1 research outputs found
PENGENDAPAN EKSTRAK KASAR SELULASE Bacillus Circulans MENGGUNAKAN ASETON DAN STABILITAS HASIL PENGENDAPAN PADA SUHU 0 C
Abstrak:Salah satu metode pemurnian ekstrak kasar selulase adalah metode pengendapan aseton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemurnian hasil fraksinasi ekstrak kasar selulase dari Bacillus circulans pada kejenuhan aseton 33 %, 41,1 %, 50 %, 60 %, dan 67 % dan mengetahui pengaruh waktu pengendapan terhadap tingkat kemurnian hasil fraksinasi ekstrak kasar selulase dari Bacillus Circulans pada kejenuhan aseton optimum, serta Stabilitas waktu penyimpanan fraksi optimum dalam freezer lemari pendingin.Penelitian ini dapat dicapai melalui tahapan, : (1) produksi ekstrak kasar selulase, (2) pemurnian ekstrak kasar selulasedan waktu inkubasi pengendapan pada tingkat kejenuhan optimum (50%), (3) Uji stabilitas hasil pengendapan dalam freezer lemari pendingin dengan variasi waktu 0, 1, 4, dan 7 hari.Tingkat kemurnian hasil pengendapan ekstrak kasar Bacillus circulans mengalami peningkatan pada kejenuhan aseton ( 33 %), (41,1 %) dan (50 %) kemudian menurun pada kejenuhan (60 %) dan (67 %). Fraksi yang aktivitas spesifik tertinggi adalah pada tingkat kejenuhan aseton 50 %, dengan tingkat kemurnian rata-rata 63,61 ± 0,141 dan perolehan kembali rata-rata 76,85 ± 7,99 % kali ekstrak kasar. Waktu pengendapan tidak berpengaruh terhadap tingkat kemurnian hasil fraksinasi ekstrak kasar selulase Bacillus circulans pada kejenuhan aseton optimum. Selulase hasil pengendapan dengan aseton memiliki stabilitas yang cukup baik dalam lemari pendingin SHARP VR-D180 pada suhu ± 0°C (freezer). Aktivitas selulase menurun sebesar 41,1 % pada hari pertama dan 88,2 % pada hari ketujuh setelah penyimpanan.
