1,720,964 research outputs found

    Perbedaan Nyeri Pada Pasien Pasca Bedah Fraktur Ekstremitas Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Teknik Relaksasi Napas Dalam

    Get PDF
    Nyeri merupakan masalah yang selalu dialami oleh pasien pasca bedah fraktur ekstremitas. Pemberian terapi farmakologis terkadang tidak selalu dapat menurunkan rasa nyeri sehingga perlu di dukung dengan terapi nonfarmakologis. Teknik relaksasi napas dalam adalah salah satu jenis terapi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri pasca bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan derajat nyeri pasca bedah fraktur ekstremitas sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan 30 sampel yang dibagi menjadi 15 sampel kelompok kontrol dan 15 sampel kelompok eksperimen. Analisa nyeri pasca bedah dianalisis dengan uji T Independent dan uji T Dependent. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata intensitas nyeri pasca bedah yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam pada kelompok eksperimen (p<0.05).Kata kunci : napas dalam, nyeri pasca bedah, fraktur ekstremita

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PASIEN POST OP FRAKTUR UNTUK MELAKUKAN RANGE OF MOTION (ROM)

    Get PDF
    Range Of Motion (ROM) is an exercise performed to maintain or improve the ability to move the joints normally to increase muscle mass and tone. ROM is performed in patients with post-op fractures with the aim of reducing the risk of contractures and preventing thrombus formation in post-op fracture patients. This study aims to determine the factors that influence post-op fracture patients to perform ROM in Cendrawasih Room II Arifin Achmad Hospital Pekanbaru. This study is a correlational study that is research that examines the relationship between variables, where the results of the study were analyzed using Fisher and Chi Square. Sampling in this study was purposive sampling with the number of respondents as many as 30 respondents from the population of post-op fracture patients. The results of this study indicate that there is no significant relationship between pain and knowledge of ROM implementation with a value of p> 0.05. Based on the results of statistical tests for family support, there is a relationship between family support for the implementation of ROM with p <0.05.Keywords: post-op fracture, range of motio

    Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar

    Get PDF
    Keberhasilan program imunisasi dapat diukur dengan tercapainya UCI (Universal Child Immunization) desa yang dapat dilihat dari cakupan imunisasi dasar lengkap. WHO menyatakan keraguan terhadap vaksin (imunisasi) terjadi saat seseorang menunda atau menolak mendapatkan pelayanan imunisasi yang tersedia sehingga menyebabkan ketidaklengkapan cakupan imunisasi. Walau latar belakang para orang tua sangat heterogen, pola pengambilan keputusan orang tua terhadap imunisasi memiliki gambaran yang mirip. Faktor-faktor inilah yang mempengaruhi orang tua menolak atau menerima program imunisasi atau vaksin tertentu, termasuk juga faktor dukungan yang berasal dari keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan waktu  cross sectional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan adalah teknik purposive sampling dimana data yang telah diperoleh di analisa secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran responden berdasarkan kelengkapan imunisasi dasar diketahui bahwa dari 35 responden penelitian, 74% mempunyai riwayat imunisasi lengkap, sedangkan berdasarkan dukungan keluarga diketahui bahwa responden dengan dukungan keluarga tinggi terdapat 54%. Dari analisa data menggunakan uji Chi Square, diperoleh hasil terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar, dengan p-value 0,004 dan OR 18.

    Gambaran Sistem Pengelolaan Rekam Medis di Rsud Dr. Soehadi Prijonegoro

    Get PDF
    Penyelenggaraan rekam medis merupakan faktor yang menentukan dan mencerminkan baik atau buruknya pelayanan kesehatan. Tercapainya tujuan penyelenggaraan rekam medis berhubungan dengan bagaimana rekam medis tersebut diselenggarakan. Rekam medis merupakan hal yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Hal ini jarena rekam medis tidak hanya menyediakan informasi legal, namun juga menjadi salah satu hal yang penting dalam menilai mutu pelayanan. Pelayanan rekam medis merupakan salah satu pelayanan penunjang medis di rumah sakit yang menjadi dasar penilaian mutu pelayanan medik rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi deskriptif. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah menggambarkan sistem pengelolaan dokumen rekam medis di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro Sragen. Jenis penelitian adalah survei yang bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan bulan Juli 2019. Data primer diperoleh dengan cara pengamatan langsung terhadap proses pelaksanaan rekam medis, wawancara, serta observasi berkas rekam medis untuk melihat kelengkapan rekam medis. Data sekunder diperoleh dari telaah dokumen yang ada di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro Sragen. Adapun hasil dari penelitian ini antara lain, 1) sistem penamaan berdasarkan KTP; 2) sistem penomoran menggunakan sistem UNS; 3) sistem penjajaran menggunakan sistem TDF; 4) sistem penyimpanan secara sentralisasi; 5) sistem pengolahan terdiri dari assembling, coding, indexing, filing, pelaporan; 6) pemusnahan dilakukan setiap 4 tahun

    SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KEPUASAN PASIEN TERHADAP LAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS

    Get PDF
    The public health center is a first-level health service facility that provides health service facilities with the hope of providing service activities for the community in accordance with their duties and authorities. Health institutions must pay attention to the quality of their services because it can affect the level of patient satisfaction. Patient satisfaction is the level of patient feeling that arises as a result of the performance of the healthcare facility they get after compares with what they expect. Therefore, patient satisfaction is an important thing to determine the success of services in health care facilities. Patient satisfaction is related to the dimensions of the level of service quality through five aspects (reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible). This type of research is a systematic review that is carried out by collecting, selecting, extracting, and reviewing scientific articles that have topics relevant to the research objectives. The number of articles used in this study was 13 articles published from 2014-2022. Based on the results of the study, the average patient satisfaction with registration services at the public health center based on the tangible dimension was 85.51%, the reliability dimension was 86.51%, the responsiveness dimension was 78.34%, the assurance dimension was 78.02%, and the empathy dimension by 77.43%. It can be seen that the dimension of service quality that most dominantly affects patient satisfaction is the tangible dimension (physical evidence) with the highest percentage

    SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi yang pesat membuat implementasi rekam medis elektronik (RME) menjadi penting. Teknologi informasi dalam bentuk catatan kesehatan elektronik yang digunakan untuk menyimpan dan mengambil informasi pasien menawarkan banyak keuntungan dibandingkan penggunaan kertas. Analisis kesiapan faktor-faktor implementasi RME perlu dilakukan agar implementasi RME dapat berjalan lancar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi implementasi RME. Metode penelitian ini menggunakan systematic literature review. Sumber data penelitian ini menggunakan 11 artikel yang bersumber dari database google scholar dengan rentang 2020-2023. Hasil dari penelitian ini diperoleh komponen man yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor pengguna sistem, persepsi manfaat, persepsi kemudahan, kepuasan pengguna, minat, sikap penggunaan. Komponen machine yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor kinerja, kualitas informasi, kontrol, kualitas sistem, efisiensi, layanan. Komponen money yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor ekonomi. Komponen method yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor kebijakan organisasi. Komponen material yang mempengaruhi implementasi RME dalam penelitian ini belum terdapat yang mengungkapkan

    ANALISIS KESIAPAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS BAKI

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kesiapan Puskesmas Baki dalam mengimplementasikan rekam medis elektronik untuk pengganti rekam medis manual berbasis kertas. Rekam medis elektronik telah diimplementasikan di Indonesia berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan untuk mentransformasikan sistem rekam medis dari manual menjadi berbasis komputer. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data pada periode Juni-Juli 2023. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa di Puskesmas Baki terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam kesiapan implementasi rekam medis elektronik. Kendala utama yang dihadapi adalah aspek keuangan dan metode. Menyediakan sumber daya finansial yang memadai untuk mengadopsi sistem rekam medis elektronik yang efektif merupakan tantangan yang dihadapi. Selain itu, transformasi rekam medis manual menjadi elektronik juga menjadi kendala dalam hal material, mesin, dan sumber daya manusia. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kesiapan Puskesmas Baki dalam mengadopsi rekam medis elektronik dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam implementasi rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan. Penting untuk mengatasi kendala finansial dan metode yang dihadapi guna memastikan kesuksesan dalam menyelenggarakan rekam medis elektronik, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan

    Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta

    Get PDF
    Health Statistics provide information about people’s health and use of health services. The percentage of bed use in health service facilities been formulated consists of 4 parameters, namely BOR, LOS, TOI, BTO which can be depicted in a graphic known as Barber Johnson. The purpose of this study is to analyze the efficiency of bed use based on Barber Johnson at RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta in 2021. The type of research used is quantitative descriptive with Cross sectional design. Population in the form of monthly SHRI recapitulation. The results of this study show that the BOR calculation in 2021 was 48.43% in (Quarter 1), 58.82% (Quarter II), 46.56% (Quarter III), 42.63% (Quarter IV). 20-day AVLOS (Quarter I), 20 days (Quarter II), 18 days (Quarter III), 19 days (Quarter IV), TOI 21 days (Quarter I), 14 days (Quarter II), 21 days (Quarter III), 26 days (Quarter IV), BTO 2 times (Quarter I), 3 times (Quarter II), 2 times (Quarter III and IV). From the analysis conducted, the use of beds in RSJD has not been efficient. To improve the efficiency of bed use, hospital management further improves quality of service and limits value of inpatient indicators according to mental hospitals

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore