1,720,955 research outputs found

    Kebijakan Indonesia dalam Mengatasi Dampak Negatif China – ASEAN Free Trade Area (CAFTA)

    No full text
    Indonesia merupakan salah satu negara anggota ASEAN yang terikat kerjasama dengan China melalui perjanjian China-ASEAN Ftree Trade Area (CAFTA). Kerjasama ini seharusnya dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia karena dapat dengan mudah melakukan pertukaran barang dan jasa. Namun demikian kekuatan daya saing yang tidak seimbang antara Indonesia dan China menimbulkan beberapa dampak negatif bagi Indonesia. Salah satu tanda adanya dampak negatif yaitu semakin banyak produk manufaktur China yang membanjiri pasar domestik baik yang legal maupun ilegal. Oleh karena itu perlu campur tangan pemerintah Indonesia untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif yang merupakan metode dimana data-data yang diperoleh dari data sekunder untuk menghasilkan data yang lebih komperhensif. Metode ini menafsirkan dan menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi dengan teori yang telah dipelajari. Karya ilmiah ini menggunakan teknik studi pustaka yaitu data yang diperoleh secara langsung dari buku, surat kabar, dan dari sirus resmi yang penulis gunakan untuk menunjang data-data sekunder dalam karya ilmiah ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia membuat beberapa kebijakan untuk mengatasi dampak negatif CAFTA. Pemerintah mengeluarkan 3 kebijakan yaitu Pembatasan Tarif dan Kuota Impor, penguatan Ekonomi Berbasis UMKM, dan Pembangunan Infrastruktur. Tiga kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia dan mengoptimalkan keuntungan dari kerjasama CAFTA

    Kebijakan Pemerintah Bolivia tentang Pekerja Anak

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor atau alasan yang melatarbelakangi Pemerintah Bolivia membuat Undang-undang “Código Niña, Niño y Adolescente” (Undang-undang Pekerja Anak) pada tahun 2014.Undangundang ini dibuat sebagai suatu legal political instrument untuk merespon aktivitas pekerja anak di kawasan Amerika Latin.Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan Presiden Evo Morales atas tuntutan UNATSBO (Serikat Pekerja Anak dan Remaja Bolivia) syang menginginkan adanya jaminan hak-hak pekerja anak seperti melindungi pekerja anak dan remaja Bolivia dari eksploitasi. Dalam ketentuan baru ini, anak usia sepuluh tahun dapat bekerja jika mereka bekerja sendiri atau wiraswasta dan jika secara bersamaan mereka juga bersekolah. Undang-undang menetapkan umur dua belas tahun sebagai usia minimum bahwa seorang anak diperbolehkan untuk bekerja di bawah kontrak, jika mereka memiliki izin dari orangtua dan tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka. Ketentuan lainnya mencakup persyaratan bagi pengusaha untuk memastikan kesehatan fisik dan mental anak-anak yang dipekerjakan selain itu, Pemerintah Bolivia juga akan menetapkan hukuman yang keras untuk tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur (30 tahun penjara jika melakukan tindak kekerasan yang mengakibatkan anak dibawah umur sampai terbunuh). Undang-undang ini merevisi undang-undang yang sebelumnya, yang menyatakan bahwa anak hanya boleh bekerja minimum usia empat belas tahun, hal ini menunjukkan bahwa kondisi di Bolivia memakasa anak-anak untuk bekerja karena kebutuhan dan kondisi ekonomi yang buruk. Akibatnya, Bolivia adalah satusatunya negara di dunia yang mentolerir anak bekerja di usia muda . Tindakan Pemerintah Bolivia baru-baru ini mencerminkan realitas yang bertentangan dengan ketentuan dan norma global, seperti ILO yang memandang bahwa langkah itu kemungkinan akan memperburuk situasi dan mengabadikan siklus kemiskinan di Bolivia. Namun demikian, Presiden Evo Morales sebagai pengambil keputusan memiliki pertimbangan-pertimbangan rasional atas kebijakan yang diambil. Secara ideologis, Presiden Evo Morales menganut ideologi sosialisindigenista yang memandang bahwa pekerja anak itu ada karena terbentuk dari adanya isu dan konsep kebutuhan dan realitas dari budaya itu sendiri. Artinya, segala kebijakan yang dibuat didasarkan pada pertimbangan atas realitas sosial budaya yang ada dalam masyarakat.Hal ini sesuai dengan pandanganmengenai individu sebagai pengambil keputusan, yang memiliki aspek-aspek latar belakang seperti pengalaman pribadi sebagai acuan untuk mengambil keputusan. Secara politik, kebijakan dari Presiden Evo Moralez ini merupakan payung hukum dari Pekerja anak yang bertujuan untuk melindungi pekerja anak dan remaja Bolivia dari eksploitasi dan pelanggaran hak-hak pekerja anak. Secara ekonomi, realitas yang ada di Bolivia, sekitar 45 persen dari populasi penduduk di Bolivia yaitu sekitar10 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan nasional dan fenomena pekerja anak di Bolivia terbilang sangat tinggi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    (The Settlement of Disputes between Greece and The Republic of Macedonia within the Framework of The United Nations)

    No full text
    Skripsi ini merupakan hasil analisis penulis mengenai proses penyelesaian sengketa Yunani dengan Republik Makedonia dalam kerangka PBB. Sengketa antara Yunani dengan Republik Makedonia merupakan sengketa identitas yang saling memperebutkan identitas Makedonia. Inti permasalahan dari sengketa identitas tersebut adalah pada penggunaan nama Makedonia oleh Republik Makedonia. Hal yang menjadi gap pada penelitian ini adalah sengketa ini merupakan sengketa yang bersifat remeh yang hanya memperdebatkan masalah nama akan tetapi berjalan cukup lama. Selain itu, masuknya PBB dalam menangani sengketa ini merupakan sesuatu yang baru karena PBB tidak memiliki riwayat apapun dalam menyelesaikan sebuang sengketa identitas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui proses penyelesaian sengketa antara Yunani dengan Republik Makedonia dalam kerangka PBB Untuk mendukung penelitian, penulis menggunakan metode kualitatif dengan dukungan data sekunder yang diperoleh melalui e-book, jurnal ilmiah, laporan tahunan dan berita elektronik. Data-data yang telah terkumpul lalu dianalisis dengan kerangka analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan menganalisis data-data yang telah didapatkan untuk menggambarkan fakta fakta. Hasil dari penelitian penulis menunjukkan bahwa sengketa antara Yunani dengan Republik Makedonia berhasil diselesaikan oleh PBB dengan menggunakan mediasi. PBB melakukan mediasi dengan enam tahapan yaitu, assess the conflict, ensure mediator readiness, ensure conflict ripeness, conduct track-i mediation, conduct track-ii mediation, dan construct a peace agreement. Selama menjalankan upaya penyelesaian sengketa, PBB menemui hambatan yang disebabkan oleh stabilitas nasional kedua negara dan tindakan politik yang kurang mendukung upaya mediasi. Meski demikian, PBB mampu memanjemen sengketa dan menyelesaikan sengketaDr. Linda Dwi Eriyanti, S.Sos, M.A ; Dosen Pembimbing Honest Dody Molasy, S.Sos, M.

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore