1,721,810 research outputs found
Program Tahsîn dan Tahfiz Al-Qur’an di SMK ISFI Banjarmasin
Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi dengan perkembangan sekolah
keislaman yang begitu pesat. Salah satunya kota Banjarmasin, terdapat sekolah formal
yang telah memadukan antara kurikulum formal dengan program tahsîn dan tahfiz Al�Qur'an. Sekolah Menengah Kejuruan Insan Sarjana Farmasi Indonesia Banjarmasin
atau biasa dikenal SMK ISFI Banjarmasin. Secara khusus, SMK ISFI Banjarmasin
bukanlah sekolah formal berbasis Islam seperti sekolah lain yang menawarkan program
tahsîn dan tahfiz Al-Qur'an. Sekolah ini berfokus pada bidang sains murni.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan metode
tahsîn dan tahfiz Al-Qur’an yang ada di SMK ISFI Banjarmasin (2) Apa saja faktor
pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan metode tahsîn dan tahfiz Al-Qur’an di
SMK ISFI Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research)
dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu mengumpulkan hasil
wawancara responden dengan mengajukan pertanyaan yang umum dan agak luas.
Penelitian ini berlokasi di SMK ISFI Banjarmasin jalan Flamboyan III No. 7B Kayu
Tangi Banjarmasin. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan melakukan observasi,
wawancara, dokumentasi dan analisis data.
Adapun hasil penelitian ini adalah: (1) Penerapan metode tahsîn dan tahfiz Al�Qur’an yang ada di SMK ISFI Banjarmasin ialah menggunakan teknik klasikal baca
simak. Klasikal baca simak menekankan cara untuk fokus dan mengulang-ulang.
Pembelajaran dimulai dengan murâjaah bersama, kemudian guru mencontohkan
materi baru dan dilanjut siswa mengikuti. Setelah itu, guru akan menunjuk secara
bergiliran para siswa untuk mengulang membacakan apa yang telah dipelajari ini
bertujuan agar semua siswa fokus pada pembelajaran. Program tahsîn dan tahfiz Al�Qur’an diadakan sekolah berkat kerjasama dengan MPQ Tartily Banjary. Sehingga
pengelolaan mulai dari sistem, metode dan guru pengajar program ini ditangani oleh
pihak MPQ Tartily Banjary. (2) Adapun faktor pendukungnya ialah: adanya niat dan
minat siswa, usia yang cocok, guru yang kompeten, metode belajar yang dipakai,
fasilitas yang memadai. Faktor penghambat: fokus yang terbagi dan waktu yang
sedikit
Penerapan Media IT dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK ISFI Banjarmasin
Putri Ervina Ulfah. 2017.” Penerapan Media IT Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMK ISFI Banjarmasin”. Skripsi, Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing Dr. Yahya MOF, M.Pd
Penelitian ini dilakukan dengan dilandasi karena semakin hari perkembangan Informasi Teknologi semakin berkembang pesat, sehingga dalam dunia pendidikan kita juga harus mengikuti perkembangannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Penerapan Media IT Pembelajaran Pendidikan di SMK ISFI Banjarmasin,kendala menggunakan Media IT serta Langkah-Langkah guru dalam menggunakan media IT.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dalam bidang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berkaitan dengan Media IT yang digunakan,kendala dalam menggunakan media IT dan Langkah-Langkah guru dalam menggunakan media IT. Karenanya, untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis melakuakan observasi, dokumentasi dan wawancara terhadapKepala Sekolah SMK ISFI Banjarmasin, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMK ISFI Banjarmasin Serta Siswa SMK ISFI Banjarmasin.
Melalui teknik analisis deskriktif-kualitatif, penelitian ini menghasilkan temuan-temuan bahwa media IT yang digunakan di SMK ISFI Banjarmasin adalah Laptop, LCD, Internet, Speaker, Multimedia Pembelajaran CD/Video Pembelajaran.
Kendal Penerapan Media IT di SMK ISFI Banjarmasin yang ditemukan hanya kendala pada Media tersebut misalnya Persoalan teknis penggunaan LCD yang kadang-kadang sedikit ada masalah dengan layar LCD, yang kadang-kadang bermasaah ataupun juga kabelnya yang bermasalah atau mungkin juga Mati listrik
Adapun Langkah-Langkah guru Pendidikan Agama Islam di SMK ISFI Banjarmasin dalam menggunakan Media IT yaitu mengetahui kompetensi yang ingin dicapai dan selaanjutnya mensingkronkan materi dan media IT yang sesuai dengan pembelajaran tersebut
Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pada Smk Farmasi Isfi Dan Smk Farmasi Pondok Pesantren Al-Furqan Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa manajemen sarana dan prasarana
pendidikan termasuk faktor penting dalam manajemen pendidikan. Bagi sekolah
kejuruan, sarana dan prasarana pendidikan sangat penting, sebab pembelajaran
banyak dilakukan dalam bentuk praktik dan simulasi.
Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian adalah bagaimana
manajemen sarana dan prasarana pendidikan pada SMK Farmasi ISFI dan SMK
Farmasi Al-Furqan Banjarmasin, mencakup perencanaan, pengadaan,
pendistribusian, penggunaan, pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusan.
Lokasi penelitian di dua sekolah, yaitu di SMK Farmasi ISFI dan di SMK
Farmasi Al-Furqan Banjarmasin. Subjek penelitian terdiri dari pengurus yayasan,
kepala sekolah, guru, laboran dan siswa. Untuk mendapatkan data di lapangan
digunakan teknik wawancara, observasi dan dokumenter.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen sarana
dan prasarana pada SMK Farmasi ISFI Banjarmasin dan SMK Farmasi Al-Furqan
Banjarmasin ditandai dengan perencanaan sarana dan prasarana, pengadaan,
pendistribusian, pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusan, yang disesuaikan
dengan kemampuan, kebutuhan dan skala prioritas. Kekuatan manajemen sarana
dan prasarana pada SMK Farmasi ISFI adalah kelengkapannya, lamanya usia
sekolah, pengalaman dan kompetensi pimpinan sekolah dan guru-guru, sedangkan
masalah yang dihadapi adalah keterbatasan lahan untuk menanam tanaman obat
herbal, ruang praktik dan laboratorium yang terasa sempit dan sebagian sarana
dan prasarana masih menggunakan alat-alat manual yang berusia lama. Kekuatan
SMK Farmasi Al-Furqan terletak pembelajaran yang ditandai dengan penekanan
pembinaan pendidikan agama dan ketersediaan asrama dan masjid/mushalla
sekolah. Masalah yang dihadapi adalah keterbatasan pengadaan dan pembelian
peralatan disebabkan dukungan keuangan yang terbatas dan perkembangan
jumlah siswa yang belum signifikan. Pericincian manajemen sarana dan prasarana
pendidikan pada kedua sekolah sebagai berikut: Perencanaan sarana dan prasarana
pendidikan pada SMK Farmasi ISFI Banjarmasin disesuaikan dengan kebutuhan
dan skala prioritas, sedangkan pada SMK Farmasi Al-Furqan disesuaikan dengan
kemampuan sekolah dan jumlah siswa yang belum begitu banyak. Pengadaan
sarana dan prasarana pada SMK SMK Farmasi ISFI dengan membangun,
membeli, menyewa dan memelihara yang sudah ada, sedangkan pada SMK
Farmasi Al-Furqan dengan membangun dan membeli. Pendistribusian sarana dan
prasarana pada SMK Farmasi ISFI dibagi di kelas, laboratorium, ruang praktik
vi
dan ruang kepala sekolah, sedangkan di SMK Farmasi Al-Furqan semua
ditempatkan di kelas dan ruang praktik. Penggunaan sarana dan prasarana pada
SMK Farmasi ISFI dan SMK Farmasi Al-Furqan dilakukan oleh guru dan tenaga
ahli yang sudah dipersiapkan sesuai dengan bidang keahliannya. Pemeliharaan
sarana dan prasarana pada SMK Farmasi ISFI dilakukan oleh tenaga ahli yang
ditunjuk sekolah, sedangkan pada SMK Farmasi Al-Furqan dipelihara oleh guru.
Inventarisasi sarana dan prasarana pada SMK Farmasi ISFI dilakukan secara
manual dalam buku inventaris, papan daftar inventaris serta dalam data base,
sedangkan pada SMK Al-Furqan hanya dalam buku inventaris. Penghapusan
sarana dan prasarana pada SMK Farmasi ISFI dengan dihibahkan, dijual dan
dimusnahkan, sedangkan pada SMK Farmasi Al-Furqan belum ada yang
dihapuskan
Bacaan Al-Qur`an Siswa SMK Insan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Banjarmasin
Latar belakang masalah penelitian ini berangkat dari semakin bertambahnya
lembaga pendidikan formal yang didalamnya diterapkan program tahfizh. Salah
satunya di Kota Banjarmasin, terdapat sebuah lembaga pendidikan formal yang
mencoba memadukan kurikulum formal dan tahfizh Al-Qur`an, yaitu Sekolah
Menengah Kejuruan Insan Sarjana Farmasi Indonesia Banjarmasin atau biasa di
disingkat SMK ISFI Banjarmasin. Uniknya SMK ISFI Banjarmasin ini bukan
merupakan sebuah lembaga pendidikan formal berbasis Islam seperti sekolahsekolah lain yang terdapat program tahfizh didalamnya.Dalam menghafal AlQur`an tentunya di perlukan bacaan yang berkualitas dan sesuai dengan kaidahkaidah hukum tajwid. Para ulama sudah mengingatkan bahwa hal terpenting yang
dilakukan seseorang sebelum menghafal Al-Qur`an adalah memperbaiki bacaan,
karena ketika seseorang sudah menghafal Al-Qur`an namun ia masih kesulitan
dalam pengucapan yang benar akan berakibat fatal terhadap ayat Al-Qur`an yang
dihafalkannya, misalnya menghafal bacaan yang keliru. Sehingga seharusnya
sebelum menghafal Al-Qur`an seseorang harus mempunyai kualitas bacaan AlQur`an yang bagus yang sesuai dengan kaidah-kaidah hukum tajwid. Berdasarkan
latarbelakang tersebut, pokok masalah yang dijadikan acuan penulis dalam
penelitian ini adalah bagaimana kefasihan bacaan Al-Qur`an yaitu, makhraj alhurûf, shifât al- hurûf, hukum mad, dan hukum gunnah dan bagaimana kelancaran
bacaan Al-Qur`an siswa SMK ISFI Banjarmasin dalam membaca Al-Qur`an.
Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk lapangan (Fiel
Recearch), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Yang menjadi data dalam
penelitian ini adalah bacaan Al-Qur`an siswa SMK ISFI Banjarmasin. Subjek
penelitian dalam penelitian ini adalah siswa SMK ISFI Banjarmasin kelas XI
(sebelas) jurusan Farmasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 18 orang.
Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode
observasi, wawancara, dokumentasi, dan metode tes.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kefasihan bacaan Al-Qur`an siswa
SMK ISFI Banjarmasin kelas XI jurusan Farmasi termasuk dalam kategori
kefasihan bacaan Al-Qur`an yang sedang dengan nilai rata-rata 77,3 (B+) dan
kelancaran bacaaan Al-Qur`an yang sangat lancar dengan nilai rata-rata 83,1 (A+)
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PEMBELAJARAN TAHFIZ ALQURAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN FARMASI IKATAN SARJANA FARMASI INDONESIA (ISFI) BANJARMASIN
Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pembelajaran
tahfiz di SMK Farmasi ISFI Banjarmasin meliputi persiapan, perencanaan,
pelaksanaan, metode dan evaluasi pembelajaran serta mengetahui faktor
pendukung dan faktor penghambat pembelajaran.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), yaitu
penelitian yang bertujuan dengan terjun kelapangan untuk menggali dan
mengumpulkan sejumlah data yang diperlukan. Pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan kualitatif dengan mengambil latar SMK Farmasi ISFI
Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini adalah ustadz/ustadzah dan siswa.
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi
dan dokumenter. Pengolahan data dilakukan dengan editing, klasifikasi, dan
interprestasi data. Analisis data dilakukan dengan memberikan gambaran terhadap
data yang berhasil dikumpul dan dari gambaran tersebut diambil kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persiapan siswa
sebelum pembelajaran Tahfiz Alquran di SMK Farmasi ISFI Banjarmasin yaitu
mengikuti tahapan placement tes, pembagian kelompok dan penempatan kelas.
Dalam perencanaan pembelajaran siswa ditargetkan selama tiga tahun dapat
menghafal tiga juz. Pelaksanaan pembelajaran tahfiz ini dimulai dari jam 07:15 –
08:10 setiap hari selasa, rabu dan kamis dimulai dengan membaca surah Al-
Fatihah dan do’a menghafal Alquran, dilanjutkan dengan apersepsi dan tadarus,
kemudian kegiatan inti yaitu penyetoran hafalan Alquran yang dilakukan dengan
bergiliran maju menghadap ustadzah untuk menyetorkan hafalannya, kegiatan
penutup diakhiri dengan arahan dan motivasi serta doa senandung Alquran.
Metode saat pembelajaran tahfiz oleh ustadzah menggunakan metode talqin dan
talaqqi, sedangkan metode menghafal siswa bervariasi diantaranya metode
wahdah, sima’i, talqin, takrir, gabungan, tafhim dan kitabah serta talaqqi, dari
kebanyakan siswa paling banyak menggunakan metode wahdah dan takrir.
Evaluasi pembelajaran Tahfiz di SMK Farmasi yaitu evaluasi harian, kenaikan
juz, pertengahan semester dan akhir semester. Pembelajaran tahfiz Alquran yang
terlaksana di SMK ini yakni bekerjasama dengan Rumah Quran Al-Azhar Al-
Syarif. Adapun faktor pendukung dalam pembelajaran tahfiz Alquran meliputi
niat dan minat siswa, latar belakang pendidikan, bacaan yang baik dan benar dan
daya ingat. Sedangkan faktor penghambat dalam pembelajaran tahfiz meliputi
waktu yang terbatas dan lokasi menghafal
- …
