4 research outputs found
..(TAMBAHKAN ABSTRAK, UPLOAD ULANG)..Dampak Minuman Keras Terhadap Harga Diri Remaja Di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek
Ikhsan, Muhammad Munirul. 2023. Dampak Minuman Keras Terhadap Harga Diri Remaja Di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing : Dr. Iswahyudi, M.Ag.,
Kata Kunci : Minuman Keras, Remaja, Harga Diri
Di Indonesia sendiri, minuman beralkohol bukan suatu hal yang baru. Kebiasaan meminum minuman keras ini juga terjadi pada remaja di Desa Sidomulyo Trenggalek. Di Desa tersebut, meminum minuman beralkohol sudah menjadi budaya yang hampir dilakukan oleh remaja dan orang tua. Fakta dimana banyak remaja dan orang tua yang gemar mengkonsumsi minuman beralkohol di Desa Sidomulyo ini sangat miris mengingat mayoritas di Desa Sidomulyo merupakan muslim. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan remaja di Desa Sidomulyo ketika mengkonsumsi minuman keras dan menjelaskan dampak yang dirasakan remaja terhadap harga dirinya setelah mengkonsumsi minuman keras.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian fenomenologi, yakni penelitian yang mengkaji suatu fenomena yang tampak dalam kehidupan. Penelitian fenomenologi berfokus pada menggali, memahami, dan menafsirkan arti dari suatu fenomena di Desa Sidomulyo Trenggalek. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perilaku mengkonsumsi minuman keras pada remaja di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek diawali dari masa Sekolah Menengah Pertama. Remaja mengkonsumsi minuman keras secara berkelompok dengan teman-teman di lingkungan sekitar rumah dan sekolah. Tempat yang biasa digunakan untuk mengkonsumsi minuman keras adalah markas(rumah salah satu teman), kebun, tempat sepi di sekitar desa dan pantai. Ada salah satu kegiatan yang menyediakan minuman keras sebagai hidangannya yaitu tayub. Remaja mampu menghabiskan satu hingga dua botol dalam sekali pertemuan.
Harga diri remaja di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek dapat dikatakan rendah ketika mengkonsumsi minuman keras. Hal tersebut didasarkan dari beberapa jawaban narasumber yang merujuk ketidak percayaan pada dirinya sendiri serta merasa buruk ketika mengkonsumsi minuman keras. Mereka tidak membanggakan dirinya pada masyarakat bahwa mereka merupakan pengkonsumsi minuman keras, justru mereka menyembunyikan kegiatan tersebut agar tidak diketahui orang tua dan masyarakat
Dampak Minuman Keras Terhadap Harga Diri Remaja Di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek
Ikhsan, Muhammad Munirul. 2023. Dampak Minuman Keras Terhadap Harga Diri Remaja Di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing : Dr. Iswahyudi, M.Ag.,
Kata Kunci : Minuman Keras, Remaja, Harga Diri
Di Indonesia sendiri, minuman beralkohol bukan suatu hal yang baru. Kebiasaan meminum minuman keras ini juga terjadi pada remaja di Desa Sidomulyo Trenggalek. Di Desa tersebut, meminum minuman beralkohol sudah menjadi budaya yang hampir dilakukan oleh remaja dan orang tua. Fakta dimana banyak remaja dan orang tua yang gemar mengkonsumsi minuman beralkohol di Desa Sidomulyo ini sangat miris mengingat mayoritas di Desa Sidomulyo merupakan muslim. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan remaja di Desa Sidomulyo ketika mengkonsumsi minuman keras dan menjelaskan dampak yang dirasakan remaja terhadap harga dirinya setelah mengkonsumsi minuman keras.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian fenomenologi, yakni penelitian yang mengkaji suatu fenomena yang tampak dalam kehidupan. Penelitian fenomenologi berfokus pada menggali, memahami, dan menafsirkan arti dari suatu fenomena di Desa Sidomulyo Trenggalek. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perilaku mengkonsumsi minuman keras pada remaja di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek diawali dari masa Sekolah Menengah Pertama. Remaja mengkonsumsi minuman keras secara berkelompok dengan teman-teman di lingkungan sekitar rumah dan sekolah. Tempat yang biasa digunakan untuk mengkonsumsi minuman keras adalah markas(rumah salah satu teman), kebun, tempat sepi di sekitar desa dan pantai. Ada salah satu kegiatan yang menyediakan minuman keras sebagai hidangannya yaitu tayub. Remaja mampu menghabiskan satu hingga dua botol dalam sekali pertemuan.
Harga diri remaja di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek dapat dikatakan rendah ketika mengkonsumsi minuman keras. Hal tersebut didasarkan dari beberapa jawaban narasumber yang merujuk ketidak percayaan pada dirinya sendiri serta merasa buruk ketika mengkonsumsi minuman keras. Mereka tidak membanggakan dirinya pada masyarakat bahwa mereka merupakan pengkonsumsi minuman keras, justru mereka menyembunyikan kegiatan tersebut agar tidak diketahui orang tua dan masyarakat
..(TAMBAHKAN STEMPEL PADA NOTA PEMBIMBING, UPLOAD ULANG)..Dampak Minuman Keras Terhadap Harga Diri Remaja Di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek
Ikhsan, Muhammad Munirul. 2023. Dampak Minuman Keras Terhadap Harga Diri Remaja Di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing : Dr. Iswahyudi, M.Ag.,
Kata Kunci : Minuman Keras, Remaja, Harga Diri
Di Indonesia sendiri, minuman beralkohol bukan suatu hal yang baru. Kebiasaan meminum minuman keras ini juga terjadi pada remaja di Desa Sidomulyo Trenggalek. Di Desa tersebut, meminum minuman beralkohol sudah menjadi budaya yang hampir dilakukan oleh remaja dan orang tua. Fakta dimana banyak remaja dan orang tua yang gemar mengkonsumsi minuman beralkohol di Desa Sidomulyo ini sangat miris mengingat mayoritas di Desa Sidomulyo merupakan muslim. Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan remaja di Desa Sidomulyo ketika mengkonsumsi minuman keras dan menjelaskan dampak yang dirasakan remaja terhadap harga dirinya setelah mengkonsumsi minuman keras.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian fenomenologi, yakni penelitian yang mengkaji suatu fenomena yang tampak dalam kehidupan. Penelitian fenomenologi berfokus pada menggali, memahami, dan menafsirkan arti dari suatu fenomena di Desa Sidomulyo Trenggalek. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perilaku mengkonsumsi minuman keras pada remaja di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek diawali dari masa Sekolah Menengah Pertama. Remaja mengkonsumsi minuman keras secara berkelompok dengan teman-teman di lingkungan sekitar rumah dan sekolah. Tempat yang biasa digunakan untuk mengkonsumsi minuman keras adalah markas(rumah salah satu teman), kebun, tempat sepi di sekitar desa dan pantai. Ada salah satu kegiatan yang menyediakan minuman keras sebagai hidangannya yaitu tayub. Remaja mampu menghabiskan satu hingga dua botol dalam sekali pertemuan.
Harga diri remaja di Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek dapat dikatakan rendah ketika mengkonsumsi minuman keras. Hal tersebut didasarkan dari beberapa jawaban narasumber yang merujuk ketidak percayaan pada dirinya sendiri serta merasa buruk ketika mengkonsumsi minuman keras. Mereka tidak membanggakan dirinya pada masyarakat bahwa mereka merupakan pengkonsumsi minuman keras, justru mereka menyembunyikan kegiatan tersebut agar tidak diketahui orang tua dan masyarakat
الدفاع عن التفسير الديني المحافظ: قراءة في تصوير دور المرأة في كتب محمد متولي الشعراوي في ضوء التحليل النقدي للخطاب
تبحث هذه المقالة في تصوير دور المرأة في كتب محمد متولي الشعراوي خاصة فيما يتعلق بعمل المرأة في القطاع العام. واختار الباحثون منهج التحليل النقدي للخطاب للكشف عن أشكال الخطابات التمييزية ضد المرأة. إضافة إلى ذلك يسعى الباحثون الكشف عن الأيديولوجية الكامنة وراء ظهور الخطابات الدينية التمييزية في تصوير دور المرأة. وبدأوا الكشف عن الخطابات التمييزية بتحليل العناصر اللغوية في مستوى البنية الكبرى والبنية العليا والبنية الصغرى. وأخيرا، قدم الباحثون ثلاث نتائج في هذه المقالة. أولا، كان الشعراوي يفرق بصورة واضحة بين دور الرجل والمرأة. يكفي على المرأة أن تعمل في القطاعات المنزلية وأما الرجل فعليه حقوق أن يعمل في القطاعات العامة. يجوز على المرأة أن تعمل في القطاعات العامة في حالة الضرورة فقط. ثانيا، هيمنة الأيديولوجية الإسلامية المحافظة الأبوية والظروف الاجتماعية حول حياة الشعراوي تؤثر كثيرا على إدراكه الاجتماعي حيث تعينه على إنتاج الخطابات التي تميل إلى تهميش دور المرأة. في هذا السياق رفض الشعراوي دعوة المساواة بين الجنسين. ثالثا، كانت الخطابات الدينية التي تهمش دور المرأة يستخدمها الشعراوي لاستجابة انتشار الحركة النسائية في مصر. من خلال هذه الخطابات الدينية التي تقيد دور المرأة يسعى الشعراوي أن يعارض انتشار أيديولوجية نسوية بل يحفظ ويداوم أيديولوجية أبوية ضد نسائية.
Abstract
This paper examines the representation of women's in the Muhammad Mutawalli al-Sha'rawi’s books which discusses the role of women in the public sector, especially in the workforce. The researcher used critical discourse analysis to determine the forms of discrimination in the depiction of women's roles. In addition, the author tries to find the ideological background that influences the emergence of discriminatory discourse on the role of women. The tracking of discrimination against women in the text books begins by finding discriminatory discourses at the level of the micro structure, super structure and macro structure. Finally, the authors propose three findings. First, al-Sha'rawi distinguishes between the roles of men and women. Women play a role in the domestic sphere while men play a role in the public sphere. Women are allowed to work only in urgent circumstances. Second, the dominance of an Islamic conservative anti-feminist ideology greatly affects al-Sha'rawi's social cognition in formulating religious views related to the role of women so that the discourse that emerges tends to be discriminatory against women. In this context al-Sha'rawi rejects the discourse of equality between men and women. Third, discourses on limiting the role of women in the public sphere are al-Sha'rawi's response to the establishment of feminist ideology that is developing in Egypt. By reproducing religious discourse that limits the role of women, al-Sha'rawi and other Islamists counter ideology against the feminist movement and continue to strive to maintain an anti-feminist ideology
