1,721,494 research outputs found
Syed Mohamad Syafiq, Zaidatul Husniah dinobat olahragawan, olahragawati UPM 2018
BANGI, 7 Mei – Pemain hoki, Syed Mohamad Syafiq Syed Cholan, dan atlet olahraga Zaidatul Husniah Zulkifli masing-masing dilipih sebagai Olahragawan dan Olahragawati UPM 2018
Secret love / Siti Husniah Husin
The Academy of Language Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Kedah branch is proud to present the first issue of its e-magazine, The Epitome, as our focus to highlight our commitment to contribute to the areas of creative writing. The Epitome aims to provide a platform for writers, educators, academicians, poet, and researchers to share their ideas, findings, knowledge, and experience, particularly on various creative writing genres - personal essays, poetry, short stories, songs, movie scripts, plays, and innovative projects in four different languages ( English, Bahasa Melayu, Mandarin, and Arabic)
A witness / Siti Husniah Husin
The Academy of Language Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Kedah branch is proud to present the first issue of its e-magazine, The Epitome, as our focus to highlight our commitment to contribute to the areas of creative writing. The Epitome aims to provide a platform for writers, educators, academicians, poet, and researchers to share their ideas, findings, knowledge, and experience, particularly on various creative writing genres - personal essays, poetry, short stories, songs, movie scripts, plays, and innovative projects in four different languages ( English, Bahasa Melayu, Mandarin, and Arabic)
A longed vacation / Siti Husniah Husin
The Academy of Language Studies, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Kedah branch is proud to present the first issue of its e-magazine, The Epitome, as our focus to highlight our commitment to contribute to the areas of creative writing. The Epitome aims to provide a platform for writers, educators, academicians, poet, and researchers to share their ideas, findings, knowledge, and experience, particularly on various creative writing genres - personal essays, poetry, short stories, songs, movie scripts, plays, and innovative projects in four different languages ( English, Bahasa Melayu, Mandarin, and Arabic)
Teka-teki dalam Tradisi Lisan Madura; Kajian Etnografi
Teka-teki Madura merupakan pertanyaan yang berasal dari tradisi lisan Madura, berbahasa Madura, dan isinya mencerminkan aspek sosial budaya masyarakat Madura. Di dalam khasanah tradisi lisan Madura teka-teki ini disebut “bhâk-tebbhâghân”. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian kualitatif, etnografi. Penelitian ini menggunakan kajian etnografi, karena etnografi merupakan kajian usaha untuk menguraikan kebudayaan atau aspek-aspek kebudayaan melalui fenomena teramati dalam kehidupan sehari-hari. Data dalam penelitian ini berupa tuturan lisan beserta konteksnya yang dilakukan oleh sekelompok orang atau kelompok masyarakat dalam suatu masyarakat berbudaya Madura dalam menuturkan teka-teki Madura. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, observasi, wawancara tak terstruktur dan elisitasi, serta penerjemahan. Penuturan teka-teki Madura masih ada dalam kebudayaan masyarakat Madura, diantaranya di wilayah budaya Madura tengah, Madura pedalaman, dan Madura akulturatif, namun keberadaan teka-teki Madura sudah mengalami pergeseran. Tujuan penelitian ini meliputi mendeskripsikan ragam teka-teki dalam tradisi lisan Madura, memaparkan cara penuturan teka-teki dalam tradisi lisan Madura, memaparkan fungsi teka-teki dalam tradisi lisan Madura, mendeskripsikan nilai budaya teka-teki dalam tradisi lisan Madura, dan memaparkan pemanfaatan nilai budaya teka-teki Madura sebagai alternatif pengembangan materi apresiasi sastra Madura. Responden dalam penelitian ini masyarakat berbudaya Madura di daerah Madura tengah, Madura pedalaman, dan Madura akulturatif
Mitos di Lereng Gunung Penanggungan di Jawa Ttimur : Kajian Etnografi
Mitos adalah cerita yang bersifat simbolik dan suci yang mengisahkan serangkaian cerita nyata atau imajiner. Gunung Penanggungan adalah gunung yang memiliki ketinggian 1653 meter dari permukaan laut yang terletak di kabupaten Mojokerto dan berada pada satu kluster dengan gunung Arjuno dan Welirang. Gunung Penanggungan memiliki mitos mitos yang berkembang dimasyarakat baik itu di lereng barat, selatan, timur dan utara, dari berkembangnya mitos di lereng Gunung Penanggungan terdapat nilai budaya yang meliputi nilai religius, nilai kepribadian dan nilai sosial yang berada di masyarakat. Semua nilai-nilai memberikan pemahaman tentang hidup masyarakat lereng Gunung Penanggungan. Fungsi mitos meliputi proyeksi pencerminan, pengontrol norma-norma dan alat pendidikan. Adapun rumusan masalah didalamnya adalah bagaimanakah mitos di lereng Gunung Penanggungan dan ritual upacara apa sajakah yang berhubungan mitos di lereng Gunung Penanggungan?; nilai budya bagaimanakah yang terdapat dalam mitos masyarakat lereng Gunung Penanggungan?; bagaimanakah fungsi mitos bagi masyarakat setempat?. Penelitian ini dilakukan deskriptif dengan rancangan kualitatif. Hasil penelitian ini adanya wujud mitos Gunung Penanggungan meskipun masyarakat mempunyai perbedaan pendapat tetapi mereka sama-sama menganggap bahwa Gunung Penanggungan itu gunung suci atau gunng ang diberkahi oleh masyarakat yang tinggal di lerengnya. Dari adanya tempat-tempat yang disakralkan sehingga menimbulkan ritual-ritual atau upacara yang dilakukan oleh masyarakat. Mitos yang berada di lereng Gunung Penanggungan memiliki fungsi yaitu sebagai alat pengontrol norma-norma tradisi yang ditunjukkan oleh masyarakatnya dengan membaca mantar sebelum kehutan dan sebagai alat pendidikan yang dijelaskan bahwa kita sebagai manusia harus memnghormati yang lebih tua
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM BERBAHASA INDONESIA MAHASISWA ASING
Strategi komunikasi perlu digunakan mahasiswa asing penutur bahasa Indonesia dalam berinteraksi dengan mahasiswa
penutur asli bahasa Indonesia. Pada umumnya, dalam berbahasa Indonesia, mahasiswa penutur asing memiliki
keterbatasan khususnya dalam penguasaan kosa kata dan struktur kalimat. Kurangnya penguasaan dan p emahaman
tentang B2 oleh mahasiswa asing, mempengaruhi kelancaran dalam berkomunikasi dengan mahasiswa penutur asli bahasa
Indonesia sehingga penutur asing perlu menggunakan cara atau strategi untuk menutupi keterbatasan tersebut.. Tujuan
penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui wujud strategi komunikasi dalam berbahasa Indonesia mahasiswa asing Universitas
Jember asal Madagaskar dan 2) mengetahui fungsi strategi komunikasi dalam berbahasa Indonesia bagi mahasiswa asing
Universitas Jember asal Madagaskar. Jenis dan rancangan penelitian kualitatif-deskriptif digunakan dalam penelitian ini.
Data dalam penelitian ini berupa ujaran dan sinyal non-linguitik (gerak tubuh, ekspresi wajah, dan gestur) yang
mengindikasikan adanya wujud strategi komunikasi. Sumber data penelitian adalah mahasiswa asing Universitas Jember
asal Madagaskar. Hasil penelitian tentang strategi komunikasi mahasiswa penutur asing dalam berbahasa Indonesia ini
menunjukkan adanya beberapa wujud strategi komunikasi. Wujud strategi tersebut yakni strategi kompensatoris dan
strategi penghindaran
Nilai Pendidikan Karakter dalam Mitos Gunung Tumpang Pitu dan Pemanfaatannya sebagai Alternatif Materi Ajar Sastra di SMA
Pendidikan dan kebudayaan dapat berjalan beriringan. Pendidkan bersifat reflektif terhadap kebudayaan yakni mencerminkan nilai-nilai kebudayaan yang berlaku sekarang atau pada saat tertentu. Salah satu cara pewarisan nilai-nilai budaya secara lisan dalam masyarakat disebut dengan tradisi lisan atau folklor. Folklor dapat berkembang diantaranya dalam bentuk mitos dan cerita rakyat. Mitos yang berkembang di Kecamatan Pesanggaran diduga terdapat nilai pendidikan yang kemudian dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA berbasis pendidikan karakter. Tujuan dalam penelitian ini ialah mendeskripsikan bentuk kesastraan mitos, nilai pendidikan karakter, fungsi mitos, pemanfaatan cerita mitos Gunung Tumpang Pitu Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan bentuk kesastraan mitos Gunung Tumpang Pitu berupa sastra lisan. Nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam mitos Gunung Tumpang Pitu adalah percaya terhadap keberadaan Tuhan dengan cara memiliki agama yang Esa, jujur dengan cara tidak mengambil benda yang bukan hak milik, patuh terhadap nasihat leluhur dengan tidak mendahului takdir, percaya diri dengan cara mengingat bahwa tuhan selalu berada pada hati setiap manusia, pantang menyerah unutk mewujudkan keinginan dalam usaha menyejahterakan rakyat, dan rasa ingin tahu dengan cara bertapa untuk memeroleh petunjuk Tuhan, tanggung jawab dalam menjaga Gunung Tumpang Pitu dengan menanam tumbuh-tumbuhan, melestarikan lingkungan dengan menanam tumbuhan yang bermanfaat, dan upaya menjaga kekayaan bangsa dan negara dari tangan penjajah. Cerita mitos Gunung Tumpang Pitu oleh masyarakat dimaknai sebagai sarana meningkatkan pemahaman manusia terhadap keberadaan Tuhan yang tercermin dalam tujuh sifat dasar manusia, mitos memberi rasa aman kepada manusia karena Gunung Tumpang Pitu sebagai benteng dari laut selatan tidak dapat dijamah sembarangan, dan sebagai sarana pendidikan untuk generasi muda terhadap hakikat kehidupan manusia serta kesadaran melestarikan alam
Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dalam Buku Teks “Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan”
Buku teks Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan (buku BIWP) Kelas VII SMP Edisi Revisi 2014
merupakan salah satu buku teks yang digunakan sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Sejalan
dengan kebijakan kurikulum 2013 yang memberikan perhatian terhadap aspek sikap, disamping aspek
kognitif dan psikomotor, seyogyanya buku itu memuat sikap yang dapat dijadikan contoh dalam
pembiasaan perilaku tertentu guna membentuk sikap spiritual dan sosial. Kajian sikap spiritual dan
sosial pada penelitian ini difokuskan pada teks dan rumusan kegiatan belajar dalam buku itu. Jenis
penelitian ini adalah deskriptif-evaluatif dengan rancangan penelitian kualitatif. Data pada penelitian
ini adalah kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf pada teks dan rumusan kegiatan belajar. Sumber
data penelitian ini adalah: 1) teks dan rumusan kegiatan belajar dalam buku BIWP; 2) Dokumen
Permendikbud No. 68 Tahun 2013; 3) Silabus Bahasa Indonesia Kelas VII SMP; dan 4) Buku
Panduan Penelilaian Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, sedangkan analisis data
melalui tiga tahap, yaitu: 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan/verifikasi
data. Hasil penelitian menunjukkan sikap spiritual yang muncul dalam teks adalah sikap bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sikap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan sikap
sosial yang muncul adalah sikap tanggung jawab, gotong royong, santun, dan kreatif. Pada rumusan
kegiatan belajar, sikap spiritual yang muncul adalah sikap beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan sikap sosial yang muncul adalah sikap jujur,
disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dan kreatif. Secara umum,
sikap spiritual dan sikap sosial dalam teks dan rumusan kegiatan belajar termuat secara implisit. Pada
teks belum dilengkapi contoh konkret mengenai perilaku yang mencerminkan sikap spiritual dan
sosial, sedangkan pada rumusan kegiatan belajar belum dilengkapi kalimat penegasan mengenai sikap
yang akan dibentuk
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Pada Berita Surat Kabar Harian Memorandum Edisi November 2013
Kesalahan berbahasa adalah pelanggaran bentuk dari struktur baku bahasa. Taksonomi Kategori Linguistik adalah suatu bentuk analisis kesalahan berbahasa yang berlandaskan pada unsur-unsur linguistik. Kesalahan berbahasa sering muncul dalam penulisan berita di beberapa surat kabar, salah satunya surat kabar harian Memorandum. Bahasa yang digunakan surat kabar harian Memorandum cukup menarik, akan tetapi masih terdapat kesalahan dalam praktik penggunaan bahasa Indonesia yang menyebabkan kemurnian penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam setiap informasi pada media massa menjadi sulit terwujud. Penelitian ini membahas bentuk serta penyebab terjadinya kesalahan berbahasa dalam surat kabar harian Memorandum edisi November 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan permasalahan dalam rumusan masalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif sedangkan rancangan penelitian ini rancangan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini yakni berita-berita yang terdapat dalam surat kabar harian Memorandum edisi November 2013. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat, yang diidentifikasi sebagai kesalahan berbahasa dalam berita surat kabar harian Memorandum edisi November 2013 sebanyak 26 edisi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen pembantu pengumpul data dan instrumen pembantu analisis data. Prosedur penelitian terdiri atas tiga tahap, di antaranya tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Hasil dan pembahasan penelitian dalam berita surat kabar harian Memorandum edisi November 2013 menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah dan bahasa asing, penggunaan kata imbuhan yang kurang tepat, dan pemakaian kata secara berlebihan merupakan bentuk terjadinya kesalahan berupa kata, penggabungan kosakata yang tidak tepat menimbulkan bentuk kesalahan berupa frasa, sedangkan penggunaan tanda baca yang tidak sesuai dapat menimbulkan kesalahan berupa kalimat
- …
