1,721,175 research outputs found
Faktor-Faktor Customer Experience Management yang Berpengaruh Terhadap Peningkatan Citra Telkom Speedy Pada PT TELKOM Kandatel Bekasi
PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia memiliki layanan akses internet dengan pangsa pasar terbesar, yaitu Telkom Speedy. Demi mempertahankan pelanggan dan mendapatkan pelanggan baru di tengah persaingan yang ketat, citra produk menjadi penting. Salah satu cara untuk meningkatkan citra produk adalah dengan turut melibatkan pengalaman pelanggan dalam menggunakan produk yang disebut dengan Customer Experience Management (CEM), seperti produk, pelayanan, saluran, promosi dan merek. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mempelajari faktor-faktor CEM Telkom Speedy di PT TELKOM Kandatel Bekasi, (2) Menganalisis pengaruh dari faktor-faktor CEM terhadap citra Telkom Speedy, (3) Menganalisis peubah CEM yang berpengaruh dominan terhadap citra Telkom Speedy dan (4) Merekomendasikan strategi penerapan CEM efektif untuk PT TELKOM Kandatel Bekasi. Informasi dan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer melalui wawancara dan pengambilan contoh sebanyak 100 orang menggunakan metode convenience sampling dan data sekunder. Alat analisis adalah Analisis Regresi Linear Berganda dengan bantuan software SPSS versi 16. Produk yang ditawarkan dari layanan Telkom Speedy terdiri dari tujuh paket, yaitu Paket Mail, Paket Chat, Paket Family, Paket Load, Paket Game, Paket Executive, Paket Biz dan Speedy PrePaid. Pelayanan bagi pelanggan, diantaranya pemberian informasi dan registrasi, instalasi produk, pelayanan gangguan, penanganan keluhan dan pemutusan layanan yang dapat diperoleh di Plasa TELKOM. Pelayanan gangguan dapat disampaikan dengan menghubungi call center 147. Pada faktor saluran, pelanggan dapat memperoleh Speedy dengan mendatangi Plasa TELKOM terdekat, di samping adanya kemudahan bagi pelanggan untuk melakukan proses pembayaran melalui Automatic Teller Machine (ATM), Bank, Kantor Pos dan Plasa TELKOM. Promosi yang biasa dilakukan di PT TELKOM Kandatel Bekasi adalah Open Table dan Pameran, Door to Door atau Personal Selling, Penyebaran Brosur, Kemitraan dengan Media di Bekasi, Kerjasama dengan Toko-Toko Komputer, Direct Mail dan Merchandise. Pada faktor merek, Speedy merupakan merek layanan akses internet yang memberikan keunggulan dari sisi kecepatan akses. Pada analisis regresi linear berganda didapatkan 68,8% peubah CEM dapat menjelaskan peubah citra TELKOM Speedy dan dinyatakan peubah tersebut memiliki pengaruh nyata terhadap citra TELKOM Speedy secara keseluruhan. Sedangkan hasil olahan uji t menunjukkan bahwa hanya tiga dari lima peubah CEM, yaitu produk, promosi dan merek yang berpengaruh secara nyata terhadap citra Telkom Speedy (Y). Peubah yang paling berpengaruh terhadap Y adalah produk dengan nilai koefisien 0,561. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada PT TELKOM Kandatel Bekasi adalah meningkatkan mutu dari layanan Speedy, terutama kecepatan akses sebagai prioritas bagi pelanggan dalam menggunakan Speedy. Hal lainnya harus mempertahankan dan meningkatkan pelayanan bagi pelanggan dalam setiap aspek seperti pemberian informasi, instalasi, penanganan keluhan dan gangguan dan pemutusan. Pada aspek promosi, sebaiknya menyesuaikan informasi yang diberikan pada saat promosi dengan kenyataan yang akan dialami pelanggan, supaya tidak terjadi gap antara expectation dengan experience pelanggan
Pengaruh SDM dan Operasional Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan PT Pupuk Kaltim
Laporan keuangan memberikan gambaran umum sebuah perusahaan yang dijabarkan dalam mata uang (rupiah). Kinerja keuangan adalah salah satu alat ukur laporan keuangan perusahaan yang dapat dianalisis tingkat pencapaiannya. Faktor-faktor yang mempunyai keterkaitan dengan kinerja keuangan, antara lain Sumber Daya Manusia (SDM) dan operasional perusahaan. Beberapa perusahaan memiliki laporan administrasi SDM seperti tingkat turnover karyawan, jumlah formasi jabatan struktural dan pejabat berdasarkan struktur organisasi, serta jumlah karyawan per unit kerja berdasarkan grade. Operasional perusahaan berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas kegiatan perusahaan. Keterkaitan antara kinerja keuangan dan SDM, serta operasional dapat diteliti di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Pada tanggal 7 Desember 1977, Pupuk Kaltim resmi berdiri, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi perusahaan produsen pupuk Urea dan Amoniak terbesar di Indonesia, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pupuk nasional, maupun internasional. Penelitian ini bertujuan : (1) Menganalisis kinerja keuangan PT Pupuk Kaltim, (2) Menganalisis pengaruh SDM dan operasional perusahaan terhadap kinerja keuangan, (3) Menganalisis peubah SDM dan operasional perusahaan terhadap kinerja keuangan, serta (4) Menganalisis rasio kinerja keuangan yang dipengaruhi oleh SDM dan operasional perusahaan. Data penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari dalam perusahaan, seperti laporan administrasi SDM, laporan operasional dan laporan keuangan perusahaan setiap tahunnya. Alat analisis yang digunakan adalah analisis rasio untuk menganalisis kinerja keuangan PT Pupuk Kaltim dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 16.0. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh SDM dan operasional perusahaan terhadap kinerja keuangan PT Pupuk Kaltim. Peubah SDM dan operasional perusahaan yang memberikan pengaruh terhadap kinerja keuangan adalah turnover, rasio manajer dan on stream factor. SDM dan operasional perusahaan mempengaruhi rasio likuiditas, yaitu current ratio, karena berkaitan dengan unsur dari current ratio seperti aktiva lancar dan utang lancar
Pengaruh Merchandising, Promosi dan Atmosfer dalam Gerai terhadap Impulse Buying di Toserba Selamat Cipayung Bogor
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh Merchandising, Promosi dan Atmosfer dalam Gerai dalam memengaruhi konsumen sehingga melakukan pembelian yang tidak direncanakan. Penelitian yang dilakukan di Toserba Selamat Cipayung ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dan hanya mencakup pada departemen market. Metode penentuan contoh dengan purposive sampling kepada 100 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan semua peubah berpengaruh terhadap keputusan impulse buying, baik secara bersama-sama maupun individual. Peubah yang memiliki pengaruh terbesar adalah atmosfer dalam gerai, diikuti dengan peubah merchandising dan promosi. Hal ini mengindikasikan kenyamanan berbelanja adalah yang utama bagi konsumen. Ketika sebuah gerai atau toko sudah nyaman, maka potensi konsumen untuk menyimak promosi juga lebih besar. Sebaliknya, ketika konsumen merasa tidak nyaman di dalam toko, maka cenderung mengurungkan niatnya berkeliling untuk melihat-lihat tatanan produk
Optimasi Distribusi Samatex-Pro Vinyl Arylic 25 White pada PT. Warna Indah Samatex di Wilayah Jabodetabek
ASEAN – CHINA Free Trade Area menjadi ancaman bagi pelaku usaha yang belum memiliki kemampuan memasarkan produk secara optimal, disamping menjadi tantangan bagi pelaku usaha yang memiliki mutu dan manajemen yang baik. PT. Warna Indah Samatex yang tidak bisa lepas dari kegiatan distribusi harus mempertimbangkan waktu dan biaya yang dikeluarkan, serta pemilihan saluran dan alokasi distribusi yang merupakan keputusan penting. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengidentifikasi sistem distribusi produk yang digunakan oleh PT. Warna Indah Samatex, (2) Menghitung biaya distribusi dari produsen ke masing-masing tujuan pemasaran di wilayah Jabodetabek dan (3) Menganalisis alokasi distribusi produk Samatex-Pro Vinyl Acrylic 25 White yang dilakukan oleh PT. Warna Indah Samatex ke berbagai tujuan pemasaran di wilayah Jabodetabek beserta alokasi distribusi optimalnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data primer berupa data kualitatif yang diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan pihak terkait. Data sekunder merupakan data kuantitatif yang diperoleh dari data perusahaan meliputi keadaan umum perusahaan, proses distribusi, biaya distribusi, data permintaan dan penawaran, data statistik dan data lain yang diperoleh dari literatur-literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif, deskriptif untuk mengidentifikasi sistem/pola pendistribusian produk pada PT. Warna Indah Samatex dan perkembangannya, serta secara kuantitatif untuk mengetahui jumlah optimal dan aktual distribusi produk Samatex-Pro Vinyl Acrylic 25 White di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dengan menggunakan model transportasi pada program linear. Pengolahan data dilakukan dengan software LINDO (Linear Interactive of Discrete Optimizer). Untuk memperoleh jumlah distribusi optimal yang dapat meminimalisasi biaya distribusi sesuai data penjualan dan permintaan pada tahun 2009. Distribusi optimal untuk tiap rayon adalah 2.690 kaleng untuk rayon Jakarta Barat dan Tangerang, 4.100 kaleng untuk rayon Jakarta Timur, 3.040 kaleng untuk rayon Jakarta Selatan, 490 kaleng untuk rayon Jakarta Utara, 280 kaleng untuk rayon Jakarta Pusat, 1.830 kaleng untuk rayon Bogor, Depok, Cibinong dan Parung serta 2.730 kaleng untuk rayon Bekasi, Karawang dan Cikarang. Biaya distribusi minimum yang dicapai pada kondisi optimal Rp 21.611.500,-. Alokasi distribusi yang dilakukan oleh PT WIS dalam mendistribusikan Samtex-Pro Vinyl Acrylic 25 White telah mencapai tingkat optimal, karena jumlah permintaan Samatex-Pro Vinyl Acrylic 25 White sama dengan jumlah penjualan aktualnya, artinya semua permintaan dapat dipenuhi oleh PT WIS dengan sumber yang ada. Hal lainnya lebih memprioritaskan pengiriman ke rayon yang biaya distribusinya lebih rendah
Financial performance analysis based on economic value added in of automotive industrial sector companies in indonesia stock exchange period 2009-2013
Penerapan perhitungan metode Economic Value Added (EVA) dalam suatu perusahaan akan membuat perusahaanlebih memfokuskan perhatian pada penciptaan nilai perusahaan. Hal ini merupakan keunggulan EVA dibandingkan dengan metode perhitungan yang lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan perusahaan sektor industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Indeks Kompas-100 dengan Metode EVA. Langkah-langkah dalam menghitung EVA adalah menghitung Net Operating Profit After Tax, Invested Capital, Weight Average Cost of Capital, Cost of Capital dan EVA. Hasil analisis kinerja keuangan dari tiga perusahaan pada periode 2009-2013 selalu menghasilkan nilai EVA positif. Perusahaan yang menghasilkan nilai EVA positif dikatakan memiliki manajemen yang mampu memberikan nilai lebih kepada perusahaan, sedangkan jika nilai EVA negatif, manajemen belum mampu memberikan nilai tambah kepada perusahaan dan nantinya berdampak bagi para calon investor, serta bagi manajemen perusahaan itu sendiri. Dibandingkan dengan ketiga perusahaan, PT Astra Internasional, Tbk merupakan perusahaan yang cenderung konsisten dalam peningkatan nilai EVA, karena perusahaan cenderung konsisten dalam peningkatan nilai EVA dan dengan selisih peningkatan cukup besar dibandingkan dengan dua perusahaan lainnya, meskipun pada tahun 2012 mengalami sedikit penurunan tetapi dapat diantisipasi kembali dengan meningkatnya kembali nilai EVA pada tahun 2013. Peningkatan nilai EVA pada PT ASII dan PT IMASdalam periode 2009-2011 diikuti juga seiiring terdapatnya kecenderungan positifterhadap harga saham pada tahun bersangkutan. Hal ini juga menyebabkan tren EPS yang semakin meningkat dalam periode tersebut. Untuk PT GJTL,ketika nilai EVA mengalami penurunan, juga diikuti dengan menurunnya nilai EPS pada periode tersebut, tetapi kondisi harga saham justru mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh adanya hukum permintaan dan penawaran yang terjadi dipasar.The application of the Economic Value Added (EVA) in a company will lead the company focus more on the corporate value creation. This is an advantage of the EVA method compared to the others. This study aims to analyze and compare the company's financial performance of automotive industrial sectors listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the Kompass-100 Index based on the EVA method. The steps in calculating the EVA method are calculate the Net vi Operating Profit After Tax, Capital Invested, Weight Average Cost of Capital, Cost of Capital and EVA. The results of the analysis of the financial performance of the three companies in the 2009-2013 period always generate positive EVA value. Companies that generate positive EVA value is said to have management that can deliver greater value to the company, whereas if the negative EVA value, management has not been able to provideadded value to the company and will have implications for the potential investors, as well as for the management of the company itself. Compared with the third company, PT Astra International, Tbk is a company that tends to be consistent in increasing the value of EVA because companies tend to be consistent inincreasing the value of EVA and a considerable improvement compared withthe two other companies, although in 2012 decreased slightly but canbe anticipated again withincreasing EVA back in 2013. Increasing the value of EVA at ASII and PT IMAS in the period 2009-2011 followed concurrently positive tendencies on stock prices during the year. It also led to a trend of EPS also increased in that period. For PT GJTL, when the value of EVA has decreased, followed by decreasing value of EPS for the period, but the condition of the stock price actually rose is influenced by the law of supply and demand that occur in the marke
Studi Gerak, Pemeliharaan Tempat Kerja dan Waktu Baku Bagian Pengupasan Ubi di PT Galih Estetika Indonesia
Penelitian dilakukan di PT Galih Estetika Indonesia yang merupakan
perusahaan yang menghasilkan pasta ubi. Tujuan penelitian menganalisis studi
gerak, pemeliharaan tempat kerja, dan mengukur waktu baku pada bagian
pengupasan ubi membandingkan mengupas ubi menggunakan pisau kecil dengan
mengupas ubi menggunakan pisau besar. Gerakan pengupasan ubi sudah baik,
karena gerakan yang dilakukan merupakan gerakan dasar yang berhubungan
dengan pekerjaan. Analisis pemeliharaan tempat kerja menggunakan penerapan
Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke (5S) bagian pengupasan ubi perlu
ditingkatkan, karena pekerja belum memiliki rasa disiplin diri dan lingkungan.
Hasil dari pengukuran waktu pengupasan ubi menggunakan pisau kecil selama
49.11 detik dan pisau besar selama 20.14 detik. Ketika pekerja mengupas ubi
menggunakan pisau besar hasil yang didapat 2 219.4 kg sedangkan menggunakan
pisau kecil hasil yang didapatkan 2 421.8 kg sehingga target ubi yang dikupas
semula 2 000 kg menjadi 3 000 kg kurang 19.27% untuk mencapainya
Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Asuransi XYZ
Financial performance is the result achieved by the company on various activities undertaken in utilizing available financial resources. Financial performance of the application on XYZ Insurance Company consist of five (5) financial ratios, namely (1) Earning Per Share (EPS), (2) Debt to Equity Ratio (DER), (3) Price Earning Ratio (PER), (4 ) Return on Investment (ROI) and (5) Return on Equity (ROE). Research objectives: (1) Analyze the effects of the financial performance of the terms of the ratio of EPS, DER, PER, ROI and ROE independently and simultaneously on stock returns XYZ Insurance Company, (2) analyze the dominant ratios that affect stock returns XYZ Insurance Company. This research used secondary data and method is used multiple linear regression analysis. The results showed the influence of the financial performance of the retun XYZ Insurance Company shares are as follows: EPS not significantly affect stock returns; DER no significant effect on stock returns; PER has a significant effect on stock returns; ROI did not significantly affect stock returns, and ROE no significant effect on stock returns. Based on the calculation of financial ratios independently obtained value of EPS, DER, ROI and ROE is not significant, while the value of PER significantly. For the calculation of financial ratios simultaneously obtained value of F-test of financial ratio has no effect on stock returns. The other thing with the t test analysis of the variables obtained financial performance of dominant influence on stock returns, the PER
Analisis Faktor Pengambilan Keputusan Konsumen menginap di IPB Convention Hotel
Kunjungan wisatawan ke Bogor mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut membuat banyak perusahaan mendirikan sarana akomodasi penginapan seperti hotel. Salah satu hotel di Kota Bogor adalah IPB Convention Hotel. Persaingan antar pelaku usaha membuat IPB Convention Hotel harus mampu bersaing dengan merancang berbagai macam strategi, agar usahanya tetap diterima konsumen dan mampu bertahan di pasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil konsumen, menganalisis proses pengambilan keputusan dan menganalisis faktor faktor yang memengaruhi konsumen dalam melakukan pengambilan keputusan dan menganalisis faktor paling dominan yang memengaruhi keputusan konsumen. Pengumpulan data dengan teknik purposive sampling dan dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis faktor dengan bantuan software Statistical Package for Social Science (SPSS) 22. Hasil penelitian ini menunjukkan, ada empat faktor yang memengaruhi konsumen dalam memilih menginap di IPB Convention Hotel, yaitu faktor lingkungan, fasilitas dan mutu layanan, faktor perbedaan individu dan faktor psikologi. Faktor paling dominan yang memengaruhi keputusan konsumen menginap di IPB Convention Hotel adalah faktor lingkungan yang memiliki keragaman data 27,81%
Analisis faktor yang dipentingkan konsumen mengikuti pelatihan pada Balai Latihan Kerja Pengembangan Industri Pasar Rebo, Jakarta
Meningkatnya jumlah pengangguran mengakibatkan tingkat persaingan pencari kerja semakin meningkat, dilihat dari adanya pengangguran terdidik pada tahun 2008 mencapai 961.000 orang dengan perincian 598.000 orang pengangguran sarjana dan 363.000 pengangguran Diploma. Jumlah ini akan terus bertambah dengan adanya universitas baik negeri maupun swasta yang meluluskan mahasiswanya. Pengangguran tersebut diakibatkan oleh kompetensi yang tidak sesuai, lulusan yang tidak diserap perusahaan, atau karena mahasiswa jurusan tersebut sudah jenuh. Dalam hal ini, jumlah pengangguran terdidik tersebut dapat disiasati dengan menambah kompetensi diri dengan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keahlian, sebagai contoh para pengangguran tersebut dibekali dengan keterampilan bahasa asing (Inggris, Mandarin atau Korea), komputer, keahlian komunikasi atau kemampuan mencari jaringan kerja (networks). Tujuan penelitian ini adalah (1) mengtahui karakteristik peserta pelatihan di BLKPI, Pasar Rebo-Jakarta, (2) mengetahui faktor-faktor yang dipentingkan peserta dalam mengikuti pelatihan di BLKPI, Pasar Rebo-Jakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner kepada peserta pelatihan program APBD DKI Jakarta angkatan pertama tahun 2011 dan wawancara dengan pegawai BLKPI,Pasar Rebo – Jakarta. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka, literatur, dokumen perusahaan dan internet. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik peserta pelatihan dan analisis faktor untuk mengidentifikasi faktor yang dipentingkan peserta pelatihan di BLKPI, Pasar Rebo-Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peserta pelatihan adalah lulusan SMA mendominasi dengan 48% dengan pekerjaan terakhir adalah pelajar baik lulusan SMA maupun di bangku kuliah (49%) dan sudah pernah bekerja sebanyak 43%. Usia peserta pelatihan minimal 18 tahun hingga 40 tahun, di dominasi usia 25-30 tahun sebanyak 40% dan 15-20 tahun sebanyak 32%. Wilayah domisili responden adalah tinggal disekitar Jakarta Timur sebanyak 85% dan di dominasi oleh peserta yang belum menikah 84%. Hasil anailisis faktor terbentuk 8 (delapan) faktor diantaranya faktor mutu perusahaan, motivasi, pengalaman, lingkungan eksternal, lingkungan internal, komunikasi, dorongan dan tempat tinggal. Faktor yang paling dipentingkan konsumen BLKPI-Pasar Rebo adalah faktor mutu perusahaan dengan nilai eigenvalue cukup signifikan yakni 10,29 dengan variasi data 34,31%, nilai ini sangat mempengaruhi keputusan konsumen memilih BLKPI-Pasar Rebo sebagai tempat pelatihan
Pengaruh Implementasi ISO 9001:2008 Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT Intan Pariwara, Klaten
Perkembangan bisnis dan ketatnya persaingan membuat segala macam bentuk perusahaan untuk menghasilkan produk bermutu, maka pengelolaan sistem manajemen mutu (SMM) semakin dirasa perlu dan mendesak untuk diterapkan dalam perusahaan. PT Intan Pariwara merupakan salah satu perusahaan penerbitan dan percetakan buku yang sudah mendapatkan sertifikasi SMM berupa ISO 9001:2008, yang diakui secara internasional guna meningkatkan daya saing produknya. Penelitian ini bertujuan (1) Mengkaji implementasi SMM ISO 9001:2008 di PT Intan Pariwara, (2) Menganalisis pengaruh implementasi SMM ISO 9001:2008 terhadap produktivitas kerja karyawan, serta (3) Menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SMM ISO 9001:2008 dan produktivitas kerja di PT Intan Pariwara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari observasi langsung dan penggunaan kuesioner kepada karyawan PT Intan Pariwara. Data sekunder diperoleh dari studi literatur, data perusahaan dan publikasi elektronik. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling (SEM) yang diproses dengan menggunakan program Linear Structural Relationship (Lisrel) 8.30. Karakteristik karyawan di PT Intan Pariwara didominasi oleh laki-laki 70%, berusia 26-45 tahun (41%), lulusan SMA 44% dan telah bekerja selama lebih dari 10 tahun (38%). Implementasi ISO 9001:2008 di PT Intan Pariwara sudah efektif dan memengaruhi produktivitas kerja karyawan 82%. Hal ini berarti bahwa penerapan ISO 9001:2008 dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Indikator pelatihan karyawan memiliki kontribusi paling besar dalam membentuk SMM ISO 9001:2008, yaitu 0,82 (82%) dan kontribusi terkecil dari peubah standar sistem operasional 0,58 (58%). Kontribusi terbesar terhadap produktivitas kerja karyawan adalah peubah kemauan kerja 0,79 (79%) dan peubah kemampuan kerja memberikan kontribusi terkecil 0,41 (41%)
- …
