1 research outputs found

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS REACT (RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, TRANSFERRING) BERBANTUAN ADVANCE ORGANIZER PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA UNTUK PESERTA DIDIK SMA/MA KELAS XI

    No full text
    RINGKASANIlma, Ade Restantri. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) Berbantuan Advance Organizer Pada Materi Larutan Penyangga untuk Peserta Didik SMA/MA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S. (II) Dra. Hj. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: bahan ajar, REACT, advance organizer, larutan penyanggaPemahaman konsep peserta didik terhadap materi larutan penyangga cukup rendah dan banyak kesulitan yang dialami oleh peserta didik terhadap beberapa konsep yaitu pembuatan larutan penyangga, perhitungan pH dan prinsip kerja larutan penyangga. Hal ini disebabkan karena penggunaan bahan ajar yang bersifat deskriptif yaitu terfokus pada inti materi dan rumus-rumus saja. Bahan ajar kimia juga masih berupa buku teks yang menuntut peserta didik untuk menghafal bukan memperoleh pengetahuannya sendiri, sehingga kegiatan belajar peserta didik kurang maksimal dan berakibat pada hasil belajar peserta didik. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah mengembangkan bahan ajar dengan model pembelajaran berbasis kontekstual yaitu REACT karena sesuai dengan karakteristik materi larutan penyangga dengan melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran yang nyata. Adanya advance organizer dalam bahan ajar digunakan sebagai penguat struktur kognitif peserta didik yaitu memberikan gambaran mengenai keterkaitan antar konsep pada materi larutan penyangga. Penerapan model REACT berbantuan advance organizer diharapkan dapat membantu peserta didik mempelajari materi secara keseluruhan dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan bahan ajar larutan penyangga berbasis REACT berbantuan advance organizer untuk peserta didik SMA/MA kelas XI (2) mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Pengembangan bahan ajar menggunakan model Thiagarajan et al., (1974) yang terdiri dari empat tahapan yaitu design, define, develop, dan disseminate. Tahapan disseminate tidak dilakukan karena tujuan penelitian ini terbatas untuk mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Penilaian kelayak-an bahan ajar dilakukan oleh validator yaitu satu orang dosen kimia dan dua orang guru SMA, dilanjutkan dengan uji keterbacaan kepada sepuluh peserta didik yang telah menerima materi larutan penyangga. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yaitu skor yang diberikan oleh validator dan subjek uji keterbacaan, dan data kualitatif berupa komentar dan saran yang diberikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan revisi terhadap bahan ajar yang dikembangkan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis persentase dan deskripsi kualitatif. Hasil validasi terhadap bahan ajar yang dikembangkan pada buku peserta didik diperoleh rata-rata persentase kelayakan isi sebesar 85,60%, dan kelayakan bahasa dan penyajian sebesar 89,20%, sedangkan pada buku guru diperoleh rata-rata persentase kelayakan isi sebesar 85,60%, kelayakan bahasa dan penyajian sebesar 89,20%, dan kelayakan perangkat pembelajaran sebesar 86,70%. Hasil uji keterbacaan yang dilakukan pada sepuluh peserta didik kelas XII diperoleh rata-rata persentase untuk aspek tampilan sebesar 92,00%, aspek penyajian materi sebesar 85,60%, dan aspek manfaat sebesar 94,80%. Berdasarkan kriteria kelayakan bahan ajar menurut Riduwan (2013:16) dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan bahan ajar sangat layak digunakan sebagai sumber belajar untuk materi larutan penyangga
    corecore