1,723,480 research outputs found
Kajian Eko-Teologi Terhadap Pertambangan Batu Mangan Di Jemaat Gmit Imanuel Noebesa
Pada tahun 2009, pemerintah kabupaten Timor Tengah Selatan mengeluarkan salah satu surat izin kepada PT. Soe Makmur Resource (SMR) untuk menambang dan mengekploitasi batu mangan yang ada di jemaat GMIT Imanuel Noebesa. Izin pertambangan ini berlaku dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Pertambangang yang terjadi mengakibatkan kerusakan ekologi dan kehancuran ekosistem bahkan berdampak buruk bagi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa kajian ekoteologi dan proses pelaksanaan pertambangan batu mangan di jemaat GMIT Imanuel Noebesa beserta dampak- dampak yang terjadi dari aktivitas manusia melalui pertambangan yang dilakukan sampai pada refleksi jemaat setempat terhadap ekologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni pengumpulan data, wawancara dan kajian teori. Penelitian tersebut dalam tinjauan ekoteologi terhadap pertambangan batu mangan di jemaat GMIT Imanuel Noebesa. Berdasarkan hasil penelitian, proses pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan sudah berakhir akan tetapi dampaknya masih nampak hingga sekarang. Masyarakat yang rata-rata hidup sebagai petani, sulit untuk mengelolah kembali lahan bekas pertambangan. Tanah mengalami penurunan kualitas sehingga tanaman perkebunan tidak memberikan hasil yang maksimal dan sering terjadi longsor pada musim hujan. Walaupun demikian, masyarakat tetap berusaha untuk mengelola lahan yang ada dengan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan seehari-hari dan melalui dukungan gereja dan pemerintah untuk memperbaiki ekologi
Pendampingan Pastoral Bagi Remaja Usia 12-20 dari Ibu Tunggal yang Tidak Menikah di GMIT Imanuel Noebesa-TTS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pendampingan pastoral yang dilakukan oleh GMIT Imanuel Noebesa bagi remaja usia 12-20 tahun dari ibu tunggal yang tidak menikah. Penelitian ini berangkat dari realita kehidupan remaja yang menghadapi berbagai masalah akibat lahir dari ibu yang tidak menikah. Kasus remaja yang lahir dari ibu tidak menikah mengakibatkan remaj mendapatkan stigma dari masyarakat dimana remaja tinggal. Stigma yang dialami oleh remaja yang lahir dari ibu tunggal tidak menikah seperti: penolakan, anak tidak diinginkan, pembawa sial, bahkan dikatakan sebagai anak haram. Akibat dari masalah-masalah yang dialami remaja maka remaja membutuhkan pendampingan dari gereja untuk membantu keluar dari masalah yang dihadapi berupa rasa takut, malu, rendah diri, dan benci. Remaja harus didamping, dibimbing baik secara psikis maupun spiritual agar remaja bisa menerima diri mereka sendiri. Teori yang digunakan dalam penulisan ini yaitu pendampingan pastoral menurut pemikiran Aart Van Beek. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data wawancara dan pengamatan. GMIT Imanuel Noebesa melakukan pendampingan pastoral bagi remaja dari ibu tunggal tidak menikah, namun masih secara umum dan bukan secara khusus. Sehingga dari setiap fungsi pendampingan, hanya fungsi pemeliharaan/mengasuh yang dilakukan. Fungsi pemeliharaan dilakukan melalui setiap khotbah dan renungan di ibadah-ibadah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MENENTUKAN AKAR-AKAR RASIONAL SUKUBANYAK DI KELAS XI IPA SMA GKST IMANUEL PALU
Abstrak: Tujuan Penelitian ini untuk memperoleh deskripsi pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran langsung dalam upaya menigkatkan hasil belajar siswa pada materi menentukan akar-akar rasional sukubanyak di kelas XI IPA SMA GKST Imanuel Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas XI IPA SMA GKST Imanuel Palu maka pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menentukan akar-akar rasional sukubanyak, yaitu: (1) fase orientasi, (2) fase presentase/demonstrasi, (3) fase latihan terstruktur, (4) fase latihan terbimbing, (5) fase latihan mandiri.
Kata kunci: Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar, Akar-akar Rasional Sukubanyak
Peran Remaja Teladan GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah sebagai Promotor Tindakan Beretika: Kajian Filsafat Moral Imanuel Kant
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran remaja teladan GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah sebagai promotor tindakan beretika dan menganalisis peran remaja teladan GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah. Remaja teladan adalah mereka yang dipersiapkan untuk menjadi role model di tengah masyarakat, terlebih mereka dipandang sebagai sosok yang patut diteladani bahkan sebagai promotor yang menggerakan remaja disekitarnya dalam tindakan-tindakan yang beretika. GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah merupakan salah satu jemaat yang menjadi bagian dari rayon Minahasa Selatan ikut berpartisipasi dalam program remaja teladan, sehingga terdapat remaja-remaja yang adalah bagian dari remaja teladan sesuai dengan gelar-gelar yang diperoleh baik laki-laki maupun perempuan. Para remaja teladan jemaat GMIM Imanuel Kawangkoan Bawah diharapkan mampu untuk membawa keteladanan terhadap sesamanya lewat apa yang telah mereka peroleh selama berproses dalam pemilihan remaja teladan. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi di lapangan tindakan-tindakan positif hanya dilakukan dan ditunjukkan saat proses seleksi berlangsung, khususnya pada masa karantina sebagai salah satu tahap penilaian penting untuk melihat kelayakan sebagai seorang remaja teladan. Berdasarkan hal ini, maka penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau kalimat untuk dianalisis, sehingga penulis melakukan interaksi dengan apa yang akan diteliti dengan melihat realitas. Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan kajian Filsafat Moral Imanuel Kant tentang hukum moral, pencarian tindakan baik dan buruk yang didalamnya berbicara tentang kecenderungan untuk berbuat baik yang erat kaitannya tentang bagaimana seharusnya dorongan atau motivasi remaja teladan dalam bertindak sebagai promotor tindakan beretika. Penulis melakukan penelitian dengan hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak remaja teladan kurang kesadaran diri bahkan tidak konsisten untuk menjalankan peranan sebagai promotor tindakan beretika. Adapun, dalam bertindak para remaja teladan sangat berhati-hati dan selalu berupaya menunjukan tindakan yang baik dan beretika di depan orang lain. Mereka memiliki kekhawatiran akan nama baiknya di tengah lingkungan masyarakat. Hal ini menunjukan dengan jelas bahwa motivasi dan dorongan dalam menjalankan peranan remaja teladan sebagai promotor tindakan beretika dipengaruhi oleh faktor eksterna
PEMBIMBINGAN JEMAAT DI GKSI IMANUEL SANTULANGAN DALAM MENGATASI KEMALASAN BERIBADAH
This Community Service is conducted at GKSI Imanuel Santulangan, in Lamoanak Village, West Kalimantan. The methods used are observation, investigation, and literature review. The implementation of the activity aims to form understanding and guide the congregation at GKSI Imanuel regarding the importance of worship fellowship. The background to implementing PkM was that the congregation at GKSI Imanuel did not care much about worship fellowship. This can be seen in the small number of congregants who attend every Sunday service, which only a few people often attend. The congregation at GKSI Immanuel numbers more than thirty people. Referring to this problem, this service is presented as an alternative form of problem-solving. The ideas offered are to motivate and encourage each other in love, be diligent and diligent in worship, advise each other, and be active in worship. The solution offered is based on Hebrews 10:24-25. The results are that the congregation at GKSI Immanuel truly understands the importance of worship fellowship and has actualized it.Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di GKSI Imanuel Santulangan, yang berlokasi di Desa Lamoanak, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah observasi, investigasi, dan kajian pustaka. Pelaksanaan kegiatan bertujuan membentuk pemahaman sekaligus membimbing jemaat di GKSI Imanuel akan pentingnya persekutuan ibadah. Pelaksanaan PkM dilatarbelakangi karena jemaat di GKSI Imanuel kurang peduli dengan persekutuan ibadah. Hal ini tampak pada sedikitnya jemaat yang hadir setiap ibadah Minggu, bahkan kerap kali kebaktian berlangsung hanya diikuti oleh beberapa orang. Padahal, jemaat di GKSI Imanuel berjumlah tiga puluh orang lebih. Mengacu pada masalah tersebut, pengabdian ini hadir sebagai bentuk alternatif penyelesaian masalah. Adapun gagasan yang ditawarkan yakni; 1) Saling memotivasi dan mendorong dalam kasih, 2) Rajin dan tekun beribadah, 3) Saling menasihati dan giat beribadah; Solusi yang ditawarkan berbasis pada Ibrani 10:24-25. Hasil yang diperoleh adalah, jemaat di GKSI Imanuel sudah benar-benar mengerti akan pentingnya persekutuan ibadah, dan telah mengaktualisasikannya
Der neue Jude oder : Weisheit Sr. Maj. Friedrich des Großen, König von Preußen ; gewidmet allen Männern von Geist u. Würde d. civilisirten Welt ; praktisches Beisp. zur nothwendigsten Wahrheits-Leuchte d. Gegenwart
von Jacob Imanuel Zadik ben Abraha
Raumzeitliche Entwicklung des Tourismus in Deutschland seit der Wiedervereinigung : eine quantitative Analyse auf Kreisebene
vorgelegt von Cyprian Paul Imanuel VölkerMasterarbeit Universität Innsbruck 202
Raumzeitliche Entwicklung des Tourismus in Deutschland seit der Wiedervereinigung : eine quantitative Analyse auf Kreisebene
vorgelegt von Cyprian Paul Imanuel VölkerMasterarbeit Universität Innsbruck 202
Raumzeitliche Entwicklung des Tourismus in Deutschland seit der Wiedervereinigung : eine quantitative Analyse auf Kreisebene
vorgelegt von Cyprian Paul Imanuel VölkerMasterarbeit Universität Innsbruck 202
- …
