323 research outputs found
The Pragmatics of Greetings Reflected in the Textbooks for Teaching English as a Foreign Language in Indonesia
This article reports on the finding of a study which aims to analyze the pragmatic content of nine school textbooks intended for use in Indonesian secondary schools. Specifically, the article examines how greetings are linguistically presented in the textbooks and whether adequate meta-pragmatic information is provided to facilitate the learning of the greetings. The analysis shows that less various types of greetings are presented in the textbook and meta-pragmatic information is limited. It is suggested for teacher and textbooks writers to reconsider the types of instructional materials that can most effectively prepare learners for communication in a wider and more diverse world.Keyword:Â textbooks, greetings, meta-pragmati
Pelatihan Prinsip dan Teknik Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif untuk Murid Sekolah Dasar (PkM)
English teachers’ perceptions toward teaching vocabulary using real object In smp 1 kaliwungu kudus
Berdasarkan teori Piaget, anak-anak berusia sekitar 12 tahun atau operasional konkrit berkurang kemampuannya jika tanpa benda fisik, mereka akan kesulitan dalam mengerjakan tugas logika. Berdasarkan teori tersebut, guru bahasa inggris di SMP 1 Kaliwungu Kudus sudah terbiasa menggunakan media yang menarik objek nyata untuk membantu guru dalam kegiatan mengajar dan dapat menjadi titik strategi menarik guru dalam kegiatan kosa kata
Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui persepsi guru Bahasa Inggris terhadap pengajaran kosa kata menggunakan objek nyata di SMP 1 Kaliwungu Kudus menurut keunggulan penggunaan objek nyyata, penerapan objek nyata, dan kesempatan siswa dalam menggunakan objek nyata.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah 4 guru bahasa Inggris di SMP 1 Kaliwungu Kudus. Teknik pengumpulan data terdiri dari kuesioner, dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner, dan wawancara tentang pengajaran kosa kata menggunakan objek nyata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanyaan yang diberikan oleh peneliti akan dikategorikan ke dalam tiga aspek persepsi guru bahasa Inggris terkait dengan kosa kata pengajaran menggunakan objek nyata. Yang pertama adalah kelebihan menggunakan objek nyata, menunjukkan bahwa (48% dari 100%, total sangat setuju dan setuju jawaban). Jadi, keuntungan menggunakan objek nyata berguna dalam aspek menghafal kosakata siswa, aspek pelafalan, strategi yang menarik bagi guru dan media yang menarik untuk berbagi kosakata,. Aspek kedua adalah penerapan objek nyata, menunjukkan bahwa (45% dari 100%, jawaban yang sangat setuju dan setuju). Jadi, penerapan objek nyata dapat menggunakan benda-benda dapat memungkinkan siswa untuk menghubungkan antara kehidupan mereka sendiri ketika mereka memahami konsep dan ide-ide baru. Aspek terakhir adalah kesempatan siswa menggunakan objek nyata, menunjukkan bahwa (41% dari 100%, jawaban yang sangat setuju dan setuju). Mereka menikmati dan tertarik belajar kosa kata, siswa lebih mudah mengingat kosa kata baru dan siswa mudah memahami kosa kata.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa persepsi guru bahasa inggris terhadap objek nyata yaitu berguna dalam aspek mengingat, aspek pengucapan, media yang menarik yang bisa diterapkan dalam kelas dan siswa bisa menghubungkan antara kehidupannya dengan yang dirasakannya. Peneliti berharap media objek nyata dapat diterapkan di pembelajaran kosa kata dan pihak sekolah dapat menambahkan media objek nyata untuk guru gunakan
TEACHER’S PERCEPTION OF TEACHING WRITING TO YOUNG LEARNERS USING STORY
This study aims to explore the teacher’s perception of teaching writing to young learners using story and to investigate her practice of teaching writing in primary school context. This study utilized a case study research design in which an English teacher became the participant. The data were obtained from interview and documents analysis. Analysis of data showed that the teacher neglect to use story in her writing class because of her perception that story is difficult to be used in teaching writing for young learners. The second finding showed that the teacher had provided various activities in writing development in which the students should use their thinking skill, such as: drawing a school map and writing based on the picture they draw, or open response to a picture.Keywords: writing, young learners, meaningful language, story</p
Tantangan dan Strategi Praktis Pemertahanan Bahasa Lampung
Abstract This article discusses Lampung language in the case of the challenge and the solution of its effort. There are at least five major problems in the existence of the Lampung language, namely: 1) a smaller population compared to migrants; 2) lack of pride of Lampung tribe people using Lampung language; 3) the use of Lampung language is limited to certain contexts, 4) the shift in the use of mother tongue in the family, 5) the trap of teaching the Lampung language on the teaching of script and not communication in the language of Lampung. The government has employed some ways to solve the problems. However, practical solutions can also be done by various parties, such as the family, school, and community.Keyword: Lampung language, Lampung tribe people, problems, challenge, solution.</p
- …
