40 research outputs found
Kecerdasan komputasional dan aplikasinya dengan menggunakan python
Buku Kecerdasan Komputasional ini adalah buku pertama yang membahas secara lengkap, mulai dari konsep atau teori dari paradigma kecerdasan kompu-tasional, contoh kasus dan komputasinya, sampai dengan implementasi dengan menggunakan bahasa pemrograman python. Pemberian contoh kasus dan komputasinya, serta pemberian contoh code, dilakukan agar pembaca lebih memahami teori yang telah dijelaskan. Terdapat empat paradigma yang dibahas dalam buku ini, yaitu Fuzzy, Komputasi Evolusi, Jaringan Syaraf Tiruan, dan Swarm Intelligence. Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai konsep dasar pemrograman Python, termasuk package yang digunakan untuk paradigma kecerdasan komputasional, sehingga pembaca dapat mengimplementasikan algoritma kecerdasan komputasional dengan menggunakan bahasa pemrograman Python.Paradigma pertama yang dijelaskan adalah Fuzzy, mulai dari definisi Fuzzy, himpunan Fuzzy, logika Fuzzy, dan pengambilan keputusan dengan menggunakan Sistem Inferensi Fuzzy. Paradigma yang kedua, adalah komputasi evolusi, dimana penjelasan paradigma lebih difokuskan kepada Algoritma Genetika. Penjelasan Algoritma Genetika ini diawali dengan atribut-atribut yang terdapat pada Algoritma Genetika, sampai dengan operasi pada Algoritma Genetika. Paradigma yang ketiga adalah Jaringan Syaraf Tiruan. Pada bab ini, dikenalkan terlebih dahulu mengenai komponen terkecil dari Jaringan Syaraf Tiruan , yaitu Neuron, arsitektur sederhana untuk data yang linearly separable yaitu Single Layer Perceptron, kelemahan perceptron, MultiLayer Perceptron, sampai dengan algoritma K-Self Organizing Map. Paradgima yang terakhir adalah Swarm Intelligence, yang terdiri dari dua buah algoritma yang sering digunakan untuk permasalahan optimasi, yaitu Particle Swarm Optimization dan Ant Colony Optimization
Co-Occurence Matrix dan Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik untuk Deteksi Manusia
Abstrak—Terdapat dua tahapan untuk membangun sistem deteksi manusia, yaitu ekstraksi fitur dan klasifikasi. Co- Occurence Matrix digunakan untuk pada tahap pertama yaitu ekstraksi fitur, karena metode ini dapat memberikan informasi suatu piksel terhadap piksel tetangganya. Sedangkan pada klasifikasi, yaitu mengidentifikasi apakah obyek yang terdeteksi adalah target, digunakanlah metode jaringan syaraf tiruan Propagasi Balik, yaitu suatu pengklasifikasi terawasi. Ujicoba menggunakan data yang berasal dari dataset benchmark dan dataset buatan. Tingkat akurasi rata-rata yang dihasilkan dari kombinasi dua metode ini adalah 98%. Dengan tingkat akurasi yang tinggi ini, maka sistem deteksi manusia dapat dikembangkan menjadi sistem yang lebih besar, seperti sistem pelacakan pergerakan manusia Indeks—co-occurence matrix, propagasi balik, glcm, deteksi manusia
Modeling of the Gaussian-Based Component Analysis on the Kernel Space to Extract Face Image
Contradictory of the Laplacian Smoothing Transform and Linear Discriminant Analysis Modeling to Extract the Face Image Features
Laplacian smoothing transform uses the negative diagonal element to generate the new space. The negative diagonal elements will deliver the negative new spaces. The negative new spaces will cause decreasing of the dominant characteristics. Laplacian smoothing transform usually singular matrix, such that the matrix cannot be solved to obtain the ordered-eigenvalues and corresponding eigenvectors. In this research, we propose a modeling to generate the positive diagonal elements to obtain the positive new spaces. The secondly, we propose approach to overcome singularity matrix to found eigenvalues and eigenvectors. Firstly, the method is started to calculate contradictory of the laplacian smoothing matrix. Secondly, we calculate the new space modeling on the contradictory of the laplacian smoothing. Moreover, we calculate eigenvectors of the discriminant analysis. Fourth, we calculate the new space modeling on the discriminant analysis, select and merge features. The proposed method has been tested by using four databases, i.e. ORL, YALE, UoB, and local database (CAI-UTM). Overall, the results indicate that the proposed method can overcome two problems and deliver higher accuracy than similar methods
Fenomena Hijrah dan Pengaruhnya Terhadap Kaum Milenial (Studi Kasus Komunitas Sahabat Hijrahkuu di Masjid Al-Jihad Kota Medan)
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena hijrah
dan pengaruhnya terhadap kaum milenial (studi kasus terhadap komunitas sahabat
hijrahkuu di kota medan). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
deskriptif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik
wawancara, observasi dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
makna hijrah menurut Komunitas Sahabat Hirjrahkuu, tantangan yang dihadapi kaum
milenial dalam berhijrah, pengaruh keagamaan komunitas sahabat hijrahkuu setelah
berhijrah. dan pentingnya penelitian ini adalah untuk memecahkan sebuah masalah
yang ada di masyarakat terutama dalam hal berhijrah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif berupa
lapangan (field research). Pendekatan kualitatif yang dikembangkan berupa penelitian
sosial dan fenomena budaya. Terkait dengan sumber data, di sini penulis menggali
data dengan membedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Temuan
penelitian ini adalah : 1) pandangan tentang hijrah Hijrah yaitu proses untuk
menjadikan lebih baik dari sebelumnya, bukan hanya dari pakaian, tetapi dari tingkah
laku dari sikap kita sama orang lain, yang mana dari kehidupan sehari-hari terhadap
lingkungan sekitar. Kita ketahui bersama bahwa hijrahnya itu sendiri sebenarnya
gampang, yang menjadi kendalanya itu adalah istiqamahnya.
Hijrah juga merupakan pembahasan yang cakupannya sangat luas. Hijrah
dapat diartikan sebagai perpindahan dari yang negatif ke positif baik itu dalam bentuk
jasmani-rohani (pakaian-akhlak). 2) Kita ketahui bersama, hijrah itu perjalanan yang
indah namun penuh tantangan dan rintangan, penuh lika liku yang mana kita
berproses menjadi manusia yang lebih baik dari hari sebelumnya, memang berat tapi
kalau didasarkan atas keimanan, dilakukan dengan bersungguh-sungguh dengan
semata-mata untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT. Semua itu tergantung
niatnya bagaimana. 3) Pada dasarnya pengaruh yang membuat kita untuk berhijrah
untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT adalah salah satunya faktor dari
lingkungan. Faktor ini sangat berpengaruh terhadap hijrah seseorang, baik dari teman
bergaul, komunitas, maupun dari kalangan organisasinya
KEAMANAN CITRA DENGAN WATERMARKING MENGGUNAKAN PENGEMBANGAN ALGORITMA LEAST SIGNIFICANT BIT
Image security is a process to save digital. One method of securing image digital is watermarking using Least Significant Bit algorithm. Main concept of image security using LSB algorithm is to replace bit value of image at specific location so that created pattern. The pattern result of replacing the bit value of image is called by watermark. Giving watermark at image digital using LSB algorithm has simple concept so that the information which is embedded will lost easily when attacked such as noise attack or compression. So need modification like development of LSB algorithm. This is done to decrease distortion of watermark information against those attacks. In this research is divided by 6 process which are color extraction of cover image, busy area search, watermark embed, count the accuracy of watermark embed, watermark extraction, and count the accuracy of watermark extraction. Color extraction of cover image is process to get blue color component from cover image. Watermark information will embed at busy area by search the area which has the greatest number of unsure from cover image. Then watermark image is embedded into cover image so that produce watermarked image using some development of LSB algorithm and search the accuracy by count the Peak Signal to Noise Ratio value. Before the watermarked image is extracted, need to test by giving noise and doing compression into jpg format. The accuracy of extraction result is searched by count the Bit Error Rate value
PENERAPAN TEKNIK MODELING SEBAGAI SUATU PENDEKATAN UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK
Percaya diri sering kali menjadi masalah bagi peserta didik di sekolah, ketika proses pembelajaran dibutuhkan kemampuan percaya diri seperti mengemukakan pendapat, tampil didepan kelas, menjawab soal ujian, dan mengambil keputusan. Peserta didik yang tidak mampu melakukan hal tersebut akan terhambat proses pembelajarannya saat disekolah. Akibat dari rendahnya percaya diri peserta didik tentu tidak boleh dibiarkan, perlu tindakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan meningkatkan percaya diri peserta didik. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan rendahnya percaya diri peserta didik yaitu menggunakan pendekatan behavioral teknik modeling. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji penerapan teknik modeling sebagai suatu pendekatan untuk meningkatkan percaya diri peserta didik dengan fokus penelitian diantara yaitu: 1) Mengetahui keberhasilan atau efektifitas penerapan teknik modeling, 2) Prosedur penerapan teknik modeling, 3) Jenis teknik yang digunakan pada penerapan teknik Modeling, 4) Sasaran atau target pelaksanaan pendekatan behavior dengan teknik modeling untuk meningkatkan percaya diri peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan dengan mengkaji literatur-literatur ilmiah seperti jurnal nasional dan jurnal internasional. Sedangkan metode analisis data menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi dan menarik sebuah kesimpulan terkait bahasan penelitian. Hasil penelitian yang didapatkan dari pengkajian berbagai studi yaitu, teknik modeling efektif dan berhasil digunakan untuk meningkatkan percaya diri peserta didik yang rendah juga dapat berpengaruh pada perubahan tingkah laku peserta didik yang lebih baik. Serta, teknik modeling tidak hanya berhasil diberikan kepada peserta didik SMP dan SMA/SMK namun juga berhasil diberikan kepada siswa tungrahita yang berasal dari SLB. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa teknik modeling dapat direkomendasikan bagi guru bimbingan dan konseling untuk mengatasi permasalahan peserta didik dengan kepercayaan diri yang rendah.
Kata Kunci: Teknik modeling, percaya diri, peserta didi
Penggunaan Metode Poincare Index Dalam Pendeteksian Letak Corepoint Pada Sidik Jari
Dalam sebuah sistem pemilihan umum masih digunakan cara tradisional. Hal ini tidak efektif karena seseorang bisa melakukan kecurangan. Dengan menggunakan pemilihan on-line diharapkan dapat meminimalisir penggunaan kertas dan tinta. Dalam hal ini pemilihan dilakukan dengan proses login menggunakan verifikasi sidik jari yang diharapkan akan lebih efektif untuk meminimalkan segala kecurangan yang mungkin terjadi karena dengan verifikasi sidik jari tidak mungkin akan diwakilkan oleh seseorang dan tidak mungkin akan dipalsu.Salah satu tahapan penting pada pengenalan sistem sidik jari adalah proses ekstraksi fitur, hal ini berkaitan dengan pengidentifikasian letak core dan delta point. Oleh karena itu pada penelitian tugas akhir ini, yang dilakukan adalah pendeteksian letak Corepoint dengan menggunakan metode Poincare Index.Dari hasil pengujian sistem didapatkan hasil bahwa penggunaan metode Poincare Index untuk mengidentifikasi letak corepoint pada sidik jari memiliki tingkat akurasi berkisar antara 40% sampai 65% dengan uji coba terhadap 160 sidik jari yang diambil dari database FCV (Fingerprint Verification Contest) 2002
KEAMANAN CITRA DENGAN WATERMARKING MENGGUNAKAN PENGEMBANGAN ALGORITMA LEAST SIGNIFICANT BIT
Image security is a process to save digital. One method of securing image digital is watermarking using Least Significant Bit algorithm. Main concept of image security using LSB algorithm is to replace bit value of image at specific location so that created pattern. The pattern result of replacing the bit value of image is called by watermark. Giving watermark at image digital using LSB algorithm has simple concept so that the information which is embedded will lost easily when attacked such as noise attack or compression. So need modification like development of LSB algorithm. This is done to decrease distortion of watermark information against those attacks. In this research is divided by 6 process which are color extraction of cover image, busy area search, watermark embed, count the accuracy of watermark embed, watermark extraction, and count the accuracy of watermark extraction. Color extraction of cover image is process to get blue color component from cover image. Watermark information will embed at busy area by search the area which has the greatest number of unsure from cover image. Then watermark image is embedded into cover image so that produce watermarked image using some development of LSB algorithm and search the accuracy by count the Peak Signal to Noise Ratio value. Before the watermarked image is extracted, need to test by giving noise and doing compression into jpg format. The accuracy of extraction result is searched by count the Bit Error Rate value
