666 research outputs found

    KONDISI BIOFISIK HUTAN KOTA DR. IR. HM. IMRON ROSYADI, M.M., M.SI DI KOTA ARGA MAKMUR KABUPATEN BENGKULU UTARA DAN PERSEPSI PENGUNJUNGNYA

    No full text
    Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang pertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang. Meningkatnya pertumbuhan suatu kota akan mengakibatkan semakin kritisnya lingkungan fisik suatu kota tersebut, banyak bermunculan fenomena masalah fisik lingkungan di perkotaan serta berbagai macam masalah sosial. Tujuan pembangunan pada dasarnya adalah terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hutan kota sangat penting untuk diintegrasikan ke dalam Rencana Tata Ruang Kota agar dalam pelaksanaannya mempunyai kekuatan hukum yang pasti untuk diterapkan dan dikembangkan di seluruh kota, baik kota besar, kota menengah, kota kecil bahkan sampai tingkat kecamatan, maka diharapkan dengan adanya pengelolaan hutan kota yang tepat akan mendukung pola tata ruang kota sehingga menambah keindahan, keselarasan antara lingkungan alam dan lingkungan hunian akan terwujud. Tujuan penelitian adalah Penelitian ini mengetahui tentang bagaimana kondisi biofisik Hutan Kota Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, M.M., M.Si dan karakteristik pengunjung hutan kota serta persepsi pengunjungnya di Kota Arga Makmur. Penelitian ini dilakukan di kawasan Hutan Kota Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, M.M., M.Si Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober - Mei 2023. Data yang diambil di lapangan adalah flora dan fauna, suhu dan kelembaban, sarana dan prasarana, data karakteristik wisatawan dan data persepsi pengunjung melalui kuisioner. Hasil penelitian tentang kondisi biofisik Hutan Kota Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, M.M., M.Si Kota Arga Makmur terdapat jenis flora dan jenis pohon didominasi oleh Moraceae dan Fabaceae dan fauna yang menarik didominasi oleh jenis vertebrata. Terdapat empat tutupan vegetasi seperti hutan sekunder, lahan terbuka, danau, dan semak belukar. Topografi hutan kota termasuk kedalam klasifikasi perbukitan rendah. Suhu dan kelembaban rata-rata di hutan kota menunjukkan bahwa Hutan Kota Ir. Imron Rosyadi sejuk. Curah hujan selama 5 tahun terakhir di Hutan Kota termasuk ke kategori menengah – tinggi. Sarana dan fasilitas di Hutan Kota cukup lengkap namun perlu adanya pemeliharaan supaya bertahan untuk jangka panjang. Karakteristik pengunjung Hutan Kota Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, M.M., M.Si Kota Arga Makmur pengunjung laki laki dan perempuan,banyak berasal dari masyarakat lokal dan juga Kota Arga Makmur dengan tingkat pendidikan terakhir SMA sederajat dan jenis pekerjaan didominasi mahasiswa. Dalam satu rombongan paling banyak berjumlah 5 orang yang didominasi 1-2 orang dalam satu rombongan, pengunjung yang datang ke hutan kota melakukan aktivitas piknik dan reuni. Pengunjung menginginkan sarana tambahan seperti outbound. Persepsi pengunjung menyatakan baik dalam hal ini Hutan Kota Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, M.M., M.Si Kota Arga Makmur memiliki sifat positif yang keberadaannya dianggap penting bagi pengunjung. Pengunjung dapat merasakan langsung dari fungsi dan keberadaan Hutan Kota sehingga keberadaan wisata menghasilkan manfaat dari segi ekologi, sosial, maupun estetika. (Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    IMPLEMENTASI PEMBUDAYAAN KEAGAMAAN SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PRIBADI PESERTA DIDIK YANG BERAKHLAK MULIA DI SMP AL FALAH KOTA BANDUNG

    No full text
    ABSTRAK IMPLEMENTASI PEMBUDAYAAN KEAGAMAAN SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PRIBADI PESERTA DIDIK YANG BERAKHLAK MULIA DI SMP AL FALAH KOTA BANDUNG Oleh Imron Rosyadi Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kemerosotan akhlak yang dilakukan oleh peserta didik yang di antaranya disebabkan oleh pendidikan yang cenderung fokus pada isi pelajaran, sementara persoalan pembinaan akhlak diabaikan. Proses pembentukan akhlak bisa diwujudkan salah satunya melalui pembudayaan keagamaan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan, materi, proses, dan hasil dari pembudayaan keagamaan terhadap akhlak mulia di SMP Al Falah Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan; tujuan pembudayaan keagamaan untuk membentuk para peserta didik yang berakhlak mulia; materi yang disampaikan berupa ilmu aqidah, fiqih, tarikh Islam, BTAQ, dan motivasi; proses pembudayaan keagamaan terbentuk melalui pola pelakonan dan pola peragaan dengan strategi melalui power strategy, persuasive strategy, dan normative re-educative; hasil dari pembudayaan keagamaan terhadap akhlak mulia di SMP Al Falah Kota Bandung dapat dirasakan oleh pelaku budaya itu sendiri, yakni peserta didik lebih rajin dalam beribadah, merasa lebih dekat dengan Allah, dan adanya kontrol diri dalam berprilaku. Kata Kunci: Pembudayaan Keagamaan, Akhlak Mulia. ABSTRACT THE IMPLEMENTATION OF RELIGIOSITY FAMILIARIZATION AS AN EFFORT IN BUILDING THE STUDENTS’ NOBLE CHARACTER IN SMP AL FALAH BANDUNG CITY By Imron Rosyadi This study is motivated by the phenomenon of students’ character degradation. One of the causes is the education system which only focuses on the subject content rather than character building, that is actually can be conducted by familiarizing the religiosity in schools. This study aims to find out the purposes, the material, the process, and the impact of the religiosity familiarization towards the students’ noble character in SMP Al Falah Bandung City. The method of the study is descriptive method with a qualitative approach. The data collection was done by observation, interviews, and documentation study. The result of the study shows that: the purpose of the religiosity familiarization is to build the students’ noble character; the materials conveyed consist of aqidah (character) sciences, fiqih (worship sciences), tarikh (history) of Islam, BTAQ (Quranic reading and writing), and motivation; the processes of the religiosity familiarizing is shaped by role playing and modeling through power strategy, persuasive strategy, and normative re-educative; the impacts of the religiosity familiarization toward the student noble character can be perceived by the actors themselves which are the students. They are more eager to do the worships, feeling closer to Allah, and they have self-control in behaving. Keywords: the religiosity familiarizing, noble character

    ANALISIS TERJADINYA KEBAKARAN DI KM. CIREMA

    No full text
    ABSTRAK Rosyadi, Imron, 2024, NIT: 561911127097 N, “Analisis Terjadinya Kebakaran Di KM. Ciremai”, Program Diploma IV, Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing l : Capt. Karolus Geleuk Sengadji,M.M dan Pembimbing ll : Retno Hariyanti, S.PD.,M.M. Kapal merupakan sarana transportasi yang vital dalam pengangkutan barang dan penumpang di perairan. Keamanan kapal menjadi aspek kritis yang harus dijaga, termasuk dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya kebakaran kapal akibat kelalaian awak kapal saat melakukan penggantian alat keselamatan, khususnya life jacket. Pada kapal penumpang untuk mengevaluasi penyebab kebakaran yang terkait dengan kelalaian dalam proses penggantian alat keselamatan. Upaya pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan kru kapal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data utama berasal dari data primer dan data sekunder. Proses pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melibatkan langkah-langkah seperti pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Metode triangulasi digunakan sebagai pendekatan tambahan untuk memastikan validitas dan keandalan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran di kapal KM. Ciremai adalah kelalaian anak buah kapal saat penggantian tali lampu life jacket dengan korek api dan mengakibatkan kebakaran kapal yang berada di deck 2. Upaya pencegahan yang dilakukan adalah harus sering dilakukan latihan-latihan pemadaman api (fire drill) di atas kapal. Pemahaman tentang muster list di karenakan sangat penting untuk memastikan bahwa awak kapal tahu persis apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat dan dapat berkoordinasi dengan baik untuk memastikan keselamatan semua orang di kapal. Upaya penanggulangan yang dilakukan yaitu diusahakan untuk tetap tenang dan tidak panik jika terjadi kebakaran di kapal dan untuk menanggulangi kebakaran berikutnya yaitu dengan melakukan evaluasi pelatihan kebakara

    IMPLEMENTASI SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJA TENAGA HARIAN LEPAS PADA BIDANG RETAIL

    No full text
    Mukhamad Imron Rosyadi, NPM 5119500051, “IMPLEMENTASI SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJA TENAGA HARIAN LEPAS PADA BIDANG RETAIL”. Progam studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Universitas Pancasakti Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji surat pernyataan kesediaan bekerja tenaga harian lepas khususnya pada bidang retail. Pada dasarnya perjanjian kerja seharusnya untuk menjamin hak-hak dan kesejahteraan bagi pekerja dengan adanya kepastian dalam jangka waktu kontrak kerja dan dalam kontrak harus memuat jaminan sosial bagi pekerja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan normatif-empiris, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder serta untuk mendukung data penelitian kepustakaan penulis melakukan wawancara dengan pekerja harian lepas Toserba Yogya Brebes. Hasil penelitian pelaksanaan surat pernyataan kesediaan bekerja tenaga harian lepas di Toserba Yogya Brebes, pada pelaksanaan kontrak perjanjian yang menggunakan surat kenyataan kesediaan bekerja hanya memuat salah satu pihak yaitu pekerja, pekerja harian lepas tidak memiliki kepastian menjadi pekerja tetap karena kontrak yang hanya 3 (tiga) bulan dengan perpanjangan terus menerus serta tidak mendapatkan jaminan sosial. Kata Kunci : Pekerja Harian Lepas, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Perlindungan Hukum

    ANALISIS TERJADINYA KEBAKARAN DI KM. CIREMAI

    No full text
    ABSTRAK Rosyadi, Imron, 2024, NIT: 561911127097 N, “Analisis Terjadinya Kebakaran Di KM. Ciremai”, Program Diploma IV, Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing l : Capt. Karolus Geleuk Sengadji,M.M dan Pembimbing ll : Retno Hariyanti, S.PD.,M.M. Kapal merupakan sarana transportasi yang vital dalam pengangkutan barang dan penumpang di perairan. Keamanan kapal menjadi aspek kritis yang harus dijaga, termasuk dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran. Faktor yang melatarbelakangi terjadinya kebakaran kapal akibat kelalaian awak kapal saat melakukan penggantian alat keselamatan, khususnya life jacket. Pada kapal penumpang untuk mengevaluasi penyebab kebakaran yang terkait dengan kelalaian dalam proses penggantian alat keselamatan. Upaya pencegahan dan penanggulangan yang dilakukan kru kapal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data utama berasal dari data primer dan data sekunder. Proses pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melibatkan langkah-langkah seperti pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Metode triangulasi digunakan sebagai pendekatan tambahan untuk memastikan validitas dan keandalan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran di kapal KM. Ciremai adalah kelalaian anak buah kapal saat penggantian tali lampu life jacket dengan korek api dan mengakibatkan kebakaran kapal yang berada di deck 2. Upaya pencegahan yang dilakukan adalah harus sering dilakukan latihan-latihan pemadaman api (fire drill) di atas kapal. Pemahaman tentang muster list di karenakan sangat penting untuk memastikan bahwa awak kapal tahu persis apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat dan dapat berkoordinasi dengan baik untuk memastikan keselamatan semua orang di kapal. Upaya penanggulangan yang dilakukan yaitu diusahakan untuk tetap tenang dan tidak panik jika terjadi kebakaran di kapal dan untuk menanggulangi kebakaran berikutnya yaitu dengan melakukan evaluasi pelatihan kebakara
    corecore