2 research outputs found
Pengembangan Bahan Ajar Reaksi Redoks dan Elektrokimia Berbasis Learning Cycle 7E dengan Pendekatan SETS untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep
RINGKASANIchda, Ziana. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Reaksi Redoks dan Elektrokimia Berbasis Learning Cycle 7E dengan Pendekatan SETS untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Hj. Endang Budiasih, M.S., (II) Dra. Hj. Dedek Sukarianingsih, M.Pd., M.Si.Kata Kunci: Bahan ajar, reaksi redoks, elektrokimia, Learning Cycle 7E, pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society).Reaksi redoks dan elektrokimia merupakan salah satu materi kimia di SMA yang bersifat konseptual dan algoritmik serta erat kaitannya dengan fenomena sehari-hari. Sebagian siswa SMA masih mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tersebut disebabkan karena pembelajaran masih menggunakan metode konvensional, serta bahan ajar masih belum sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, sehingga siswa dalam memahami materi cenderung menghafal tanpa mengetahui konsep yang mendasari. Selain itu bahan ajar yang digunakan belum mengkaitkan dengan masalah aktual dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar penting dilakukan agar dapat meningkatkan pemahaman konsep dan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengkaitkan konsep yang dipelajari dengan fenomena kehidupan sehari-hari.Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar reaksi redoks dan elektrokimia berbasis Learning Cycle 7E dengan pendekatan SETS untuk meningkatkan pemahaman konsep yang layak digunakan. Model pembelajaran Learning Cycle 7E memiliki beberapa tahapan yaitu elicit, engagement, exploration, explanation, elaboration, extend, dan evaluation. Pada penelitian ini Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dimasukkan pada fase engagement dan extend. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan 4-D menurut Thiagarajan. Model ini terdiri dari 4 tahap, diantara-nya yaitu: define, design, develop, dan disseminate. Tahap yang dilakukan hanya sampai tahap develop. Validasi isi bahan ajar dilakukan oleh validator ahli dan uji keterbacaan oleh siswa. Validasi ahli dilakukan oleh satu orang dosen kimia Universitas Negeri Malang dan dua orang guru SMA. Uji keterbacaan dilakukan pada sepuluh siswa SMA. Instrumen validasi berupa angket penilaian menggunakan skala Likert lima tingkat disertai kolom tanggapan, komentar, dan saran. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengolahan kedua data tersebut dijadikan dasar untuk mengetahui kelayakan dari bahan ajar yang dikembangkan.Hasil penelitian ini berupa bahan ajar terdiri dari buku siswa dan buku guru. Perhitungan hasil uji kelayakan buku siswa oleh validator diperoleh rata-rata persentase kelayakan isi 89,8%, kelayakan bahasa 86,7%, dan kelayakan penyajian 93,3%. Perhitungan hasil uji kelayakan buku guru oleh validator diperoleh rata-rata persentase kelayakan isi 89,8%, kelayakan bahasa 86,7%, kelayakan penyajian 93,3%, dan kelayakan perangkat pembelajaran 88,7%. Perhitungan hasil uji keterbacaan bahan ajar oleh siswa diperoleh rata-rata persentase kelayakan tampilan 91%, kelayakan penyajian materi 91,1%, dan kelayakan manfaat 91,7%. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan maka bahan ajar ini sangat layak untuk digunakan sebagai sumber belajar pada pokok bahasan reaksi redoks dan elektrokimia berbasis Learning Cycle 7E dengan pendekatan SETS untuk meningkatkan pemahaman konsep
Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe window shopping pada mata pelajaran akidah akhlak untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI unggulan di MAN 3 Jombang
INDONESIA:
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan gurulah yang akan menjadi penentu bagaimana terciptanya suasana atau kondisi kelas. Guru sejatinya adalah fasilitator dalam pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran seharusnya berfokus pada siswa atau Student Centered bukan Teacher Centered. Jika pembelajaran hanya berfokus pada guru seperti halnya dalam penggunaan metode ceramah, maka aktivitas belajar siswa menjadi sangat minim karena siswa hanya menyimak dan mendengarkan penjelasan guru saja. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, maka perlu adanya inovasi model pembelajaran yang dipakai. Pada pelaksanaannya, peneliti melakukan penelitian mengenai Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Window Shopping Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Kelas XI Unggulan MAN 3 Jombang sebagai upaya untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan perencanaan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe window shopping pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas XI Unggulan MAN 3 Jombang. 2) Mendeskripsikan proses implementasi model pembelajaran kooperatif tipe window shopping pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas XI Unggulan MAN 3 Jombang. 3) Mendeskripsikan implikasi aktivitas belajar siswa setelah melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe window shopping pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas XI Unggulan MAN 3 Jombang.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, penulis mendeksripsikan fenomena yang terjadi di lapangan dan kaitan antar fenomena. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Adapun hasil dari penelitian ini sebagai berikut: 1) Perencanaan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe window shopping pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas XI Unggulan MAN 3 Jombang sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. 2) Proses implementasi model pembelajaran kooperatif tipe window shopping pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas XI Unggulan MAN 3 Jombang berjalan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berdasarkan langkah-langkah pengimplementasian model pembelajaran window shopping. 3) Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe window shopping pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas XI Unggulan MAN 3 Jombang terbilang mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa yang semula hanya menyimak dan mendengarkan yang meningkat menjadi aktivitas belajar motorik (mengerjakan tugas kelompok, berbelanja informasi) mental (menjawab pertanyaan, bertanya, mengkritisi, memberi kesimpulan) dan emosional (antusias dalam pembelajaran, berani untuk mempresentasikan karyanya).
ENGLISH:
Teachers play a crucial role in education since they determine the classroom atmosphere or conditions. Teachers are essentially facilitators in learning. Therefore, learning should focus on students or be Student-Centered rather than Teacher-Centered. If learning only focuses on the teacher, such as in lecturing, student learning activities become minimal because students only listen to and absorb the teacher's explanations. To enhance student learning activities, there is a need for innovative teaching models. In this regard, the researcher conducted a study on the Implementation of Cooperative Learning Model Window Shopping Type in Akidah Akhlak Subjects for XI superior class Students at MAN 3 Jombang as an effort to improve student learning activities.
The objectives of this research are: 1) To describe the planning of implementing the cooperative learning model window shopping type in the akidah akhlak subjects for XI superior class students at MAN 3 Jombang. 2) To describe the process of implementing the cooperative learning model window shopping type in the akidah akhlak subjects for XI superior class students at MAN 3 Jombang. 3) To describe the implications of student learning activities after learning with the cooperative learning model window shopping type in the akidah akhlak subjects for XI superior class students at MAN 3 Jombang.
The research method used in this study is descriptive qualitative. In this research, the author describes the phenomena that occur and the relationships between them. Data collection techniques in this research are observation, interviews, and documentation.
The results of this research are as follows: 1) The planning of implementing the cooperative learning model window shopping type in the akidah akhlak subjects for XI superior class students at MAN 3 Jombang is in accordance with the Lesson Implementation Plan. 2) The process of implementing the cooperative learning model window shopping type in the akidah akhlak subjects for XI superior class students at MAN 3 Jombang runs according to the Lesson Implementation Plan based on the steps of implementing the window shopping learning model. 3) The implementation of the cooperative learning model window shopping type in the akidah akhlak subjects for XI superior class students at MAN 3 Jombang is capable of enhancing student learning activities from merely listening and absorbing to motoric activities (working on group tasks, gathering information), mental activities (answering questions, asking, criticizing, drawing conclusions), and emotional activities (enthusiasm in learning, daring to present their work).
ARABIC:
المعلمون يلعبون دورًا مهما جدا في التعليم لأنهم يحددون جو الفصل الدراسي أو الظروف. المعلمون في جوهرهم ميسرين في التعلم. لذلك يجب أن يركز التعلم على الطلاب أو يكون مركزًا على الطالب بدلاً من أن يكون مركزًا على المعلم. إذا كان التعلم يركز فقط على المعلم، مثل في المحاضرات، تصبح أنشطة تعلم الطلاب الحد الأدنى لأن الطلاب يستمعون فقط ويستوعبون شرح المعلم. لتعزيز أنشطة تعلم الطلاب، هناك حاجة إلى نماذج تعليمية مبتكرة. في هذا الصدد، قام الباحث بدراسة تنفيذ نموذج التعلم التعاوني من نوع التسوق من خلال النافذة في موضوعات العقيدة والأخلاق لطلاب الصف الحادي عشر الأفضل في مدرسة المدنية الإسلامية 3 في جومبان كجهد لتحسين أنشطة تعلم الطلاب.
أهداف هذا البحث هي: 1) وصف تخطيط تنفيذ نموذج التعلم التعاوني من نوع التسوق من خلال النافذة في موضوعات العقيدة والأخلاق لطلاب الصف الحادي عشر الأفضل في مدرسة المدنية الإسلامية 3 في جومبان. 2) وصف عملية تنفيذ نموذج التعلم التعاوني من نوع التسوق من خلال النافذة في موضوعات العقيدة والأخلاق لطلاب الصف الحادي عشر الأفضل في مدرسة المدنية الإسلامية 3 في جومبان. 3) وصف تأثيرات أنشطة تعلم الطلاب بعد التعلم بنموذج التعلم التعاوني من نوع التسوق من خلال النافذة في موضوعات العقيدة والأخلاق لطلاب الصف الحادي عشر
الأفضل في مدرسة المدنية الإسلامية 3 في جومبان.
الطريقة البحثية المستخدمة في هذه الدراسة هي الوصف الكيفي. في هذا البحث، يصف المؤلف الظواهر التي تحدث والعلاقات بينها. تقنيات جمع البيانات في هذا البحث هي الملاحظة، والمقابلات،
والتوثيق.
نتائج هذا البحث كما يلي: 1) تخطيط تنفيذ نموذج التعلم التعاوني نوع التسوق من النافذة في موضوعات العقيدة والأخلاق لطلاب الصف الحادي عشر الأعلى في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية 3 في جومبانغ يتماشى مع خطة تنفيذ الدرس. 2) عملية تنفيذ نموذج التعلم التعاوني نوع التسوق من النافذة في موضوعات العقيدة والأخلاق لطلاب الصف الحادي عشر الأعلى في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية 3 في جومبانغ تسير وفقًا لخطة تنفيذ الدرس بناءً على خطوات تنفيذ نموذج التعلم من النافذة. 3) تنفيذ نموذج التعلم التعاوني نوع التسوق من النافذة في موضوعات العقيدة والأخلاق لطلاب الصف الحادي عشر الأعلى في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية 3 في جومبانغ قادر على تعزيز أنشطة تعلم الطلاب من مجرد الاستماع والامتصاص إلى الأنشطة الحركية (العمل على مهام الفريق، جمع المعلومات) والأنشطة العقلية (الإجابة على الأسئلة، والسؤال، والانتقاد، واستخلاص الاستنتاجات) والأنشطة العاطفية (الحماس للتعلم، والجرأة على تقديم أعمالهم)
