1,720,957 research outputs found
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIDATO SANTRI MELALUI KEGIATAN MUḤAḌARAH DI PONDOK PESANTREN AL-BAROKAH MANGUNSUMAN SIMAN PONOROGO
ABSTRAK
Ihwan, Saiful. 2022. Peningkatan Kemampuan Berpidato
Santri Melalui Kegiatan Muḥaḍarah Di Pondok
Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman
Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut
Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Erwin
Yudi Prahara, M.Ag.
Kata Kunci: Pidato dan Muḥaḍarah
Berpidato merupakan sesuatu keterampilan dan
bentuk seni yang harus dimiliki oleh setiap orang.
Namun tidak semua orang itu mampu jika harus
berbicara di depan umum. Bergitu pula yang terjadi di
pondok pesantren Al-Barokah yang telah terdapat
kegiatan latihan berpidato, namun masih terdapat
kekurangan seperti belum mampunya santri berbicara di
depan umum, kurang aktifnya santri untuk mengikuti
dan kepercayaan diri santri yang masih minim. Oleh
karena itu diperlukan strategi yang dalam kegiatan
latihan berpidato untuk memaksimalkan kegiatan pidato
agar santri ketika pulang ke rumah masing-masing
dapat mentransfer ilmunya kepada masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui
strategi yang digunakan pengurus dan pelaksanaannya
dalam meningkatkan kemampuan berpidato santri
dalam kegiatan muḥaḍarah di Pondok Pesantren ―Al-Barokah‖ Mangunsuman. 2) Mengetahui faktor
pendukung dan penghambat kegiatan muḥaḍarah di
Pondok Pesantren ―Al-Barokah‖ Mangunsuman. 3)
Bagaimana implikasi kegiatan muḥaḍarah terhadap
kemampuan berpidato santri.
Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah
Pengasuh Pondok Pesantren ―Al-Barokah‖, pengurus
pondok dan santri dengan teknik pengumpulan data
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik
analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah
menggunakan analisis data model Miles dan Huberman
yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan, serta menggunakan proses
berfikir deduktif. Uji keabsahan data yang digunakan
adalah teknik triangulasi data, pengamat, teori dan
metode.
Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan: 1) Strategi yang dilakukan oleh pengurus
pondok dalam meningkatkan kemampuan berpidato
santri melalui kegiatan muḥaḍarah di Pondok Pesantren
―Al-Barokah‖ adalah melaksanakan kegiatan
muḥaḍarah secara rutin, mengadakan lomba pidato,
pemberian hadian (reward) dan pemberian hukuman
(punishment). Untuk pelaksanaan kegiatan sudah
berjalan terarah dan baik. 2) Faktor pendukung antara
lain: kegiatan muḥaḍarah adalah kegiatan yang wajib
diikuti oleh santri, dukungan dari pengasuh pondok
untuk meningkatkan bahasa, dilaksanakan secara rutin,
keaktifan pengurus, ustaz-ustazah yang berkompeten.
Faktor penghambatnya antara lain: kurangnya
kesadaran santri mengenai pentingnya latihan berpidato,
penguasaan bahasa santri yang masih kurang, kurangnya kepercayaan diri santri. 3) Terdapat dampak
yang dirasakan oleh para santri setelah mengikuti
kegiatan muḥaḍarah. Antara lain santri lebih percaya
diri ketika berbicara di depan umum, dapat belajar
banyak ilmu yang didapat dari hasil mendengarkan
pidato yang disampaikan dan mengasah kemampuan
berbahasa
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIDATO SANTRI MELALUI KEGIATAN MUḤAḌARAH DI PONDOK PESANTREN AL-BAROKAH MANGUNSUMAN SIMAN PONOROGO
ABSTRAK
Ihwan, Saiful. 2022. Peningkatan Kemampuan Berpidato
Santri Melalui Kegiatan Muḥaḍarah Di Pondok
Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman
Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut
Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Erwin
Yudi Prahara, M.Ag.
Kata Kunci: Pidato dan Muḥaḍarah
Berpidato merupakan sesuatu keterampilan dan
bentuk seni yang harus dimiliki oleh setiap orang.
Namun tidak semua orang itu mampu jika harus
berbicara di depan umum. Bergitu pula yang terjadi di
pondok pesantren Al-Barokah yang telah terdapat
kegiatan latihan berpidato, namun masih terdapat
kekurangan seperti belum mampunya santri berbicara di
depan umum, kurang aktifnya santri untuk mengikuti
dan kepercayaan diri santri yang masih minim. Oleh
karena itu diperlukan strategi yang dalam kegiatan
latihan berpidato untuk memaksimalkan kegiatan pidato
agar santri ketika pulang ke rumah masing-masing
dapat mentransfer ilmunya kepada masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui
strategi yang digunakan pengurus dan pelaksanaannya
dalam meningkatkan kemampuan berpidato santri
dalam kegiatan muḥaḍarah di Pondok Pesantren ―Al-Barokah‖ Mangunsuman. 2) Mengetahui faktor
pendukung dan penghambat kegiatan muḥaḍarah di
Pondok Pesantren ―Al-Barokah‖ Mangunsuman. 3)
Bagaimana implikasi kegiatan muḥaḍarah terhadap
kemampuan berpidato santri.
Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah
Pengasuh Pondok Pesantren ―Al-Barokah‖, pengurus
pondok dan santri dengan teknik pengumpulan data
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik
analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah
menggunakan analisis data model Miles dan Huberman
yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan, serta menggunakan proses
berfikir deduktif. Uji keabsahan data yang digunakan
adalah teknik triangulasi data, pengamat, teori dan
metode.
Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan: 1) Strategi yang dilakukan oleh pengurus
pondok dalam meningkatkan kemampuan berpidato
santri melalui kegiatan muḥaḍarah di Pondok Pesantren
―Al-Barokah‖ adalah melaksanakan kegiatan
muḥaḍarah secara rutin, mengadakan lomba pidato,
pemberian hadian (reward) dan pemberian hukuman
(punishment). Untuk pelaksanaan kegiatan sudah
berjalan terarah dan baik. 2) Faktor pendukung antara
lain: kegiatan muḥaḍarah adalah kegiatan yang wajib
diikuti oleh santri, dukungan dari pengasuh pondok
untuk meningkatkan bahasa, dilaksanakan secara rutin,
keaktifan pengurus, ustaz-ustazah yang berkompeten.
Faktor penghambatnya antara lain: kurangnya
kesadaran santri mengenai pentingnya latihan berpidato,
penguasaan bahasa santri yang masih kurang, kurangnya kepercayaan diri santri. 3) Terdapat dampak
yang dirasakan oleh para santri setelah mengikuti
kegiatan muḥaḍarah. Antara lain santri lebih percaya
diri ketika berbicara di depan umum, dapat belajar
banyak ilmu yang didapat dari hasil mendengarkan
pidato yang disampaikan dan mengasah kemampuan
berbahasa
..(GUNAKAN TANDA TANGAN ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI, UPLOAD ULANG)..Peningkatan Kemampuan Berpidato Santri Melalui Kegiatan Muḥaḍarah Di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo
ABSTRAK
Ihwan, Saiful. 2022. Peningkatan Kemampuan Berpidato
Santri Melalui Kegiatan Muḥaḍarah Di Pondok
Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Siman
Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut
Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Erwin
Yudi Prahara, M.Ag.
Kata Kunci: Pidato dan Muḥaḍarah
Berpidato merupakan sesuatu keterampilan dan
bentuk seni yang harus dimiliki oleh setiap orang.
Namun tidak semua orang itu mampu jika harus
berbicara di depan umum. Bergitu pula yang terjadi di
pondok pesantren Al-Barokah yang telah terdapat
kegiatan latihan berpidato, namun masih terdapat
kekurangan seperti belum mampunya santri berbicara di
depan umum, kurang aktifnya santri untuk mengikuti
dan kepercayaan diri santri yang masih minim. Oleh
karena itu diperlukan strategi yang dalam kegiatan
latihan berpidato untuk memaksimalkan kegiatan pidato
agar santri ketika pulang ke rumah masing-masing
dapat mentransfer ilmunya kepada masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui
strategi yang digunakan pengurus dan pelaksanaannya
dalam meningkatkan kemampuan berpidato santri
dalam kegiatan muḥaḍarah di Pondok Pesantren ―Al-Barokah‖ Mangunsuman. 2) Mengetahui faktor
pendukung dan penghambat kegiatan muḥaḍarah di
Pondok Pesantren ―Al-Barokah‖ Mangunsuman. 3)
Bagaimana implikasi kegiatan muḥaḍarah terhadap
kemampuan berpidato santri.
Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah
Pengasuh Pondok Pesantren ―Al-Barokah‖, pengurus
pondok dan santri dengan teknik pengumpulan data
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik
analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah
menggunakan analisis data model Miles dan Huberman
yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan, serta menggunakan proses
berfikir deduktif. Uji keabsahan data yang digunakan
adalah teknik triangulasi data, pengamat, teori dan
metode.
Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan: 1) Strategi yang dilakukan oleh pengurus
pondok dalam meningkatkan kemampuan berpidato
santri melalui kegiatan muḥaḍarah di Pondok Pesantren
―Al-Barokah‖ adalah melaksanakan kegiatan
muḥaḍarah secara rutin, mengadakan lomba pidato,
pemberian hadian (reward) dan pemberian hukuman
(punishment). Untuk pelaksanaan kegiatan sudah
berjalan terarah dan baik. 2) Faktor pendukung antara
lain: kegiatan muḥaḍarah adalah kegiatan yang wajib
diikuti oleh santri, dukungan dari pengasuh pondok
untuk meningkatkan bahasa, dilaksanakan secara rutin,
keaktifan pengurus, ustaz-ustazah yang berkompeten.
Faktor penghambatnya antara lain: kurangnya
kesadaran santri mengenai pentingnya latihan berpidato,
penguasaan bahasa santri yang masih kurang,kurangnya kepercayaan diri santri. 3) Terdapat dampak
yang dirasakan oleh para santri setelah mengikuti
kegiatan muḥaḍarah. Antara lain santri lebih percaya
diri ketika berbicara di depan umum, dapat belajar
banyak ilmu yang didapat dari hasil mendengarkan
pidato yang disampaikan dan mengasah kemampuan
berbahasa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
internalisasi nilai-nilai moderasi beragama pada siswa di madrasah aliyah al-islam joresan ponorogo
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan Moderasi beragama menjadi hal yang sangat mendesak dalam masyarakat yang sangat plural seperti Indonesia. Apalagi ketika masyarakat terlihat terpecah belah akibat segregasi politik. Oleh karena itu perlu diadakannya internalisasi sikap moderasi beragama ini di lingkungan sekolah dan pesantren, peneliti memilih MA Al-Islam Joresan. Penelitian ini menggunakan indikator moderasi beragama dalam melihat ketercapaian internalisasinya.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data interaktif Mils, Huberman Saldana meliputi kondensasi data, display data dan penarikan kesimpulan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dari internalisasi nilai moderasi beragama melalui tahapan internalisasi yaitu: transformasi nilai,transaksi nilai dan trans-internalisasi nilai-nilai moderasi beragama meliputi komitmen wawasan kebangsaan, toleransi anti kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal.
Temuan yang diperoleh Transformasi atau pemberian informasi nilai moderasi beragama di MA Al-Islam Joresan meliputi komitmen wawasan kebangsaan melalui amanat pembina upacara serta dengan penyampaian materi nasionalisme pada pembelajaran PKn, sedangkan nilai toleransi tersampaikan pada motivasi yang diberikan oleh guru mengenai pentingnya hidup bersama, saling menghargai pendapat dan terdapat pula dalam pembelajaran al-Adyan, nilai anti kekerasan tersampaikan dalam sosialisasi yang diadakan madrasah melalui kepolisian dalam materi anti perundungan dan nilai akomodatif terhadap budaya lokal tertuang dalam pemakaian baju adat pada saat Khutbatul ‘Arsy dan pada acara tumpengan. Transaksi nilai-nilai moderasi beragama meliputi nilai komitmen kebangsaan (nasionalisme) terdapat dalam kegiatan upacara bendera hari Sabtu. Sedangkan dalam transaksi nilai toleransi tertuang dalam kegiatan diskusi di kelas dengan penerimaan pendapat siswa lain dalam memutuskan perkara. Dalam transaksi nilai anti kekerasan terdapat dalam kegiatan salaman atau berjabat tangan pada saat siswa bertemu dengan guru. Transaksi nilai akomodatif terhadap budaya lokal tertuang dalam kegiatan sima’an al-Qur’an dan tradisi angguk an. Trans-internalisasi atau bentuk pengakaran nilai moderasi beragama meliputi nilai nasionalisme terdapat dalam menyanyikan lagu Indoneisa Raya dan Mars Subbanul Wathan yang didalamnya terdapat lirik “hubbul wathan minal iman”. Selanjutnya mengenai trans-internalisasi niali toleransi terdapat dalam kegiatan I’lan yang memuat kepedulaian kepada sesama. Berikutnya mengenai trans-internalisasi nilai anti kekerasan ini dihapusnya sistem lama yang terdapat kekerasan di pondok pesantren diganti dengan hukuman non fisik. Trans-internalisasi nilai akomodatif terhadap budaya lokal tertuang dalam kegiatan pembacaan kitab kuning dan pembiasaan tahlil.
Kata Kunci: Internalisasi, Moderasi Beragama, Madrasa
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
