1,720,974 research outputs found
Peningkatan Hasil Belajar Materi Perjuangan Melawan Penjajah pada Mata Pelajaran IPS Melalui Pendekatan Pembelajaran Life Skills Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jambu Raya Kabupaten Banjar
Imansyah, 2009. Peningkatan Hasil Belajar Materi Perjuangan Melawan Penjajah pada Mata Pelajaran IPS Melalui Pendekatan Pembelajaran Life Skills Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri Jambu Raya Kabupaten Banjar. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Pembimbing : (I) Drs. H. Hamdan, M.Pd (II) Dra. Raihanatul Jannah, M.Pd.
Penelitian ini berangkat dari latar belakang perlunya dilakukan pembaharuan dalam peningkatan kreativitas mengajar guru dalam pengelolaan proses pembelajaran pengetahuan sosial di Madrasah sebagai respon semakin melemahnya kualitas belajar siswa. Dalam kegiatan pembelajaran, materi pelajaran tidak konstekstual dan kinerja siswa sangat rendah, baik pada proses maupun produk pelajarannya. Sebagian besar guru masih melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran tradisional.
Keadaan tersebut potensial menumbuhkan kejenuhan, kebosanan, serta menurunkan minat dan motivasi belajar siswa. Berdasarkan uraian permasalahan di atas, melalui penelitian ini diharapkan guru mampu memainkan peran sebagai innovator pembelajaran. Peningkatan kreativitas mengajar guru mutlak perlu dikembangkan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data dan analisisnya melalui kajian-kajian reflektif, partisipatif serta kolaboratif. Pengembangan program didasarkan data-data dan informasi dari siswa, guru dan setting sosial kelas melalui dua tahapan siklus penelitian.
Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah guru IPS dan siswa kelas V MIN Jambu Raya Beruntung Baru pada Semester II (dua) Tahun Pelajaran 2008-2009 dengan jumlah siswa 24 orang yang terdiri dari 11 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan.
Pada siklus pertama sebagian siswa sudah terbiasa dengan kondisi belajar pendekatan life skills ini walaupun demikian hasilnya belum maksimal hasil tes perteman pertama siklus satu rata-rata 6,70 pada pertemuan kedua masih siklus pertama rata-rata 6,90 ini masih belum maksimal. Dilanjutkan siklus kedua pertemuan pertama hasil tes rata-rata 8,08 pada pertemuan kedua siklus kedua rata-ratanya 8, 12. Hasil ini cukup memuaskan melampaui dari standar ketuntasan belajar maksimal yaitu 7,0 yang ditetapkan oleh madrasah. Dari hal pelaksanaan PTK, siklus pertama dan kedua ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS materi perjuangan melawan penjajah melalui pendekatan IPS materi perjuangan melawan penjajah melalui pendekatan life skills (kecakapan hidup) siswa kelas V MIN Jambu Raya cukup berhasil dengan baik
ANALISIS TINGKAT ANCAMAN PENYEBARAN COVID-19 BERBASIS SISTEM INFORMASI DI WILAYAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang memiliki jumlah kasus COVID-19 yang cukup besar. Perkembangan kasus yang semakin meluas berdampak pada terhambatnya pergerakan perekonomian, sosial, budaya, pembangunan, maupun penurunan kesejahteraan masyarakat. Belum tersedianya informasi ancaman terhadap bencana COVID-19 ini menjadi salah satu penghambat dalam proses penanganannya. Dari hal tersebut maka perlu dilakukan analisis sebaran daerah yang terancam penyebaran COVID-19 di Kabupaten Lombok Barat sebagai bagian dari bentuk mitigasi terhadap bencana. Analisis tingkat ancaman merupakan proses pembuatan peta yang memberikan gambaran potensi sebaran ancaman bencana COVID-19. Analisis ini disusun dengan melakukan rangkaian tahapan yaitu menentukan kerawanan, kemudian risiko, dan cakupan sarana penunjang. Metode analisis yang digunakan adalah interpolasi, network analysis, pembobotan, serta overlay untuk menentukan tingkat ancaman dengan rumus total penjumlahan dari skoring antar parameter. Penelitian ini menghasilkan tingkat ancaman penyebaran COVID-19 di Kabupaten Lombok Barat didominasi oleh tingkat ancaman sedang dengan luasan 50.269,44 Ha, kemudian tingkat ancaman rendah sebesar 29.359,73 Ha, tingkat ancaman sangat rendah seluas 15.188,87 Ha, tingkat ancaman tinggi seluas 7.915,35 Ha yang tersebar di 26 desa, dan terakhir tingkat ancaman sangat tinggi tersebar di 4 desa seluas 2.658,61 H
POLA-POLA KORUPSI DI NUSA TENGGARA BARAT ( STUDI KASUS PENGADAAN BIBIT JAGUNG DI DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN NTB TAHUN 2017 )
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kasus korupsi pengadaan bibit jagung pada tahun 2017 yang terjadi di Dinas Pertaniuan Dan Perkebunan NTB, Proyek pengadaaan benih jagung tahun anggaran 2017 ini berasal dari program budi daya jagung skala nasional Direktotal Jendaral Tanaman Pangan RI, dan Profinsi NTB pada saat itu mendapatkan kuota tanam seluas 400.805 hektare dengan target panen 380.765 hektare, pengadaan tersebar di seluruh wilayah kabupaten/kota yang ada di NTB dengan anggaran mencapai Rp. 48.256 miliar dari jumlah pengadaan skala nasional yang nilainya Rp. 170 miliyar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, penulis menggunakan teknik analisa seperti reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi untuk proses penganalisaan data. Dalam hal The Agency Model Of Corruption pada poin asimetri information bahwa tidak ditemukan miskomunikasi atau tumpang tindih informasi antara dinas pertanias dan perkebunan NTB dengan kedua PT pengadaan bibit jagung karena dalam kasus korupsi bibit jagung anggaran tahun 2017 ini sudah terencanan dari awal karena kepala dinas dan kedua PT yang terlibat sudah merencanakan untuk melakukan korupsi. Dari berbagai pola korupsi yang dilakukan yaitu dengan perencanaan penunjukan rekan atau PT yang menyediakan barang sampai dengan penyaluran anggarannya
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN DAN STRATEGI KONSERVASI DI SUB DAS MANGGE NAE KABUPATEN DOMPU
Kemampuan lahan merupakan komponen yang digunakan untuk menentukan kesesuaian potensi dengan penggunaan lahannya. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuannya berpotensi mengalami degradasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai kemampuan lahan, faktor penentunya, dan memberikan arahan penggunaan lahan serta pengelolaannya secara tepat. Penelitian jenis survey ini menggunakan metode purposive sampling untuk pengamatan kondisi di lapangan dan pengambilan sampel. Data hasil pengamatan diolah dengan matching data kemampuan lahan dan uji statistik ANOVA dan korelasi untuk menemukan faktor yang paling menentukan kemampuan lahan di Ngadirojo. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan lahan di Kecamatan Mangge Na’e kabupaten Dompu adalah III-l2.d3.b1, IV-d4, IV-l3 dan IV-l3.d4. Faktor yang menentukan kemampuan lahan di antaranya penggunaan lahan dan kedalaman tanah. Arahan penggunaan lahan yang dapat diterapkan berupa sawah, sawah dengan konservasi, dan agroforestry.
Evaluasi kemampuan lahan merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan lahan sesuai dengan potensinya. Penilaian potensi lahan sangat diperlukan dalam rangka penyusunan kebijakan, pemanfaatan, dan pengelolaan lahan secara berkesinambungan. Untuk menyusun kebijakan tersebut sangat diperlukan informasi dan data spasial salah satunya adalah peta kemampuan lahan. Dalam peta kemampuan lahan tersebut disajikan kelas kemampuan lahan yang menunjukkan kemampuan lahan yang dapat diolah untuk kepentingan pertanian atau nonpertanian. Penggunaan lahan yang sesuai dengan kemampuan lahan sangat berperan dalam pencapaian produksi yang tinggi dan lestari. Dalam merencanakan penggunaan lahan di suatu wilayah, kemampuan lahan merupakan salah satu masukan penting untuk penentuan altematif penggunaan lahan. Kemampuan lahan di suatu wilayah dapat bervariasi karena perbedaan faktor topografi, relief, jenis tanah, lereng dan penggunaan lahan (Simanungkalit, 2011)
Needs Analysis of English for Fine Arts Study Program Students as a Basis to Design English Teaching Materials
This research aimed to find out English teaching materials need of Fine Art study program students in learning English. The quantitative method was conducted in this research. In collecting the data, the researchers applied questionnaires for the students as the instrument of the research. There were 16 students of Fine Arts study program in the 2021-2022 academic year as the participants in this research. The results of this research revealed that in learning English students of Fine Arts study program need all language skills and the mostly needed language skill is speaking. They need speaking because will support their future career as artisan art working in English. Regarding language components, mainly required by the students is vocabulary. In addition, teaching materials related to fine arts are needed by the students, as well the teaching materials are taken from internet. Furthermore, pertaining to the objective of learning English that is to be able to communicate in English, the students need discussion before beginning to learn English course. This method can support students’ need in speaking skill. These students’ needs can be used as the basis to design English teaching materials.
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
