengan pengembangan kompetensi sosial dan emosional siswa di Bima, sebuah kota dengan latar belakang budaya yang kaya di Indonesia. Melalui serangkaian pelatihan, workshop, dan kegiatan kolaboratif, guru penggerak di Bima dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memimpin perubahan dalam praktik pengajaran dan pembelajaran. Para guru diharapkan dapat bertindak sebagai agen perubahan yang memfasilitasi pertukaran ide, menyediakan dukungan bagi rekan-rekan guru, dan membangun lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung. Hasil dari program ini meliputi peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kompetensi sosial dan emosional, peningkatan keterampilan siswa dalam mengelola emosi, berkomunikasi, dan bekerja sama, perubahan budaya sekolah menuju lingkungan yang lebih inklusif, serta peningkatan kualitas pengajaran dan keterlibatan siswa. Dampaknya tidak hanya terasa di sekolah, tetapi juga dalam komunitas secara keseluruhan, menciptakan landasan yang lebih kokoh untuk pertumbuhan dan kesejahteraan siswa di masa depa
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI PENYULUHAN AGAMA ISLAM DALAM MENANGGULANGI STUNTING DI DESA RAI OI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di banyak wilayah, termasuk di Kabupaten Bima. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pemberdayaan komunitas melalui penyuluhan agama Islam dalam menanggulangi stunting. Studi kasus dilakukan di Desa Raioi Kecamatan Sape Kabupaten Bima, dengan fokus pada pengaruh penyuluhan agama Islam terhadap pengetahuan dan praktik gizi masyarakat. Metode yang digunakan yaitu pendekatan KPM dengan Participatory Action Research (PAR) merupakan pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan, dan proses perubahan sosial keagamaan. Hasil pemberdayaan menunjukkan bahwa penyuluhan agama Islam mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan praktik pemberian makanan yang baik dan halal untuk pertumbuhan anak. Selain itu, penyuluhan agama Islam juga memperkuat nilai-nilai sosial dan kebersamaan dalam masyarakat, yang berperan dalam meningkatkan partisipasi dalam program-program kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan komunitas melalui penyuluhan agama Islam merupakan strategi yang efektif dalam menanggulangi stunting di Desa Rai OI Kecamatan Sape Kabupaten Bima.
 
PENGUATAN PERAN DAKWAH MAJELIS TA’LIM AN-NUR DESA ROMPO KECEMATAN LANGGUDU KABUPATEN BIMA
Majelis tak’lim sebagai lembaga lembaga pendidikan non formal berkembang pesat di indonesia. Baik di kota-kota besar maupun di desa pasti terdapat mejelis taklim yang kebanyakan didominasi perempuan terutama kaum ibu. Belakangan banyak ibu-ibu yang mengikuti pengajian menggunakan seragam yang sama dan menunjukan ciri khas majlis taklimnya masing-masing. Majelis taklim bukan hanya bergerak dalm bidang keagamaan saja melainkan juga dibidang sosial dan budaya. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai suatu proses penguatan peranan para ibu-ibu majelis ta’lim dalam melakukan dakwah Islam yang berbasis pada gerakan amar ma’ruf nahi munkar terhadap generasi perempuan terutama para remaja putri dalam kehidupan sosial masyarakat khusus di Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada saat pendampingan kegiatan KKN-PAR melalui pelaksanaan seminar dan FGD bersama pengurus majelis ta’lim An-Nur Desa Rompo Kecematan Langgudu. Pengabdian inipun berorientasi pada penguatan pemahaman Islam dan strategi dakwah bagai para ibu-ibu majelis Ta’lim An-Nur Desa Romo Kecamatan Langgudu, sehinggga diharapkan mampu mengambil peranan dalam pengembangan kehidupan Islami bagi para kaum perempuan khusnya Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima
GERAKAN PENGUATAN LITERASI SAINS MELALUI PRAKTIKUM IPA SEDERHANA DI SMPN 11 KOTA BIMA
Gerakan Nasional Literasi telah dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia dengan harapan besar dapat meningkatkan literasi peserta didik. Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan dalam upaya mengambil bagian dari program pemerintah tersebut adalah dengan melaksanakan gerakan literasi sains di tingkat satuan pendidikan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengutkan literasi sains peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 11 Kota Bima melalui kegiatan praktikum IPA sederhana. Pendekatan praktikum IPA merupakan pendekatan yang selaras dengan indikator literasi sains yakni kemampuan memberikan penjelasan secara ilmiah, mengambil kesimpulan berdasarkan bukti-bukti ilmiah, dan kemampuan mengembangkan pola pikir reflektif. Dengan melakukan praktikum IPA, peserta didik mampu mengaitkan teori dan fakta berdasarkan pengamatan langsung serta menemukan solusi dari berbagai permasalahan melalui tindakan ilmiah. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa 80% peserta didik mampu mengambil kesimpulan dengan baik sesuia fakta, 65% peserta didik mampu memberikan penjelasan ilmiah, dan 25% peserta didik telah mampu mengembangkan pola pikir reflektif. 
PENDAMPINGAN UMKM KELOMPOK NGGALI NGGAWA DESA BRE MELALUI DIGITAL BRANDING DALAM MENGEMBANGKAN ARUNGGINA SEBAGAI PRODUK OLAHAN KHAS BIMA
Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) melalui pendampingan dan pelatihan UMKM menjadi salah satu pendekatan dalam meningkatan soft skiil bagi pelaku usaha diera digitalasi indistri, sehingga dapat berdampak pada peningkatan hasil usaha dan akses pemerataan potensi eknomi masyarakat terutam di tingkat pesedasaan. Dalam hal inilah, kegiatan Pendampingan UMKM Kelompok Nggali Nggawa desa Bre Melalui Digital Branding Dalam Mengembangkan Arunggina sebagai Produk Olahan Jajanan Khas Bima. Pelaksanan kegiatan PKM dikasanak dengan menggunakan metode PAR (Participatory Action Research). Aadapun hasil yang diharapkan dari kegitan PKM ini yakni; 1) UMKM Kelompok Nggali Nggawa mampu memahami pentingnya memiliki strategi pemasaran untuk mengembangkan keuntungan. 2) UMKM Kelompok Nggali Nggawa memiliki pemahaman mengenai membangun citra produk melalui Branding (merek dagang), dan 3) UMKM Kelompok masyarakat Nggali Nggawa memahami strategi pemasaran produk arunggina oleh jajanan khas Bima melalui media sosial. Sehingga mendorong pemingkatan ekonomi secara secara masih bagi para pelaku usaha UMKM Kelompok Nggali Nggawa pada sektor home industry dalam mengolah serta memasarkan arunggina jajanan khas masyarakat Bima
TINGKAT LITERASI DIGITAL MAHASISWA KEGURUAN DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Literasi digital merupakan suatu kemampuan soft skill yang selayaknya dimiliki mahasiswa guna menghadapi era revolusi industri 4.0. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat literasi digital mahasiswa keguruan dilihat dari aspek persepsi terhadap literasi digital, keterpaparan terhadap penggunaan teknologi digital, dan harapan terhadap pengembangan literasi digital. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa keguruan pada Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima, berjumlah 128 orang. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik stratified random sampling sehingga diperoleh 30 mahasiswa sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat literasi digital mahasiswa keguruan Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima dilihat dari aspek persepsi terhadap literasi digital berada pada kategori sedang (63%), aspek keterpaparan terhadap teknologi digital menempati kategori rendah (33%), dan untuk aspek harapan terhadap pengembangan literasi digital masuk pada kategori sedang (42%)
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun program ynag berdampak pada murid di lingkup sekolah penggerak di Bima. Kegiatan ini dilakukan melalui serangkaian pelatihan, para guru penggerak di Bima dibekali dengan pengetahuan ynag bekaiata dengan esensi komptensi guru mulai aspek kompetensi profesionalisme, pedagogik, kepribadian dan sosial yang mesti dimiliki guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Hasil dari kegiatan lokakarya ini, berimpilaksi pada upaya peningkatan kompetensi guru dalam merumuskan program pembelajaran diantaranya; 1) Adanya peningkatan pemahaan guru dalam merencanakan program pembelajaran, 2) Dapat mengembangkan keterampilan praktis guru, 3) Mendorong peningkatan kemampuan guru dalam pemanfaat teknologi digital pada proses pembelajaran, 4) Meningkatkan kemampuan guru dalam merumuskan pembelajaran berpusat pada siswa, 5) Meningkatkan kemampuan sosial dan emosional guru dalam menstimulasi pembelajaran dan 6) Meningkatkan sikap profesionalyas berkelanjutan bagi guru merumuskan dan melaksnaakan pembelajaran bagi siswa di lingkup sekolah. Dengan demikain, proses peningkatan kompetensi guru akan berkontribusi positif terhada capaian hasil belajar siswa di lingkungan sekolah
Peranan Sultan Abdul Qahir dalam Pengembangan Islam di Bima Tahun 1630-1635 M
Penelitia ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang peranan Sultan
Abdul Qahir dalam Pengembangan Islam di Bima. Adapun Masalah pokok yang
diteliti dalam tulisan ini difokuskan kepada beberapa hal yaitu: 1) Bagaimana
Latar belakang kehidupan Sultan Abdul Qahir sebelum Islam? 2) Bagaimana
Situasi Masyarakat Bima pada masa Kesultanan? 3) Bagaimana Usaha-usaha
Sultan Abdul Qahir dalam Pengembangan Islam di Bima?
Penelitian ini adalah penelitian sejarah, data yang digunakan adalah data
kualitatif, data diperoleh melalui kajian pustaka (library research). Langkahlangkah
yang ditempuh dalam proses penelitian ini meliputi metode heuristik,
kritik sumber, interpretasi dan historiografi melalui pendekatan Historis,
pendekatan Sosiologi, pendekatan politik, dan pendekatan Agama.
Penelitian ini menemukan 1) Sultan Abdul Qahir lahir di Bima pada tahun
1020 H/ 1601 M putra pertama dari Mantau Asi Sawo Putra raja Mawa’a Ndampa
putra Sangaji Manggompo Donggo Putra Maharaja Bima Indra Seri Putra Batara
Indra Luka Putra Batara Indra Luka Manggampo Jawa dan terus sampai ke Sang
Bima. Nama ibunya tidak di jelaskan di Silsilah Raja-raja Bima yang tertulis pada
naskah BO (Naskah kuno Bima), proses pegangkatan seorang Sultan di Bima
dilakukan melalui proses pemilihan, Sultan dipilih oleh raja atau majelis Hadat
bersama Majelis Hukum, Sultan Abdul Qahir dilantik menjadi Sultan pada
tanggal 15 Rabi’ul Awal 1050 H/1630 M, di lantik di atas Tanah Makambuju
(Gunduhan Tanah), dengan demikian Resmilah berdirinya kerajaan Bima yang
berjiwa Islam. 2) Situasi pada masa Kesultanan, pada saat mejelang masuknya
Islam di Bima, terjadilah kekacauan dalam Istana akibat raja Salisih yang ingin
menguasai kerajaan, segala siasat jahat di lakukan oleh Salisih akan tetapi
usahanya untuk menguasai kerajaan gagal karna rencananya untuk membunuh La
kai (Sultan Abdul Qahir), pada awal abad XVI Bima menjadi salah satu daerah
Gudang beras di Indonesia, mata pencaharian sebagaian orang Bima adalah di
bidang pertanian, padi, jagung, kacang hijau, bawang dan kemiri merupakan
tanaman yang paling banyak di produksi karena untuk diekspor diluar daerah. 3)
Usaha-usaha yang dilakukan oleh Sultan Abdul Qahir untuk Mengembangkan
Islam di Bima yaitu usahanya di Bidang Pendidikan, Bidang Dakwah
Pondok Pesantren Darul Hikmah Soncolela (Studi Historis tentang Peranannya dalam Masyarakat di Kota Bima)
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Pondok Pesantren Darul
Hikmah Soncolela didirikan oleh TGH Abdurrahman Idris pada bulan Juni tahun
1979 yang berlokasi di Dusun Soncolela Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota
Kota Bima dan merupakan Pondok Pesantren pertama dan tertua di Bima.
Keberadaan Pondok Pesantren Darul Hikmah berawal dari pengajian yang
dilakukan secara terpisah dibeberapa tempat yang diselenggarakan dan dipimpin
langsung oleh (Alm) T.G.H. Abdurrahman Idris dari kegiatan tersebut tercetuslah
ide untuk mendirikan sebuah Pondok Pesantren yang beralokasi di Dusun Soncolela
Kelurahan Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima sebagai sentral dan pusat
kegiatan keagamaan dan pendidikan. 2) Usaha-usaha pembinaan yang dilakukan di
Pondok Pesantren Darul Hikmah Soncolela ada dua, yaitu usaha internal yang
meliputi pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pelatihan. Kedua adalah
usaha ekternal yang meliputi dakwah dan sosial kemasyarakatan. 3) Pengaruh
Pondok Pesantren Darul Hikmah Soncolela terhadap masyarakat Kota Bima
meliputi tiga poin penting, yaitu: pemahaman ajaran islam, pengalaman ajaran
islam, dan sosial kemasyarakatan. Pemahaman ajaran Islam Pondok Pesantren
Darul Hikmah Soncolela menggunakan paham ahlu Sunnah wal jama’ah.
Pengalaman ajaran Islam Pondok Pesantren Darul Hikmah lebih condong kepada
pendapat Imam Syafi’i. Sedangkan dari segi sosial kemasyarakatan lebih cenderung
menggunakan metode dakwah Muhammadiyah
Job Training Report PT Berkat Bima Sentana Power Plant 120 MW PLTD Belawan Sumbagut
65 HlmSetelah kegiatan Kerja Praktek yang telah dilakukan pada PT BERKAT
BIMA SENTANA PLTD 120 mw dapat disimpulkan bahwa:
A. Kegiatan Kerja Praktek ini sangat bermanfaat guna meningkatkan kemampuan
dan pengalaman saya saat terjun dalam dunia kerja serta pengaplikasian ilmu
yang telah didapatkan di bangku kuliah, khususnya sangat mendukung dalam
dunia kerja industri pembangkit listrik.
B. Proses pembangkitan listrik khususnya pada PT BERKAT BIMA SENTANA
PLTD 120 MW terdiri dari siklus Uap,siklus separasi, siklus pembakaran dan
siklus pembawa HSD dan MFO.
C. Efisiensi Boiler adalah prestasi kerja atau tingkat unjuk kerja Boiler yang
didapatkan dari perbandingan antara energi yang dipindahkan ke atau diserap
oleh fluida kerja didalam ketel dengan masukan energi kimia dari gas buang
engine.
D. Didapatkan nilai efisiensi boiler pada beban 22 MW adalah 34%. Efisiensi
boiler rendah disebabkan rendahnya beban dan kebutuhan steam
- …
